
“Stop! Jangan mendekat, saya bilang. Tuan lagi tidak sedang baik-baik saja. Jika Tuan ingin melakukannya kenapa tidak pulang temui Mbak Suci, kenapa harus saya yang menjadi korban kegilaan Tuan, hiks...” teriak Elsa.
Dimas yang sudah benar-benar tidak bisa mengontrol hasratnya kini, langsung menarik Elsa dan menekan kedua tangannya dengan kasar di atas kasur.
“Hiks... Tuan jahat, bisa-bisanya Tuan seperti ini pada saya” ucap Elsa dengan air mata yang terus menetes, dan Elsa hanya mencoba memberontak seolah-olah melawan perlakuan Dimas.
Namun Dimas langsung mencengkram kedua tangan Elsa ke atas kepalanya dan mendekatkan wajahnya pada Elsa sambil berkata, “Stttt... Diamlah Elsa, aku sudah tidak bisa lagi menahan ini. Aku benar-benar sangat ingin melakukannya, bantu aku Elsa”
“Ti... hemmptt...” Dimas langsung melu*mat bibir Elsa dengan sangat ganas, hingga membuat Elsa seolah-olah berusaha menolak menggelengkan kepalanya kenan dan ke kiri tapi di dalam hatinya Elsa begitu menikmati sentuhan Dimas.
cpkkk... cpkkk... cpkkk...
Bunyi suara deca*pan menyatuan air liur mereka, hingga tangan Dimas satunya mencari pengait kacamata yang Elsa gunakan. Setelah ketemu, dia langsung membukanya lalu membuangnya ke sembarang arah.
“Tu-Tuan, ja-jangan argghhhh... hemmpt...” de*sah Elsa saat buah cerrynya di lu*mat sangat nikmat oleh Dimas bahkan ia sedikit menjambak rambut Dimas sambil mendengak ke atas.
“Arrrghhh... Tu-Tuan hiks...” Elsa sedikit menangis dengan menunjukkan akting andalannya.
Dimas kembali me****** bibir Elsa serta turun ke arah leher membuat tanda cinta beberapa kali di sana. Kemudian kembali turun ke dua buah cerry Elsa serta sedikit menge*mutnya lalu menciumi perut hingga ia langsung melepas rok pendek yang Elsa gunakan dengan kasar. Kini tinggallah segitiga putih yang masih melekat di sana.
“Tuan, jangan! Saya tidak rela jika Tuan mengambil yang bawah. Meskipun saya sudah tidak pera*wan tetapi saya tidak seenaknya memberikannya kepada pria mana pun kecuali suami saya kelak” saut Elsa sambil sedikit meliukkan tubuhnya berusaha melindungi segitiga putihnya.
Elsa hanya berpura-pura melindunginya hanya dengan menempelkan tangannya tanpa tenaga, jadi jika Dimas memaksanya akan menjadi mudah untuknya membuka segitiga tersebut. Dan benar saja Dimas yang sudah kalang kabut dengan hasratnya kini langsung membuka paksa dan melemparkannya ke segala arah.
“Tuaaaannnnn... hiks... Sudah cukup saya berikan setengah tubuh saya, tapi jangan dengan yang satu ini saya mohon hiks...” teriak Elsa sambil menutup tubuhnya dengan selimut sambil duduk bersandar di senderan kasur dengan wajah ketakutannya.
Dimas yang sudah tidak bisa mengontrolnya, kini langsung membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya hingga mereka berdua sekarang dalam keadaan toples.
“Gila! Sumpah demi apa? Punya Tuan Dimas sangat gagah dan juga besar, bahkan bulu-bulu halus yang menutupi benda pusaka itu terlihat sangat menggoda. Pantas saja Mbak Suci sangat mencintai Tuan Dimas dan juga sebaliknya. Orang barangnya juga bagus, bahkan jauh lebih bagus dibandingkan barang Mas Fajar. Kalau ini sih aku pasti bakalan puas merem melek haha...” gumam Elsa di dalam hatinya.
Kini mata Elsa terus menatap ke benda yang sudah berdiri tegak namun bukanlah keadilan, melainkan benda pusaka Dimas yang begitu menggiurkan.
“Tuan... Kenapa Tuan membuka pakaian Tuan, saya tidak mau mengkhianati Mbak Suci! Dia terlalu baik sama saya” pekik Elsa yang langsung berlari keluar kamar dengan pura-pura.
“Elsaaaaa... Mau kemana kamu, pokoknya hari ini kamu harus bisa memuaskanku. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana saat ini aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi” teriak Dimas sambil mengejar Elsa.
Saat Elsa ingin keluar dari ruangan Dimas, kini Dimas berhasil menarinya dan langsung jatuh ke dalam pelukannya. Hingga akhirnya mereka berciuman satu sama lain. Di sela-sela luma*tan mereka, Dimas langsung menggendong Elsa menuju kamar dan saat mau memasuki kamar, lagi dan lagi Elsa memberontak agar terlihat bahwa ia berusaha melarikan diri.
Dimas pun mencoba untuk mengukung Elsa di atas ranjang dengan sangat kuat, padahal tanpa harus menggunakan tenaga Dimas sudah bisa memasukkan benda pusaka itu karena Elsa sedikit melebarkan kedua kakinya, namun seperti seolah-olah melawan Dimas.
“Hiks... Tuan, lepaskan saya. Saya mohon Tuan, saya tidak mau menjadi perusak rumah tangga kalian hiks... biarkan saya pergi Tu... arggghhhhh... hiks...” Elsa mengge*rang dengan sangat kuat karena benda tumpul Dimas telah menghajar goanya dengan beberapa hentakan.
Dimas sedikit kesulitan saat memasukkan benda pusakanya itu, bahkan lebih sempit dari goa Suci. Ia berusaha memasukkannya dengan menghantamnya serta menekan untuk lebih dalam. Elsa yang baru pertama kali merasakan benda sebesar itu, membuat ia meram melek merasakannya hingga menggigit bibir bawahnya untuk menerima benda tersebut menerobos goanya.
__ADS_1
Bahkan Elsa tidak melakukan perlawanan, dia malah melemaskan kedua kakinya agar mempermudah Dimas untuk memasuki bendanya. Lagi dan lagi Dimas sangat kesulitan, hingga akhirnya ia mencabut benda tersebut yang sudah sedikit masuk. Lalu ia melu*mat goa Elsa agar membuatnya licin hingga basah.
“Argghhh... hemmpt... Tu-Tuan...” de*sah Elsa sambil berpura-pura menangis, padahal di dalam hatinya ia terus merasakan kenikmatan yang sangat berbeda dari kekasihnya itu.
Dimas yang sudah dikalang kabut oleh hasratnya pun sampai tidak bisa lagi mengenali kegilaannya di atas ranjang, entah kenapa kini Dimas hanya mengikuti kemana arah nafsunya itu membawanya. Jika Dimas menolak itu semua, maka tubuhnya akan berasa seperti terbakar dan juga panas.
Setelah berlama-lama di dalam goa tersebut, akhirnya Dimas tidak butuh waktu yang lama telah berhasil membuat Elsa mencapai puncaknya untuk pertama kali hanya menggunakan lidahnya. Tubuh Elsa bergetar kegelian menerima cairan lahar putihnya menerobos untuk keluar, sampai seketika Elsa masih menarik nafasnya yang memburu. Dengan sigap Dimas langsung menghajarnya serta menghantamkan benda tumpulnya ke dalam goa tersebut.
Jleb...
Jleb...
Jleb...
“Argghh... hempt... sttt...huuhh...” desa*han Elsa yang merasakan sesuatu ingin menerobos masuk.
Hingga hentakkan yang ke 4 Dimas berhasil memasukkan benda tersebut hingga membuat Elsa meram melek menerimanya.
Jleeebbbb...
“Aaaaakkhhhh...” desa*han panjang mereka terbunyi jaring di telinga keduanya.
Dimas langsung menggerakkan pinggulnya dengan cara perlahan namun pasti, hingga membuat dirinya merasakan kehangatan dan berkata, “Argghh... huh... hemp...”
“Ini sangat enak, Elsa arrgghhh... yesss... huhh...” Dimas mempercepat temponya saat ia sudah tidak bisa lagi menahan semua itu.
Hampir 30 menit mereka bertahan melakukan itu dengan semua drama yang Elsa berikan, sehingga saat Dimas mau melakukan pelepasan untuk yang pertama kalinya. Elsa dengan sengaja mendorong Dimas dan tersungkur ke atas kasur dengan keadaan cairan yang menyemprot ke atas.
“Huhh... Untung saja aku tepat waktu, mana minggu-minggu ini masa subur lagi. Jika aku tidak segera melepaskannya, maka aku sendiri yang menanggung akibatnya. Lagian juga aku tidak mau memiliki anak, anak itu sangat menyebalkan dan juga berisik yang ada nanti aku jadi gila saat mengurus mereka ihh...” gumam Elsa di dalam hatinya sambil melihat Dimas yang tergeletak di atas kasur.
Namun Elsa tahu jika rekaman videonya masih menyala. Jadi dia harus segera menghentikannya agar tidak ketahuan jika ia mau melakukannya lebih dari satu kali. Dengan perlahan Elsa mendekati ponselnya dengan berpura-pura nangis dan menjadi korban, lalu ia menceritakan betapa bej*jadnya Dimas saat ini.
Tuuuutttt !...
Elsa mematikan rekaman tersebut dan kembali ke atas kasur, sambil menepuk pipi Dimas dan berkata, “Tuan, ayo bangunlah... Masa ia hanya bertahan sekali saja, apa Tuan tidak mau menambahnya?”
Dimas yang memang sudah sangat lelah itu seketika ingin menutup matanya, tetapi tidak jadi karena Elsa melakukan sesuatu pada benda pusaka tersebut untuk membangunkannya kembali.
“Stttt... rrrghhhh... hemmm...” Dimas memejamkan matanya dengan merasakan sentuhan licin dari lidah hingga mulut Elsa, yang mana rasanya benar-benar sangat nikmat.
Dimas mencoba untuk menekankan kepala Elsa agar benda pusaka tersebut bisa masuk lebih dalam. Luma*tan demi luma*tan yang Elsa berikan begitu terasa, sampai seketika Dimas sudah tidak bisa menahan laharnya untuk menyemprot keluar.
Tubuh Dimas bergetar hingga tangannya menekan kepala Elsa untuk menerima laharnya yang akan tumpah memenuhi mulut Elsa. Dan kini waktunya sudah datang, Elsa menerima lahar putih tersebut dengan sedikit demi sedikit ia menelannya.
__ADS_1
“Bagaimana Tuan, enak?” tanya Elsa saat Dimas sudah tidak begitu sadar dengan apa yang Elsa lakukan.
“Hemmm...” Dimas hanya bisa berdehem sambil matanya tertutup, ia benar-benar merasakan sangat lelah seperti sedang di tiban benda yang cukup besar.
Lagi dan lagi, Elsa gemas dengan benda tersebut lalu ia memanfaatkannya dengan langsung membuatnya bangun kembali. Lalu, ia naik ke atas Dimas mencoba untuk memasukkannya secara perlahan dengan mata yang merem melek merasakan betapa besarnya benda itu.
dan...
Jleeeebb...
Benda tersebut masuk dengan sangat sempurnya, yang membuat keduanya menge*rang kenikmatan. Ini baru pertama kalinya Dimas merasakan hal berbeda dari bisanya yang ia lakukan dengan Suci, karena Suci tidak pernah ada di posisi Elsa saat ini.
Goyangan demi goyangan Elsa berikan kepada Dimas, yang membuatnya kembali melek hingga hasratnya kembali memuncak.
“Rrrggghhh... e-enak hem... terusshhh Saahh...” de*sah Dimas sambil sedikit mencondongkan badannya.
Lalu Elsa yang merasakan begitu nikmat langsung menarik kepala Dimas agar mendekati buat cerrynya. Tanpa aba-abang Dimas langsung mengulim benda cerry tersebut dan membuat Elsa benar-benar merasakan hasratnya untuk bercinta dengan Dimas sudah terkabul. Kini saatnya Elsa membuat Dimas menjadi candu dan tidak akan melepaskannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Terima kasih 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
__ADS_1