Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Panggil Aku Bunda Reni


__ADS_3

Suci bercerita sambil menangis yang membuat Tante Reni pun ikutan meneteskan air mata. Namun Tante Reni juga tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi, ia hanya bisa memeluk Suci dengan begitu erat.


“Sudah, jangan menangis seperti ini. Jika memang dia benar melakukan itu padamu, kamu harus bisa melawannya jangan hanya bisanya diam menerima semua ini”


“Kamu harus bisa menyelamatkan harga dirimu sebagai seorang wanita agar tidak selalu di injak-injak olehnya. Jika kamu diam dan terus menerima, maka dia akan semakin semena-mena padamu, Suci"


“Laki-laki sejati tidak akan pernah mau melihat wanitanya terluka sedikit pun, baik luka goresan atau pun luka mental. Laki-laki sejati akan selalu berusaha membuat wanita itu bagaikan seorang Ratu di hatinya”


Tante Reni meraup wajah Suci, mencoba untuk menyadarkan Suci jika ia tidak boleh selalu menerima semua perlakuan suami serta mertuanya itu. Dia harus bisa melawannya demi menyelamatkan harga dirinya, walau pun harus kehilangan cintanya. Suci terdiam sambil menatap Tante Reni dengan air mata dan juga senyuman.


“Bolehkah Suci memeluk Tante, sekali lagi? Suci tidak tahu harus memeluk siapa lagi jika Suci merasa sesedih ini hiks...” pinta Suci dengan nada lirihnya.


Tanpa menjawab, Tante Reni pun kembali memeluk Suci dan tanpa mereka sadari ada seorang laki-laki yang tadinya ingin turun ke bawah kini mengurungkan niatnya saat melihat kedua wanita itu saling berpelukan. Laki-laki itu melihat Suci dengan tatapan tajam serta kebingungan.


“Siapa wanita yang bersama Bunda itu? Kenapa sampai Bunda membawanya masuk ke dalam rumah? Apakah dia sepenting itu buat Bunda ?”


“Ini kali pertamanya Bunda membawa orang lain masuk serta menginjakkan kaki di rumah ini setelah kepergian dia...” Laki-laki itu menyuarakan suaranya penuh tanda tanya di dalam hatinya, sambil memperhatikan gerak-gerik Tante Reni dan juga Suci.


“Sekali lagi terima kasih, Tante. Setelah Suci menceritakan semuanya, perasaan Suci sudah jauh lebih baik. Suci akan mengingat semua nasihat dari Tante Reni, Suci akan coba perlahan bangkit dari semua ini demi mempertahankan hak dan harga diri Suci sebagai seorang istri serta wanita”


“Namun jika mereka sudah keterlaluan, maka di saat itulah Suci harus mengambil langkah agar Suci tidak terus menerus berada di dalam sebuah ikatan yang mana hanya Suci yang berjuang seorang diri untuk mempertahankan ikatan itu” Suci berbicara sambil menghapus air matanya dan menatap lurus ke arah depan, membuat Tante Reni tersenyum.


“Bagus! Itu yang aku harapkan. Aku yakin kamu wanita yang kuat, wanita yang hebat dan juga wanita yang tegar. Jadi mulai saat ini panggil aku dengan sebutan Bunda ya karena kamu sudah menjadi Tuan Putriku” tegas Tante Reni, yang membuat Suci langsung menolehnya dengan wajah terkejut.


“Ta-tante bicara apa tadi? Su-suci tidak paham?” jawab Suci dengan terbata-bata.


“Panggil aku Bunda Reni, dan mulai saat ini kamu adalah anakku. Jadi jika ada apa-apa denganmu, maka aku akan ikut turun tangan. Meski pun aku harus melawan keluarga sahabatku sendiri aku sudah siap demi membelamu, Tuan Putriku yang cantik”


Tante Reni tersenyum dengan sangat bahagia, membuat hati kecil Suci begitu tersentuh dan tanpa berpikir lama lagi. Bibir suci mengucapkan satu kata yang membuat hati Tante Reni bergetar hebat.


“Bu-Bunda...?” panggil Suci dengan suara bergetar.


Tante Reni yang mendengar perkataan Suci itu seakan-akan ia seperti mendapatkan suatu hadiah yang begitu besar. Padahal Tante Reni kira panggilan Bunda itu hanyalah bersifat biasa saja, namun jika Suci yang mengucapkannya malah membuat ia begitu tersentuh.

__ADS_1


Laki-laki yang masih berdiri di atas pun merasa terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Bundanya itu. Bahkan panggilan Bunda yang Suci suarakan juga sedikit menggetarkan hatinya. Ia merasa jika yang bersuara itu adalah wanita yang sangat ia cintai, namun kini hanyalah tinggal kenangan.


“Akhirnya aku kembali memiliki seorang putri, setelah beberapa tahun aku tidak mendengar seseorang memanggilku dengan sebutan Bunda, kecuali putraku dan juga suamiku. Terima kasih Suci, kamu sudah hadir dalam hidupku” ucap haru Bunda Reni yang langsung kembali memeluk hingga mengecup seluruh wajah Suci.


Suci hanya bisa tersenyum penuh kebahagiaan, tidak di sangka jika dibalik semua penderitaan yang ia alami selama ini malah membuatnya menemukan kebahagiaan lainnya yaitu berupa seorang Bunda. Setelah selesai dengan semuanya, Suci berpamitan pada Bunda Reni karena ia harus segera pulang dan tidak bisa berlama-lama di sini.


“Bun, Suci pulang dulu ya. Nanti kapan-kapan Suci main ke sini lagi deh... Tapi untuk saat ini Suci harus pulang. Jika suci keluar terlalu lama, pasti mertua Suci akan berpikir jika Suci tidak ingat pada tugas Suci” ujar Suci.


“Yaahh... Baru juga sebentar sayang kamu ke sininya. Tapi ya sudah deh tidak apa-apa, nanti Bunda akan menyuruh sopir untuk mengantarkanmu pulang” jawab Bunda Reni.


“Tidak usah, Bun. Suci bisa sendiri kok pulangnya, nanti jika ketahuan sama orang rumah bagaimana? Pasti persahabatan Bunda sama Mamah akan terganggu. Suci tidak mau itu sampai terjadi hanya karena Suci” ucap Suci.


“Tidak perlu khawatir, sayang. Nanti sopir bisa menurunkanmu di ujung jalan supaya kamu bisa berjalan kaki sedikit ke rumah suamimu itu. Bunda khawatir jika ada apa-apa denganmu nanti” jawab Bunda Reni dengan kecemasannya.


“Ya sudah, bagaimana baiknya saja Bun. Suci pamit ya, Bunda baik-baik di sini” peluk Suci.


“Kamu juga baik-baik di sana, jika ada apa-apa segera kabari itu pada Bunda ya. Ingat selalu pesan Bunda, tanamkan di dalam diri kamu kalau kamu adalah wanita yang kuat jadi jangan sampai kamu selalu di rendahkan. Harga dirimu jauh lebih berharga dari cintamu itu, sayang” Mamah Reni selalu menasihati Suci tanpa rasa lelah.


Suci pun selalu ingat dengan pesan itu, ia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu keduanya berdiri dan berjalan keluar rumah, dan langsung di kawal oleh beberapa bodyguard yang berjaga-jaga.


“Siapa wanita itu? Kenapa Bunda membawanya masuk ke dalam rumah ini? Apa Bunda lupa, jika cuma dia yang bisa masuk ke rumah ini?” ujar laki-laki tersebut yang berdiri di belakang Bunda Reni.


Bunda Reni pun memutar tubuhnya menghadap laki-laki itu dan berkata dengan tegasnya, “Sudah berapa kali Bunda ingatkan, jika dia sudah tidak ada bahkan sudah tidak bisa menginjakkan kakinya di rumah ini. Tapi kenapa kamu selalu berkata jika dia akan kembali?”


“Tapi hatiku selalu berkata seperti itu, Bun. Entah kenapa aku yakin dia akan kembali pulang ke rumah ini dalam keadaan baik-baik saja dan juga akan segera menjadi menantu Bunda satu-satunya” ucap laki-laki itu dengan mata memerah.


“Sudah cukup, Arsya!! Buang jauh-jauh pikiran gilamu itu, Bunda selalu ingatkan kamu jika Thirta sudah meninggal dan dia tidak akan pernah bangun dari tidur panjangnya, paham!”


“Apa kamu lupa dengan kejadian beberapa tahun lalu? Thirta mengalami kecelakaan 1 bulan sebelum pernikahan kalian. Bahkan di sana kamu bisa lihat jika Thirta sudah tidak bisa di tolong, jadi Bunda harap kau segera bangkit”


“Bunda cape, Sya!! Setiap saat harus mengingatkanmu akan kenyataan hidup yang harus kamu jalani kedepannya tanpa adanya bayang-bayang dari Thirta. Kasihan dia, Sya. Biarkan Thirta hidup bahagia di sana, jangan buat dia susah melangkahkan kakinya hiks...”


“Harusnya kamu ingat pesan Thirta. Jika ia sudah tidak ada, maka Thirta mau lihat kamu melanjutkan hidupmu bersama orang lain. Tidak seperti ini, hidup dengan semua dendam yang ada di dalam hatimu kepada seseorang yang sampai saat ini tidak tahu siapa yang sudah menabrak Thirta”

__ADS_1


Bunda Rena berusaha menahan kesedihannya selama ini agar bisa selalu kuat di depan Arsya dan tidak membuatnya selalu terjebak dalam masa lalunya. Namun saat ini Bunda Reni sudah tidak bisa lagi menahannya, seakan-akan ia ingin melepaskan beban beratnya yang selama ini ia pikul sendiri karena sang suami masih menjalankan tugas di luar negeri dan belum bisa kembali.


Arsyaka Atthallah Valleanno merupakan pria tampan, gagah, cool dan juga penuh kewibawaan dengan usia 29 tahun. Dia adalah putra satu-satunya Bunda Reni atau Karenina Eliza Valleanno. Akibat meninggalnya calon istrinya itu membuat Arsya yang tadinya ramah, murah senyum dan juga sangat manja, kini seketika sifatnya hilang entah kemana.


Dia berubah menjadi Arsya yang cuek, dingin, bahkan juga ia sangat irit berbicara. Arsya memiliki sebuah perusahaan yang jauh lebih besar dari Dimas, dan sudah berada dimana-mana. Bahkan perusahaan Arsya juga memiliki ikatan kerja sama bersama perusahaan Dimas.


Namun saat ia mendapatkan kabar tentang kekasihnya yang mengalami kecelakaan, membuat Arya sangat-sangat hancur. Setiap detik Arsya tidak pernah meninggalkan kekasihnya itu yang bernama Thirta Samrin dengan usia 24 tahun. Sampai seketika, Thirta sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya.


Lalu Thirta berpesan kepada Arsya untuk mencari penggantinya, tapi Arsya yang sangat mencintainya tidak mau dan tidak rela jika Thirta menutup mata untuk selamanya. Namun takdir berkata lain, Thirta meninggal dalam keadaan tubuhnya yang sangat lemas dan terdapat luka hingga patah tulang di mana-mana.


Dari situlah Arsya mulai berubah menjadi pria yang sangat tertutup hingga dingin yang membuat semua wanita enggan mendekatinya. Berbagai usaha sudah Bunda Reni lakukan, sampai-sampai Arsya juga pernah di jodohkan dengan Vina anak dari Mamah Mita dan adik dari Dimas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan tetaplah tersenyum dan semangat 45, MERDEKA... 💪🏻💪🏻💪🏻


Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 🥳🇮🇩🇮🇩


Happy Independance Day our beloved county, Indonesia... 🥳🇮🇩🇮🇩


I Love You Guys... ♥️♥️🤍🤍

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2