
Entah mengapa tapi Suci seperti senang membuat Arsya begitu kelagepan akibat tingkahnya yang selalu berubah-ubah. Hingga akhirnya Arsya mulai menatap ke sekeliling penjuru restoran itu untuk mencari keberadaan pemilik resto yang Suci ceritakan, namun nihil. Arsya tidak menemukannya, jadi satu-satunya cara ialah Arsya memanggil pelayan.
“Pelayan!!” pekik Arsya dengan suara baritonnya yang terdengar sangatlah nyaring.
Para pelayan pun segera berlarian untuk mencari sumber suara tersebut. Ada lah sekitar 5 pelayan berdiri di depan Arsya dengan keadaan menunduk ketakutan.
“Ada apa lagi sih Mas, dari tadi kamu itu tidak bosan apa ya bikin orang-orang pada jantungan mulu” ucap Suci yang mampu membuat Arsya melirik ke arahnya.
“Sudahlah jangan banyak bertanya lagi, ini urusan laki-laki” sahut Arsya dengan datar yang malah mendapat lirikan acuh dari Suci.
“A-ada a-apa Tu-Tuan...” ucap salah satu pelayan yang mewakili semuanya, dan Arsya menatap pelayanan itu dengan tatapan yang cukup mengerikan.
“Panggil bos kalian agar menghadapku, sekarang!!” tegas Arsya yang membuat ke-5 pelayan tersebut lari kocar-kacir untuk segera memberitahu apa yang Arsya sampaikan.
Suci yang merasa bingung dengan apa yang Arsya lakukan, ia malah kembali melanjutkan makannya. Namun saat Suci ingin memasukkan sesuap lagi ke dalam mulutnya, tiba-tiba saja Arsya langsung menangkis tangan Suci hingga sendok yang Suci pegang terlepas dan terjatuh ke lantai. Suci yang terkejut itu pun langsung saja berdiri tepat di depan Arsya dengan wajah kesalnya.
“Astagfirullah Mas Arsyaaaa... kenapa kamu jahit banget sih..” pekik Suci yang membuat semua pengunjung langsung menatap kedua sejoli ini.
“Jangan makan makanan yang gratis seperti itu. Mungkin saja itu makanan basi, mengandung racun, atau bisa juga ada maksud tertentu dari pemilik resto” jawab Arsya dengan wajah cemburunya.
Suci yang tidak paham itu membuat ia benar-benar kesal, entah mengapa hari ini Suci terlihat sangat kesal sekali saat melihat wajah Arsya.
“Mana mungkin ini basi Mas Arsya... astagfirullah... orang makanannya saja masih hangat dan juga kalau misalnya ada racunnya pun pasti Suci sekarang ini sudah terbaring tidak berdaya serta muntah-muntah. Tapi ini biasa saja kok tidak ada yang aneh...” ucap Suci.
“Jika bukan seperti itu, maka alasannya hanya ada satu yaitu kalau dia tertarik padamu serta dia mengibarkan bendera peperangan denganku. Cih...Dasar licik! Permainan classic... lihat saja nanti, aku akan menunjukkan cara bermain yang sebenarnya” ucap Arsya dengan senyuman devilnya.
Sedangkan Suci yang mendengar itu pun membuat dirinya sangat bingung dan benar-benar tidak tahu. Namun ia saat mau membuka suara, tiba-tiba pemilik restoran itu datang mendekati mereka.
“Permisi Tuan dan Nyonya... ada yang bisa saya bantu?” tanya pemilik resto dengan wajah tersenyumnya dan Arsya yang melihatnya seketika dia langsung menoleh dan mendekatinya.
“Apa maksudmu memberikan makanan gratis ini untuknya?” tanya Arsya dengan tatapan yang sangat tajam.
Pemilik resto yang sudah mengetahui siapa pria yang ada di hadapannya ini, membuat dirinya tersenyum lebar dan langsung menjulurkan tangannya.
__ADS_1
“Astaga Tuan Arsya wah... senang sekali saya kedatangan tamu spesial seperti Anda. Selamat datang Tuan Arsya... saya Poppy, pemilik resto ini” ucapnya dengan ceria.
“Tidak usah banyak basa-basi padaku! Lebih baik kau jelaskan apa maksudmu dengan memberikan makanan gratis ini untuk calon istriku? Apa kau mengira jika dia tidak akan bisa membayarnya? Cihh... jangankan untuk membayar ini, bahkan untuk membeli resto ini pun aku sanggup!"
"Atau jangan-jangan kau menyukainya, begitu hah!!” pekik Arsya keras sambil menaruh kedua tangannya di kerah jas Poppy yang juga membuat Suci refleks langsung memelototkan matanya dan berusaha melepaskan tangannya Arsya yang hampir mencekiknya.
“Astagfirullah, Mas Arsya... lepaskan tanganmu ini...” pekik kaget Suci dengan wajah cemasnya dan akhirnya berhasil membuat Arsya menurunkan tangannya dan Poppy langsung saja membenarkan jasnya yang sedikit berantakan akibat ulah Arsya.
“Maksud Tuan Arsya ini apa? Asal Tuan tahu saja ya, saya ini sudah mempunyai istri dan juga anak jadi tidak mungkinlah saya menyukai wanita lain. Kalau mau cemburu itu liat situasi dahulu Tuan, ini restoran bukan tempat pribadi. Banyak pengunjung yang menatap ke arah kita dengan tatapan aneh"
"Jika Tuan seperti ini sama saja dengan Anda itu menjelekkan reputasi restoran saya paham!” tegas Poppy yang mampu membuat Arsya memerah malu karena ucapan Poppy berhasil membuat Suci langsung menolehnya.
“Mas Arsya cemburu padanya? Hanya karena aku dapat makanan gratis ini?” tanya Suci dengan tatapan aneh.
“E-enggak, ka-kata siapa? Jangan kamu percaya, di-dia hanya mengada-ngada saja. Aku seperti ini ka-karena aku tidak mau kamu memakan makanan gratis darinya itu yang seakan-akan seperti merendahkan diriku"
"Lalu dia berpikir jika kamu tidak akan mampu membayarnya, jadi saya tidak terima” ucap Arsya dengan wajah yang mulai memerah dan berusaha menahan gugupnya dengan berpura-pura bersikap tenang.
“Kalau cemburu ya bilang saja cemburu Tuan, tidak usah gengsi seperti itu. Entar bagian hilang nangis nyariin hihi...” ledek Poppy yan langsung ditatap tajam oleh Arsya.
“AstagfirullahbMas... Mas... jadi dari tadi kamu marah-marah enggak jelas karena kamu cemburu padaku, Mas?” ujar Suci dengan tersenyum yang seakan-akan ia meledek Arsya, sehingga wajah Arsya semakin memerah.
“Ti-tidak... a-aku tidak cemburu! Titik!!” pekik Arsya yang sangat kesal pada Poppy, karena ia telah membongkar aibnya sehingga Suci mengetahuinya.
“Uluhh... uluhhh... tayang hihi... gemes deh pengen cepat-cepat bawa ke kamar aja hahaha...” canda Suci yang mampu membuat Arsya meleleh bagaikan balok es yang di panaskan.
Bahkan semua pengunjung restoran pun yang menatap mereka juga ikut tertawa melihat tingkah pasangan yang sedikit menghibur. Suci lalu mencubit kecil pipi Arsya dengan gemasnya yang membuat Arsya semakin salah tingkah dan detak jantungnya bekerja sangan kencang.
“Yaaak... apaan sih, sakit tahu. Memang kenapa kalau aku cemburu, hah!? Salah kalau aku cemburu? Tidak kan, jadi yang salah itu kalian. Kenapa kalian sangat menyebalkan!!” pekik Arsya yang sudah tidak bisa mengontrol rasa malunya.
“Hahaha... aduuh Mas... kamu itu salah paham loh, jadi sebenarnya itu saat aku masuk ke dalam restoran ini tuh aku di kejutkan dengan Tuan Poppy yang udah menyambutku karena katanya restoran ini mempunyai reword khusus. Nah... di reword itu pelanggan yang ke 1000 pasti akan diperlakukan lebih spesial"
"Mereka itu akan dimanjakannya dengan berbagai jenis menu rekomendasi yang terbaik secara gratis. Begitu loh... bukan seperti yang ada di dalam pikiranmu itu, jika Tuan Poppy menyukaiku, hahaha...” Suci terkekeh bersama dengan yang lain hingga membuat Arsya memelototkan matanya dengan wajah memerah.
__ADS_1
“Hahaha... aduduhh... kasihan ya calon suaminya, pasti dia malu banget karena cemburunya salah tempat hahaa... Tapi beruntung juga sih calon istrinya itu bisa mendapatkan suami kaya raya, tampan, gagah dan sangat mencintainya. Pasti mereka akan selalu bahagia”
“Iyaa benar banget, seorang wanita jika mendapatkan seorang pria yang sangat mencintainya pasti akan di perlakukan bagaikan seorang ratu di istana hatinya. Jadi beruntung sekali dia hanya karena masalah makanan gratis kayak gini aja calon suaminya sudah cemburu buta seperti ini haha...”
Para pengunjung saling sahut menyahut untuk menyuarakan kegemasan mereka saat melihat tingkah cemburunya Arsya pada Suci hanya karena soal makanan gratis. Sedangkan Arsya yang sudah malu bercampur kesal, langsung pergi begitu saja yang membuat Suci semakin tertawa.
“Ckk... menyebalkan!” gumam Arsya dan langsung berjalan pergi dari sana.
Suci yang melihat itu hanya bisa terus tertawa hingga pada akhirnya berhenti tertawa dan berpamitan serta tak lupa untuk meminta maaf pada Tuan Poppy selaku pemilik restoran tersebut.
“Ya sudah Tuan Poppy, saya minta maaf ya atas tingkah gemasnya itu. Saya mau berterima kasih atas makanan gratisnya bahkan rasanya sangat enak sekali loh. Kapan-kapan kalau ada waktu deh saya akan ke sini lagi dan menjadi pelanggan yang ke 1000 lagi biar bisa makan gratis terus hihi...” ucap Suci yang membuat Tuan Poppy ikut tertawa.
“Hehe... silahkan saja Nyonya, dengan senang hati saya pasti akan menyambut kalian berdua dengan status yang baru. Saya doakan semoga kalian berdua bisa menjadi pasangan suami dan istri yang sangat bahagia...” ujar Poppy si pemilik restoran itu dengan tersenyum.
“Amiin... terima kasih Tuan, saya pamit dulu permisi...” ucap Suci yang langsung pergi menyusul Arsya menuju mobilnya.
Tuan Popy yang melihat itu hanya bisa tertawa gemas, dan tak lupa dirinya juga meminta maaf kepada para pengunjung karena waktu mereka sempat terganggu dengan adanya adegan menegangkan sekaligus menggemaskan. Lalu Poppy kembali ke ruangannya dengan keadaan menggelengkan kepala. Baru kali ini dia melihat orang yang sedingin Arsya bisa menjadi pria bucin seperti itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻