
Cahaya Intan Berlian Company
Arsya baru saja sampai tepat di depan perusahaannya. Kemudian para bodyguard yang berjaga-jaga pun langsung menyambut Arsya dengan membukakan pintu mobilnya. Arsya keluar dari dalam mobil dengan begitu gagahnya menggunakan kacamata hitam yang selalu melekat di matanya dan juga Jas berwarna biru dongker.
Perusahaan ini merupakan pusat terbesar yang mewakili cabang-cabang Berlian lainnya milik Arsya. Arsya selalu berusaha keras membangun perusahaannya sendiri tanpa campur tangan dari kedua orang tuanya dan inilah hasilnya. Arsya benar-benar sudah menjadi orang yang sangat dihormati. Bahkan harta yang Arsya punya pun berkali-kali lipat dari harta kedua orang tuanya.
Sampai-sampai harta yang Arsya punya ini, tidak akan bisa dihabiskan begitu saja sampai 10 keturunan. Kewibawaan dan juga ketampanan yang sudah melekat di dalam diri Arsya itu bisa membuat ia di kagumi oleh kalangan wanita cantik dan juga sek*si. Namun semua balik lagi karena sifat Arsya yang sangat dingin membuat para wanita segan untuk mendekatinya.
Arsya berjalan dengan gagahnya sambil di kawal oleh 2 bodyguard di belakangnya menuju lift yang memang sudah di rancang khusus untuk Presdir. Lalu Arsya masuk dan lift membawanya menuju lantai paling atas. Tak lama lift pun berbunyi bersamaan dengan terbukanya pintu.
Ting !...
Arsya segera keluar bersama 2 bodyguard yang sangat setia menjaga Arsya selama berada di dalam perusahaan. Arsya berjalan dengan langkah kakinya, sampai ia terhenti saat melirik meja sekretarisnya terlihat kosong.
“Dimana dia?” ucap Arsya dengan nada dinginnya.
“Sepertinya lagi ke toilet Tuan, karena tadi saat saya menyambut Tuan di depan Bu Caca masih berada di kursinya” jawab salah satu bodyguard dengan sangat sopan.
Kemudian Arsya kembali berjalan dan masuk ke dalam ruangannya saat bodyguard lainnya segera membukakan pintu. Arsya masuk ke dalam seorang diri, karena ia tidak suka jika ruangannya di masuki oleh siapa pun tanpa ada kepentingan yang sangat mendesak. Bahkan jika ada pun, salah satu bodyguard akan selalu mengawal orang yang masuk ke dalam ruangan Arsya.
Ya begitulah keseharian Arsya, ia di kawal dan juga di jaga dengan ketat karena banyak perusahaan lain mencoba bersaing dan menghancurkan perusahaan Arsya dengan cara yang tidak sehat. Bukan karena Arsya takut ya, tapi karena Arsya sangat malas untuk meladeni orang-orang yang akan berusaha membuat dirinya berada di dalam bahaya. Namun jika Arsya sudah marah dan mulai emosi, maka bersiaplah jika mereka habis tak tersisa ditangan Arsya.
Meskipun berasal dari keluarga yang baik-baik, bukan berarti Arsya juga baik. Ya memang pada awalnya Arsya adalah anak yang begitu manja kepada orang tuanya dan juga sangat ramah, namun karena ia merasa terpukul dan hancur saat kehilangan calon istrinya itu membuat Arsya seperti memiliki kepribadian yang lain. Kedua orang tuanya tahu jika Arsya merupakan seorang Mafia yang sangat berpengaruh di dalamnya, tapi mau bagaimana lagi.
Arsya sangat keras kepala, ia merasa jika ia belum membalaskan dendamnya pada orang tersebut maka hidup kekasihnya di sana tidak akan bisa tenang dan juga damai. Satu demi satu, Arsya mulai memeriksa berkas yang tertata rapi di atas meja sambil membacanya. Di saat ia sedang fokus membaca semua dokumen itu membuatnya sedikit terganggu, akibat beberapa notif dari seseorang.
Klining !...
__ADS_1
Klining !...
Klining !...
📨 “Maaf mengganggu waktunya, Tuan. Saya hanya mau memberikan informasi jika saat ini Nona Suci dan mertuanya yang perempuan sedang berdebat cukup hebat”
📨 “Bahkan mertua perempuannya itu menyalahkan Nona Suci akibat suaminya Nona Suci yang beberapa hari ini tidak pulang ke rumah setelah kepergian Nona Suci”
📨 “Mertuanya itu mengatakan bahwa Nona Suci adalah menantu yang pembawa sial bagi keluarganya. Karena Nona Suci, suami dari mertuanya itu sangat marah pada padanya. Suaminya menyangka kalau dialah yang berada di balik permasalahan antara Nona Suci dan juga suaminya”
📨 “Hanya itu saja informasi yang bisa saya sampaikan untuk saat ini, Tuan. Jika nanti informasi terbaru lagi, maka saya akan segera menghubungi Tuan atau pun mengirim pesan”
Orang kebun itu mengirimkan beberapa pesan kepada Arsya, sambil berjaga-jaga agar tidak ada yang mencurigainya sedikit pun. Arsya yang sudah membaca semua itu pun di buat gemas dengan keluarga Dimas. Ya meskipun Arsya tidak terlalu dekat dengan Suci, tapi ia tidak bisa melihat seorang wanita diperlakukan seperti itu.
“Sebenarnya, ada apa ini? Kenapa mertua perempuannya malah menyalahkan semuanya kepada Suci? Bukankah biasanya mertua perempuan lebih dekat dengan menantu perempuannya ya?”
"Astaga... Jika itu benar, maka aku harus bisa membongkar semuanya tepat di depan mata Suci agar seolah-olah Suci bisa melihatnya dengan mata kepalanya sendiri supaya percaya jika suami yang dia banggakan kini bukanlah suami yang baik”
“Ya aku harus bisa menemukan jawaban dari teka-teki keluarga Suci. Apa yang membuat mereka memperlakukan Suci seperti ini. Bukankah Suci merupakan wanita yang baik? Bahkan bunda saja yang baru kenal sudah bisa langsung menganggap Suci sebagai anaknya, tapi mereka? Seperti tidak memiliki hati saja”
Arsya berbicara sendiri sambil meremas ponselnya dan juga menatap lurus dengan sangat tajam. Arsya memang dengar pembicaraan Bunda Reni dan juga Suci, namun Arsya lupa jika semua permasalahan yang menimpa Suci itu timbul akibat Suci yang tidak bisa memberikan mereka keturunan.
...*...
...*...
Di rumah kediaman keluarga Dimas
__ADS_1
Mamah Mita tak henti-hentinya mengomeli Suci panjang kali lebar yang membuat Suci kembali meneteskan air matanya setelah 1 minggu ia berhasil menahannya.
“Ini semua gara-gara kamu, tahu tidak! Dasar menantu pembawa sial, karena ulahmu aku dan suamiku jadi bertengkar. Bahkan saat ini Dimas juga jarang sekali berada di rumah, tidak seperti biasanya!” bentak Mamah Mita dengan semua emosinya.
“Hiks... Ma-mafkan Suci, Mah. Suci hanya pergi sebentar untuk menenangkan diri karena hati Suci sangat sakit saat mendengar jika Mas Dimas dan juga sahabat Suci sendiri sudah melewati batas pertemanan hiks...” jawab Suci sambil menunduk.
Mamah Mita yang mendengar ucapan Suci seketika terdiam, ia sangat terkejut dengan apa yang Suci katakan. Bahkan ia tidak menyangka, jika Dimas bisa mengkhianati Suci. Padahal kemarin saat ia menyuruh Dimas untuk menikah lagi, Dimas selalu saja menolaknya tapi sekarang? Dimas malah ada main dengan sahabatnya Suci.
“Maksud kamu apa, hah! Kenapa kamu bisa menuduh anak saya seperti itu? Apa buktinya jika Dimas punya hubungan dengan sahabatmu? Dan satu lagi, sejak kapan kamu memiliki sahabat?” tanya Mamah Mita berulang-ulang kali.
Suci akhirnya menjelaskan semunya tentang Elsa dan juga bukti apa yang ia dapatkan. Lagi dan lagi, Mamah Mita di buat terkejut dengan kelakuan Dimas. Namun dibalik itu semua Mamah Mita malah merasa sangat senang.
Kemudian Mamah Mita berbicara di dalam hatinya, “Jika Dimas sudah menemukan wanita lain, maka aku akan mendukung sepenuhnya. Tidak masalah jika wanita itu adalah sahabat Suci kan, yang terpenting Dimas bisa memiliki keturunan hihi...”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺
Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗
Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁
Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻
__ADS_1