Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Menikah Untuk Ke-2 Kalinya


__ADS_3

Di balik rasa sakit hatinya, Suci berusaha untuk tetap tersenyum apa pun keadaannya. Bahkan Suci sangat percaya jika ke depannya Allah sudah mempersiapkan kado terindah untukmu sebagai hadiah, karena ia telah berhasil melewati semua cobaannya.


...*...


...*...


3 hari telah terlewati...


Kini saatnya Suci menyaksikan pernikahan suaminya bersama dengan sahabatnya sendiri. Kali ini tamu undangan tidak semewah saat Suci dan juga Dimas melangsungkan pernikahan, karena Dimas tidak ingin rekan-rekan kerjanya mengetahui jika dirinya memiliki 2 istri sekaligus.


Bahkan Papah Angga sendiri pun lebih mementingkan urusan bisnisnya ke timbang menghadiri ataupun menjadi saksi pernikahan anaknya untuk ke-2 kalinya. Sedangkan Mamah Mita dan Vina mereka terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan anggota baru di dalam keluarganya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.40 pagi, dan acara pun akan segera di mulai. Dimas duduk tepat di depan penghulu sambil tersenyum, namun mata ia sedikit menyorot ke arah Suci. Ini adalah hal yang terberat yang pernah Suci alami, karena ia harus menjadi saksi pernikahan suaminya dengan madunya sendiri yang mana ia adalah Elsa, sahabatnya sendiri.


Suci tidak menyangka bahwa Elsa yang akan menjadi istri ke-2 suaminya. Padahal dulu Suci selalu mengucapkan kata ikhlas, rela dan juga bahagia ketika ia melihat Dimas kembali menikah dengan wanita yang bisa memberikan keturunan.


Namun entah kenapa setelah Suci menjalani dan juga merasakannya sendiri, ini benar-benar sangat sakit untuknya. Suci tidak menyangka karena ucapan dan kenyataan memanglah tidak bisa di campur adukkan. Mungkin mulut bisa berkata apa pun itu dengan mudah, tetapi tidak dengan hati.


Suci duduk tersenyum menatap Dimas yang sedang di berikan arahan oleh sang penghulu sambil menunggu waktu tepat pukul 9, maka Elsa akan keluar dari tempat persembunyiannya bersama Mamah Mita dan Vina. Lisa dan Dion yang baru saja datang langsung menatap seisi gedung yang memang tidak semegah apa yang mereka bayangkan.


“Aku kira di pernikahan ke-2 nya ini akan jauh lebih besar dan juga mewah dari pada pernikahan pertamanya, tetapi malah terlihat seperti biasa saja. Bahkan tamunya juga tidak sebanyak waktu pernikahan pertamanya Tuan Dimas” gumam Lisa sambil berjalan dan juga melihat hasil dekorasi gedungnya.


“Ya mana ada sih maling ngaku maling. Lagian juga Dimas kan orang terpandang, masa iya mau menunjukkan jika dirinya ingin menikah untuk ke-2 kalinya. Bisa-bisa nama dan juga perusahaannya akan terkena masalah” saut Dion sambil berjalan di samping Lisa.


“Bener juga sih, tapi kita lihat saja nanti. Sebahagia apa pernikahan ke-2 mereka ini. Sekarang lebih baik kita fokus saja mencari Mbak Suci, kasihan dia pasti saat ini hatinya sangat hancur” ucap Lisa sambil menatap Dion.


“Ya sudah, kita temani dia. Berikan dia kekuatan dan juga suport agar dia bisa bangkit untuk tetap menjalani hidupnya. Ya meskipun tidak semudah apa yang aku katakan, tetapi aku yakin mungkin suatu saat nanti Suci akan jauh lebih bahagia dari Dimas. Aku bisa pastikan itu” jawab Dion.


“Aku juga akan selalu mendoakannya, ya sudah ayo kita masuk ke dalam. Mungkin saja Mbak Suci sudah menunggu kehadiran kita dari tadi kan” sahut Lisa.


“Mungkin...” jawab Dion dengan cuek yang membuat Lisa sedikit kesal, serta mengentakkan kakinya lalu pergi mendahului Dion.

__ADS_1


Sedangkan Dion yang melihatnya hanya bisa tersenyum, karena semenjak mereka keluar dari perusahaan Dimas mereka terlihat semakin dekat. Ya meskipun belum ada ikatan, namun mereka seperti tidak mau saling meninggalkan satu sama lain.


Setelah mereka memasuki gedung, Lisa melihat Suci terlebih dahulu yang sedang duduk seorang diri sambil menatap ke arah Dimas. Lalu Lisa segera mendekati Suci sambil diikuti oleh Dion di belakangnya.


“Mbak...” panggil Lisa sambil duduk di samping Suci, yang membuatnya langsung menoleh ke arah kiri.


“Loh Lisa? Katanya kemarin tidak mau datang, kok sekarang malah datang bareng Mas Dion? Jangan-jangan kalian... Hayo ngakuu hehe...” canda Suci yang berusaha mengalihkan air matanya agar tidak turun.


“Isshhh... Mbak Suci apaan sih. Lagian memang tadinya aku tidak mau datang, cuma di pikir-pikir Lisa enggak tega sama Mbak Suci. Jadi Lisa datang deh, terus pas mau berangkat ada dia di depan rumah. Ya sudah sekalian nebeng, hitung-hitung ngirit uang jajan Mbak hehe...” jawab Lisa yang kembali mencoba menghibur Suci.


“Jadi rupanya ada yang mulai terpesona sama adikku nih? Hemm siapa yaa...” ucap Suci yang membuat Dion langsung salah tingkah hingga wajahnya mulai memerah, sedangkan Lisa dia malah sedikit gugup dan juga ragu.


“Ekhem... Kalian mau minum apa? Biar aku ambilkan sekalian mau ambil minum” ucap Dion sambil menetralkan rasa canggungnya.


“E... i-itu e... a-anu...” sahut Lisa dengan gugup yang semakin membuat Suci tertawa melihat kedua pasangan yang mana saling gengsi untuk menyatakan cinta mereka.


“Cieee... Ada yang lagi grogi di tawarin minum, sampai enggak tahu harus jawab apa hehe...” ledek Suci sambil menyenggol bahu Lisa.


“Huaaaa... Aku jadi malu aaa... Mbak Suci jangan menggodaku” rengek Lisa sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Kini tawa Suci pecah, tapi entah kenapa ia malah tertawa sambil menangis. Namun Suci langsung menghapus air matanya secepat mungkin agar tidak terlihat oleh Lisa dan tiba-tiba saja terdengar suara dengungan dari mikrofon, pertanda acara segera di mulai.


Seorang MC kemudian membuka acara satu persatu, sampai seketika saatnya ijab kabul akan di mulai. Lisa menoleh ke arah Suci, yang terdiam menatap ke arah Dimas dengan mata yang berkaca-kaca.


“Mbak... Mbak enggak apa-apa kan? Kalau Mbak enggak kuat, kita keluar saja dari gedung ini yuk... Aku tidak tega lihatnya” ucap Lisa sambil menggenggam tangan Suci, seolah-olah ia sedang mentransfer kekuatan untuk Suci.


Tak lama Dion kembali dengan wajah datarnya, dan langsung duduk di sebelah Lisa. Suci menoleh ke arah Lisa sambil tersenyum.


“Tidak apa-apa, aku kuat kok. Mungkin dengan cara seperti ini aku bisa membuat Mas Dimas kembali bahagia. Apa lagi di dalam perut sahabatku ada anak dari suamiku, aku tidak mau jika anak itu terlahir tanpa sosok Ayah”


Suci berbicara sambil menatap Dimas, yang mana di sana sudah ada Elsa yang baru saja duduk di sampingnya. Serta tak lupa Mamah Mita pun tersenyum lebar untuk memasangkan kain putih di atas kepala mempelai.

__ADS_1


Elsa menoleh ke arah Dimas dan tersenyum sangat bahagia, begitu pun dengan Dimas sendiri. Namun selang beberapa detik, mata mereka menyolot secara bersamaan tepat di wajah Suci.


“Maafkan aku sayang, aku sudah mengkhianati cinta kita. Tapi aku tidak bisa melepas tanggung jawab ini. Namun kamu tenang saja, aku akan pastikan kalian bahagia bersamaku dan aku juga tidak akan melepaskan kalian karena kalian adalah milikku...” ucap Dimas di dalam hatinya.


“Kasihan sekali kamu Mbak, harus menyaksikan pernikahan suamimu dengan sahabatmu sendiri. Mungkin di balik cobaan ini Allah sudah menyiapkan kado spesial untuknya. Tapi jika aku yang berada di posisi Mbak Suci, mungkin aku tidak bisa setegar dia”


“Bahkan Mbak Suci bisa tersenyum menatap mereka yang sebentar lagi akan melakukan ijab kabul. Aku yakin sih, pasti ada niatan busuk di balik sahabatnya itu. Lihat saja nanti, kau tunggu karma seorang pelakor. Aku akan jamin hidupmu bakalan lebih hancur dari Mbak Suci cih...”


Lisa menatap Elsa dengan tatapan yang sangat mengerikan, cuma entah kenapa Elsa malah tersenyum licik ke arahnya.


“Peperangan akan segera di mulai Suci, bersiaplah untuk menghadapinya. Aku akan membuatmu seperti merasakan hidup di sebuah neraka, dimana kamu tidak akan bisa merasakan kebahagiaan. Lalu nanti kamulah yang akan melepaskan Dimas karena dengan cara itulah aku bisa memiliki Dimas seutuhnya hihi...” gumam Elsa di dalam hatinya.


“Aku tahu pikiran dan juga tujuanmu menikah dengan Mas Dimas itu untuk apa, Sa. Bahkan di balik sifat diamku ini bukan berarti aku takut padamu, tetapi aku diam karena aku ingin melihat sejauh apa kamu bisa melakukan hal licik padaku”


“Mungkin kamu masih melihatku sebagai Suci yang lemah, tetapi saat ini tidak lagi Sa. Aku akan menjadi wanita yang kuat untuk membela kebenaran, dan jika aku harus kehilangan Mas Dimas aku rela. Tetapi aku tidak rela jika kamu bisa hidup dengan tenang tanpa mereka tahu siapa dirimu yang sebenarnya, Sa...”


Suci berbicara di dalam hatinya sambil tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Kemudian Lisa yang melihatnya pun segera memeluk Suci dari samping sehingga membuatnya sedikit terkejut dan tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Chubby ini... 🤭🤭🤭


Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2