Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Pergi Refreshing Setiap Hari


__ADS_3

Elsa akan mendapatkan creambath, smoothing, cutting style, coloring dan juga bleachinh. Mana semua itu membutuhkan waktu 4 jam yang mana Elsa baru selesai dengan semua itu saat waktu menunjukkan pukul 9 malam.


Tidak lupa juga di sela-sela waktu pewarnaan rambut, Elsa sempat memesan makanan pesan antar yang mahal dan juga enak.


Saat ini Elsa sedang berada di perjalanan pulang, sementara itu Dimas menunggu Elsa di ruang keluarga.


Sedangkan Mamah Mita berada di kamarnya sambil memberikan ASI Elsa yang sudah di hangatkan untuk Baby Diva dan menidurkan. Tidak lama kemudian, Elsa datang dan berjalan melewati ruang keluarga menuju tangga ke lantai atas.


“Ke mana saja kamu selama ini, hahh? Apakah kamu tidak lihat kalau saat ini sudah jam berapa? Apakah kamu pikir jika dirimu itu masih single? Lalu kamu anggap aku dan Baby Diva itu apa dalam hidupmu?” tanya Dinas dengan nada dingin dan tegasnya sambil duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


Elsa yang tiba-tiba mendengar suara yang sangat lantang dan tidak asing itu pun langsung berhenti melangkah dan berbalik menghadap arah suara tersebut.


Elsa merasa terkejut saat melihat Dimas yang sedang duduk sambil menyilangkan kakinya dan tangannya di dada dengan tatapan yang sangat tajam dan juga dingin.


“Ma-Mas ada di si-sini ya... a-aku pi-pikir Mas ada di ka-kamar bersama Ba-Baby Diva. A-apakah Ba-Baby Diva sudah tidur a-atau sedang bermain de-degan Mamah?” ucap Elsa dengan nada ketakutan sambil melihat ke segala arah untuk mencari keberadaannya Baby Diva dan Mamah Mita.


“Sekarang kamu ingat jika di sini masih ada aku, Baby Diva dan juga Mamah? Aku pikir kamu sudah lupa dengan kami semua karena asyik menikmati waktumu di luar sana bersenang-senang” ujar Dimas dengan tatapan tajam dan menunjukkan sedikit senyuman jahatnya.


“A-apa sih ya-yang kamu katakan Ma-Mas... a-aku kan cu-cuma pergi untuk nya-nyalon dan spa aja. Kenapa ka-kamu malah menuduhku seakan-akan aku pergi dengan pria lain dan bersenang-senang” jawab Elsa dengan nada kaget dan sedikit terbawa emosi.


“Siapa yang bilang jika kamu pergi dengan pria lain, itu kamu sendiri yang mengatakannya. Aku bahkan tidak tahu ke mana, dengan siapa atau apa yang kamu lakukan di luar selama hampir 7 jam lamanya. Bahkan sekarang saja sudah jam 10 lewat” ujar Dimas dengan tatapan dingin dan wajah datarnya.


“Ka-kamu memang tidak mengatakannya, tapi cara kamu bicara itu seperti kamu yang meragukan diriku. Aku hanya pergi untuk refreshing karena aku merasa sangat jenuh dan kesal di rumah. Sudah kamu mafah denganku, Mamah yang terus-menerus menceramahi dan bahkan Baby Diva yang selalu menangis”


“Aku capek Mas kalau terus-terusan ada di rumah tapi selalu saja tidak bisa merasa nyaman sama sekali. Kamu enak bisa pergi ke kantor atau ke mana pun kamu mau, sedangkan aku harus selalu di rumah karena aku harus selalu menyetok ASI untuk Baby Diva. Aku juga ingin sekali-kali pergi refreshing”

__ADS_1


Elsa berbicara dengan nada kesalnya yang mana membuatnya semakin berani untuk membalas semua perkataan Dimas dengan segala alasan egoisnya Elsa.


Dimas yang mendengar semua perkataannya Elsa itu pun langsung tertawa geli karena alasan Elsa terdengar sangat melo dramatis.


“Hahaha... Refreshing katamu? Mana ada refreshing itu pergi setiap hari dengan menghabiskan uang hampir 1 miliyar selama satu bulan. Apa kamu pikir semua artis dan orang terkaya di dunia akan pergi refreshing setiap harinya tanpa memikirkan keluarga, hahh?”


“Stop playing victim Elsa! Tidak akan ada yang percaya dengan perkataanmu yang mana kamu seakan-akan adalah korban dari semua ketidakadilan di sini. Aku pergi bekerja sampai pulang larut malam agar kamu dan keluarga kita bisa hidup enak dan serba mewah, bukan karena aku malas-malasan”


“Mamah selalu ada di rumah juga karena kamu yang selalu saja menyerahkan Baby Diva padanya. Padahal Mamah sudah tua, jadi sudah seharusnya Mamah yang selalu pergi refreshing menikmati kekayaan yang selama ini Papah dan aku hasilkan. Harusnya kamu yang ada di rumah dan merawat Baby Diva dan juga mengurus rumah”


“Tapi kamu tidak pernah melakukan tugasmu sebagai istri atau Ibu dengan benar, Elsa. Kamu selalu saja mementingkan dirimu sendiri dan selalu lupa dengan semua orang yang selalu membantumu selama ini. Aku capek melihat tingkah kamu yang semakin hari semakin buruk, jadi stop playing victim Elsa!”


Dimas berbicara dengan sangat kencang dan penuh tekanan emosi karena dia sudah tidak bisa lagi menahan semua emosinya.


Namun di saat Dimas dan Elsa sedang bertengkar seperti ini, tiba-tiba saja Papah Angga masuk dan berjalan mendekati ruang keluarga.


Papah Angga bahkan mendengarkan semua teriakannya Dimas yang mana terdengar sampai ke luar rumah yang sangat besar tersebut.


Papah Angga lalu berhenti di tengah-tengah ruang keluarga dan menatap mereka bergantian.


“Kalau tahu malam ini akan ada drama keluarga murahan seperti ini, lebih baik aku tetap di kantor dan tidur di sana. Dari pada aku di sini dan tidur nyenyakku terganggu karena sudah beberapa hari ini aku tidak bisa tidur sama sekali karena seorang Ibu yang tidak bisa menenangkan bayinya yang menangis”


Papah Angga berbicara sambil melirik tipis ke arah Elsa yang mana membuat Elsa menggenggam tangannya dengan erat dan penuh emosi.


Papah Angga lalu sedikit tersenyum karena ternyata Elsa sangat mudah di pancing emosinya. Sedangkan Dimas malah diam saja saat mendengar semua perkataan Papah Angga tentang mereka saat ini.

__ADS_1


“Papah baru pulang? Tidak biasanya Papah pulang jam segini dan tidak memberikan kabar terlebih dahulu. Aku pikir Papah akan kembali menginap di kantor seperti beberapa hari lalu” ucap Dimas yang mencoba mengganti topik pembicaraan sambil menenangkan emosinya yang hampir meledak.


“Kalau aku tahu akan terjadi seperti ini dan harus mengambil baju kerjaku yang baru dan bersih, aku juga tidak mau kembali ke sini. Bahkan tempat ini tidak bisa lagi di anggap sebagai rumah, melainkan sebagai tempat shooting film sinetron. Sudahlah lebih aku mengambil pakaianku dan kembali ke perusahaan untuk beristirahat”


Papah Angga berbicara sambil berjalan menjauhi Elsa dan Dimas karena dia tidak mau lagi berurusan dengan mereka.


Sedangkan Elsa dan Dimas hanya bisa melihat kepergiannya Papah Angga karena mereka tidak bisa membantah satu kata pun yang keluar dari mulutnya Papah Angga.


Lalu Elsa pun juga berjalan pergi dari sana dan pergi menuju kamar mereka untuk bersih-bersih dan beristirahat.


Bahkan lagi dan lagi, Elsa lupa dengan Baby Diva yang mana masih berada di kamarnya Mamah Mita dan Papah Angga. Lalu Dimas hanya bisa duduk di sofa ruang keluarga sambil bersandar dan menghela napas beratnya.


Di saat Papah Angga masuk ke dalam kamarnya, dia sudah tidak terkejut lagi jika kamarnya berantakan karena di jadikan tempat bermain untuk Baby Diva oleh Mamah Angga.


Papah Angga lalu masuk ke kamar mandi dan langsung bersih-bersih bahkan tanpa mengapa Mamah Mita.


Sedangkan Mamah Mita juga hanya diam saja dan tetap fokus untuk menidurkan Baby Diva.


Setelah keluar dari kamar mandi, Papah Angga menggunakan pakaian yang nyaman lalu pergi ke lemari pakaiannya untuk mengambil beberapa pasang kemeja dan jas untuk di bawa ke perusahaannya.


Lagi dan lagi Mamah Mita hanya diam saja tanpa mau menegur ataupun berbicara dengan Papah Angga.


Rasanya seperti Mamah Mita dan Papah Angga adalah pasangan pengantin baru yang tidak saling mengenal dan peduli satu sama lain.


Setelah selesai mengambil pakaiannya, Papah Angga berjalan ke luar kamarnya sambil membawa tas berisikan pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2