Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Bidadari Berwujud Manusia


__ADS_3

Sekarang saatnya MC untuk memulai acara dengan beberapa sambutan, doa dan juga acara lainnya yang memakan waktu hampir 2 jam. Akhirnya saat yang semua orang tunggu-tunggu telah tiba, para MC lalu mempersilahkan untuk mempelai wanita memasuki arena di mana ijab kabul akan segera dimulai.


Xan yang di tugaskan Arsya untuk terus berada di samping Suci selama acara berlangsung, mendengar semua ucapan MC membuat ia segera masuk ke dalam ruangan pengantin yang mana Lisa dan Bunda Reni selalu saja tertawa meledeki Suci sehingga Suci terlihat sangat kesal. Namun wajah kesalnya itu malah begitu menggemaskan.


“Permisi semuanya, maaf mengganggu waktunya... Nona Suci sudah dipanggil untuk segera keluar menuju tempat ijab kabul karena acara sudah di mulai” ucap Xan dengan ramah dan malah membuat jantungnya Suci berdebar dengan cepat hingga tangannya mulai dingin akibat ia terlalu tegang.


“Alhamdulillah... ya sudah kalau begitu, Lisa bantu Bunda bawa Suci ke depan ya...” ucap Bunda sambil berdiri.


“Oke siap Bunda...” sahut Lisa sambil ia berdiri, namun Suci malah masih duduk dengan *******-***** gaunnya.


“Sayang, jangan di remas-remas seperti dong gaunnya nanti lecek loh... sayang dong kamu sudah cantik-cantik malah gaunnya yang jelek” ucap Bunda yang membuat Suci langsung melepaskan tangannya dari gaun dan Suci menatap Bunda Reni dengan tatapan gugup.


“Ma-maaf, Bu-Bun...” jawab Suci sambil berdiri.


“Sepertinya dia ini terlihat sangat tegang Bun, berasa ini adalah pernikahan yang pertama untuknya ya hihi...” ledek Lisa yang semakin membuat Suci kesal.


“Ckk... Liiissaaaa... stop meledekiku ya, atau kamu mau aku pecat jadi adikku, hah! Sudah tahu Kakaknya lagi tegang bukannya di hibur malah di ledeki mulu” pekik Suci yang membuat Lisa semakin tertawa hingga Suci berjalan dengan susah payang menjulurkan tangannya untuk mengacak-acak rambut Lisa yang sudah terlihat rapi dan juga bagus.


“Huaaaa... Bunda... tuh lihat Mbak Suci, masa rambut Lisa sudah bagus begini mau di rusakin kan jahat...” rengek Lisa yang berada di belakang tubuh Bunda Reni.


“Yaaak... sejak kapan kau dekat dengan Bunda, hahh!! Bahkan aku yang sangat dekat dengan Bunda saja tidak semanja dirimu ya..." ucap Suci dengan kesal.


“Sejak barusan... aku juga anak Bunda, ya kan Bun...” jawab Lisa yang diangguki oleh Bunda Reni sambil tersenyum dan membuat Lisa langsung bersorak penuh kemenangan.


“Yeeeyyy... hahaha... wleee...” ledek Lisa.


Bunda Reni merasa baru kali ini ia dapat tertawa bahagia saat melihat Suci serta Lisa bisa menghiburnya seperti ini. Ya meski bukan anak kandung, tapi Suci dan Lisa adalah sebagai obat untuknya. Apa lagi Bunda Reni sangatlah kesepian saat Arsya mengalami ke terpurukannya di masa lalu yang sekarang telah sirna dan tergantikan dengan masa bahagia.

__ADS_1


“Kaaauuu...” geram Suci.


“Sudah... sudah kalian berdua... kenapa jadi pada berantem seperti ini, kasihan Pangeran sudah menunggu lama. Nanti bisa-bisa dia keburu bulukan deh karena dia kelamaan tidak merasakan sentuhan hangat dari seorang wanita cantik yang akan jadi istri pertama dan juga terakhir untuknya hihihi...” ucap Bunda Reni yang membuat Lisa tertawa puas, sedangkan Suci malah jadi ngeblush sengeblush ngeblusnya.


“Maaf Nyonya... Nona... mari kita segera ke depan, waktunya sudah tidak banyak lagi...” ucap Xan yang membuat mereka menyudahi bercandanya.


Kini Bunda menggandeng tangan kanan Suci serta Lisa yang juga menggandeng tangan kirinya. Mereka bertiga berjalan penuh senyuman dengan diiringi oleh para Bridesmaid yang cantik. Sampai ketika mereka sudah ingin memasuki pintu gedung, tetapi mereka di hadang oleh seorang pria yang cukup tampan.


“Maaf Nyonya Al, boleh jika saya yang mengantarkan anak saya ke depan pintu kebahagiaannya?” ucap seorang pria itu dengan sangat ramah dan ia tersenyum lebar bahagia yang mana pria itu adalah Papah Angga.


Papah Angga merupakan kandung dari Dimas yang kini sudah menganggap Suci sebagai anak kandungnya sendiri serta ia lebih menyayangi Suci melebihi rasa sayangnya kepada kedua anaknya. Suci yang melihat dan jugs mendengar ucapan yang sangat indah itu membuat matanya langsung berkaca-kaca sambil dia tersenyum menatap ke arahnya.


“Tentu saja oleh Tuan... dengan senang hati malahan, silahkan...” jawab Bunda Reni sambil melepas gandengan tangan Suci dan memindahkan tangannya Suci ke tangan Papah Angga.


Wajahnya Papah Angga terlihat sangat gagah, tampan dan sangat berwibawa sambil dia mengantarkan putrinya untuk bertemu dengan kebahagiaannya yang selama ini ia nanti-nantikan. Bunda Reni dan Lisa yang melihat itu pun bergeser sedikit menjauhi Suci dengan keadaan tersenyum bahagia.


Lisa yang melihat air mata Suci segera memberikan tisu yang ada di tangannya kepada Papah Angga, dan Papah Angga pun mengelap pelan serta menutul air mata Suci dengan hati-hati tanpa ingin merusak kecantikan putrinya.


“Tidak usah menangis sayang... Papah tidak apa-apa kok, malahan Papah itu bahagia melihat Suci yang saat ini yang di penuhi dengan kebahagiaan dan juga orang-orang yang selalu mendukungmu. Tidak apa jika kamu tidak lagi menjadi menantu Papah, tapi sampai kapan pun itu kamu tetaplah Putri Papah” ucapnya dengan tersenyum.


Entah mengapa perasaan Suci saat ini benar-benar sangat bahagia, bahkan ia merasa jika pernikahannya kali ini jauh lebih bahagia. Suci tersenyum menatap Papah Angga dan itu pun membuat Lisa sedikit terharu, begitu juga Bunda Reni. Pada akhirnya mereka kembali berjalan memasuki gedung istana megah yang sangat indah.


Semua mata langsung menyorot ke arah Suci dengan penuh kekaguman, tapi ada satu hal lain yang membuat Suci sangat terkejut. Suci bersama dengan Papah Angga melangkahkan kakinya di karpet merah yang sangat panjang serta diikuti oleh Lisa, Bunda Reni dan Bridesmaid. Lalu entah dari mana ada ribuan kelopak bunga mawar mewah yang berjatuhan di setiap langkah panjangnya.


“Waahh... cantik banget pengantinnya... sumpah, apakah ini ya yang dinamakan bidadari berwujud manusia?”


“Giilaaa... kalau kayak gini sih beruntung banget Tuan Arsya mendapatkan wanita secantik itu. Pasti dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengambil atau menyentuh miliknya. Bisa-bisa orang itu langsung di gorok habis olehnya haha...”

__ADS_1


“Ternyata kisah seorang Pangeran yang tampan dan Tuan Putri secantik bidadari itu memang ada dan nyata ya... mereka cocok sekali, Tuan Arsya yang tampan dan istrinya yang begitu cantik...”


"Aku aja sebagai seorang wanita merasa iri saat melihat kecantikan yang terlihat begitu alami. Ya meskipun dia tertutup oleh make up, namun keaslian cantiknya benar-benar sangat menonjol dan bikin semua pangling melihatnya waaah...”


“Ini nih yang dinamakan hari patah hati sedunia. Sudah sakit melihat Tuan Arsya menikah, sekarang ditambah sakit pula melihat kecantikan calon istrinya yang membuat semua wanita pasti merasa iri. Nasib... nasib...”


Begitulah suara para wanita yang begitu terpesona akan kecantikan Suci. Entah mengapa tetapi hari ini Suci benar-benar menjadi sorotan banyak orang. Bahkan beberapa wartawan langsung mendekat ke arah Suci dengan jarak yang sudah di tentukan untuk bisa mengambil fotonya.


Sedangkan Arsya yang melihat Suci, dia terpukau akan keindahan yang sungguh membuatnya sangat takjub. Arsya lalu berdiri dengan memundurkan kursinya sambil ia menatap ke arah Suci dengan tatapan berbinar dan tersenyum lebar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2