
Tangan Elsa mengepal kuat terasa ingin menonjok wajah Suci, yang mana Dimas masih belum bisa melupakannya. Apa lagi hanya karena Suci, Dimas berani berkata seperti itu padanya. Ini pertama kali Elsa di bentak oleh Dimas, lantaran Dimas masih sangat mencintai Suci dan tidak ada niatan untuk membuang atau melupakan hal yang berkaitan tentang Suci.
“Cihh... baru kali ini Dimas berani untuk membentakku, hanya karena Suci? Lihat saja nanti, aku pasti akan membuat Suci merasa iri padaku karena aku jauh lebih beruntung darinya. Meskipun suaminya kaya raya, pasti dia sangat pelit apa lagi dia pasti punya simpanan dimana-mana jadi tidak mungkin Suci bisa merasakan hidup enak dengan suaminya itu"
"Pria tampan dan kaya seperti dia tidak punya banyak wanita simpanan? Cihh... iris kupingku jika memang dia tidak ada wanita lain selain Suci. Dimas yang kaya begini aja bisa selingkuh, apa lagi suami barunya Suci? Aku yakin dia lebih parah sih haha...”
Elsa berbicara di dalam hatinya sambil menatap Suci dengan tatapan remeh, hingga bibirnya Elsa tersenyum miring dengan kedua tangan di dadanya. Tanpa di sengaja Suci menoleh tepat menatap Elsa dari jauh yang sekarang ini sedang duduk menatap Suci yang membuatnya segera memalingkan wajahnya. Entah mengapa Suci merasa tatapannya Elsa seperti sangat menakutkan untuknya.
Arsya yang melihat jika Suci bertingkah sedikit aneh, langsung mencari sesuatu yang sudah membuat Suci ketakutan itu seakan-akan Suci sedang di ancam oleh seseorang. Kini mata Arsya tertuju pada Elsa, dan segera mungkin Elsa menatap ke arah lain untuk mengalihkan tatapan Arsya padanya.
“Jadi tatapan seperti itu bisa membuat istriku sampai seperti ini? Hem... boleh juga, ternyata dia itu wanita yang begitu licik dan ia sangat ingin menghancurkan mental istriku! Ckk... lihat saja nanti, kau tunggu saja semuanya. Akan aku kasih paham, jika istriku bukanlah orang yang lemah dan dia akan lebih berada di atas kalian” gumam Arsya di dalam hatinya.
Lalu Arsya menggenggam tangan Suci perlahan yang malah membuat Suci pun sedikit terkejut dan menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.
“Tenang saja ya... aku akan selalu ada di sampingmu. Jadi jangan pernah kamu tunjukkan ekspresi ketakutan padanya, itu hanya akan membuatnya semakin ingin menekanmu. Ingat, sekarang kamu Suci istriku, bukan lagi Suci istri Dimas yang lemah, cengeng, dan sangat payah paham...” ucap Arsya yang membuat Suci tersenyum meneteskan air mata.
Kemudian tangan Arsya satunya terarah untuk menghapus air mata Suci serta bibirnya pun mencium kening Suci tanpa rasa malu sedikit pun. Sedangkan Suci, wajahnya menjadi merah merona saat mendapat perlakuan lembut Arsya yang membuatnya merasa sangatlah malu di depan banyak orang.
“Ehem... ehem... masih rame nih, jangan umbar-umbar disini nanti aja kalau udah di kamar gaspoll haha...” ledek Lisa yang melihat kemesraan dua sejoli yang lagi dan lagi membuat wajah Suci semakin merah.
“Sudahlah Lisa, jangan ganggu mereka. Biarkanlah mereka bahagia, ada saatnya nanti kamu yang ada di posisi itu” sahut Dion yang tiba-tiba ia muncul entah dari mana sehingga membuat Lisa terkejut bukan main.
__ADS_1
“Astaga, Pak Dioonn iiisshh... bisa tidak kalau muncul bilang-bilang kenapa sih, kaget tahu!” pekik Lisa sambil berbalik dan memukuli dada bidang Dion penuh kekesalan.
“Ckk... jangan seperti ini bisa? Kasihan nanti tanganmu itu akan kesakitan dan juga memerah” Dion langsung menahan kedua tangannya Lisa dan menatapnya dalam keadaan keduanya terdiam.
“Ekhem... sepertinya sebentar lagi ada yang mau menyusul kita, sayang...” ucap Arsya dengan refleks serta Suci segera menoleh ke arah Arsya dengan tatapan yang sudah tidak bisa di artikan lagi.
Namun Arsya sendiri malah tidak sadar jika dia sudah berhasil membuat Suci seakan-akan seperti melayang di langit ketujuh, hanya dengan mendengar kata sayang yang terucap dari bibirnya Arsya begitu tulus. Dion dan Lisa yang sudah menyadari itu pun langsung saja saling menjauh dengan wajah gugupnya serta terlihat jika keduanya itu malah menjadi salah tingkah.
Kini Arsya yang melihat mereka malah tertawa kecil yang membuat Suci baru pertama kalinya ia melihat sosok Arsya yang terlihat begitu menyejukkan hati. Entah perasaan seperti apa yang saat ini Suci rasakan, yang jelas dia benar-benar merasa sangat bersyukur karena telah di berikan imam pengganti yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Hanya saja Suci belum bisa sepenuhnya membuka hatinya itu untuk Arsya, akibat rasa trauma dari cinta pertamanya yang begitu menyakiti hatinya. Arsya menoleh ke arahnya Suci yang sedang tersenyum indah ke arah Arsya sampai membuat ia menjadi salah tingkah. Entah mengapa Arsya seperti ia melihat adanya cinta di dalam bola mata Suci yang masih butuh proses agar bisa terucap langsung dari bibirnya.
Namun di saat Arsya dan Suci sedang asyik menatap satu sama lain, sang MC kembali berbicara lagi hingga membuat lamunan mereka terhenti dan langsung menoleh ke arah sang MC.
Semuanya bersorak riang dengan penuh kebahagiaan, berbeda dengan Elsa dan Dimas yang hanya duduk aja memantau suasana pernikahan Arsya dan juga Suci menggunakan tatapan yang penuh rasa iri. Sang Mc memberikan sebuket bunga cantik kepada Arsya dan Suci agar bisa bersiap melemparnya kepada para tamu yang sudah berkumpul untuk menunggu buketnya di dekat panggung pernikahan.
Suci dan Arsya saling menatap dan juga tersenyum, lalu mereka pun memegang buket bunganya bersama-sama sambil membalikkan tubuhnya membelakangi semuanya. Suasananya semakin tegang dan panik, karena hampir semuanya ikut serta agar bisa mendapat buket bunga yang cantik dari kedua mempelai.
Sampai seketika isi gedung pun menjadi ricuh dan penuh sorakan bahagia untuk segera menyambut sebuket bunga yang akan terbang. Semua berlomba-lomba mencari posisi yang bagus agar mereka bisa mendapatkan buket itu. Kemudian semua orang menghitung dari 1 sampai 3 bersama-sama agar ke dua mempelai bisa melemparkan buket bunga tersebut ke arah belakang.
Satuuuu...
__ADS_1
Duuaaaa...
Tiiggaaa...
Arsya dan juga Suci membungkukkan tubuh mereka serendah mungkin secara bersamaan, lalu mereka pun melempar bunga tersebut dengan keadaan sedikit melompat kecil dan tertawa bersama. Setelah buket bunga tersebut terlepas dari tangan Arsya dan juga Suci, mereka segera berbalik melihat siapa yang akan mendapatkannya.
Entah kemana buket tersebut melayang, yang kini sudah tidak tahu lagi kemana arahnya dan membuat semuanya sedikit bingung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻