Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Reques Dari Paduka Raja


__ADS_3

Namun saat di dalam kamar mandi Suci sedikit heran ada apa dengan Arsya bisanya dia tidak pernah bangun tengah malam dalam keadaan lapar, tapi kali ini? Entahlah.. Suci tidak mau ambil pusing, mungkin saja ini suatu kebetulan jika Arsya memang sedang lapar.


...*...


...*...


Arsya duduk di dapur sambil memakan buah dari kulkas untuk sedikit mengganjal perutnya, tak lama Suci pun datang dan membuat ia langsung mendekati Arsya.


"Mas mau makan apa malam-malam begini? Roti, nasi goreng, atau mau Suci buatkan salat?" Tanya Suci yang malah mendapat gelengan kepala dari Arsya.


"Lalu Mas mau makan apa? Ini sudah malam loh, apa enggak bisa lapernya di tunda dulu sampai besok pagi?" Celetuk Suci yang malah membuat Arsya menunjukkan wajah sedihnya.


"Ya-ya sudah kalau kamu tidak mau membuatkan aku makanan tidak apa-apa, kamu ke kamar saja aku akan buat makanan sendiri. Lagian juga tadi kan aku mau buat sendiri tapi kamu nyuruh aku duluan ke dapur, lalu kamu bilang akan menyusul. Ya aku kira akan di buatkan, tahunya cuman di omelin doang. Kalau gitu caranya ya sudah aku bisa sendiri kok, udah sana kamu tidur lagi.."


Arsya berbicara dengan panjang hingga mampu membuat Suci tercengo. Entah kenapa kali ini Suci seperti tidak melihat sosok Arsya yang biasanya, tetapi kali ini Arsya begitu sensitif terhadap ucapan Suci. Yang mana Suci hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Huhhh.. baiklah suamiku tercinta, sekarang kamu mau makan apa? Ayo sebutkan.." Ucap Suci yang berusaha tersenyum.


Namun, Arsya yang gemas malah menarik Suci hingga ia jatuh di dalam pangkuannya. Serta Arsya sedikit melu*mat bibir Suci yang membuat Suci memukul dada Arsya berkali-kali, lalu Suci langsung bangkit dan menatap Arsya begitu tajam.


"Ya ampun Mas Arsya!!! Sebenarnya kamu ke sini buat makan atau buat bercumbu denganku sih, enggak lihat apa ini itu di ruangan terbuka. Bagaimana jika ada yang melihat kita seperti itu, apa kamu enggak malu!" Suci berbicara dengan nada yang sedikit keras, sampai-sampai membuat Arsya menangis.


Suci yang melihat Arsya menangis membuat wajahnya benar-benar sangat bingung, bahkan tangisan Arsya mulai mengeras dan membuat Suci kelagepan.


Tanpa basa-basi lagi Suci duduk di pangkuan Arsya dan membungkam bibir Arsya dengan bibirnya dan mampu membuat Arsya membolakan matanya sekilas lalu kembali menikmatinya.


5 menit kemudian Suci melepaskan pautan bibirnya, sambil menatap Arsya yang sudah menyengir bagaikan seekor kelinci imut.


"Sudah jangan nangis lagi yang ada nanti semuanya malah ikut terbangun. Lebih baik sekarang katakan Mas mau makan apa biar aku buatkan" Ucap Suci sambil berdiri di hadapan Arsya.


"Hemm.. apa ya? Ahaa.. aku mau makan mie rebus 2 bungkus pakai telor 2 lalu di campur dengan irisan bawang putih, cabai dan juga sawi hijau tapi jangan lupa kasih saos. Lalu mienya jangan matang-matang ya, terus juga kuahnya agak banyakan dikit. Sepertinya itu sudah cukup, tapi kalau ada baso pun tidak apa-apa kamu pakai kan saja. Aku tunggu di ruang tv ya, dari pada di sini jenuh.."

__ADS_1


"Daahhh.. sayang, semangat masaknya. Buatkan yang enak ya, aku tunggu. Ingat jangan lama-lama perutku sudah sangat lapar, dan juga kerupuk jangan sampai ketinggalan"


Arsya pergi meninggalkan Suci yang masih berdiri mematung dalam keadaan mulut sedikit terbuka ketika mendengar semua permintaan Arsya.


"Di jam seperti ini dia menginginkan aku membuatkan itu semua, apa dia sudah gila? Makanan sebanyak itu apakah akan masuk ke dalam perutnya? Padahal dia tidak pernah memakan mie namiun kenapa sekarang memintanya? Belum lagi dia meminta di buatkan 2 sekaligus. Benar-benar aneh, ada apa dengan Mas Arsya, mengapa dia dari tadi terlihat aneh sih!" Gumam Suci di dalam hatinya.


"Sayang kenapa masih berdiri sih, ayo buatkan atau aku akan nangis lagi nih.." Ucap Arsya dari balik pintu dapur yang mana Arsya awalnya ingin mengambil buah tetapi dia malah melihat Suci masih terdiam di tempat.


Suci yang mendengar itu pun langsung segera membuatkan menu makanan reques dari paduka raja, hingga Arsya yang melihatnya pun sedikit terkekeh lalu berkata, "Sayang hati-hati kamu tidak sendiri, tetapi di perutmu ada anakku. Jadi jangan sampai dia terbangun dari tidurnya ya.. aku kembali ke ruang tv ingat jangan lama-lama"


Suci hanya melirik kepergian Arsya dengan sedikit kesal, lalu ia kembali fokus pada masakannya. Cuman membutuhkan hampir 15 menit lamanya makanan pun siap.


Kali ini Suci menyiapkannya semuanya di mangkyk khusus sayur, sehingga semuanya bisa langsung masuk. Kemudian Suci pergi ke ruang tv dan memberikan makanan tersebut kepada Arsya.


Tanpa basa-basi lagi Arsya langsung segera memakannya meskipun mie yang Suci buat masih mengebul, tetapi Arsya tidak peduli yang penting dia kenyang dan juga rasa keinginan yang sangat besar sudah terwujud.


Suci yang melihat Arsya makan pun malah hampir membuatnya gumoh, ketika Arsya bisa menghabiskan semuanya tanpa tersisa sedikit pun.


"Ya sudah ayo kita lanjutkan istirahat, nanti keburu subuh. Kasihan juga kamu kurang istirahat karena aku, jadi ayo kita bobo sayang"


Arsya terlihat begitu bahagia setelah memakan mie buatan Suci, bahkan Suci hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap Arsya. Kemudian mereka kembali ke kamar untuk melanjutkan istirahatnya, serta tidak lupa Suci menaruh mangkuk kotor di dapur.


Setelah semua aman, mereka pun tidur dalam keadaan yang sangat senang. Tapi ini hanya berlaku untuk Arsya ya.. karena Suci tertidur dalam keadaan sedikit kesal dimana saat mau tidur pun lagi-lagi Arsya melakukan drama kecil yang mengharuskan Suci tidur dalam keadaan Arsya menyusu.


...*...


...*...


3 hari berlalu, Dimas sudah berhasil menemui Arsya hingga akhirnya Arsya memutuskan mengajak Suci serta Kay untuk menemui Dimas. Dimana Arsya hanya ingin mempertemukan mereka agar semua bisa di selesaikan dengan ke-3 pihak dan bukan hanya sepihak tetapi tetap di dalam pengawasannya Arsya.


Awalnya Suci dan Kay menolah itu semua, cuman berkat penjelasan dari Arsya mereka pun mengikuti apa yang Arsya katakan. Setidaknya setelah Dimas mendengar semuanya membuat Dimas tidak akan terus mengganggu kehidupan mereka ke depannya.

__ADS_1


Di sebuah Restoran Mentari, Dimas sudah menunggu kedatangan keluarga kecil Arsya dengan keadaan percaya diri bahwa setelah menjelaskan semuanya pada Kay. Pasti Kay akan menerimanya dan juga akan mengajak Suci untuk kembali bersamanya.


Ceklek...


Pintu ruangan pun terbuka dimana Arsya, Suci serta Kay masuk dengan wajah datarnya. Sedangkan Dimas yang melihat itu langsung antusias tersenyum lebar menatap Kay.


"Ya ampun Kay, akhirnya Ayah bisa menemuimu lagi tetapi sekarang bukan sebagai orang lain melainkan sebagai Ayah kandungmu. Kay senang kan bisa ketemu Ayah, Ayah juga senang bisa temu sama Kay. Ayo sini duduk di samping Ayah karena ada yang mau Ayah katakan padamu"


Dimas begitu antusias menarik tangan Kay dan membuat Kay agar bisa duduk di sampingnya. Namun Kay tidak bisa menolak itu semua karena sebelumnya Arsya mencoba menasehati Kay agar tidak sampai berkata kasar atau pun bersikap yang akan melupakai hati Dimas. Kay mencoba untuk menahan emosinya sambil memantau apa yang akan Dimas jelaskan padanya.


"Aku sudah menjelaskan semuanya pada Kay, tapi jika kamu mau menjelaskan ulang dengan versimu silakan tetapi aku mohon gunakan kata-kata yang baik agar Kay bisa memahami semuanya meskipun dia belum bisa mencerna apa yang telah terjadi pada kisah kita dulu"


"Cuman sebelum itu aku akan menjelaskan lebih dulu padamu, kenapa Kay bisa ada ditengah-tengah aku dan juga Mas Arsya agar kamu paham kalau aku bukan dengan sengaja untuk menyembunyikan identitas Kay"


Suci dan Arsya duduk di kursi panjang dengan keadaan wajah menatap Dimas, di sini posisi Arsya tidak mau banyak berbicara tetapi dia hanya akan memantau pergerakan anak dan juga istrinya. Karena di sini Arsya tidak berhak ikut campur masalah mereka terlalu dalam, cuman jika keadaan mendesak barulah Arsya akan turun tangan.


Suci segera menceritakan semuanya kepada Dimas yang mana membuat Dimas terdiam hingga tak terasa air matanya menetes begitu saja. Dimas tidak menyangka bahwa kehidupan Suci benar-benar setragis itu sampai-sampai hampir 2 kali Suci mencoba untuk mengakhiri hidpnya sendiri.


Arsya yang melihat emosi Suci mulai tidak terkontrol langsung mencoba menggenggam tangannya supaya Arsya bisa mentransfer energi buat Suci supaya tetap tenang dan juga kuat.


"Ma-maafkan aku karena aku kamu hampir saja kehilangan nyawamu sendiri, dan juga maafkan aku lantaran aku sudah mengkhianatimu. Sungguh aku tidak tahu jika pada saat itu kamu sedang mengandung Kay. Kalau aku tahu tidak akan mungkin aku bersikap seperti itu"


"Tapi aku sangat bahagia jika Kay adalah anakku, untuk itu aku ucapakan terima kasih padamu Suci karena kamu sudah mengabulkan impian kita. Aku tahu aku banyak salah, tapi berikan aku kesempatan 1 kali saja. Kamu mau kan kembali lagi sama aku?"


"Aku tahu kok pernikahan kalian itu tidak sah, apa lagi seorang wanita menikah dalam keadaan hamil maka pernikahannya secara agama tidak bisa dikatakan sah. Itu tandanya kita bisa kembali hidup bersama membangun rumah tangga mulai dari nol, dimana aku akan berusaha membahagiakn kalian berdua tanpa mengulangi kesalahanku untuk kedua kalinya"


"Kay mau kan sayang kembali sama Ayah, Ayah janji Ayah tidak akan menyakiti kalian lagi. Ayah tahu Kay pasti masih marah banget sama Ayah, tapi Ayah tidak mau lagi kehilangan kalian semua. Please kembali sama Ayah yaa.. Ayah minta maaf atas semua kesalahan Ayah yang pernah menyakiti kalian, Ayah hilaf. Pasti Kay mau kan maafin Ayah, karena Allah aja maha pemaaf masa hambanya tidak mau memaafkan"


Dimas berbicara panjang kali lebar yang mana membuat Arsya mengepalkan tangannya menatap tajam ke arah Dimas yang saat ini sudah berlutut di depan Suci.


Sedangkan Kay pun yang melihat perlakuan Dimas langsung menatap Arsya, lantaran Kay bisa merasakan kemarahan yang saat ini Arsya tahan ketika Dimas mencoba merebut Suci dari genggamannya.

__ADS_1


Arsya yang sudah tidak kuat lagi menahan emosinya ketika tangan Dimas hampir saja meraih tangan Suci, membuat Arsya langsung menangkis keras tangan Dimas hingga ia terjatuh di lantai.


__ADS_2