
Awalnya Suci merasa terkejut dengan ciuman Arsya yang mendadak, namun Suci pun menutup matanya dan menikmati ciuman dari suaminya. Mereka pun membagi ciuman yang hangat, basah dan penuh dengan perasaan mereka yang sangat dalam.
Arsya yang sudah mulai terbawa suasanya hingga akhirnya menidurkan Suci diatas ranjang dengan perlahan, namun di saat Arsya ingin membuka pakaian Suci tiba-tiba saja Baby Kay menangis lantaran ada nyamuk yang menggigit pipinya hingga menimbulkan bercak merah dan juga bentol.
"Huaaa.. eaakkk.. eaakk.." suara isak tangis Baby Kay membuat Arsya menoleh dan Suci langsung mendorong pelan tubuh Arsya serta segera bangkit untuk menenangkan Baby Kay.
"Cupp.. cupp.. cupp.. sayangnya Mommy, jagoannya Mommy.. sudah ya jangan nangis lagi. Kenapa sayang, kenapa hem..? Siapa yang nakal sayang, siapa? Huaaa.. ternyata nyamuknya nakal ya, pangeran Mommy digigit uhhh.. sayangg.."
Suci mencoba menenangkan Baby Kay dengan menggendongnya penuh kasih sayang, yang mana Arsya hanya menatap sedikit kesal. Hanya karena nyamuk dia gagal memanjakan sang Adik gemasnya, hingga akhirnya Arsya langsung saja tidur dalam keadaan tidak karuan.
Suci yang berusaha mengambil minyak telon untuk mengoleskannya pada pipi Baby Kay, tanpa di sengaja melihat Arsya sudah tertidur dengan pulas yang mana membuat Suci sedikit bersalah.
Namun, apa daya. Jika tidak ada nyamuk yang mengganggu Baby Kay, kemungkinan saat ini mereka sedang bermanja-manja untuk menikmati sentuhan demi sentuhan yang di berikan.
15 menit berlalu, akhirnya Baby Kay sudah tertidur pulas di dalam gendongan Suci yang mana dia pun sudah merasa sangat kenyang. Kemudian Suci menaruh Baby Kay dengan perlahan di box bayi dengan keadaan Suci yang sudah menguap.
Sampai seketika Suci langsung berjalan menaiki ranjangnya, sambil menatap wajah Arsya dengan rasa bersalah akibat haknya sampai detik ini belum bisa Suci berikan.
Tangan Suci terarah untuk mengelus kepala Arsya dan tak lupa menciumnya penuh kasih sayang, yang mana wajah Arsya terlihat begitu lelah.
"Maafkan aku Mas, jika sampai hari ini malam kita telah gagal. Tapi insyaallah jika memang sudah waktunya, semua akan di lancarin dan aku tidak akan menunda memberikan hakmu lagi"
"Selamat tidur suamiku, selamat bermimpi indah sayang... semoga lelahmu menjadi berkah untuk keluarga kita. I love you Mas, semoga kita bisa selalu bersama dalam keadaan suka mau pun duka. Suci sayang Mas Arsya"
Suci berbicara dengan senyuman indahnya hingga kembali mencium kening Arsya, dan Suci pun segera merebahkan tubuhnya di samping Arsya dengan menyandarkan kepalanya di dada Arsya sambil memeluknya serta memejamkan kedua matanya.
"Aku juga sayang kamu Suci, I love you istriku..." ucap Arsya lirih bahkan hampir tidak terdengar lantaran suara Arsya seperti sedang mengigau.
Suci yang mendengar itu pun langsung membuka kedua matanya, lalu mendongak menatap Arsya yang mana masih tertidur sangat lelap hingga jari telunjuk Suci menoel-noel pipi Arsya untuk memastikan apakah Arsya masih tertidur ataukah dia hanya pura-pura tertidur.
__ADS_1
Tapi hasilnya nihil. Ternyata Arsya memang mendengar ucapan Suci, hanya saja Arsya merasa seperti sedang berada di bawah alam sadarnya.
"Hihihi... suamiku ternyata lucu juga ya jika sedang tidur seperti ini, wajahnya bagaikan big baby yang terlihat begitu polos persis seperti Baby Kay. Tapi entah kenapa aku merasa Baby Kay memang sangat mirip dengan Mas Arsya ya..."
"Padahal Mas Arsya bukanlah Daddy kandung, namun kenapa mereka bisa sedekat itu? Aishhh... apa-apaan sih Suci, bukannya Mas Arsya sudah pernah bilang berkali-kali jika Baby Kay adalah anaknya. Jadi stop berpikir jika Baby Kay bukan anaknya, sampai kapan pun Baby Kay adalah anak kamu dengan Mas Arsya"
"Apa lagi di belakang namanya ada nama keluarga Mas Arsya yang menandakan bahwa dia adalah anaknya. Huhhh... sudahlah lebih baik aku segera tidur, karena pasti besok pagi akan banyak tenaga yang terkuras habis akibat keaktifan Baby Kay yang semakin pintar. Selamat tidur 2 jagoan Mommy, semoga kalian bisa akur ya hihi..."
Suci berbicara dengan pelan hingga kembali tertidur dengan memeluk Arsya, yang mana Arsya pun langsung saja menggerakan tubuhnya dan memeluk Suci dalam keadaan miring hingga bibir Arsya mencium kening Suci.
...*...
...*...
Keesokan paginya...
Arsya, Suci dan juga Baby Kay kini sudah terlihat begitu rapi dengan pakaian casualnya hingga mereka benar-benar sangat serasi.
Di sela-sela mereka sarapan, Arsya yang memang melihat peluang cukup bagus tanpa menunggu lama lagi langsung membicarakan soal mereka ingin pindah ke Paris beberapa tahun kedepan dengan tujuan tertentu.
"Ayah, Bunda... Arsya mau berbicara sesuatu dengan kalian sekarang, bisa?" ucap Arsya yang membuat Bunda Reni serta Ayah Al saling menatap satu sama lain.
"Ada apa Arsya? Sepertinya kamu serius sekali, apakah ada masalah lagi? Atau kalian mau menikah untuk ke-3 kalinya?" ucap Ayah Al dengan nada mengejek.
"Ayah... sudahlah ini masih pagi loh, jadi jangan mancing-macing ya" ucap Bunda Reni sambil menatap wajah Ayah Al dengan sebal.
"Arsya sedang serius Ayah, jadi jangan bercanda. Tidak ada waktu lagi untuk bercanda hari ini, karena sebentar lagi Arsya dan juga Suci serta Baby Kay akan pindah ke Paris untuk beberapa tahun ke depan"
Arsya berbicara dengan sangat tegas hingga membuat sendok yang di pegang Ayah Al serta Bunda Reni pun terlepas hingga terdengan suara dentingan, yang mana Suci menoleh sekilas dan kembali fokus untuk menyuapini Baby Kay yang sudah belajar makan bubur khusus bayi.
__ADS_1
"Nyam... nyam... nyam... enak hehehe... uhhh pintarnya anak Mommy, makan yang lahap ya sayang biar cepat besar hehe..." ucap Suci dengan menyuapini Baby Kay dengan penuh kasih sayang.
Bahkan Bunda Reni dan juga Ayah Al menatap ke Arsya lalu beralih ke arah Suci dan juga Baby Kay.
"Ada apa ini Arsya? Suci? Kenapa kalian ingin pindah ke Paris? Apakah kalian tidak mau tinggal bersama kami lagi di sini? Atau kami ada salah sama Suci hingga membuat Suci merasa tidak nyaman tinggal di sini bersama kami?"
"Apa mungkin kalian mau memisahkan Baby Kay dari mereka? Tetapi kan tidak begitu caranya, kalian tinggal di sini juga mereka tidak akan ada yang tahu dan hanya Tuan Angga saja yang tahu. Apa kalian tega memisahkanku dari cucu kesayanganku?"
Bunda Reni pun mencecar Suci dan juga Arsya dengan semua pertanyaannya dengan wajah yang terlihat sangatlah menyedihkan. Bahkan matanya Bunda Reni pun sudah mulai berkaca-kaca dan membuat Suci langsung melontarkan suaranya.
"Bunda tenang saja, kita pindah ke Paris hanya sementara kok karena Suci mau meneruskan pendidikan di sana untuk menjadi perancang desainer sekaligus model hijab yang nantinya Suci akan mengeluarkan Brand terbaru"
"Tapi Suci janji kok sama Bunda dan Ayah, kalau setelah pendidikan Suci itu selesai nanti maka Suci akan langsung pulang kembali ke sini. Jadi Bunda sama Ayah jangan sedih ya..."
Suci berusaha menjelaskan perlahan kepada Bunda Reni sambil menyuapi Baby Kay, yang mana membuat Bunda Reni seketika terdiam sambil mencerna semuanya.
"Sudahlah Bun, jangan seperti ini. Bunda sama Ayah cukup doakan kami dan juga kesuksesan Suci. Jika dia sukses, maka Bunda sama Ayah juga akan senang melihat betapa hancurnya mereka itu karena telah menyia-nyiakan berlian hanya karena terjatuh di dalam lumpur" ucap Arsya dengan wajah tersenyumnya melihat Suci yang fokus menyuapi Baby Kay.
"Apa yang dikatakan Arsya ada benarnya sayang, jadi biarkan Suci menuntut ilmu setinggi mungkin. Biarlah dia menjadi orang sukses, bahkan lebih sukses dari suaminya agar tidak ada lagi yang bisa menginjak-injak harga dirinya sebagai seorang wanita"
"Kamu itu tidak usah khawatir, kita bisa pergi setiap bulan menyusul mereka karena aku juga akan mengurus proyek baruku di luar negeri yang mana aku akan mengambil ahli proyek di daerah yang dekat dengan Paris agar kita bisa selalu bertemu dengan cucu kita, bagaimana?"
Ayah Al berusaha membuat Bunda Reni agar bisa melepaskan mereka, supaya Suci bisa menerusakan pendidikannya hingga pulang namanya sudah bersinar bagaikan sebuah berlian yang sangat mengkilau.
Yang mana Bunda Reni menatap semuanya dengan perlahan lalu menganggukan kepalanya sambil tersenyum hingga membuat semuanya pun ikut senang karena kini keberangkatan mereka tidak lagi ada halangan yang mana Suci hanya perlu meminta izin pada Papah Angga masalah ini.
Sedangkan Arsya dia akan segera menelpon Dion untuk mengurus keberangkatan keluarga kecilnya mulai dari kendaraan hingga tempat tinggal agar mereka sesampainya bisa langsung beristirahat.
Tak lupa juga Arsya akan menelpon Xan untuk mengabari jika mereka akan segera datang ke perusahaan Suci supaya bisa mengecek perkembangan perusahaan saat ini.
__ADS_1
Lalu Baby Kay yang sudah selesai makannya tanpa belepotan membuat Suci merasa senang karena Baby Kay makan begitu lahap dan juga pintar.
Sehingga kini, Suci bisa makan bersama yang lainnya dengan keadaan tenang yang mana Baby Kay anteng dengan mainan di tangannya sambil tiduran di dalam kereta bayinya.