Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Push Up 10 Kali!!!


__ADS_3

Ayah Al melontarkan semua kata-katanya yang terpendam di dalam hatinya dan membuat matanya pun ikut berkaca-kaca. Tetapi, Bunda Reni malah tersenyum menatap Ayah Al.


“Kamu tidak bersalah, Mas. Aku paham cita-citamu yang ingin menjadi pebisnis hebat dan juga terkenal, kini sudah terwujud dan aku pun sangat senang melihat kesuksesanmu. Maka dari itu, aku tidak mau menambah beban ataupun membuat kamu khawatir, Mas...”


“Jika kamu mengetahui semua ini, pasti akan membuat pekerjaanmu berantakan. Aku tidak mau itu terjadi, selagi aku bisa mengatasi masalah ini maka aku akan menghadapinya sendiri. Aku tidak mau sampai kamu tahu bagaimana kondisi Arsya saat ini”


Curhatan hati Bunda Reni kepada sang suami yang membuat ia sangat terkejut. Bahwasanya selama 5 tahun ini, ia beranggapan jika keluarganya dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi saat Bunda Reni menyebutkan nama Arsya, kini jantungnya berdebar sangat kencang.


“Arsya? Ada apa sama Arsya, Ren? Ceritakan semuanya padaku, aku masih belum paham apa maksud omonganmu itu. Kamu bilang tadi kamu yang berada dalam masalah, namun kenapa kamu menyebutkan nama Arsya?” cecar Ayah Al dengan wajah tegangnya serta terlihat sangat serius.


Kemudian dengan perlahan Bunda Reni menceritakan kejadian mantan calon istri Arsya yang kini sudah meninggal dunia akibat sebuah kecelakaan yang di lakukan oleh kelalaian salah satu mobil karena mencoba menerobos lampu merah dengan kecepatan tinggi. Saat mendengar semua kisah itu membuat Ayah Al yang tidak pernah menangis, kini meneteskan air mata.


Meskipun wajahnya terlihat sangat datar, tetapi hatinya begitu sakit saat mengetahui anak satu-satunya memiliki trauma yang cukup mendalam. Padahal Ayah Al sangat tahu, jika Arsya benar-benar mencintainya. Bahkan setiap menghubungi Ayah Al, Arsya selalu meminta pendapat untuk memberikan saran agar ia bisa membuat hubungan mereka semakin romantis.


Tetapi kini impian Arsya untuk menikahi seorang wanita cantik dan juga pintar, bahkan kandas di terpa badai yang sangat dahsyat.


“Maafkan aku Mas, aku baru menceritakan semuanya hari ini karena jujur saja aku sudah tidak kuat melihat Arsya seperti ini” ucap Bunda Reni dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


“Jika calon Arsya suah tiada, lalu siapa wanita yang di kamar Arsya? Kenapa wanita itu terlihat sangat dekat dengannya? Apa dia kekasih Arsya yang baru?” tanya Ayah Al sambil menatap Bunda Reni.


“Dia adalah Suci, Mas. Dia hidup sebatang kara, namun sekarang ia sudah memiliki suami yang mana Ibu dari suaminya adalah sahabatku” jawab Bunda Reni.


“Kalau dia sudah memiliki suami, lantas ada hubungan apa dengan Arsya? Kenapa kamu mengizinkannya berdekatan dengan Arsya? Pasti dia bukan wanita baik-baik, karena jika dia punya suami maka tidak mungkin mengejar Arsya. Benar-benar tidak tahu malu wanita itu, aku harus menyeretnya keluar dari rumah ini” tegas Ayah Al sambil berdiri.


Namun saat ia mau melangkahkan kakinya Bunda Reni langsung menahannya dengan cara memegang tangan Ayah Al dan menariknya untuk duduk kembali.


“Sabar, aku belum selesai menjelaskannya. Jadi jangan asal nuduh anakku, paham!” ucap Mamah Reni yang membuat Ayah Al langsung menatapnya dengan tajam.


Seketika Ayah Al tersenyum licik, “Oh jadi selama 5 tahun aku meninggalkanmu. Lalu kamu dengan bebasnya bisa berselingkuh bersama pria lain dan menghasilkan anak perempuan yang saat ini ada di kamar Arsya, begitu? Hah?!!” bentak Ayah Al dengan nada penuh emosi sambil bangun dari kursinya.


“Astaghfirullah, Mas Alaric Valleanno. Kau itu bod*doh atau pura-pura be*go sih! Jika aku selingkuh daru selama 5 tahun ini, maka anakku pasti usianya 4 atau 3 tahun dan itu masih sangat kecil. Sedangkan wanita itu sudah berusia 24 tahun, bahkan sudah menikah” pekik Bunda Reni yang penuh rasa kesal sambil berdiri di depan Ayah Al, lalu menatapnya dengan intens.


Ayah Al yang mendengar celotehan istrinya membuat ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menyengir kuda.

__ADS_1


“Hehe... Ma-maaf sayang, habisnya kamu bilang anak jadi aku malah berpikir jelek tentangmu. Tapi benar juga sih, jika kamu berselingkuh mana mungkin anakmu sudah sebesar itu kan...” ucapnya.


“Makanya kalau orang ngomong jangan asal tebak, tanya dulu biar jelas baru bisa nuduh jika sudah ada bukti” saut Bunda Reni.


“Maaf sayang...” ucap Ayah Al sambil menggenggam tangan Bunda Reni dan menciumnya.


“Push up 10 kali!!!” perintah Bunda Reni dengan tegas.


“Baiklah aku akan push up, asal kamu yang ada di bawahku” ucap Ayah Al sambil menarik Bunda Reni ke dalam pelukannya, lalu ia menggenggam pinggangnya dengan sangat erat.


“Lepasin, Mas. Aku menyuruhmu push up bukannya minta jatah!!” pekiknya dengan wajah kesal.


“Apa salahnya push up sambil meminta jatah, bukankah itu jauh lebih baik? Lagian aku sudah lama tidak merasakan tubuhmu ini” sautnya sambil merekatkan tubuh mereka hingga kini wajahnya hanya berjarak 3 sentimeter.


“Aku pengen, boleh?” ucapnya dengan suara parau hingga wajahnya terlihat sangat lesu.


“Tidak!!” tegas Bunda Reni yang sedikit mendorong Ayah Al.


Bughhh...


“Huaaaaa... Sayang kamu jahat, masa aku di dorong sih” rengek Ayah Al dengan suaranya yang terdengar sangat gemas.


Pria yang usianya sudah 48 tahun ini, seketika bertingkah layaknya seorang pria manja. Padahal aslinya ia merupakan pria yang dingin, tetapi jika ia ada maunya pasti akan bersifat sangat manja kepada Bunda Reni.


“Ya ampun, Mas Al. Maafkan aku, aku tidak sengaja. Apakah sangat sakit?” ujarnya sambil membantu Ayah Al berdiri.


“Hihi... Akhirnya rencanaku berhasil dan saat ini watunya eksekusiii...” gumam Ayah Al di dalam hatinya.


“Mas, mana yang sakit? Aku ambilkan obatnya dulu ya” saut Bunda Reni dengan wajah penuh kekhawatiran.


Saat Bunda Reni ingin berlari untuk mengambil kotak obat, kemudian ia ditarik hingga tersungkur di atas kasur.


Hyyyaaaakkkk...

__ADS_1


Suara teriakan Bunda Reni saat terkejut akibat ulah suaminya. Kemudian Ayah Al langsung menindih tubuh Bunda Reni.


“Sakitku akan hilang jika obatnya adalah kamu sayang, cuma kamu yang tahu bagaimana caranya meluluhkan sifat dinginku ini” ucapnya sambil membelai sayang wajah Bunda Reni.


Dengan perlahan kedua tangan Ayah Al menggenggam tangan Bunda Reni sambil menariknya ke atas kepala. Mereka saling menatap satu sama lain dengan begitu dekat, bahkan hidung mereka pun saling menempel sehingga membuat keduanya tertawa kecil. Lalu mereka saling melu*mat bibir satu sama lain dengan penuh kasih sayang.


Heeemmmpttt...


Sampai beberapa menit, akhirnya mereka menyudahinya sambil menghirup nafas. Tanpa basa-basi lagi, Ayah Al langsung membuka pakaian Bunda Reni dan juga dirinya hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai pakaian pun saar ini.


Saking tidak kuatnya menahan apa yang dilihat, Ayah Al langsung menyerbu menjelajahi tubuh istrinya dengan begitu lembut sampai-sampai membuat Bunda Reni terasa kesetrum dengan tegangan kecil. Kini saatnya penghuni rumah kembali memasuki rumahnya.


Perlahan demi perlahan akhirnya si kecil dengan ukuran besar itu pun berhasil masuk ke dalam rumah yang sudah lama tidak ia kunjungi. Ayah Al memang tidak suka berbasa-basi, jadi ia langsung ke intinya sambil menikmati pemandangan yang ada.


Tak butuh waktu banyak, mereka sudah melakukan pelepasan untuk yang pertama. Namun lagi dan lagi Ayah Al terus menggarap sawahnya hingga membuat Bunda Reni gelajotan merasakan rasa kenikmatan yang di berikan oleh Ayah Al.


Ayah Al memang sangat pandai dalam memainkan tempo, sehingga Bunda Reni dari tadi tidak henti-hentinya mengeluarkan suara indahnya bersama dengan Ayah Al. Hingga kini tak terasa mereka sudah melakukan 10 hingga 15 kali pelepasan dan membuat keduanya seketika tertidur pulas akibat pergulatan panas mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello guys... Selamat siang... Good Afternoon... 🤗🤗🤗


Bertemu lagi dengan Author yang cetar membahana membagongkan 😄😆😂


Seperti biasa... Like always... kita akhiri dengan mengucapkan hamdallah 🤭🤭


Ehh... Dan juga hari ini ada rekomendasi novel lainnya nih guys 😁😁😁


Juga mohon dukungan untuk novel kawan-kawan Author lainnya 😉😉😉


Silahkan dijelajahi dan jangan lupa tingalkan jejak melehoy kalian 🤣🤣🤣


...*...

__ADS_1



__ADS_2