Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Copy-an Arsya


__ADS_3

Sedangkan Suci dia tetap menyemil sambil meneruskan menonton drakor kesukaannya tanpa mengiraukan hisapan, jilatan atau pun gigitan kecil yang Arsya berikan agar membuat fokus Suci teralihkan. Namun, sayangnya Arsya tidak berhasil karena Suci akan tetap terus menontonnya hingga film pun habis.


Notenya : Dikarenakan aktifitas Suci semakin hari semakin banyak jadi dia selalu merasakan lapar dan juga selalu menyemil hingga tanpa di sadari Suci bagaikan orang yang sedang mengandung. Hal asli Suci hanyalah sekedar menaikan mood agar badan tidak selalu merasakan lelah.


Belum lagi Suci dan Arsya melakukan beberapa tes setiap bulannya agar segera bisa di berikan kepercayaan kembali, ya walaupun rahim Suci sehat tetapi mereka tetap mengecek kesehatan alat reproduksinya setiap 3 bulan sekali supaya bisa menghasilkan buah hatinya kembali.


...*...


...*...


4 tahun kemudian, dimana Suci sudah selesai dengan gelar S1-nya. Kemudian ia kembali meneruskan pendidikannya agar bisa mendapatkan gelar S2, yang mana seharusnya Suci menyelesaikan masa kuliahnya selama 6 tahun. Tetapi entah ada keajaiban apa, kini Suci telah menuntaskan kuliahnya hanya selama 5 tahun lebih dan mendapatkan gelar S2.


Bahkan Suci masuk dalam kategori salah satu murid terbaik di kalangan model dan juga desainer. Selama meneruskan pendidikannya Suci selalu mengikuti kegiatan yang ada di sekolah hingga ia banyak meraih prestasi, tidak terasa waktu cepat berlalu dan tepat di hari ini Suci telah lulus dengan nilai terbaik.


Baby Kay yang selalu di panggil dengan sebutan Baby, sekarang sudah menjelma menjadi pangeran kecil yang sangat tampan dengan wajah imut dan juga datarnya. Namun, jika bersama dengan orang tuanya Baby Kay selalu saja manja persis dengan sifat Arsya.


Entahlah bagaimana bisa Kay seperti mengopi semua sifat sang Daddy, sehingga Kay tumbuh bagaikan copy'an Arsya. Hanya saja ada perbandingan jauh antara umur mereka, dimana Kay sudah berumur 6 tahun, Arsya berumur 34 tahun dan Suci berumur 33 tahun.


Ya meskipun umur mereka sudah mulai terlihat sangat matang, tetapi tentang keromantisan tetaplah bagaikan anak remaja yang baru saja merasakan cinta. Tak lupa Bunda Reni dan juga Ayah Al memang sering mengunjungi mereka tetapi hanya sebulan sekali berlangsung selama 3 tahun, selebihnya mereka kembali ke Indonesia untuk menunggu kepulangan anak, mantu dan juga cucu kesayangan.


"Mom, apa kita jadi pulang kerumah Oma sama Opa? Memangnya tidak bisa kita tinggal di sini selamanya?" Tanya Kay dengan wajah datarnya saat melihat Suci sedang membereskan beberapa barang yang akan di bawa.


"Abang sayang, kan sudah beberapa kali Mommy jelaskan jika kepindahan kita ke sini itu hanya untuk meneruskan pendidikan Mommy agar Mommy bisa jadi orang yang hebat dan sukses, begitu juga dengan Daddy yang sudah berhasil memperluas bisnisnya. Jadi kita harus kembali dimana kita berasal" Jawab Suci dengan nada lembutnya.

__ADS_1


"Baiklah, Abang ikhlas jika kita harus pindah. Tapi sebelum pindah Abang mau jalan-jalan menghabiskan waktu yang tersisa, karena nanti kan kita tidak akan bisa ke sini lagi" Ucap Kay.


"Heheh.. tenang saja sayang, kapan pun Abang bisa main ke sini lagi. Asalkan Abang janji akan menjadi laki-laki yang baik, hebat, kuat, pintar, dan juga sangat menyayangi keluarga. Terutama Abang harus hormat pada orang yang lebih tua dari Abang, pahamkan apa yang selalu Mommy dan Daddy ajarkan?"


"Abang harus benar-benar membuktikan jika Abang adalah anak baik, jangan sampai Abang tumbuh menjadi anak yang nakal nanti bisa-bisa Mommy sama Daddy akan sangat sedih karena telah gagal dalam mendidik Abang"


Suci selalu menasehati Kay dengan semua ucapan baik hingga Kay pun telah mengerti sedikit demi sedikit apa yang harus dia lakukan agar bisa membuat bangga keluarganya.


"Abang janji Mom, suatu saat nanti jika Abang sudah besar Abang akan menjadi laki-laki yang Mommy dan Daddy inginkan. Abang sayang Mommy, pokonya siapa pun yang nyakitin Mommy akan berhadapan dengan Abang termaksud Daddy. Jadi kalau Abang marah Mommy jangan takut ya karena Abang marahnya bisa melebihi Daddy"


Pangeran kecil yang masih berusia 6 tahun itu benar-benar terlihat bagikan super herro bagi sang Mommy, bahkan saat ini mereka sedang berpelukan begitu mesra sampai-sampai seseorang yang baru saja pulang merasa iri saat melihat pemandangan yang indah di depan matanya.


"Assalammualaikum.." Ucap seseorang yang tidak lain adalah Arsya, pria gagah yang ketampanannya semakin bertambah.


"Waalaikumsalam.." Jawab Kay dan Suci secara bersama-sama dalam keadaan masih berpelukan di mana Kay menyandar di dada Suci sambil melirik Arsya.


"Heheh.. maaf Daddy, Mommy lagi ngepacking barang-barang sambil nyicil. Apa lagi kan lusa kita sudah mulai kembali ke Indonesia" Ucap Suci sambil menatap Arsya.


"Sudahlah Mom, jangan cape-cape. Biarkan nanti Daddy sendiri yang mengurusnya, lagian juga itu ngapain bocah ngelendotan mulu udah kek anak ayam aja" Sahut Arsya saat melihat Kay terus memeluk Suci.


"Emangnya kenapa? Enggak boleh? Bilang aja Daddy juga pengen kan, wleee..." Ledek Kay yang mana membuat Arsya geram.


"Yaaaakkk.. dasar anak menyebalkan! Jauh-jauh dari milikku, Mommymu ini adalah milik Daddy. Jadi jangan coba-coba merebutnya paham!" Tegas Arsya langsung memeluk Suci dari sisi yang berlawanan dengan Kay.

__ADS_1


"Huaaa.. hiks.. Daddy jahat!! Mommy ini punya Kay, bukan punya Daddy. Pokonya sampai kapan pun Mommy adalah milik Kay, titik!!!" Kay langsung kembali menari Suci dan memeluknya begitu erat. Hingga terjadilah rebutan tarik menarik sampai membuat Suci hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Punya Daddy!!"


"Punya Kay!!"


"Punya Daddy!!"


"Punya Kay!!"


"STOP!!!!" Suci yang awalnya hanya terdiam langsung berteriak sekeras mungkin dengan suara baritonnya, hingga kedua pria yang merebutkan dirinya langaung terdiam dalam keadaan menunduk.


"Astagfirullah, kalian berdua ini sudah besar loh. Mau sampai kapan kalian bersikap seperti ini? Bagaimana jika Mommy nanti sudah tidak ada di dunia, apa kalian akan menangis sepanjang hari?" Sambungnya lagi.


"MOMMY!!!" Teriak Kay dan Arsya secara bersamaan sambil menatap tajam ke arah Suci.


"Eohh... hehe.. ma-maaf, tapi apa yang Mommy katakan itu memang benar adanya. Kita sebagai manusia tidak pernah tahu berapa lama lagi kita akan berada di dunia. Jadi selama Mommy masih ada kapan pun kalian bisa memeluk Mommy sepuasnya. Tapi ingat, Mommy ini adalah milik kalian bukan milik perorangan. Mengerti?"


Suci berbicara dengan menoleh kearah Kay dan juga Arsya secara bergantian sambil mengusap pipi mereka dan tersenyum. Kemudian tanpa aba-aba Arsya serta Kay langsung memeluk Suci bersama-sama dengan sangat erat.


"Hiks.. Da-daddy sayang banget sama Mommy. Ja-jangan pernah tinggalin Daddy, ya Mom.."


"Kay juga sayang banget sama Mommy hiks.. Kay janji akan jadi anak baik dan tidak nakal, yang penting Mommy selalu ada di samping Kay hiks.."

__ADS_1


Kay dan Arsya berlomba-lomba untuk mengutarakan betapa bahagianya dia memiliki Suci, hingga Suci hanya bisa tersenyum menghadapi 2 big Baby yang sangat lucu ketika dalam mode manja.


Ya walaupun Kay dan Arsya selalu saja bertengkar, tetapi di dalam diri mereka memiliki kasih sayang yang sangat besar. Sehingga Suci merasa begitu bahagia saat mempunyai dua bodyguard yang akan menjaganya dan tidak akan membiarkannya merasa kesepian atau pun sedih.


__ADS_2