
Kedua pasangan yang baru saja menebar kebahagiaan seketika pergi dengan perasaan yang berbunga-bunga, lalu mereka para penonton pun kembali masuk ke dalam dengan perasaan senang lantaran sebentar lagi mereka akan mendapatkan keluarga baru.
...*...
...*...
1 bulan setelah kedatangan Suci ke Indonesia..
Tepat di hari Sabtu malam Elsa baru saja mendapatkan info dari salah satu teman sosialitanya lantaran besok sekitar jam 9 pagi ada peresmian branded terbaru di sebuah perusahaan besar yang mengelola berbagai macam produk kecantikan, barang-barang branded hingga masih banyak lagi. Tapi tak lupa terdapat disana juga terdapat desainer terkenal dengan lulusan terbaik di luar negeri.
Dengan perasaan antusias Elsa langsung berbicara kepada Dimas ketika Dimas baru saja selesai mandi dan sedang mengecek pekerjaannya melalui laptop untuk bisa selalu mengontrol perkembangan perusahaan yang semakin hari semakin menguras pikirannya.
"Mas besok pagi temenin aku ke Perusahaan yang terkenal itu yuk, soalnya aku dengar dari temanku besok ada peresmian branded terbaru yang mana semua barang di geratiskan selama sehari. Lumayan kan aku bisa borong semuanya biar beberapa bulan ke depan aku bisa mengirit karena apa yang aku pengeni sudah keturutan hehe.." Ujar Elsa sambil melendot di tangan Dimas.
"Sejak kapan kamu bisa mengirit? Toh berapa pun aku berikan selalu saja habis dalam hitungan hari, apa kamu tidak lihat kamu punya ruangan khusus sendiri buat nyimpen barang-barangmu itu yang pada akhirnya hanya jadi pajangan" Jawab Dimas sambil menoleh ke arah Elsa.
"Heheh.. ya namanya juga perempuan Mas, ayolah Sayang besok anterin aku ke sana ya. Pleasee.. siapa tahu kan kamu di sana juga bisa bertemu dengan kolega baru jadi kamu bisa menarik perhatian mereka untuk bergabung ke perusahaan. Aku sangat yakin kok, pasti di sana nanti akan banyak orang ternama yang datang hitung-hitung kamu bisa mengobrol dengannya"
Elsa memang paling pandai untuk membujuk Dimas dengan berbagai cara, bahkan saat ini tangannya sudah gencar kesana ke sini mempermainkan hasrat Dimas. Belum lagi laptop yang awalnya berada di depan Dimas sudah berpindah ke tangan Elsa dan menaruhnya di atas meja dekat sofa dan kembali membelai lembut Dimas sehingga Dimas hanya bisa menatap ke arah Elsa dengan tatapan sendu.
Entah kenapa semenjak bersama Elsa, sifat Dimas telah berubah dimana ia tidak bisa menahan hasratnya. Dengan perlahan Elsa menidurkan Dimas sambil membelai wajahnya.
"Bersediakah kau menemaniku datang ke sana Sayang?" Ucap Elsa dengan nada lembutnya hingga membuat nafas Dimas semakin memburu.
"Ba-baiklah, a-aku akan me-menemanimu. Ja-jadi minggirlah, a-aku ingin ke-kemar mandi.." Jawab Dimas yang suaranya mulai terbata-bata menahan sesuatu di bawah sana.
"Sssttt.. memangnya kau tidak menginginkanku hem? Jika tidak pun tak apa, biarkan aku yang bekerja sendiri malam ini.." Sahut Elsa yang tangannya sudah mulai menjamah benda pusaka Dimas hingga membuatnya langsung memejamkan kedua matanya merasakan adiknya di pijit dengan sangat nikmat.
Elsa yang melihat ekspresi wajah Dimas hanya bisa tersenyum kemenangnya, inilah yang Elsa lakukan selagi dia menginginkan sesuatu dia harus membuat Dimas berada di dalam genggamannya. Dengan begini Dimas tidak akan pernah bisa menolaknya.
__ADS_1
Tanpa aba-aba kini Elsa sudah berhasil memanjakan benda pusaka Dimas dengan sentuhan mulut dan juga lidahnya, sampai-sampai Dimas hanya bisa menikmati.
Namun semua tidak berhenti sampai di situ saja, setelah Elsa selesai dengan tugas pertamanya kini Dimaslah yang langsung menyerbu Elsa yang membuat Elsa hanya bisa terkekeh geli melihat Dimas yang semakin membuatnya gemas.
Kemudian mereka melakukan hubungan intim suami-istri dengan beberapa ronde, yang mana keduanya berlomba-lomba untuk saling memuaskan satu sama lain dengan beberapa posisi dan juga ronde. Hingga rasa lelah mulai menyelimuti yang membuat mereka menyudahi aksi panasnya, lalu mereka pun tertidur dalam keadaan tubuh di tutupi oleh selimut.
...*...
...*...
Pagi hari tepat pukul 8, Elsa dan Dimas sudah bersiap dengan pakaian yang sangat rapi dan juga elegand. Mereka benar-benar terlihat sangat serasi.
Visual Dimas Hartawan berusia 35 tahun.
Visual Elsa Anandita berusia 31 tahun.
Dan inilah waktu yang tepat dimana seseorang yang dulu di hina di campakan, kini telah bangkit menjadi wanita yang sangat berkharisma hingga namanya pun dirahasiakan. Tapi, tidak lagi jika nanti acara akan dimulai wanita itu akan keluar dengan jelmaan seorang desainer terkenal dengan lulusan terbaik di Paris.
Siapa lagi jika bukan Suci, ya Suci istri dari Arsya yang sekarang telah berubah menjadi istri orang terkaya no.1 dengan prestasi dimana-mana membuat semua orang merasa begitu kagum. Bahkan Arsya sendiri sebagai suaminya benar-benar terkejut sama perubahan Suci, dia tidak pernah mengira bahwa Suci akan berubah melebihi ekspetasinya pada waktu itu.
...*...
...*...
Di perjalanan menuju perusahaan Suci, Elsa dan Dimas hanya pergi berdua saja yang mana mereka belummengetahui jikalau itu adalah perusahaan wanita yang sudah mereka campakkan. Dimana saat ini Elsa sudah tidak sabar untuk memborong semua barang branded yang dikatakan gratis.
__ADS_1
"Menurutmu pemilik perusahaan itu terlalu baik enggak sih Mas? Masa iya baru saja mereka mau ada peresmian logo branded terbaru ehh.. malah membagikannya secara gratis, seharian pula. Apakah mereka tidak takut jika perusahaan akan rugi besar dan bangkut?" Tanya Elsa sambil menoleh ke arah Dimas yang sedang fokus menyetir.
"Ya mungkin mereka telah memperhitungkan semuanya matang-matang, jadi baguslah. Hitung-hitung mereka mengamal atau juga mereka memang memiliki hati yang baik untuk berbagi, tapi sudahlah jangan mengurusi urusan orang lain" Jawab Dimas sedikit menoleh dan kembali menatap jalan.
"Huhhh.. kalau aku yang jadi pemilik perusahaan itu mungkin aku hanya akan membuat diskon besar-besaran saja tetapi tidak sampai menggeratiskan barang yang memiliki logo ternama begitu. Ya kali aku begitu bisa-bisa langsung bangkrut"
"Belum lagi aku dengar perusahaan itu baru terkenal beberapa bulan terakhir ini dan juga pemiliknya seorang desainer wanita yang cantik dengan lulusan terbaik di Paris. Wahhh.. sayang bangetkan kalau tidak dimanfaakan, udah cantik lulusan terbaik masa ia dia tidak memiliki strategi berbisnis. Huhh.. percuma dong sekolah tinggi-tinggi juga"
Elsa mengoceh sepanjang jalan yang mana Dimas hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kesombongan di dalam diri Elsa semakin bertambah, untung Dimas masih mencintai Elsa jika tidak pasti Elsa sudah berada di kolong jembatan.
"Sudah berapa kali aku ingatkan jangan pernah merendahkan orang, kamu belum mengenal mereka siapa tahu ini strategi mereka untuk memperkenalkan logo terbarunya. Lagi pula semua orang punya caranya tersendiri untuk menarik perhatian konsumennya. Jadi kalau kamu tidak paham masalah perbisnisan jangan asal berbicara, takutnya yang ada kamu malah ditertawakan oleh mereka paham kan!" Tegas Dimas.
"Ckkk.. ya ya ya. Makannya Mas, coba deh kamu buatkan aku perusahaan kecil juga gapapa kok biar aku bisa mengelolanya sendiri. Siapa tahu aku bisa jadi wanita hebat dan juga terkenal sehingga namaku akan terpampang dimana-mana" Jawab Elsa dengan semua khayalan tingginya.
"Cukup Elsa! Kau kira membuat perusahaan segampang itu. Aku saja dulu merintis dari nol sangatlah susah, jatuh bangun aku lewati seorang diri hingga aku sudah mulai terkenal akhirnya aku menikah dengan-.. argghh.. sudahlah. Pokonya lebih baik kau pikirin nasib Diva kedepannya bagaimana, apa lagi dia sudah besar dan butuh biaya pendidikan yang tidak sedikit. Jadi kamu harus mengirit semuanya selagi perusahaanku belum stabil paham sampai sini!"
Dimas berbicara dengan nada yang sangat tegas hingga penuh penekanan yang mana membuat Elsa hanya bisa melirik tidak suka kearah Dimas.
"Ckkk.. apa-apa Diva, apa-apa Diva!! Kemarin saat dia masuk sekolah pun sudah banyak menghabiskan biaya sehingga uang bulananku di potong. Lalu sekarang harus kembali memikirkan pendidikannya? Cihhh.. lagian buat apa sih sekolah tinggi-tinggi, mewah dan juga pendidikan bagus jika ujung-ujungnya seorang wanita tugasnya hanya di dapur, mengandung dan juga mengurus keluarga. Mending daftar jadi pembokat aja dahh.. sama aja tiap bulan juga dapet gaji"
"Untungnya aku tidak sebodoh itu jadi wanita, selagi ada mertua yang bisa di manfaatkan ya mmanfaatkanlah. Kalau tidak, tinggal sewa baby sitter atau pembantu rumah sekalian ngapain repot-repot ngurusin ini itu percuma punya suami kaya tapi masih ngutek-ngutek dapur. Iuueewwwhhh.. malas banget, yang ada kuku serta kulitku akan rusak!"
Elsa bergumam di dalam hatinya dengan sangat kesal, yang mana Elsa selalu memperhatikan kesempurnaan fisiknya hingga melupakan kewajiban seorang istri dan juga Ibu. Sedangkan Dimas dia harus banyak-banyakin bersabar jika Elsa sudah mulai bertingkah kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1