
Suci berbalik dan ia menatap Arsya yang begitu gemasnya dengan kecoa tersebut malah membuat Suci terkekeh hingga ia mengalihkan perhatiannya Arsya itu dan langsung menatapnya.
“Ada apa? Kenapa kau ketawa?” tanya Arsya dengan wajah bingungnya.
“Hehee... tidak ada apa-apa kok. Sudah Mas kasihan kecoanya itu sudah hancur tak tersisa bagaikan perkedel. Lebih baik Mas tenang terus minum dulu gih... Suci mau mandi dulu, gapapa kan Mas ambil minumannya sendiri?” ucap Suci yang membuat Arsya pun mengangguk serta menghapus keringatnya yang dari tadi mengucur deras akibat perasaan yang campur aduk.
Arsya berjalan keluar dari kamar mandi meninggalkan Suci, lalu Suci mengunci pintunya dan dia melanjutkan mandinya. Sedangkan Arsya, ia minum terlebih dulu dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Entah kenapa Arsya tiba-tiba langsung membayangkan adegan ciumannya tadi bersama Suci yang membuat Arsya pun tersenyum bahagia. Ya meskipun sudah dua kali gagal unboxing, tapi setidaknya dia sudah mencicipi sedikit demi sedikit yang ada di tubuh Suci.
Arsya pun merasa jika Suci sudah mulai membuka peluang hatinya untuk Arsya agar ia bisa masuk ke dalam kehidupan barunya. Harapannya Arsya hanya satu, semoga saja rumah tangga yang baru ia jalani bisa berbuah manis ya meskipun di awali dengan rasa yang pahit.
...*...
...*...
3 hari telah berlalu...
Tepat pukul 7 malam di dalam sebuah kontrakan yang penuh kesederhanaan, terdapat seorang pria tampan yang saat ini sedang berdiri di depan pintu depan keadaan menyender di mobil mewahnya dengan menatap layar ponselnya.
“Sudah 20 menit lamanya tapi kenapa ia tidak keluar juga? Apa dia masih marah padaku? Tapi aku sudah bilang jika aku akan mengajak ia pergi kesuatu tempat untuk menebus kesalahanku yang selalu membuatnya kesal, tetapi kenapa tidak ada tanggapannya?”
“Huuuh... padahal sudah aku bela-belain berdiri lama di sini untuk menunggunya, cuma ya sudahlah... ya kalau dia masih butuh waktu ya tidak apa-apa, aku akan menunggunya sampai dia sendiri ingin pergi denganku”
Pria tersebut terlihat sangatlah kecewa dengan apa yang ia terima, padahal dari tadi dia sudah sangatlah senang dengan niatannya agar bisa membujuk dan juga ingin berbicara serius kepada wanita itu. Tapi siapa yang akan sangka wanita itu malah terlihat seperti dia enggan sekali untuk menemui pria ini.
Jadi yasudah... mau bagaimana lagi toh memang itu sudah kesalahan yang fatal bagi Pria ini karena sudah menyakiti hati wanita itu. Dengan wajah lesunya, pria itu kembali memasukkan ponselnya dan dia berjalan malas menuju pintu kemudi.
Di saat pria itu baru saja mau membuka pintu mobilnya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dari arah belakang dan membuat pria itu mengurungkan niatannya dan langsung aja menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
“Pak Dion, maaf ya kalau aku kelamaan keluarnya...” ucap seorang wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Lisa.
Lisa pun berdiri tepat di belakang Dion dengan segala kecantikannya dan juga kemanisannya yang membuat Dion pun berbalik secara perlahan dalam keadaan mata melongo.
Dion tidak percaya jika pakaian yang ia belikan kemarin kini terlihat begitu indah dan juga sangat cocok melekat di tubuh mungil, putih nan bersih Lisa bagaikan kembang desa. Belum lagi riasan simpel serta elegan Lisa menjadi saksi betapa indahnya ciptaan Tuhan yang tidak ada tandingannya.
“Ca-cantiiik...” gumam lirih Dion dengan wajah yang sudah mulai memerah.
Namun ucapan Dion berhasil membuat wajahnya Lisa yang tadinya masih kesal kini berubah tersenyum begitu manisnya sampai Dion pun terhuyung menyender di mobilnya sendiri dengan keadaannya yang memegangi dadanya.
Degghh...
Deegghh...
Deeegghhh...
Lisa yang melihatnya langsung segera ia menolong Dion dan Lisa pun memegang dadanya Dion sambil Lisa menunjukkan wajah panik dan juga khawatir.
“Yakkkk... kau ini menyumpahi aku mati begitu, hah!!” Dion pun langsung berdiri lalu ia berbicara lantang yang membuat Lisa sedikit terkejut.
“Loh... Pak Dion udah sehat? Bukannya sakit jantung itu harus di obati dulu baru bisa mendingan, itu pun tidak sesembuh ini. Tapi kenapa cuma karena aku bilang mati, Pak Dion malah langsung sembuh aneh deh...” ucap Lisa.
“Siapa yang bilang aku ini sakit jantung? Aku bukannya sakit jantung ya tapi aku jat-... sudahlah ayo buruan kita naik atau nanti keburu malam dan bisa-bisa nanti tempatnya akan tutup”
Dion pun langsung saja masuk ke dalam mobilnya dengan tergesa-gesa lantaran saat ini Dion sedang dilanda kecemasan dan juga serangan hati akibat gengsinya yang masih sedikit tinggi.
“Huuufftt... sabar Dion, sabar... ingatlah tujuanmu saat ini adalah kau yang akan melamarnya. Jadi jangan sampai kamu kembali melakukan kesalahan dan juga menggagalkan semuanya, paham! Ayo... fokus, Dion... fokuuss...” gumam Dion di dalam hatinya.
Sedangkan Lisa masih saja dia berdiri di samping kaca Dion, sambil bertingkah layaknya seekor singa betina yang mau menyerang musuhnya.
__ADS_1
“Aaawwrrrrg... dasar menyebalkannnn... jadi cowok kok enggak peka banget sih. Udah tahu aku pakai gaun seribet ini dan juga dandan juga udah cantik gini, ehh... hasilnya masih di cuekkin? Cckk... dasar pria dingin...” pekik Lisa yang sangatlah geram di dalam hatinya.
Dion sudah mulai tenang, lalu membuka kaca pintunya sambil menatap aneh ke arah Lisa yang kini wajahnya pun terlihat memerah akibat menahan emosi. Cuma sayangnya, Dion kurang peka yang lebih tepatnya ia masih sangat gengsi dengan cintanya.
“Buruan masuk, kasihan itu muka kamu bisa-bisa meleleh yang ada...” ucap Dion sambil menutup kembali kaca mobilnya dan dia sedikit tersenyum saat melihat wajah kesalnya Lisa yang benar-benar membuatnya gemas.
Lisa yang sudah geram, kesal dan juga campur aduk itu pun langsung berjalan memasuki mobil dalam keadaan pintu yang di banting sedikit keras.
“Astaga Lisssaaaa.. kau kira ini mobilmu apa, hahh? Dengan seenak jidatnya kau main ngerusakin. Apa kamu lupa jika ini adalah mobil kesayanganku, haaahhh!?” geram Dion dengan wajah penuh emosi.
Lisa pun hanya menoleh dengan tatapan malas sambil ia memutar bola matanya dan bibirnya mencibir begitu gemas, lalu dia berkata, “Nyenyenye... lalalalalala...”
“Sabar Dion, sabaarrr... kuatkan imanmu untuk menghadapi wanita yang sekocak ini huuhh...” ucap Dion di dalam hatinya sambil melajukan mobilnya.
Lisa yang sudah terlihat kesal, langsung aja ia geratakan untuk mengobrak-abrik isi mobil Dion. Serta Lisa juga langsung menyalakan musik dari mobil Dion agar sedikit membuat suasana hatinya yang kesal itu merasa tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻