Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Pernikahan Lisa dan Dion


__ADS_3

Lalu Baby Kay yang sudah selesai makannya tanpa belepotan, membuat Suci merasa senang karena Baby Kay makan begitu lahap dan juga pintar. Sehingga kini Suci bisa makan bersama yang lainnya dengan keadaan tenang yang mana Baby Kay anteng dengan mainan di tangannya sambil tiduran di dalam kereta bayinya.


Setelah selesai sarapan, lalu Suci dan Arsya pergi menuju perusahaan brand Suci. Lalu Baby Kay yang tetap di rumah bersama dengan Bunda Reni serta Ayah Al karena Suci tidak mau jika sampai ada yang curiga saat melihat Baby Kay sudah lahir setelah pernikahan mereka.


Sekarang Suci dan Arsya sudah sampai di perusahaan serta di sambut oleh Xan sebagai Asisten Pribadinya Suci. Xan menunjukkan sekeliling gedung perusahaan supaya Suci dapat membiasakan dirinya saat dia mulai bekerja di sana nanti.


Setelah selesai berkeliling, Suci dan Arsya pun istirahat di ruang kantornya Suci sambil Xan yang memberikan minuman untuk Suci serta Arsya. Lalu mereka mulai membicarakan tentang perkembangan perusahaan karena Suci belum bisa mengelolanya selama ini.


"Jadi perkembangan perusahaan sudah mulai fokus dalam membuat mode atau style yang unik untuk menjadi ciri khas dari brand 'SUARS'. Untuk saat ini kami masih mencoba beberapa metode yang bisa di gunakan sebagai ciri khas perusahaan" jelas Xan dengan sopan.


"Baiklah kalau begitu, sepertinya memang baru sampai 60-70 persen saja perkembangannya. Untuk sementara ini kamu urus dulu semuanya, karena Suci baru akan mulai pendidikan fashionnya di Paris dalam beberapa bulan lagi"


"Selama Suci tidak ada di sini, kamu yang akan mengatasi semuanya. Jika ada sesuatu yang darurat atau penting, maka kamu harus langsung meminta izin dari Suci. Mungkin kami baru akan kembali sekitar 4-5 tahun ke depan"


Arsya berbicara dengan tegas namun sopan karena dia juga merasa sangat berterima kasih pada Xan yang mana selalu membantunya di saat dia kesulitan. Apalagi Xan juga menjadi salah satu orang kepercayaan Arsya sejak dulu, itu sebabnya Arsya menghormati Xan.


"Baik Tuan, saya mengerti. Saya akan selalu melaporkan perkembangan perusahaan pada Tuan dan Nyonya sebelum saya mengambil keputusan, karena saya tidak mau melewati batasan saya sebagai karyawan di perusahaan ini" sahut Xan dengan sopan.


"Kak Xan tidak perlu sampai seperti itu kakak, bagaimana pun Suci sudah menganggap Kak Xan sebagai Kakak Suci sendiri. Kakak itu bukan hanya karyawan tapi juga keluarga bagi Suci, jadi jangan bicara seperti itu lagi ya karena aku tidak suka"


Suci berbicara dengan nada kesalnya dn juga menunjukkan wajahnya yang di tekuk sambil menatap Xan. Lalu Xan yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum karena dia merasa bersyukur bisa bekerja dengan Arsya dan Suci yang mana berhati malaikat.

__ADS_1


"Baiklah Nyonya Suci, saya minta maaf jika perkataan saya menyakiti hati Nyonya. Mohon maafkan perkataan saya barusan Nyonya dan Tuan, sekali lagi saya minta maaf..." ujar Xan sambil membungkuk ke arah Suci yang Arsya yang mana membuat Suci berdiri.


Lalu Suci berdiri dan berjalan mendekati Xan yang mana dia langsung membuat Xan berdiri dengan tegak. Suci memarahi Xan yang bersikap seperti orang asing padanya yang mana membuat Xan pun tertawa. Lalu mereka kembali membicarakan tentang perusahaan sampai semuanya selesai.


Saat di rasa semua persiapan sudah selesai, lalu Suci dan Arsya pergi dari perusahaan dan kembali ke rumah. Bagaimana pun Suci masih tidak bisa jika harus jauh-jauh dari Baby Kay yang masih sangat kecil dan rapuh baginya. Kemudian Suci dan Arsya langsung masuk ke dalam rumah dan pergi ke ruang tamu.


"Lohh... ternyata ada Mas Dion sama Lisa di sini, kenapa kalian tidak mengabarkan kami jika kalian akan datang. Kalau saja kalian mengatakan sebelumnya, pasti Suci tidak akan pergi ke perusahaan pagi ini supaya bisa bertemu dengan kalian" ucap Suci yang baru saja duduk di sofa panjang.


"hehe... sebenarnya aku sama Mas Dion ke sini memang niatnya mau mengagetkan Mbak Suci dan Tuan Arsya. Jadi kalau aku mengabari Mbak sebelum ke sini, nanti jatuhnya bukan kejutan lagi dong bukankah begitu?" ujar Lisa sambil tersenyum penuh arti.


"Kejutan? Memangnya kejutan apa yang ingin kamu berikan padaku? Apakah ada sesuatu yang belum aku tahu, atau kalian sudah melakukan sesuatu di belakang kamis semua? Sekarang jelaskan padaku, Lisa" sahut Suci sambil menatap Lisa dengan serius.


"Sebenarnya kami ke sini ingin memberikan ini pada Mbak Suci san juga semuanya yang ada di sini. Awalnya Mas Dion ingin mengatakannya pada kalian, tapi aku menghentikannya karena aku ingin ini menjadi kejutan untuk semuanya" memberikan sesuatu pada Suci dan Arsya.


"Kalian ingin menikah akhir bulan ini? Kenapa kalian tidak mengatakan apa-apa padaku selama ini? Padahal aku berniat memberikan kalian pesta pernikahan yang megah dan mewah, karena selama ini kalian selalu membantu aku, Suci dan semuanya" ucap Arsya sambil menatap Dion.


"Terima kasih atas niatnya Tuan, tapi aku ingin menyiapkan semuanya sendiri agar ini menjadi momen tak terlupakan bagiku serta Lisa. Bagaimana pun sebagai calon suaminya, aku harus bisa memberikan yang terbaik untuknya dan selalu berjuang sekuat tenagaku untuk bisa membahagiakannya"


Dion berbicara sambil merangkul Lisa yang mana di balas senyum oleh Lisa. Semua orang yang melihatnya pun ikut bahagia karena akhirnya Dion serta Lisa menjadi satu dalam sebuah ikatan pernikahan. Kemudian Lisa serta Dion membicarakan tentang persiapan mereka yang sudah 95% selesai.


Mereka hanya harus membagikan undangan pada semuanya, serta menentukan tentang bulan madu serta hal lainnya. Bagaimana pun Dion dan Lisa belum mengajukan cuti nikah sehingga mereka masih belum tahu kapan atau berapa hari mereka bisa pergi bulan madu.

__ADS_1


Akhirnya Arsya pun memutuskan untuk memberikan waktu satu bulan cuti nikah untuk Dion serta Lisa setelah pernikahan mereka. Mendengar hal tersebut pun membuat Dion dan Lisa merasa senang dan malu, yang mana membuat semuanya tersenyum bahagia.


"Kalau begitu persiapan pindahan kita ke Paris harus di tunda sampai selesainya pernikahan Lisa dan Mas Dion. Kita pindah ke Parisnya bulan depan saja ya Mas, sampai mereka pulang dari bulan madu supaya kamu bisa fokus mengurus perusahaan tanpa Lisa dan Mas Dion"


Suci berbicara sambil menatap Arsya yang mana membuat Arsya tersenyum. Dion dan Lisa yang baru mendengar hal tersebut pun merasa bingung, hingga akhirnya Arsya menjelaskan mengenai perpindahan mereka ke Paris supaya Suci bisa melanjutkan pendidikannya dan mempelajari tentang fashion.


"Waaahh... Mbak Suci hebat deh, Mbak mau belajar fashion di Paris. Aku yakin kalau setelah Mbak lulus kuliah dan pulang dari Paris, pasti Mbak akan menjadi desainer terkenal di negara. Aku jadi tidak sabar menantikan hari-hari di mana Mbak Suci akan sukses dan terkenal di negara dan dunia hihi..."


Lisa berbicara dengan sangat antusias yang mana membuat Suci merasa malu karena dia sendiri belum yakin apakah dia bisa atau tidak. Namun Arsya yang melihatnya pun langsung mendukung serta memberanikan Suci supaya dia lebih percaya diri dan tidak pantang menyerah hanya karena hal kecil.


Lalu mereka semua pun mulai membicarakan tentang banyak hal, mulai dari persiapan pernikahan Lisa dan Dion sampai persiapan perpindahan Suci dan Arsya ke Paris. Hingga akhirnya waktu berlalu dan kini matahari sudah tenggelam, dan bulan pun mulai meninggi serta bintang-bintang yang bersinar terang di langit gelap.


...*...


...*...


Dua minggu kemudian...


Hari ini adalah hari pernikahan Dion serta Lisa yang mana sudah di tunggu dan nantikan oleh banyak orang. Bagaimana pun Dion terkenal sebagai pria cuek, dingin dan tidak dekat dengan wanita sehingga banyak karyawati yang menaruh hati padanya.


Namun mereka semua merasa patah hati dan juga cemburu, karena Lisa bisa meluluhkan hati kerasnya Dion serta membuatnya bisa berkomitmen serius seperti ini. Kini semua tamu sudah datang di lokasi pernikahan yang mana di lakukan di sebuah taman indah di atas bukit yang mana dekat dengan lautan.

__ADS_1


Semua dekorasi dan tatanannya sangat indah dan cantik yang mana bersatu dengan alam serta bunga-bunga yang bermekaran di sekitar taman tersebut. Bisa di katakan jika lokasi pernikahan Dion dan Lisa menjadi salah satu pernikahan idaman wanita karena suasananya terasa sangat romantis, elegan, cantik dan memorable.


__ADS_2