Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Kisah Cinta yang Luar Biasa


__ADS_3

Brraaakk !...


Dimas yang sedang duduk di sofa sambil memangku Elsa, membuat Suci benar-benar merasa sakit. Sedangkan Dion dan Lisa yang melihat itu sedikit terkejut, padahal yang mereka tahu Dimas sangat dingin terhadap siapa pun dan hanya dengan Sucilah Dimas bisa mencair. Elsa yang melihat itu pun langsung cepat-cepat berdiri bersamaan dengan Dimas.


“Ma-maaf, Tuan. Saya tidak sengaja, tadi saya kepleset” ucap Elsa mencari alasan.


“Ya sudah tidak apa-apa, lain kali lebih hati-hati supaya tidak akan menimbulkan kesalah pahaman di antara saya dan istri saya” ucap Dimas dengan tegas dan Elsa hanya bisa mengangguk dalam keadaan wajah menunduk.


“Ma-Mas... Ka-kalian?” ucap Suci.


“Tidak sayang, tadi tidak sengaja Elsa kepleset lalu jatuh di pangkuanku jadi kau jangan salah paham ya” ucap Dimas sambil mendekati Suci dan memegang tangannya.


Suci tidak tahu apakah ia harus percaya atau malah curiga kepada mereka, namun mata Suci masih setia menatap Elsa sahabatnya.


“Balik kamu ke meja, dan jangan pernah masuk ke ruangan Tuan Dimas. Jika ada berkas yang harus di kasihkan, lebih baik Lisa saja yang membawanya” ucap Dion dengan tegas yang membuat Elsa menatapnya.


“Baik, Pak. Saya permisi dulu...” ucap Elsa sambil berjalan mendekati Suci.


“Mbak, maaf ini tidak seperti yang Mbak lihat kok. Aku cuma kepleset dan tidak sengaja jatuh di pangkuan Tuan Dimas jadi Mbak percaya kan sama suami Mbak” ucap Elsa sambil tersenyum.


“Mana ada maling ngaku maling, yang ada penjara penuh bos! Makanya jadi cewek jangan murahan dong, mahal dikit kan bisa. Hanya demi jabatan sampai menggoda atasan haha... Dasar wanita ja*lang!!” ucap Lisa yang membuat semua mata menatapnya.


“Lissssaaa!!!” bentak Dimas yang membuat semuanya terkejut dan malah menatap Dimas.


“Ma-maaf Tuan, tapi memang benar kenyataannya. Saya melihatnya sendiri jika wanita itu seperti sedang berusaha menggoda Tuan” ucap Lisa sambil menunduk.


“Jika dia terpeleset lalu duduk di atas pangkuan saya kamu kira kalau dia sedang berusaha menggoda saya lalu kamu katakan sebagai ja*lang. Lalu apa kabar dengan dirimu yang dulu mengejar saya sampai-sampai menyatakan perasaanmu di depan saya sambil menyentuh saya? Apa itu dinamakan wanita rendahan!!” tegas Dimas yang membuat Lisa meneteskan air matanya.


Sedangkan Dion? Tangannya sudah mengepal dengan keras dan tidak kuat lagi menahannya lalu seketika ia menonjok wajah Dimas.


Duuuuaaakkk...


Dimas terjatuh di lantai sambil memegangi sudut pipinya yang mengeluarkan cairan merah segar.


“Mas Dimass...” teriak Suci bersamaan dengan Elsa


“Pak Dionnnn...” teriak Lisa.

__ADS_1


Dion berdiri tegak dengan rahang mengeras menatap sahabatnya yang setega itu mengatakan hal buruk pada seorang wanita.


“Lepas! Biar aku saja yang menolong suamiku” ucap Suci yang tak di gubris dengan Elsa.


Elsa tetap berusaha menolong Dimas karena ia mencari momen dimana Dimas bisa melihat bahwa dirinya lebih baik dan perhatian daripada Suci.


“Jangan berani-berani Tuan mengatakan hal buruk kepada Lisa! Ingat baik-baik Tuan, bahwa derajat Lisa jauh lebih baik dari pada wanita itu” tunjuk Dion dengan semua emosinya.


Dimas hanya bisa tertawa kecil sambil berdiri serta melepaskan bantuan dari Suci dan juga Elsa. Kemudian ia berjalan hingga berhenti tepat di depan Dion, keduanya sambil memandang satu sama lain dengan tajam.


“Tahu apa kau tentang Elsa, hah!!” ucap Dimas.


“Lalu, anda? Apa yang anda tahu tentang Lisa? Bahkan di saat anda sedang mengalami ke susahan siapa yang membantu anda jika bukan Lisa? Apa wanita itu? Cihh...” Dion meludah tepat di sambil sepatu Dimas.


Sedangkan Dimas yang tidak terima atas ucapan Dion pun langsung memberikan pukulan yang sangat keras tepat di wajah Dion.


Duuuaakk...


Dion tersungkur tepat di kaki Lisa, yang membuat Lisa segera membantunya. Lisa dan Suci merasa ketakutan hingga menangis, namun berbeda dengan Elsa. Dia malah menarik sudut bibirnya tersenyum licik dengan air mata kepalsuan.


“Stoopppppp!!!! Bisakah kalian tidak seperti ini” teriak Suci yang sudah tidak kuat melihat kedua sahabat yang berteman sangat baik hanya karena saling membela wanita yang membuat keduanya terlihat seperti musuh.


“Bukan Pak Dion yang duluan, tapi saya Tuan. Saya yang mengatakan wanita itu ja*lang, namun Tuan tidak terima seolah-olah Tuan tahu semua tentangnya. Padahal Bu Suci selaku sahabatnya saja tidak membela Bu Elsa, lalu ada hubungan apa Tuan dan juga Bu Elsa?” ucap Lisa dengan wajah memerah.


“Tidak, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Elsa. Kami hanya sekedar teman” sangkal Dimas dengan wajah paniknya.


“Jika Tuan tidak ada apa-apa dengan Bu Elsa, lalu kenapa Tuan membelanya seperti itu. Harusnya Tuan memikirkan perasaan Bu Suci selaku istri Tuan, bukan malah membela wanita yang sudah membuat semuanya hancurrrrr...” teriak Lisa dengan air mata yang mengucur.


“Kaaaaauuuu...” geram Dimas yang hampir menampar Lisa namun, Suci berhasil menahan tangan Dimas.


Dimas menoleh ke arah Suci yang sudah menatapnya dengan sangat tajam. Sedangkan Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dan Dion langsung memeluk Lisa untuk membuatnya tenang.


“Sejak kapan kamu menjadi sekasar ini dengan wanita? Apa sejak kamu mengenal Elsa? Bahkan aku sebagai sahabat kecilnya saja tidak bisa menebak bagaimana sifat Elsa yang asli karena aku melihat adanya berbedaan cukup jauh antara Elsa kecil dan juga Elsa yang sudah besar” tegas Suci sambil menghempaskan tangan Dimas.


Dimas terdiam saat mendengar nada Suci yang tidak pernah ia dengar. Elsa yang tidak terima langsung berusaha menyangkal semua itu.


“Maksud Mbak Suci apa ya, bilang saya saat kecil dan saya yang sekarang berbeda? Apa Mbak Suci lebih percaya dengan ucapan wanita yang pernah mencoba untuk merebut Tuan Dimas dari kehidupan Mbak Suci?”

__ADS_1


“Cukup Elsa! Jika kamu tidak tahu ceritanya jangan berani-beraninya mengatakan hal yang berlawanan dengan cerita sebenarnya. Asal kamu tahu ya, Lisa mendekati Dimas sebelum kami menikah. Berbeda dengan ceritamu yang mendekati Mas Dimas saat ia sudah memiliki istri” ucap Suci yang membuat Elsa semakin marah.


“Apa maksudmu bicara seperti itu, Mbak? Kan sudah aku bilang jika aku tidak sengaja kepleset dan terjatuh di pangkuannya Tuan Dimas” sangkal Elsa dengan nada kesal.


“Jika benar kamu terjatuh, tidak mungkin kalian saling pandang memandang dalam keadaan tersenyum. Bahkan tangan suamiku saja memegang pinggulmu, apa itu yang kalian bilang salah paham!!! Hah!!! Jawab!!! Itukah yang dinamakan terpeleset? Haha...”


“Maaf saja ini bukan sinetron yang bisa di buat-buat, tapi ini real kehidupan! Jadi jangan kira aku polos, lalu kalian memanfaatkan diriku. Ckk... ckk... Hanya segitukah cara bermain kalian di belakangku?”


“Tapi ingat baik-baik Sa! Sampai kapan pun aku tidak akan menyerah darimu. Apalagi jika kamu hanya mengincar harta maka silahkan, tapi jika kamu mengincar suamiku maaf! Kamu harus langkahi dulu istri Dimas yang sah ini”


Suci berbicara dengan sangat lantang yang membuat semuanya terdiam, hanya melihat adegan Suci dan Elsa yang saling melontarkan argumen.


“Jika aku bisa melangkahimu dan merebut Mas Dimas, apa yang aku dapat sebagai imbalan?” tawar Elsa yang membuat Suci jengah hingga ia menampar Elsa dengan keras.


Lalu Elsa tersungkur di lantai sambil memegangi pipinya yang dalam keadaan pipinya memerah.


“Elsaaaa...” pekik Dimas yang langsung membantu Elsa.


Suci hanya bisa melirik dan matanya mengikuti langkah kaki Dimas. Suci tersenyum dengan licik.


“Inikah yang namanya tidak ada hubungan apa-apa tapi keduanya saling mengkhawatirkan satu sama lain? Ya ampun, Suci... Suci... Kau bod*doh sekali jika sampai percaya dengan omong kosong yang keluar dari mulut mereka” ucap Suci.


Dimas lalu membantu Elsa berdiri, yang malah membuat Elsa menangis tepat di dada Dimas.


“Oke... Aku ngaku, wanita yang akan aku nikahi adalah Elsa!” tegas Dimas yang membuat Semuanya terkejut, hingga Suci sangat syok mendengar ucapan Dimas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊


Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇


Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺


Sayang kalian banyak banyak para pembaca setiaku ❤️❤️❤️

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2