Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Runtuhnya Kepercayaan & Kesombongan


__ADS_3

Sedangkan Papah Angga yang awalnya menahan pusing di kepalanya setelah mendengar ucapan Mamah Mita membuat dirinya langsung segar bugar dengan tatapan menyorot tajam. Sekuat tenaga Papah Angga menahan amarah yang ada di dalam dirinya, agar tidak keluar. Namun sayangnya kali ini sudah tidak bisa lagi untuk di pendam.


"Proyek besar? Cihhh.. mana ada maling ngaku maling, apa lagi kucing di kasih daging behh.. langsung di embat tanpa mikir panjang!"


"Selingkuh mah selingkuh aja kali enggak perlu drama ini itu, lagian juga udah bangkotan bukannya insyaf shalat yang rajin ini malah nyari penyakit. Masuk negara mampus lo!!"


"Bisa-bisanya membohongin istri, di kasih hati minta jantung! Enggak guna juga punya laki kek modelan lu tuh, pantasnya di buang aja kehutan biar di makan binatang buas sekalian. Percuma hidup kalau bisanya nyakitin istri doang! Lagian juga dulu kenapa gua bisa secinta itu sama lu bahkan sampai bucin, pada akhirnya gua tahu siapa lu hahah.. dasar tua BANGKA!!"


Mamah Mita tertawa penuh dengan kesakit hatiannya terhadap Papah Angga dan juga Suci, padahal jelas-jelas Mamah Mita hanya salah paham akibat rasa cemburu di dalam hatinya yang merasa jika Papah Angga terlalu membela Suci di tambah lagi siraman panas dari Elsa berhasil membuat Mamah Mita semakin berontak.


"SASMITA HENTIKAN UCAPANMU ITU, KARENA ITU SANGAT MENYAKITI HATIKU!!!"


"JIKA KAU TERUS MEMFITNAH SUAMIMU DAN JUGA MERENDAHKAN HARGA DIRINYA, MAKA JANGAN SALAHKAN AKU KALAU-..."


Papah Angga berteriak sekuat tenaga dengan sangat lantang, tetapi Mamah Mita langsung menjawabnya hingga membuat rumah yang terbilang besar dan mewah ini seketika bergetar begitu dahsyat.


Bahkan Bi Tina yang mendengar dari kamar Baby Diva saja sampai terkejut saat dia di suruh Mamah Mita untuk menjaganya sebentar sampai dia selesai dengan aktifitasnya.


Namun, sayangnya Bi Tina malah mendengar kegaduhan di dalam kamar mereka hingga berteriak sangat kencang sampai-sampai Baby Diva pun menangis kejar dan juga tubuhnya mulai bergetar akibat ketakutan. Bi Tina segera membawa Baby Diva keluar rumah menuju taman.


"KALAU APA, HAHH? KALAU KAU AKAN MENCERAIKAN AKU BEGITU? HAHAHAHA.. SILAKAN TUAN ANGGA YANG TERHORMAT, MAKA AKU AKAN SANGAT BERTERIMA KASIH JIKA KAU MENGAKHIRI SEMUA INI JADI AKU TIDAK AKAN TERSIKSA JAUH LEBIH LAMA LAGI!!"


"UPSSS.. MAAF AKU TERLALU BAHAGIA JIKA KAU AKAN MENCERAIKANKU, TAPI SAYANGAN ORANG SEPERTIMU PASTI TIDAK AKAN MENCERAIKAN ISTRI SECANTIK DIRIKU INI. LAGI PULA KAU TIDAK AKAN TEGA MELIHAT DIMAS DAN JUGA VINA MENJADI ANAK YATIM, JADI PERCUMA KAU BERTERIAK. AKU PUN BISA BERTERIAK LEBIH DARIMU!!"


Mamah Mita semakin berteriak ketika mendengar nada Papah Angga mulai meninggi, sehingga suara Mamah Mita bisa mencapai 2 oktaf lebih tinggi dari Papah Angga.


Papah Angga yang memang sudah tidak bisa terkontrol emosinya dari pada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ia langsung mencoba memejamkan kedua matanya sambil menarik nafas dalam-dalam.


Di saat nafasnya mulai stabil dan juga emosinya sudah mereda ia membuka kedua matanya, lalu tersenyum menatap Mamah Mita sampai-sampai membuatnya heran dengan mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Kenapa kau diam? Apa kau merasa kalah atau kau menjadi bimbang untuk menceraikan istrimu yang cantik ini? Hahah.. dasar lemah!!"


"Aku sudah bisa membaca pikiranmu, mana ada orang sepertimu rela melapaskan istri secantik diriku. Lagian juga selingkuhanmu sudah meninggalkanmu dalam keadaanmu yang sudah sakit seperti ini, bukan?"


"Jadi, pasti kau akan kembali mengemis padaku. Eiitss.. tapi tunggu dulu, aku akan memaafkanmu jika kau berlutut padaku sambil menyentuh kakiku barulah aku akan kembali menerimamu sebagi suamiku dan aku juga akan menjalankan kembali semua kewajibanku sebagai istrimu"


Mamah Mita melipat kedua tangannya dengan sangat percaya diri sambil tersenyum lebar menatap ke arah Papah Angga yang juga tersenyum ke arahnya. Dengan perlahan Papah Angga beranjak dari kasurnya lalu melangkahkan kakinya dan berhenti tepat di depan Mamah Mita.


Papah Angga menatap lekat, kemudian ia membungkuk perlahan hingga membuat Mamah Mita semakin percaya diri. Namun nyatanya salah, Papah Angga hanya membenarkan sendal yang ia gunakan sampai membuat Mamah Mita terkejut membuka mulutnya melongo.


"Ada apa? Pasti kau kira aku ini akan melakukan hal bod*doh seperti apa yang ada di pikiranmu dan menuruti semua ucapanmu barusan? Hahah... Sasmita, Sasmita!"


"Aku akui kamu memang sangat cantik, tetapi sayangnya kecantikan wajahmu itu menghalangi hatimu. Banyak orang yang hanya bisa berlomba-lomba untuk mempercantik dirinya, hingga melupakan jika kecantikan seorang wanita yang sesungguhnya terletak pada hatinya bukan wajahnya"


"Cuman aku sadar kalau Sasmita yang dulu menjadi istriku kini telah berubah, entahlah aku tidak tahu kenapa kamu bisa seperti ini. Tapi, aku ucapkan banyak-banyak terima kasih karena kamu sudah menjadi istriku berpuluh-puluh tahun"


"DENGAN PENUH KESADARAN TANPA AMARAH, SAYA ANGGA WIRAWAN MENALAK SASMITA SEBAGAI ISTRIKU!!"


Jedaaaarrrr...


Sebuah kilatan dahsyat bergema di rumah kediaman keluarga Dimas, awalnya cuaca sangatlah terang namun tiba-tiba saja berubah menjadi mendung bersamaan dengan suara Papah Angga dengan diiringin oleh petir yang menggelegar.


Ucapan Papah Angga berhasil membungkam Mamah Mita sampai membuat tubuhnya menegang, hingga ia berdiri bagaikan sebuah manekin sambil menatap wajah Papah Angga yang sangat serius.


Bahkan saat ini Papah Angga mulai tersenyum penuh kemenangan di saat telah berhasil meruntuhkan kepercayaan serta kesombongan yang ada di dalam diri Mamah Mita.


Papah Angga menatap Mamah Mita tanpa berkedip sedikit pun di serta menetesnya rintihan air mata bersamaan dengan jatuhnya air hujan yang sangat deras.


"Kamu tidak usah kawatir, Sas. Aku akan bertanggung jawab untuk membiayai hidup kalian setiap bulannya, aku tidak akan lepas tanggung jawab kepada kedua anakku. Meskipun mereka sudah besar dan juga bisa bekerja sendiri, tetapi aku akan tetap setiap bulan memberikan kalian biaya hidup sebesar 1 M"

__ADS_1


"Terima kasih banyak selama di dalam pernikahan kita kamu telah mengajarkanku pentingnya mendidik keluarga dengan baik agar tidak salah dalam menghadapi jahatnya dunia. Maafkan aku jika selama menjadi suamimu aku belum bisa membahagiakan kalian dan juga menjadi suami atau Papah yang baik"


"Aku pamit, jika Dimas dan Vina mencariku temui aku di perusahaan. Kau tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan pada mereka tentang perpisahan ini, biar aku yang akan memberikan pengertian pada mereka. Sekali lagi maafkan aku, permisi.."


Papah Angga tersenyum lalu ia melangkahkan kakinya pergi tanpa membawa apa pun kecuali ponsel dan juga dokumen penting serta identitasnya sendiri. Tidak ada pakaian, tidak ada barang. Semua Papah Angga tinggalkan begitu saja karena dia bisa membeli semua itu tanpa harus repot-repot mengemasinya.


Hatinya yang sudah sangat hancur hanya bisa menatap senyum ke arah seisi rumah, sampai seketika ia teringat kepada Baby Diva dan juga semua penjaga rumah.


Papah Angga mulai berpamitan satu persatu yang mana ada beberapa penjaga menyayangkan perceraian ini, tetapi mau bagaimana lagi mungkin itulah yang terbaik buat mereka.


Sampai-sampai Papah Angga memeluk erat Baby Diva dan menciuminya beberapa kali, namun sorot matanya seakan-akan membayangkan jika yang di peluknya saat ini adalah Baby Kay.


Tapi, tidak masalah Papah Angga langsung pergi meninggalkan rumah besar yang ia beli pertama kali mendapatkan kontrak besar, tapi sayangnya semua hanya tinggal kenangan bersama dengan isi dan juga penghuninya.


Papah Angga mengendarai mobilnya di sela hujan deras, wajahnya yang terlihat kacau dan juga sedih tetapi ia tetap berusaha kuat demi melanjutkan hidupnya agar bisa selalu memenuhi kehidupan mereka semua meskipun sudah tidak bisa kembali bersama.


Sedangkan Mamah Mita ia terjatuh duduk di lantai dalam keadaan meraung-raung menangis sangat keras, belum lagi Mamah Mita menjambak rambutnya dengan keras yang membuat Bi Tina langsung menurunkan Baby Diva di dalam pelukannya dan menolong Mamah Mita.


Di dalam rumah itu hanya terdengar teriakan penyesalan seorang istri yang mengira suaminya tidak akan berani menceraikannya, ternyata telah di patahkan dengan rasa sombongnya.


Sehingga Mamah Mita hanya bisa menelan semuanya seorang diri, apa lagi saat melihat Baby Diva berjalan kearahnya dan memeluknya membuat Mamah Mita tersenyum sambil menangis.


Kini, harapan Mamah Mita bisa bertahan hidup hanyalah dengan 1 alasan yaitu Baby Diva. Anak manis dan lucu itu telah berhasil menghibur Omanya agar selalu tersenyum serta kembali bermain dengannya.


Bi Tina hanya menatap sedih kearah Mamah Mita yang saat ini sudah tertawa bermain dengan Baby Diva.


Benar-benar sangat malang nasib keluarga ini. Semenjak keluarnya Suci, keluarga yang terlihat harmonis ini semakin berantakan dan juga hancur. Seakan-akan satu persatu sudah menerima karmanya sendiri, karena apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita tuai di kemudian harinya.


Rumah besar, mewah dan juga indah sekarang telah berubah menjadi rumah penuh kegelapan yang di kelilingi oleh kabut tebal berwarna hitam atau bisa di sebut dengan KARMA.

__ADS_1


__ADS_2