Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Hilangnya Baby Kay


__ADS_3

Sehingga membuat Mamah Mita merasa dikhianati oleh Papah Angga, padahal kenyataannya Papah Angga tertawa akibat video Baby Kay yang selalu di kirimkan oleh Suci agar mereka tetap mengetahui perkembangan Baby Kay meskipun hanya dari sebuah video.


...*...


...*...


Tepat di hari ini, Suci dan Arsya sudah 1 tahun berada Di Paris. Sampai seketika kehidupan pernikahan mereka benar-benar di penuhi dengan kebahagiaan. Belum lagi Baby Kay semakin aktif dan juga cerewet membuat kedua orang tuanya sangat gemas.


Meskipun mereka di sibukkan dengan pekerjaannya masing-masing, tetapi tidak menutup kemungkinan hubungan mereka malah semakin hangat dan juga romantis. Apa lagi kasih sayang mereka terhadap Baby Kay malah semakin bertambah dan membuat Baby Kay tidak pernah merasa kesepian.


"Mas, sudah hampir 1 tahun lebih kita menikah. Tetapi kenapa kita belum di berikan kepercayaan lagi ya? Padahal kata beberapa dokter yang ada di sini, rahimku bagus tidak ada kendala sedikit pun. Cuman yang buat aku heran kenapa dulu dokter yang menanganiku mengatakan jika rahimku sangat lemah bahkan bisa dikatakan dengan mandul? Kok aku jadi penasaran ya.."


Suci berbicara dengan wajah penuh penasaran sambil terus memperhatikan Baby Kay yang kini sedang asyik main sendiri dan juga merangkak ke sana ke sini. Hingga Suci harus ekstra menjaga Baby Kay agar tubuh yang mungil itu tidak sampai terluka.


"Itulah yang aku pikirkan beberapa hari terakhir ini sayang, aku juga bingung saat mendengar penjelasanmu ketika kamu menjalankan pengobatan agar bisa memiliki anak"


"Tapi nyatanya saat kamu berhenti meminum obat lalu melakukan hubungan dengan mantan suamimu itu dan pada akhirnya tanpa sepengetahuanmu Baby Kay malah sudah hadir di saat yang tidak tepat"


"Untung saja dia adalah anak yang kuat, sehingga dia bisa bertahan di dalam perutmu tanpa rasa lelah. Dan lihatlah jagoan kecil kita itu, meskipun kedatangannya kurang tepat tetapi dia terlahir di saat yang sangat tepat sehingga masa kecilnya akan menjadi kenangan yang akan berkesan bahagia untuknya ketika dia sudah mulai tumbuh menjadi seorang pangeran"


"Ohya.. apa kamu masih menyimpan surat atau obat yang pernah kamu minum itu? Jika masih, aku akan mulai mencari tahu dari situ agar kita bisa membuktikannya bagaimana semua itu bisa terjadi sedangkan di sini kita sudah mengunjungi hampir semua dokter bahkan ke profesor doctor sekalipun hasilnya sama yaitu rahimmu sangatlah sempurna, sehat dan juga kuat"


Arsya mengoceh panjang kali lebar hingga membuat Suci yang tadinya tersenyum menatap Baby Kay, kini langsung beralih menatap wajah Arsya yang terlihat sedikit serius.

__ADS_1


"Maaf Mas, surat dan obat aku sepertinya tertinggal di rumah Mas Dimas. Tapi, aku tidak tahu apakah semua itu masih ada atau sudah dibuang sama mereka" Jawab Suci dengan wajah sedihnya hingga membuat Dimas langsung tiduran di atas paha sang istri.


Dimas mengusap pelan rahang Suci, hingga membuat Suci pun tersenyum menatapnya dalam keadaan tangan yang terus mengusap kepala Arsya.


"Jangan bersedih seperti itu kasihan wajah cantikmu bisa-bisa mulai memudar akibat adanya awan mendung yang menutupi pelangi. Sudah tidak apa, setidaknya kita masih punya banyak harapan untuk memberikan Adik buat Baby Kay" Ucap Arsya sambil tersenyum.


Suci hanya memanggut kecil dan tersenyum sesekali matanya melirik ke arah Baby Kay. Hingga beberapa detik kemudian Suci teringat dengan 1 nama yang mana semoga orang itu bisa membantunya.


"Ahyaa.. Mas, aku ingat kan di sana masih ada Bi Tina. Nah.. coba saja kita hubungi siapa tahu dia bisa membantu kita untuk memeriksa apakah surat dan obat itu masih ada ataukah sudah di buang. Dengan begitu kita bisa mengetahuinya, tapi mudah-mudahan saja masih ada ya Mas biar kita bisa cari tahu kebenarannya seperti apa" Ucap Suci.


"Memangnya kamu ada nomor Bi Tina? Bukannya ponsel dan nomormu itu baru, lalu bagaimana caramu untuk menghubunginya. Sayang.." Sindir Arsya yang kini mampu membuat Suci terkejut lalu cengengesan dengan wajah malunya, lantaran Suci melupakan jika dia sudah sangat lama tidak menghubunginya dan tahu bagaimana kabar Bi Tina.


"Heheh.. ya-ya maaf Mas, lagian kita harus minta tolong ke siapa lagi jika bukan sama Bi Tina?" Tanya Suci dengan wajah polosnya. Arsya yang mulai gemas melihat Suci langsung bangkit serta duduk di hadapan Suci.


"Istriku yang paling cantik, apakah kamu lupa dengan seseorang yang selama ini selalu kamu berikabar bagaimana perkembangan Baby Kay. Hem..?" Ucap Arsya dengan nada gemasnya.


"Ma-maksud Mas Arsya apa? Kok Suci jadi bingung begini.." Tanya Suci sambil menunjukkan tampang cemasnya.


"Sekarang aku tanya, kenapa kamu bisa berpikir sejauh itu sampai harus mengandalkan Bi Tina yang statusnya hanyalah seorang pembantu di rumah mantan suamimu. Sedangkan mantan mertuamu yang jelas-jelas sudah menjadi Papahmu saja, kamu lupakan begitu saja"


"Padahal dialah orang yang selalu mendukungmu apa pun itu yang terpenting kamu bisa selalu bahagia. Belum lagi dia juga orang paling dekat dengan mantan suamimu karena dia adalah Papah kandungnya. Jadi, coba saja kamu berbicara dengan Papah Angga minta dia untuk membantumu"


"Siapa tahu saja Papah Angga bisa jauh lebih leluasa mencari apa yang kita butuhi untuk mengecek semuanya. Dari pada kita menerka-nerka yang mana malah akan membuat kita seuzon pada seseorang, bukan? Jadi lebih baik kita temukan kedua barang bukti itu, jika memang masih rezeki ya alhmdulillah"

__ADS_1


"Namun jika sudah tidak ada ya sudah, setidaknya kita kan sudah mengeceknya dan memang hasilnya sangat bagus tidak ada kendala apa pun bahkan rahimmu juga sangat kuat. Dengan begitu kita bisa menambah 11 lagi Baby Kay yang lainnya ya kan sayang hihihi.."


Arsya mencubit hidung Suci dengan begitu gemas hingga mereka pun berpelukan sangat erat sambil tertawa bersama-sama. Dan juga tak lupa Arsya mencium kening Suci beberapa kali, sehingga mereka benar-benar terlihat sangat bahagia.


Tetapi, mereka melupakan makhluk kecil tak dosa yang awalnya sedang anteng main kini telah tiada. Suci yang melihat Baby Kay tidak ada dari pandangannya langsung melepaskan pelukan Arsya dengan sedikit kasar.


Arsya bingung dengan perlakuan Suci, namun dia juga menyadari betapa khawatirnya Suci saat Baby Kay menghilang. Tanpa basa-basi lagi, mereka langsung berpencar mencari Baby Kay kesudut-sudur ruangan hingga di kolong-kolong atau pun di tempat yang sekiranya muat untuk di masuki tubuh mungil Baby Kay.


Terlihat jelas wajah panik Suci dan juga Arsya yang merasa telah lalai menjaga buah hatinya, bahkan tak terasa air mata keduanya mulai menetes mencari keberadaan Baby Kay.


Sampai seketika Suci dan Arsya duduk di pinggir kasur dalam keadaan Suci menangis di dalam dekapan Arsya, tiba-tiba saja mata Arsya melihat adanya pakaian melayang keluar dari keranjang baju yang baru saja Suci angkat dari jemuran serta belum di setrika.


Arsya beberapa kali melihat pergerakan dari arah keranjang itu, yang mana membuatnya sedikit curiga. Lalu Arsya mengusap air mata Suci dan bersama-sama untuk mendekati ranjang tersebut.


Hingga dalam beberapa langkah mereka berdiri tepat di depan ranjang baju sambil menunduk melihat aksi pakaian terbang. Kini, munculah makhluk kecil yang sangat menggemaskan.


Ternyata tanpa sepengetahuan Arsya dan juga Suci Baby Kay merangkak hingga berdiri berpegangan pada ranjang itu lalu ia mencoba memanjatnya dan masuk kedalam keranjang lalu ia menarik-narik baju dan membuangnya kesegala arah.


Suci yang begitu gemas langsung mengangkat Baby Kay lalu membawa ke dalam pelukannya hingga menciumi seluruh wajahnya. Belum lagi Suci mencubit hidung kecil milik Baby Kay, yang mana membuat Baby Kay cengengesan saat mendengar Suci mengoceh tanpa henti.


Sedangkan Arsya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Baby Kay yang semakin pintar, serta bisa membuat kedua orang tuanya benar-benar merasakan kehilangan walaupun hanya sekejap.


Mulai detik ini Arsya dan Suci harus selalu lebih ekstra lagi untuk hati-hati dalam menjaga makhluk kecil yang sangat menggemaskan ini, apa lagi semakin hari tingkah Baby Kay semakin pintar dan juga sudah mulai mengerti apa yang di ucapkan oleh orang tuanya.

__ADS_1


Jadi apa pun akan mereka lakukan selama Baby Kay bisa selalu tertawa bahagia, yang terpenting bagi mereka bahwa mereka harus mendidik Baby Kay sebaik mungkin supaya kelah Baby Kay bisa tumbuh menjadi laki-laki yang sangat istimewa. Hingga para wanita akan berlomba-lomba untuk memperbaiki diri agar bisa mendapat seorang pangeran surga.


__ADS_2