
Elsa yang tidak bisa berkutik mau tidak mau dia harus berpikir ekstra keras untuk menyangkal semuanya, namun ketika Dimas ingin melayangkan satu tampan cantik lagi untuk Elsa tiba-tiba saja seseorang langsung menahan tangan Dimas.
"Jangan kembali mengulang kesalahan untuk menyakitin seorang wanita, karena aku tidak pernah menyakiti wanita. Sekalipun aku berpisah dengan Mamahmu, aku tidak pernah menyakitinya!" Ujar seorang pria paruh baya yang mana itu adalah Papah Angga.
Papah Angga datang bersamaan dengan Ayah Al dan juga Bunda Reni yang langsung memeluk Suci. Mamah Mita yang melihat Papah Angga secepat mungkin segera menoleh dan tersenyum menatap Papah Angga. Seketika hatinya sangat bahagia karena baru kali ini Mamah Mita bisa kembali menatap Papah Angga secara langsung.
"Ma-mas A-ang-..."
"Assalammualaikum, maaf semuanya saya baru melihat berita bahwa Kay mengalami musibah. Dan tadi juga saya mendapat kabar dari Mas Angga bahwa Kay dirawat di rumah sakit yang tidak jauh dari Panti. Jadi ya sudah saya segera datang ke sini saja buat memastikan keadaan Kay"
Semua orang menoleh ke arah wanita cantik berhijab yang datang dengan tergesa-gesa sehingga semuanya tersenyum kecuali Elsa, Dimas dan juga Mamah Mita.
Siapa lagi jika bukan Umi Lena, calon istri Papah Angga. Tangan Papah Angga dan juga Dimas pun terlepas ketika melihat Umi Lena.
"Le-lena? Kamu kenapa kesini malam-malam. Sudah aku bilang jangan keluar panti selarut ini. Bagaimana jika ada apa-apa denganmu di jalan, hem.. kalau memang kamu mencemaskan Kay kenapa tidak bilang biar aku yang akan menjemputmu di panti. Jadi kamu tidak perlu pergi seorang diri seperti ini Lena, ya ampun kamu itu buat aku khawatir saja.."
Papah Angga berjalan mendekati Umi Lena dan berdiri di depannya, sedangkan Umi Lena hanya tersenyum kecil mendengar perhatian kecil dari calon suaminya. Mamah Mita yang mendengar biasanya Papah Angga selalu memberi perhatian itu kepada dirinya seketika ia merasa sakit hati ketika perhatian itu beralih ke pada wanita lain.
Bahkan kehadiran Mamah Mita sama sekali tidak dilihat oleh Papah Angga atau pun di sapanya, Papah Angga malah asyik menatap wajah calon istrinya yang mana hampir membuatnya mati mendadak karena keterkejutannya melihat Umi Lena pergi seorang diri di malam-malam seperti ini.
"Ma-maaf semuanya saya mengganggu waktu kalian semua. Saya tidak bisa lagi berdiam diri lama-lama seperti ini karena kondisi Diva saat ini sangat kritis. Saya belum tahu apakah Diva hanya mimisan biasa ataukah ada penyakit dalam. Justru itu saya ingin meminta persetujuan dari pihak keluarganya agar bisa melakukan pengecekan secara detail agar kita bisa memastikan semuanya. Bagaimana?" Jelas sang dokter.
Semua pun menoleh ke arah sang dokter dengan tatapan terkejut, jika memang Diva di haruskan untuk melakukan berbagai tes kemungkinan Diva memiliki penyakit dalam. Jika tidak, tidak akan mungkin dokter berbicara seserius ini. Jadi mau tidak mau Dimas langsung mengambil alih semuanya dan menyetujui apa yang akan dokter lakukan demi menolong Diva.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, Tuan tolong tanda tangani surat yang akan di berikan oleh suster nantinya dan saya akan segera memindahkannya ke ruangan ICU"
"Nanti tepat di jam 9 pagi nanti kita akan melakukan beberapa tes sampai semua selesai dan hasilnya keluar maka saya baru bisa memastikan penyakit apa yang anak Tuan derita. Tapi sekarang kemungkinan saya hanya bisa menebak jika anak Tuan seperti mengidap penyakit LEUKIMIA"
"Tapi saya belum bisa memastikan, bisa jadi salah. Jadi semuanya harap tenang dan banyakin berdoa saja supaya dugaan saya saat ini adalah salah. Kalau begitu saya permisi ke dalam untuk mengecek semua kondisi Diva dan akan memindahkannya ke ruangan ICU"
Bagaikan di sambar sebuah kilatan petir yang sangat dahsyat di dalam hati Dimas dan juga Mamah Mita. Tetapi tidak dengan Elsa dia bukan terlihat mengkhawatirkan kondisi Diva melainkan dia lebih mengkhawatirkan dengan beberapa tes yang akan mengungkap siapa Diva sebenarnya.
Mamah Mita yang benar-benar terkejut langsung membuat nafasnya sesak dan terjatuh pingsan di lantai, sehingga Dimas segera mengangkat Mamah Mita dengan bantuan Arsya lalu langsung dibawa ke ruangan tersendiri bersama dengan dokter lainnya.
Umi Lena, Papah Angga, Suci, Papah Al dan juga Bunda Reni hanya bisa merasa kasihan melihat nasib keluarga kecil Dimas begitu menyedihkan.
Tetapi yang membuat mereka kesal adalah wanita yang ada dihadapannya cuman bisanya terdiam di tempat tanpa mengatakan satu kata pun dan juga tidak ada respon apa-apa setelah mendengar bahwa anaknya kritis, sedangkan Ibu mertuanya saja sampai pingsan.
Lalu mereka pun pergi bersamaan dengan keluarnya bangkar Kay yang akan di pindahkan di ruangan inap di kamar VVIP 005, kini hanya tinggal Elsa yang masih berada di depan ruangan UGD. Elsa langsung berjalan kemudian duduk dengan wajah yang sangat kacau.
"Aaarrrggghhhhh... kenapa sih semua ini terjadi sama anak sia*lan itu. Kenapa dia harus terkena penyakit LEUKIMIA, hahh!! Kenapa bukannya mati aja sekalian biar tidak usah repot-repot melakukan tes-tes apalah itu yang akan membuatku semakin gila!!"
"Dari kecil sampai sekarang hidupnya cuman bisa nyusahin doang, kalau begitu caranya udah dari lama aku selipkan saja obat yang membuatnya mati sekalian! Dari pada begini, aku juga yang bingung bagaimana caranya menghentikan semua tes yang akan dokter lakukan?"
"A-apa a-aku harus bertindak nekat demi menyelamatkanku, jika memang jalan itu adalah jalan yang terbaik agar aku selamat dan juga nasibku tidak akan menjadi gelandangan di luar sana. Ya, pokonya saat nanti Diva sudah di pindahkan di ruangan dengan cepat aku akan memasuk tanpa sepengetahuan yang lain dan aku pastikan hidup anak sia*lan itu akan berakhir. Hahaha..."
Elsa berbicara di dalam hatinya dengan semua rencana liciknya dalam keadaan yang sudah sangat kacau dan juga terlihat begitu setres. Dimana Elsa tertawa dengan tatapan penuh arti, dia benar-benar terlihat licik bahkan tidak terbayang ada seorang Ibu yang bisa sekejam ini ketika mengetahui anaknya sedang kritis.
__ADS_1
Bahkan Elsa sama sekali tidak merasa bersalah atau pun khawatir, malah dia ingin melenyapkan anaknya supaya rahasia terbesarnya tidak akan terungkap yang mana itu semua akan membuat hidupnya berakhir menjadi orang kaya.
Di sisi lainnya, Arsya yang sudah membantu Dimas membuat Dimas berterima kasih dan Arsya segera pergi meninggalkan Dimas dan juga seorang dokter di dalam ruangan untuk segera mengecek keadaan Mamah Mita.
Arsya pergi ke ruangan Kay, sedangkan Dimas dia benar-benar sangat kacau. Jika saja kepala bisa dilepas maka Dimas akan melepasnya untuk beberapa jam ke depan karena saat ini rasanya begitu berat.
Satu sisi kondisi perusahaan semakin menurut, belum lagi terungkapnya sikap Elsa pada Diva, kemudian penyakit Diva yang belum bisa di pastikan dan yang terakhir kondisi Mamah Mita yang seperti ini.
Sang dokter menyoba untuk memeriksa keadaan Mamah Mita, sedangkan Dimas hanya bisa menatapnya dengan sangat cemas. Lalu saat selesai memeriksanya sang dokter langsung mengatakan bahwa Mamah Mita terkena serangan jantung secara mendadak, dan untungnya belum sampai membuat Mamah Mita mengalami Struk.
Tetapi sang dokter mewanti-wanti agar kejadian ini tidak lagi terulang, jika sampai terjadi lagi maka akan berakibat fatal bagi Mamah Mita. Ada dua kemungkinan dimana Mamah Mita bisa mengalami Struk secara permanen atau bisa juga langsung meninggal dunia.
Dimas yang mendengar itu lagi dan lagi tubuhnya seperti di hantam benda-beda berat, yang rasanya Dimas ingin sekali menyerah dengan semua yang dia hadapi saat ini. Sasakan Dimas sudah tidak kuat lagi menerima setiap kenyataan pahit yang tidak pernah di bayangkan selama hidupnya.
Baru kali ini Dimas merasakan semua cobaan serta ujian langsung datang secara bersamaan dan juga berturut-turut tanpa memberikan jeda untuk Dimas sedikit bernafas lega agar bisa menyelesaikan satu persatu masalahnya.
Ini memang kali pertama Dimas menghadapi semuanya seorang diri tanpa adanya sosok Suci lagi yang dulu selalu mendampinginya serta bisa menyelesaikan semua masalah apa pun yang menimpanya.
Jika boleh memilih dan memutar waktu, mungkin Dimas akan memilih menjalani kehidupannya bersama Suci meskipun tidak memiliki anak tetapi hidupnya selalu penuh dengan kebahagiaan. Tidak seperti kehidupannya sekarang bersama Elsa, meskipun telah memiliki anak tetapi entah kenapa malah rumah tangganya selalu dikelilingi dengan semua masalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
__ADS_1
...Lets go di serbu... 🤸🤸...