Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Ini Cowok Ganteng Banget


__ADS_3

"Aku juga kangen banget sama kamu, Elsa. Bagaimana kabarmu? Apa kamu masih berhubungan dengan laki-laki itu?” Tanya Suci yang sambil memeluk Elsa kemudian melepaskannya.


“Masih, Mbak. Tadi pagi aku habis ketemu dengan Mas Fajar. Tapi saat aku mendengar cerita dia tentang hubungan badannya bersama istrinya itu, malah membuat aku semakin sakit. Padahal aku yang ingin tahu tentang itu, tapi aku pula yang sakit hehe...” ucap Elsa yang membuat Suci sedikit terkejut.


“Ya sudah ayo, duduk dulu. Hoya... Sambil nunggu Mas Dimas selesai meeting, kamu mau minum apa? Biar nanti aku minta tolong sama OB/OG di sini untuk membuatkannya” tawar Suci sambil duduk.


“Apa saja, Mbak. Asalkan yang segar-segar, habisnya di luar panas banget dan tadi juga aku ke sini naik ojek jadi lumayan terasa hausnya hehe...” jawab Elsa dengan cengengesan.


“Apa saja, Mbak. Asalkan yang segar-segar, habisnya di luar panas banget dan tadi juga aku ke sini naik ojek jadi lumayan terasa hausnya hehe...” jawab Elsa dengan cengengesan.


“Ya sudah, bentar aku telepon OB dulu” ucap Suci yang berjalan menuju meja kerja Dimas.


Lalu, ia menelepon OB untuk membuatkan minuman segar untuk mereka berdua. Setelah selesai, Suci kembali duduk di sambil Elsa.


“Bagaimana, kamu sudah membawa surat lengkap kamu untuk melamar kerja kan. Soalnya kalau kurang lengkap takutnya Mas Dimas nanti salah menilai kamu. Tapi, kalau lengkap kan enak jadi Mas Dimas bisa tahu semuanya tentang kamu” tanya Suci.


“Sudah, Mbak. Tenang saja, aman terkendali, jadi tidak usah khawatir. Lagian kan Mas Dimas suami Mbak Suci, jadi pasti dong aku di terima kan aku sahabat kecil Mbak Suci. Bahkan sudah seperti adik Mbak Suci sendiri kan” jawab Elsa dengan sangat percaya diri.


“Sudah, Mbak. Tenang saja, aman terkendali, jadi tidak usah khawatir. Lagian kan Mas Dimas suami Mbak Suci, jadi pasti dong aku di terima kan aku sahabat kecil Mbak Suci. Bahkan sudah seperti adik Mbak Suci sendiri kan” jawab Elsa dengan sangat percaya diri.


“Ya memang sih, tapi semua balik lagi ke prosedur pekerjaan Sa. Jadi aku tidak bisa melakukan apa-apa jika kamu nantinya tidak di terima. Tapi, setidaknya kita sudah berusaha ya kan” ucap Suci sambil tersenyum.


Elsa pun ikut tersenyum yang pada dasarnya ia paksakan. “Tidak, Mbak. Pokonya mau tidak mau aku harus bekerja di perusahaan ini. Supaya aku bisa mendapatkan gaji yang lebih besar. Lagian juga, jika Mas Dimas menerima aku pun tidak masalah bukan? Itu tidak akan membuatnya bangkrut, apa lagi perusahaannya sebesar ini ” ucap Elsa di dalam hatinya.


Di saat mereka sedang berbincang-bincang kembali, tak lama pintu ruangan terbuka lebar.


Ceklek !...


Elsa dan Suci seketika menoleh ke arah pintu. Lalu, muncullah 2 pria tampan dan gagah dengan sangat berwibawa.


“Bro, nanti gua ijin pulang cepat ya. Soalnya pengen nengokin ibunya si Lisa, dan mencari tahu bagaimana perkembangannya sekarang” ucap Dion yang juga ikut masuk di belakang Dimas.


“Yaelah, baru juga sehari di tinggal enggak masuk kerja sudah kangen. Tapi, bagian ketemu ribut terus enggak ada habisnya” saut Dimas.


“Apaan sih, kangen juga enggak. Lagian ngapain gua kangen sama bocah ingusan kek dia. Sorry yaa... Dia itu bukan tipe gua. Namanya juga rekan kerja, ya gua harus tahu info lebih lanjutnya bagaimana. Supaya lu juga bisa tahu kan, kalau gua enggak ke sana bagaimana kita tahu perkembangannya. Apa lagi, di sana susah sinyal. Lisa pun di hubungi selalu sudah” ucap Dion dengan berbagai alasan untuk menutupi rasa malunya.


“Ya sudah, terserah lu. Gimana enaknya” jawab Dimas yang langsung berjalan mendekati Suci.


“Loh, ada My Lovely?” ucap Dion saat mengetahui ada Suci di dalam ruangan Dimas.

__ADS_1


Dimas yang mendengar itu pun langsung melembarkan berkas yang berada di tangannya ke arah wajah Dion.


Bugh !...


“Ouchh... Sakit, woi. Lu kira muka gua tembok kali” teriak Dion sambil mengusap wajahnya.


“Sekali lagi lu goda istri gua, gaji lu gua potong sebulan, mau?” ucap Dimas dengan sangat kesal.


“Silakan, asalkan gua bisa selalu lihat wajah cantik My Lovely maka gua ikhlas. Ya kan, My Lovely?” ucap Dion sambil menatap Suci.


“Lovely? Itu bukannya merek handbody ya Mas Dion?” celetuk Suci yang membuat Elsa menahan tawanya.


Prrtfff...


“Haha... Rasain lu, makannya jangan berani-beraninya godain istri gua. Makan tuh handbody haha...” ucap Dimas yang tertawa sangat puas melihat wajah Dion sedikit cengo.


“Astaga, gagal lagi aja gua. Dahlah, gua mau balik ke ruangan” ucap Dion yang langsung pergi keluar ruangan.


“Haha... Makannya kalau mau godain cewek tuh lihat dulu siapa yang di godain. Istri gua di lawan” saut Dimas dengan kemenangannya.


Dimas pun langsung memunguti berkas yang berserakan di lantai, kemudian ia duduk di sebelah Suci.


“Ya, Mas. Enggak apa-apa kok, hoya... Kenalin ini Elsa sahabatku” ucap Suci yang langsung memperkenalkan Elsa.


“Hai, Mas Dimas. Kenalkan namaku Elsa Anandita” ucap Elsa sambil menjulurkan tangannya.


“Dimas” ucap Dimas dengan sangat dingin tanpa berjabat tangan.


Elsa pun dengan rasa kecewanya langsung menarik tangannya kembali.


“Maaf ya, Sa. Bukan Mas Dimas enggak mau berjabat tangan denganmu, tapi kalian ini kan bukan muhrim jadi tidak boleh saling bersentuhan” ucap Suci yang menjelaskan kesalah pahaman ini agar tidak membuat Elsa merasa kecewa.


“Astaga, hehe... Maaf lupa, Mbak. Maaf ya, Mas. Aku terbiasa seperti ini, jadi ke bawa-bawa deh hehe... Aku juga lupa kalau kalian benar-benar sangat menjaga satu sama lain” ucap Elsa sambil menyengir.


“Tidak, apa-apa. Ya sudah Mas bicara dulu sama Elsa. Aku mau ke kamar mandi dulu sebentar ya, kebelet mau nabung dulu hehe...” ucap Suci dengan kepolosannya.


“Ya sudah jangan lama-lama di kamar mandi, atau nanti kamu kedinginan. Dan ingat kamu harus hati-hati, takut ubinnya licin terus kamu kepeleset” ucap Dimas yang penuh perhatian.


“Ya, Mas. Ya sudah aku tinggal dulu ya...” saut Suci yang langsung buru-buru masuk ke kamar untuk menuju kamar mandi.

__ADS_1


“Boleh saya liat berkas lamarannya?” tanya Dimas dengan dingin.


“Astaga, ini cowok dingin banget. Tapi, kalau sama Mbak Suci langsung meleleh ” ucap Elsa di dalam hatinya sambil menatap wajah Dimas.


“Elsa!” panggil Dimas dengan suara yang sedikit menekan.


“Eh, i-iya Mas. Ada apa? Oh, berkas ya. Ya bentar Mas, ini Mas berkas lamarannya sudah aku siapkan semuanya” ucap Elsa dengan sangat gugup sambil memberikan berkas kepada Dimas.


“Saya baca dulu” saut Dimas yang sambil membuka berkas Elsa.


Selama Dimas mengecek berkas Elsa, selama itu pula Elsa tak henti-hentinya menatap wajah Dimas.


“Ya ampun... Ini cowok ganteng banget sumpah, bahkan Mas Fajar saja kalah gantengnya. Sudah ganteng, putih, tinggi, mancung, bersih, kaya pula. Astaga, kok bisa Mbak Suci dapetin suami seperfek ini sih. Gimana caranya ya? Apa dia pakai susuk? Akhh... Tidak mungkin, Mbak Suci kan sangat kuat sama agama, apa lagi Mas Dimas juga. Tapi, kenapa aku jadi merasa iri dengan mereka ya aduh... Apaan sih Elsa. Fokus sama kerjaan dulu aja, lagian lu juga sudah punya Mas Fajar. Jadi, ayolah jangan kemana-mana matanya ” ucap Elsa di dalam hatinya sambil mengalihkan pandangannya dari wajah Dimas.


Namun, beberapa detik berlalu dan Elsa kembali menatap Dimas. Dimas yang merasa di tatap secara terus menerus seperti ini, membuatnya sangat risih dengan tatapan Elsa.


“Ini cewek enggak bisa apa ya fokus dengan yang lain, kenapa harus lihatin muka gua terus sih. Ini juga si Suci kemana kali, buang hajat lama banget. Sudah tahu suaminya lagi sama cewek lain bukanya di pantau malah di tinggal kaya gini. Nasib... Nasib, punya istri yang polos ya beginilah hasilnya ” ucap Dimas di dalam hatinya.


Saat Elsa masih terus melihat wajah Dimas, semakin membuat Dimas tidak nyaman atas sikap Elsa yang seperti tidak menghargai Suci sebagai istrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2