Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Suci Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Lisa pun terjatuh di dalam mobilnya Dion di kursi bagian belakang, sambil Dion pun masuk ke dalam dan duduk di samping Lisa dan menutup pintu mobil. Lalu Dion mendorong Lisa dan mereka pun berbaring di kursi belakang mobil dengan posisi Lisa yang ada di bawahnya Dion


"A-apa yang ka-kamu lakukan? Minggir, a-aku mau keluar dari si-sini... a-awas Dion. A-aku tidak suka ini, ka-kamu jadi aneh dan ka-kasar hiks... a-aku ti-tidak suka ka-kamu yang se-seperti i-ini Dion hiks..." Lisa pun mulai menangis di bawahnya Dion.


"Hahh... Maafkan aku Lisa, a-aku tidak bermaksud untuk menakuti-nakuti kamu kok. Aku cuma merasa kesal saja saat kamu bilang kalau kamu lebih memilih Tuan Arsya, bahkan saat tunanganmu yang baru satu hari ini ada di samping kamu" Dion pun bangun dari atas Lisa dan dia duduk di samping Lisa.


"Aku tahu kok kalau aku ini tidak bisa di bandingkan dengan Tuan Arsya, tapi aku akan mencoba menjadi pria terbaik yang akan selalu membuatmu bahagia. Aku memang tidaklah kaya raya, tetapi aku akan bekerja keras dan menabung agar kamu tidak akan pernah hidup dalam kekurangan"


"Aku juga tidak punya orang tua karena mereka berdua meninggalkan dalam kecelakaan, namun aku akan menjadi suami yang baik sehingga kau tak akan pernah keluhkan. Jadi aku mohon Lisa, jangan bicara tentang pria lain karena aku ini pria yang sangat cemburuan"


Dion mencurahkan segala perasaannya pada Lisa sambil duduk menundukkan kepalanya dan memainkan jari tangan. Lisa yang melihat itu pun meresa sedih, dia tidak pernah berniat untuk membuat Dion merasa sedih dan murung seperti ini. Lisa duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahunya Dion.


"Tidak... akulah yang seharusnya minta maaf karena aku secara tidak sadar aku telah menyakiti perasaan dan juga harga dirimu. Kamu kan tahu aku ini sangatlah mudah memuji orang apalagi jikalau itu adalah laki-laki, maaf yaaa..." ucap Lisa sambil memegang tangannya Dion.


"Aku juga minta maaf karena aku terlalu cemburuan, karena ini adalah pertama kalinya aku menjalin hubungan jadi aku merasa tidak yakin. Aku harap kamu mau mengerti, tapi aku akan berusaha untuk menjadi pria yang lebih baik" ucap Dion dengan duduk tegak dan menatap Lisa.


"Aku suka kok dengan pria pencemburu karena itu akan membuat aku sangatlah di cintai olehmu. Ya meskipun aku tidak mau jika kamu akan selalu main kasar seperti ini di saat cemburu. Lebih baik kau mengatakannya dari pada seperti ini, karena ini juga hubungan pertamaku" ucap Lisa sambil mencoba mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Wajahnya Lisa terlihat sedikit memerah dan Dion yang juga terpanah saat dia melihat wajahnya Lisa yang seperti itu untuk pertama kalinya. Hal itu membuat hatinya Dion berdebar dengan sangatlah cepat, hingga tanpa mereka sadari Dion mendekatkan wajahnya dengan wajah Lisa.


Kini wajahnya Lisa semakin merah dan wajahnya Dion yang sudah satu jengkal jauhnya. Dion menatap memegang dagu Lisa sambil menatap manik mata Lisa dengan dalam, lalu Lisa pun hanya bisa memejamkan matanya karena merasa malu dengan semuanya.


Lalu Dion pun tersenyum dan ia kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Lisa dan hampir saja membuat bibirnya bersentuhan dengan bibir Lisa. Namun hal itu kembali tertunda di saat ponsel Lisa tiba-tiba berdering dan membuat Lisa membuka matanya.


Kring... kring... ada telepon...


Kring... kring... ada telepon...


Lisa sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah Dion dan dia pun mengeluarkan ponselnya yang di simpan di tas kecil yang Lisa bawa. Setelah melihat ID penelepon itu, Dion langsung menyuruh Lisa menjawabnya dan menyalakan loud speaker agar Dion bisa mendengarnya.


📱 "Jadi sekarang bagaimana dengan kondisinya Suci? Apakah Suci sakit atau ada sesuatu yang tidak baik dengannya? Apa yang dokter katakan? Semuanya baik-baik saja, bukan?" ucap Bunda Reni dengan segala kepanikannya.


📱 "Tenanglah Bunda... saat ini Mbak Suci baik-baik saja, dia hanya kelelahan jadi dia sekarang butuh banyak sekali istirahat. Dokter juga bilangungkin ini karena depresi dan stress yang Mbak Suci alami beberapa bulan lalu" ucap Lisa sambil menatap Dion.


📱 "Syukurlah kalau Suci baik-baik saja, aku sangat khawatir jika sampai terjadi sesuatu pada Suci. Lalu di mana Suci sekarang? Apakah dia sudah pulang ke rumah bersama kalian dan Arsya?" ucap Bunda Reni dengan wajah yang mulai lega.

__ADS_1


📱 "Saat ini Suci di rawat di ruang VVIP bersama dengan Tuan Arsya. Kami tidak bisa menjelaskan keadaan pastinya dari Suci, jadi Nyonya dan juga Tuan Al bisa datang ke rumah sakit dan bertanya hal ini langsung kepada Tuan Arsya" ucap Dion dengan sopannya.


📱 "Sebenarnya apa yang terjadi kepada Suci? Kenapa kalian seperti menutupi sesuatu tentang Suci? Lisa bilang kalau semuanya baik-baik saja, jadi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ayah Al dengan penuh curiga.


📱 "Saya minta maaf Nyonya dan Tuan Al, tapi saya rasa akan lebih baik jika hal ini di jelaskan langsung oleh Tuan Arsya dan juga Suci. Kami tidak ingin melewati batasan kami sebagai pegawai" jawab Dion dengan segala kesopanannya.


📱 "Baiklah, kami akan sampai di rumah sakit dalam waktu 1 jam lagi, kalian beri tahu hal ini pada Arsya dan Suci. Saat ini kami ada di pinggiran kota jadi akan membutuhkan waktu lama dan juga tak adanya jaringan sinyal di sini" ucap Ayah Al kembali.


📱 "Baiklah Tuan, kami akan langsung memberitahukan kabar ini pada Tuan Arsya dan Suci. Berkendaralah dengan hati-hati dan semoga selamat sampai tujuan Tuan dan Nyonya Al" ucap Dion dan Ayah Al yang langsung mematikan ponselnya.


Ayah Al pun mengemudikan mobilnya dengan dengan kecepatan yang cukup tinggi agar mereka bisa sampai lebih cepat karena saat ini Bunda Reni sangat khawatir dengan kondisi Suci. Ayah Al juga merasa seperti ada sesuatu yang tidak beres.


Sementara itu dengan Lisa serta Dion, saat ini mereka hanya duduk dengan keadaan canggung sambil Lisa yang kembali memasukkan ponselnya. Lalu Dion pun memecahkan keheningan itu sambil dia membuka pintu mobil dan keluar dari sana.


"Ehem... a-ayo kita kembali masuk dan beritahu kabar ini pada Tuan Arsya dan Suci. Untuk masalah kita, nanti bisa kita lanjutkan di hari lain karena kita masih punya banyak waktu" ucap Dion sambil menjulurkan tangannya pada Lisa.


Lisa pun memegang tangannya Dion dan dia keluar dari mobilnya Dion. Dion pun menutup pintu mobilnya lalu dia mengunci mobilnya dan berjalan ke arah lobby rumah sakit sambil bergandengan tangan dengan Lisa.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun sampai di depan ruang rawatnya Suci dan mereka masuk saat melihat Arsya yang mengelus-elus kepala Suci yang saat ini sedang tertidur lelap. Dion dan Lisa pun masuk dengan hening agar tidak membangunkan Suci.


Lisa melihat jika wajahnya Suci sudah kembali berwarna dan tidak lagi pucat seperti tadi. Namun kali ini mata Suci terlihat sedikit bengkak, mungkin karena dia terlalu banyak menangis bersama Arsya. Dion juga bisa melihat jika mata Arsya sedikit merah, namun Dion dan Lisa tidak ingin bertanya dan membuat Arsya merasa malu pada mereka.


__ADS_2