Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Video di Galeri Mas Dimas


__ADS_3

“Gila, ini sih banyak banget. Mbak Suci ternyata mudah ya untuk di rayu hanya dengan menunjukkan wajah sedih sedikit langsung luluh. Haha... Dahlah, waktunya Shopping supaya bisa tampil cantik nanti di depan Mas Dimas eh salah Tuan Dimas hehe...” ucap Elsa di dalam hatinya sambil menatap ponselnya yang layarnya masih menunjukkan bukti transferan Suci.


Lalu, ia berjalan dengan sangat bahagia sampai akhirnya pergi meninggalkan perusahaan Dimas. Di saat Suci ingin kembali ke kamar tiba-tiba saja ia di kagetkan dengan suara ketukan pintu.


Tok... Tok... Tok...


“Ya, silakan masuk” ucap Suci.


“Permisi, Bu. Ini saya mau antarkan minum untuk Mbak yang tadi duduk di situ. Loh, kok mbaknya tidak ada ya Bu. Apa jangan-jangan ada di kamar mandi?” tanya Astrid seorang OG dengan wajah bingungnya sambil menaruh es jeruk di meja.


“Oh tadi baru saja pulang. Eh tunggu, bukannya tadi kamu sudah bawakan minum? Saya lihat ada sirop di meja, lalu kenapa bawakan minuman lagi?” tanya Suci dengan kebingungan.


“Ya, Bu. Tadi saya sudah bawakan minuman sirop. Tapi, Mbaknya mintanya es jeruk soalnya dia bilang kalau dia tidak suka sirop berwarna merah gitu. Jadi, saya harus keluar dulu untuk membelikannya karena di dapur sirop jeruk sudah habis Bu. Dan setelah saya sudah membawakan orangnya malah pergi” ucap Astrid OG dengan wajah kesalnya.


“Ya Allah, maaf ya Astrid. Saya lupa untuk memberitahu kamu kalau Elsa memang tidak menyukai es sirop berwarna merah. Aduh, sekali lagi maaf ya sudah membuat kamu repot. Ya sudah sebagai permintaan maaf saya, ini ada sedikit uang untuk menggantikan es jeruk yang sudah kamu beli ini” ucap Suci sambil memberikan uang sejumlah Rp. 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) dari dalam tas kecil Suci.


“Aduh, Bu. Tidak usah, lagian Ibu ini kaya sama siapa saja. Sudah, Bu jangan. Saya ikhlas kok orang harganya cuma Rp. 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) kok, kenapa Ibu gantinya sebanyak ini” ucap Astrid OG sambil melihat tangannya.


“Sudah, tidak apa-apa. Ambil saja kalau perlu bagi-bagi sama yang lain hehe... Nanti kalau kurang bilang saja sama saya, hitung-hitung saya nyenengin kalian” ucap Suci sambil tersenyum.


“Ya ampun, Bu. Ibu baik banget, ya sudah ini saya terima ya Bu. Nanti saya akan bagi-bagi ke yang lain. Sekali lagi terima kasih ya Bu. Saya pamit dulu, permisi...” ucap Astrid OG yang langsung berjalan keluar ruangan.


Di saat Astrid sudah keluar, Suci kembali ke kamar untuk menemui Dimas. Namun, saat Suci sedang menaruh tas kecilnya di atas bangkar. Ia mendengar suara orang sedang mende*sah.


Aaakhhh... uhhh... heempp...


“Su-suara apa itu? Sepertinya tidak asing” gumam Suci yang langsung mencari sumber suara tersebut.


“Kayanya suaranya dari dalam kamar mandi, apa aku harus masuk? Tapi di dalam ada Mas Dimas, nanti aku di marahin lagi. Sudahlah di sini saja” ucap Suci yang sudah memegang gagang pintu kamar mandi.


Akkhhh... yesss... hemmpt... uhhh... enaakkhhh...


“Mas...”


“Mas sedang apa di dalam, kok Suci dengar Mas bilah Akhh, Akhh, Akhh... Yes, yes, yes sih. Mas gapapa kan di dalam?” tanya Suci dengan lugu.

__ADS_1


“Akhhh... be-bentarr akhh... sayanghh... huhh... A-akuhh sedang mengeluarkannya. Habisnya rasanya tidak enak jika aku menahannya terlalu lama” ucap Dimas dengan suara indahnya.


“Mas lagi ngeluarin apaan di dalam, kok suaranya seperti itu. Atau jangan-jangan Mas lagi main sama wanita lain iya...” teriak Suci yang langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi yang memang tidak di kunci oleh Dimas.


Dan saat ia berhasil masuk ke dalam matanya langsung melotot saat melihat Dimas duduk di atas kloset sambil memijit serta mengocok benda pusakanya yang terlihat sangat gagah perkasa.


“Ya ampun, Sayang. Kenapa kamu masuk ke sini” ucap Dimas yang sontak kaget saat Suci sudah berdiri di hadapannya dengan menutup mulutnya sambil melotot.


“Maaf, Mas. Suci kira Mas lagi main sama wanita lain, habisnya Mas dari tadi Akh, Akh, Akh mulu. Suci kan jdi panik, apa lagi Suci lagi halangan. Jadi, siapa tahu Mas bawa wanita lain ke sini” jawab Suci dengan sangat polos.


“Astaghfirullah, Dek. Bagaimana mungkin aku bisa membawa wanita lain, sedangkan kamu saja dari tadi di depan mengobrol sama sahabatmu. Bagaimana cara masuknya coba, dari jendela gitu? Mana ada wanita mau memanjat gedung setinggi ini. Ya ampun Dek, Dek... Kamu ini ada-ada saja. Kamu tidak lihat ini si Otong sudah ingin keluar, tapi saat kamu masuk dia malah tidak jadi keluar. Mana aku susah payah memompanya eh kamu masuk malah enggak jadi” saut Dimas yang sedikit kesal sambil masih menggenggam benda pusakanya.


“O-otong? Waw... Nama yang lucu hehe...” ucap Suci sambil tertawa geli saat melihat benda pusaka Dimas.


“Lucu, lucu. Terus ini bagaimana jadinya?” jawab Dimas dengan wajah kecewa.


“Ya sudah kita ke kamar yuk...” ajak Suci sambil mengambil celana Dimas yang menggantung lalu menggandeng Dimas untuk keluar dari kamar mandi.


“Ta-tapi, Dek. I-ini kan belum keluar...” ucap Dimas sambil berjalan mengikuti langkah kaki Suci.


“Dek, Dek. Ka-kamu mau ngapain sama si O-... hemmpt...” ucap Dimas sambil memejamkan matanya saat merasakan kelembutan mulut Suci yang sedang memanjakan benda pusakanya.


Dimas hari ini benar-benar di buat bingung dengan tingkah laku Suci yang sangat agresif. Ini pertama kalinya Suci mengulum benda pusaka Dimas menggunakan mulutnya. Ya meski pun tidak ahli, tapi setidaknya Dimas bisa merasakan usaha Suci untuk membuatnya merasa sangat di manjakan.


“Akhhh... stt... hemmp... Enakhh sayang, terusshhh...” ucap Dimas yang sudah merem melek sambil menekan kepala Suci untuk sedikit lebih masuk.


Suci yang merasa mulutnya sangat penuh pun merasa mual, namun ia menahannya demi memuaskan sang suami. Hampir 10 menit berlalu Suci mengulum, menjilat serta mengocok benda pusaka tersebut akhirnya kini hampir mencapai puncaknya. Lalu, Dimas menyuruh Suci kembali mengemut benda pusakanya hingga akhirnya tubuh Dimas bergetar hebat.


“Aaaaakhhhhhh...” suara des*sahan panjang Dimas yang langsung memuntahkan lahar susunya ke dalam mulut Suci hingga luber melewati sela-sela mulut Suci saking penuhnya.


Suci menelannya sedikit demi sedikit, lalu ia melepaskan benda pusaka Dimas dengan perlahan. Dimas yang melihat mulut Suci belepotan dengan laharnya membuat ia langsung mengambil tisu yang tepat di atas meja kecil sampingnya. Lalu, dengan perlahan ia membersihkan mulut Suci sambil mengucapkan terima kasih hingga mencium seluruh wajah Suci.


Suci hanya bisa tersenyum bangga dengan dirinya sendiri saat melihat kepuasan terukir jelas di wajah Dimas. Kemudian, Suci berdiri dan pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan mulutnya bersamaan dengan Dimas yang juga ingin membersihkan benda pusakanya. Setelah selesai, Dimas langsung memakai kembali celananya dengan rapi. Lalu, ia memeluk Suci dari belakang dengan keadaan yang sangat bahagia.


“Aduh, Mas. Jangan seperti ini dong, Suci susah buat memakai lipstiknya” keluh Suci sambil berdandan di depan cermin.

__ADS_1


“Hehe... Sekali lagi terima kasih sayang, hari ini aku benar-benar sangat bahagia. Hoya... Kamu tahu cara itu dari mana? Perasaan aku tidak pernah mengajarimu atau pun memberitahu tentang cara itu” tanya Dimas dengan wajah penuh penasaran.


“Dari ponsel Mas Dimas. Waktu kemarin-kemarin Suci tidak sengaja melihat ponsel Mas Dimas. Terus ada video di galeri Mas Dimas yang seperti itu, Suci yang penasaran langsung melihatnya. Hehe... Jadi Suci tahu semuanya dari situ. Eh, tu-tunggu. Tapi, buat apa Mas simpan video seperti itu?” tanya balik Suci yang membuat Dimas langsung gugup serta bingung.


“E... I-itu, a-anu sayang. Hem... Itu ka-karena aku ingin mengajarimu semua teknik serta gaya-gaya biar kita tidak terlalu bosan. Lagian, video itu sangat berguna bukan? Meskipun bukan aku yang memberitahukannya tapi secara tidak langsung dengan video itu kamu bisa tahu bagaimana caranya memanjakan aku hem...” ucap Dimas yang kembali memeluk Suci.


“Hehe... Ya sudah, lain kali bilang saja langsung Mas dari pada pakai video seperti itu. Suci kan jadi malu, tapi maaf ya Mas... Kalau tadi Suci tidak seahli yang ada di video soalnya Suci masih belum paham bagaimana memanjakan si Otong” ucap Suci.


“Tidak, sayang. Itu sudah lebih dari cukup kamu memanjakan si Otong. Toh dia bahkan sampai muntah banyak banget, sedangkan aku dari tadi berusaha lama banget muntahny tapi bagian sama kamu dia malah tidak terlalu lama” jawab Dimas.


“Sudah, lah Mas. Jangan di bahas Suci malu tahu, mending kita makan siang yuk Suci lapar nih” ucap Suci yang mencoba mengalihkan pembicaraannya.


“Ya sudah ayo kita makan di luar, sekalian ajak Dion siapa tahu dia mau ikut. Kasihan dia kesepian saat tahu Lisa pulang kampung hehe...” ucap Dimas.


“Ya, benar Mas. Ya sudah ayo kita ajak dia kasihan nanti kurang perhatian jadi kurus lagi hehe...” canda Suci.


“Yakkk... Stop memperhatikan dia, cukup perhatikan suamimu ini jangan laki-laki lain. Paham!” tegas Dimas yang membuat Suci malah tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo semuanya... Apa kabar kalian semua saat ini... 😃😃😃


Author ingin meminta maaf pada kalian semuanya di sini... 😔😔😔


Beberapa hari ini Author hanya bisa update 1 bab sehari ☹️☹️☹️


Karena jadwal kesibukan di RL jadi tidak bisa sering-sering update 😣😣😣


Tapi terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini guys... 🥺🥺🥺


Terima kasih dan sayang kalian banyak-banyak semuanya 🙏🏻🥰❤️


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2