Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Andaikan Ada Tukar Tambah Suami


__ADS_3

Begitu juga dengan Bunda Reni, Ayah Al dan juga Papah Angga yang sudah kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena jika mereka pulang pun tidak akan sempat lantaran pernikahan Dion dan Lisa sedikit memakan waktu jika kembali ke rumah yang mana acara mereka memang ada di tempat terbuka sehingga hanya ada hotel yang tak jauh dari tempat acara mereka.


...*...


...*...


Di kamar Hotel Dion & Lisa


Dion yang baru saja selesai mandi langsung membantu Lisa yang kini masih melepaskan aksesoris yang melekat di tubuhnya serta membersikan riasan wajahnya.


"Mau aku bantu?" Tanya Dion sambil berjalan dan berdiri di belakang Lisa lalu memeluknya begitu erat yang mana malah membuat Lisa terkejut hingga melototkan matanya.


"Astaga, Dion!!" Pekik Lisa yang mana langsung bediri dengan wajah memerah.


"Bisa enggak sih kalau malu peluk tuh bilang dulu, dikata aku guling kali main peluk-peluk aja" Celoteh Lisa kembali tanpa sadar membuat Dion mengerutkan kedua alisnya.


"Kenapa aku harus bilang? Bukannya kau sudah menjadi istriku, lalu buat apa meminta izin padamu?" Tanya Dion yang membuat Lisa langsung menyadari akan statusnya yang baru.


"Ehh.. ma-maaf aku lupa, hihi.." Sahut Lisa dengan wajah cengengesannya hingga membuat Dion sedikit kesal, baru saja beberapa menit yang lalu mereka menikah kini Lisa sudah melupakan statusnya yang baru.


"Dahlah, kau mandi saja yang bersih. Terus jangan lupa gunakan baju dinnasmu malam ini, karena aku sudah tidak sabar untuk melakukan pekerjaan panas denganmu" Goda Dion dengan kedipan mata.


"Hahh? Malam-malam begini masih harus bekerja di hari pernikahan kita? Apa tidak salah?" Ujar Lisa dengan wajah polosnya.


"Tidak, bahkan tugasmu setelah menikah malah bertambah. Kamu harus bekerja dari pagi hingga sore di kantor, lalu malamnya pun kamu masih harus bekerja denganku hingga pagi menjelang" Jawab Dion sambil terus menggoda Lisa, namun Lisa masih tidak bisa mencerna ucapan dari apa yang Dion maksud.


"Huhhh.. jika tahu pekerjaanku semakin bertambah, mungkin aku akan batalkan saja pernikahan ini. Aku kira jika aku menikah maka pekerjaanku akan berkurang, tapi pada kenyataannya malah bertambah. Ckk.. menyebalkan!" Gerutu Lisa dengan suara kecilnya yang mana membuat Dion mengerutkan dahinya.


"Apa yang kau katakan barusan, coba ulangin lagi? Aku tidak mendengarnya!" Tegas Dion yang langsung membuat Lisa segera kabur ke arah kamar mandi.

__ADS_1


"Huaaa.. awas ada suami galak!! Hahah.."


"Andaikan ada jasa tuker tambah suami, mungkin aku akan ajukan dirimu menjadi salah satu kandidatnya hahah.. kaburrrrr... "


Lisa berteriak sambil meledek Dion dari balik pintu kamar mandi yang mana membuat Dion kesal, dan langsung ingin mendekati Lisa. Namun dengan cepat Lisa segera menutup dan mengunci pintu kamar mandi dengan keras.


"Yaaaakkk.. awas aja kamu Lisa!! Aku akan buat kamu tidak akan bisa jalan besok pagi, biar kau tahu rasa. Itu adalah hukuman seorang istri yang durhaka pada suaminya" Pekik Dion di depan pintu kamar mandi.


"Bhahaha.. tenang saja, si Durhaka lagi sunatan jadi adanya kembarannya si Durjanah noh.. tapi sayangnya, dia lagi bantu Ibunya masak cattering haha.." Lisa mengeraskan suaranya agar terdengar dari balik pintu oleh Dion yang semakin membuat Dion kesal.


"Aaarrrggghhh.. dasar istri somplak!! Awas saja kau, hukumanmu segera menantimu. Aku akan membuatmu hanya bisa duduk manis di atas ranjang!" ancam Dion yang hanya mendapat tawaan dari Lisa hingga Dion pun merasa kesal, lalu berjalan ke arah atas ranjang.


Dion pun mengecek ponselnya yang mana sudah banyak notif masuk dari beberapa rekan kerjanya yang tidak bisa menghadiri pernikahannya.


Di sela kesibukan Dion, Lisa yang sudah selesai dari tawanya kini langsung segera mandi dengan merendam di air hangat untuk melepaskan rasa lelah yang seakan-akan melekat di tubuhnya.


"Astaga!! Kenapa aku bisa lupa sih, arrrghhhh.. bod*doh Lisa, bod*doh. Masa ia aku keluar kamar hanya dengan menggunakan bathrobe saja, mana bathrobenya kekecilan lagi. Ckk.. semua gara-gara Dion aku sampai lupa mengambil bajuku!"


"Huhhh.. semoga saja Dion sudah tertidur pulas dengan memeluk guling, biar aku bisa langsung mengambil bajuku dengan cepat"


Lisa bergerutu sambil menggigit jari hingga berjalan mondar-mandir ke sana ke sini dengan wajah panik penuh ketakutan, entahlah Lisa masih sangat bimbang untuk melakukan hal tersebut yang mana Lisa pernah membaca sebuah artiket malam pertama yang rasanya sangat menyakitkan hingga sampai membuat selaput darah robek dan mengakibatkan darah keluar dari ***********.


Namun, dengan perlahan Lisa membuat pintu hingga terdengar suara kunci pintu yang telah di buka membuat Dion enggan untuk melihatnya dan kembali berpura-pura fokus pada ponselnya, hingga membuat Lisa hanya menongolkan kepalanya.


"Ka-kau belum tidur?" Tanya Lisa dengan wajah paniknya.


"Memangnya kenapa jika aku belum tidur? Apa kau lupa ini adalah malam pertama kita, jadi mana mungkin aku bisa tidur dengan nyenyak selagi segelmu belum terbuka hanya karena aku harus menundanya"


"Aku sudah lama menunggu saat-saat ini, setelah sekian lama aku menahan semua itu dan sekarang setelah menikah aku harus menahannya juga? Heehhh.. mana bisa, pokonya kau harus memberi hakku sekarang MONALISA PRAYANTI"

__ADS_1


Lisa yang mendengar ucapan Dion itu semua langsung konek dan kembali menutup pintu dengan sangat kasar, lalu Lisa menyender di belakang pintu dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang.


"Hahhh.. hahhh.. ja-jantungku, kenapa berdebar sangat keras? Hhuaaa.. Mbak Suci, bantulah aku. Bagaimana aku bisa melewati malam ini, karena suamiku tidak seperti suamimu yang sabar akan haknya" Ucap Lisa sambil memegangi dadanya yang kini naik turun.


"Cepatlah keluar, atau aku akan mendobrak pintunya!!" Ucap Dion yang berhasil membuat Lisa segera membuka pintunya sedikit dan kembali menongolkan kepalanya.


"Hehe.. baiklah aku akan keluar, tapi bisakah kamu mengambilkan bajuku terlebih dahulu? Aku lupa membawanya jadi aku mohon tolong ya suamiku yang tampan, baik dan juga menggemaskan" rayu Lisa yang membuat Dion menoleh hingga menatapnya dengan senyuman miring.


Entah apa yang ada di pikiran Dion saat ini, pokonya dia menuruti permintaan Lisa untuk mengambilkan pakaiannya dan langsung mengasihnya tanpa sepatah kata pun.


Lisa yang begitu senang pun segera mengambil baju dari tangan Dion, tapi sebelum tangan Lisa sampai untuk mengambil baju di tangan Dion dengan keras Dion malah langsung menarik tangan Lisa hingga membuatnya jatuh ke dalam pelukannya.


Bugghhhh..


Lisa yang menyadari semua itu hanya terdiam mematung di dalam pelukan Dion dengan kedua mata membola dan hampir saja keluar dari tempatnya.


Sedangkan Dion melemparkan baju yang ada di tangannya lalu memeluk serta mengendus wangi sabun yang ada di dalam leher Lisa. Tak lupa tangan Dion mengusap-usap lembut punggung Lisa.


Fiiuuhhhhh..


Dion beberapa kali meniup leher hingga daun telinga Lisa yang mana membuat tubuhnya seketika menegang bersamaan dengan munculnya bulu kuduknya yang terasa menggelikan.


Dion yang sudah gemas dengan leher Lisa langsung saja memainkan lidahnya di sana sampai membuat Lisa merasakan aliran listrik di dalam tubuhnya.


"Di-dion.. he-hentikan i-itu sa-sangat gelihh.." gumam Lisa dengan suara seraknya.


Dion yang tidak menggubris itu semua langsung memberikan sebuah tanda cinta di leher sang istri begitu cantik, dan membuat Lisa sedikit memekik lantaran rasanya memang sakit.


Namun, Lisa malah seperti ketagihan dengan sentuhan lidah Dion yang seakan-akan sedang menari dia di area leher hingga kupingnya yang begitu sensitif.

__ADS_1


__ADS_2