Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
RSJ Atmaja Kusuma


__ADS_3

Dengan rasa kekecewaan akhirnya Fajar beranjak pergi dengan semua sakit hatinya, lalu ia bertemu dengan pujaan hatinya. Tetapi Fajar tidak lupa jika suatu saat dia kembali untuk membawa anaknya yaitu Diva. Karena Fajar sangat percaya anak yang akan di pertanggung jawabkan oleh Dimas adalah anaknya.


Dan benar saja ketika Fajar kembali dia langsung mengambil Diva dari tangan Dimas bukan dari Elsa.


...*...


...*...


Di RSJ Atmaja Kusuma


Seorang wanita yang dulunya terlihat sangat cantik dan juga berpenampilan bagaikan seorang model sekarang telah berubah. Elsa Anandita adalah salah satu pasien yang di dapatkan oleh pengurus RSJ di sebuah perkampungan di daerah Bogor.


Entah bagaimana caranya Elsa bisa sampai di sana sedangkan ketika dia pergi membawa semua barang-barangnya dan juga perhiasan miliknya tanpa di duga dia malah di rampok oleh ke-3 preman yang tidak bertanggung jawab.


Belum lagi Elsa menjadi wanita giliran yang memuaskan ke-3 preman tersebut, setelah di rasa puas mereka meninggalkan Elsa dalam keadaan yang masih setengah polos sambil menangis meraung-raung.


Mereka berhasil merampas semua yang Elsa miliki sampai akhirnya membuat Elsa lontang-lantung di jalan, atas kejadian yang Elsa alami selama hidupnya mampu membuat mental Elsa terganggu.


Hari demi hari Elsa terlihat semakin berantakan, dan juga lusuh. Belum lagi dia selalu mencari sisa makanan hanya untuk mengganjal perutnya yang lapar. Cuman ketika dia selalu mendengar pemberitaan tentang Suci membuat ia frustasi hingga benar-benar kehilangan kewarasannya sampai-sampai membuat warga disekitarnya menjadi resah.


Mungkin di RSJ ini adalah tempat yang aman bagi Elsa agar tidak kembali mendapat tindak kejahatan dari seseorang yang akan memanfaatkan ketidak warasannya.


Saat ini Elsa sedang tertawa sambil memeluk sebuah boneka yang entahlah dia dapat dari mana. Kemudian Elsa berjalan ke sana ke sini untuk menunjukkan kehidupannya yang begitu sempurna.


"Hei kamu, apa kamu kenal sama dia? Dia ini namanya Diva anak kesayanganku tapi dia sedang sakit, apa kalian mau membantuku untuk menyembuhkannya?"


"Jika tidak ya sudah tidak apa-apa, tapi kalian jangan bilang siapa-siapa ya kalau anakku sedang sakit parah nanti yang ada rahasiaku terbongkar. Ohya nanti jam 7 pagi aku akan ada pemotretan, kalian datang yaa.."


"Dan satu lagi, aku punya suami yang sangat kaya raya loh. Suami kalian mau gabung enggak? Nih aku tunjukkan kantornya ya, itu di sana jauh sih tapi kita bisa ke sana kok. Bagaimana kalau aku panggilkan pesawat terbang, siapa tahu dia mau menolong kita buat kita pergi ke sana hahah.."


Elsa tertawa sambil memeluk sebuah boneka, bahkan semua pasien selaku teman Elsa mereka malah asyik mengobrol sendiri tanpa menggubris ucapannya.


"Uluh..uluhh.. Diva sayang jangan nangis ya, nanti Mamah akan bawa kamu jalan-jalan keluar negeri. Jadi kamu harus sembuh atau Mamah akan meninggalkanmu. Mau?"


"Astaga darah? heiii.. siapa pun tolong aku, lihatlah anaku berdarah hiks.. ayo bantu anakku jangan sampai dia masuk rumah sakit nanti rahasiaku akan terbongkar. Cepat bantu aku hiks.."


Elsa duduk sambil memangku bonekanya, yang mana Elsa langsung membuang boneka itu di lantai hingga ia berteriak seolah-olah bonekanya mengeluarkan darah. Sehingga Elsa menangis dengan sangat heboh membuat semua teman-temannya tidak memperdulikannya.


Elsa melihat salah satu temannya sedang minum langsung merebutnya dan menyiramkan air ke tubuh boneka itu sambil berkata, "Yeeeeyyy anakku sembuh horeee.. hahah.. jadi aku akan tetap jadi orang kaya. Heiii kalian lihatlah anakku sudah sembuh, ayo ucapkan selamat padanya haha.."

__ADS_1


Elsa melompat kegirangan yang mana membut salah satu temannya langsung menertawakan Elsa sangat keras.


"Haha.. dasar orang gila, itu kan boneka bukan anak wwuuu hahah.." Ledek seorang wanita yang juga mengalami ganggu jiwa.


"Heeeii.. siapa kamu berani sekali mengatai anakku ini boneka, lihatlah dia itu anak kesayanganku karena dia aku bisa jadi kaya. Kau itu yang gila, dasar wanita gilaaa.. hahaa.." Balas Elsa.


"Hahaha.. orang gila bilang orang gila dasar gilaa haha.. lihat nih aku akan laporin kamu kepolisi biar kamu di tangkep mau?" Ucap wanita tersebut sambil menunjukkan ponsel mainan.


"Memangnya kamu tahu nomor telepon polisi?" Tanya Elsa.


"Hemm.. aku lupa sih, tapi sepertinya aku menyimpannya di sini" Ucapnya sambil memencet tombol ponsel mainan tersebut.


Haiyayaa.. haiyayaa..


Tolalit.. tolalit..


"Nah.. ketemu, hayoloh.. aku laporin akh biar kamu di penjara karena kamu sudah jahat padaku. Tunggu saja sebentar lagi kamu akan di jemput sama Pak polisi haha.."


"Hallo.. hallo, Pak di sini ada orang gila. Cepat kemari dan tanggap dia karena dia sudah jahat padaku. Ayo buruan ke sini sebelum dia kabur hahaha.."


Wanita itu menaruh ponsel mainannya tepat di telinganya yang membuat ekspresi Elsa langsung merubah, dimana Elsa terlihat sangat ketakutan lalu dia kabur sambil berteriak dan menabrak beberapa temannya sampi membuatnya terjatuh.


Wanita yang melihat Elsa berlari membuatnya tertawa terbahak-bahak, bahkan semuanya pun jadi ikut tertawa. Sedangkan Elsa dia benar-benar ketakutan dan kembali ke kamarnya naik ke atas bangkar lalu meringkukkan tubuhnya di bawah selimut bersama bonekanya.


Sampai akhirnya rasa takut itu malah membuat Elsa tertidur lelap di kamarnya, namun tak bertahan lama seorang suster masuk ke kamar Elsa membawakan obat serta makanan.


Lalu suster tersebut membangunkan Elsa dan membujuknya agar mau makan sambil mereka bercerita-cerita dimana Elsa menceritakan kisahnya yang sangat indah tetapi hanya bisa membuat suster tersenyum karena apa yang Elsa katakan bukan seperti orang normal pada umumnya.


...*...


...*...


1 tahun telah tiba dimana Vina sudah melahirkan anak laki-laki, dan juga usia Baby Triplets sudah memasuki usia 1 tahun lebih. Sedangkan Kay, dia berusia 8 tahun, lalu Ara berusia 7 tahun.


Saat ini Suci sama Arsya sedang pergi ke salah satu acara bisnis kolega dari perusahaan Arsya. Lagi dan lagi mereka telah menjadi pusat perhatian semua pembisnis, keromantisan mereka membuat banyak pasangan menjadi iri hingga tanpa di sadari ada seseorang sedang mengintai Suci dan juga Arsya.


"Sepertinya semakin ke sini mereka terlihat semakin bahagia. Jadi aku hanya perlu sedikit memberikan bumbu agar hubungan mereka menjadi berantakan, haha.." Gumam seseorang di dalam hatinya, lalu pergi entah kemana.


Acara pun segera di mulai, dimana suara kebisingan musik terdengar sangat nyaring di telinga semua orang. Suci dan Arsya duduk sambil menikmati acara yang sedang berlangsung. Namun tiba-tiba Suci merasa kebelet lantaran kantong kemihnya sudah mulai penuh.

__ADS_1


Suci menatap Arsya sambil berkata, "Mas, aku izin ke toilet dulu ya. Soalnya udah penuh nih, malu kan kalau sampai bocor. Yang ada reportaseku sebagai desainer akan runtuh hihi.."


Arsya langsung menoleh dan juga terkekeh kecil ketika melihat wajah Suci benar-benar sudah kebelet, lalu Arsya berdiri sambil mengulurkan tangannya dan berkata, "Ya sudah, ayo.."


Suci menggelengkan kepalanya, dan kembali menarik tangan Arsya agar dia duduk di tempatnya. Arsya pun menatap Suci dengan tatapan yang sangat bingung.


"Ada apa? Katanya mau ke toilet, ya sudah ayo aku anterin.." Ucap Arsya.


"Isshh.. Mas aku ini mau ke toilet bukan ke Mall. Jadi enggak perlu di anter segala, malu tahu. Udah kamu diam di sini dulu ya, tunggu aku. Kalau mau kemana-mana langsung kasih kabar jangan ngilang gitu aja, paham! Ya sudah aku pergi dulu.."


Suci langsung pergi menjauhi Arsya dengan membawa tas kecilnya yang sudah menempel di lengannya. Namun ketika baru beberapa langkah saja seorang pelayan menawarkan minuman kepada Suci, yang awalnya Suci mau menolak tetapi karena tenggorokannya sedikit kering akhirnya dia meminum beberapa tenggak dan kembali menaruhnya.


Suci segera pergi ke toilet dimana jarak antara toilet dengan tempat acara cukup jauh jadi Suci harus melewati lorong yang jarang dilewati seseorang jika tidak ada yang ke toilet.


Satu persatu seseorang meninggalkan toilet ketika Suci mulai memasuki toilet. Tak butuh waktu lama, Suci merasa begitu lega ketika sudah berhasil mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya yang dari tadi ia tahan. Suci menatap cermin sambil mencuci kedua tangannya, serta sedikit merapihkan penampilannya.


Saat Suci hendak keluar dari toilet tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya panas serta sangat gerah, hingga membuat Suci menjadi tidak nyaman.


"Ya ampun ada apa dengan tubuhku? Kenapa rasanya tidak karuan, ada apa ini ya Allah? Apa aku demam? Tapi badanku tidak panas, lalu kenapa aku ngerasa tubuhku sangat panas. Rasanya aku seperti ingin membuka semua pakaianku, cuman mana mungkin. Ini kan di acara penting bukan di rumah, huhh.. Ayo kuat Suci, kuat"


Suci kembali melangkahkan kakinya secara perlahan dan mencoba menahan reaksi tubuhnya. Ketika Suci sedang melewati lorong yang sangat sepi, tangannya malah di tarik mundur oleh seseorang dan langsung membuat tubuh Suci terhempit di dinding.


Mata Suci tertutup lantaran dia sangat takut, bahkan Suci berusaha untuk memberontak yang hasil nihil. Orang itu terlalu kuat untuk menahan kedua tangan Suci ke atas kepalanya.


Tapi entah kenapa ketika tangan seseorang menyentuh kulit Suci membuat tubuh Suci sedikit merasa nyaman, cuman semua ini salah tidak seharusnya seseorang menyentuhnya. Belum lagi tangannya dengan leluasa bisa mengelus wajah Suci yang membuat Suci berteriak sekencang mungkin untuk meminta tolong sambil menangis.


"Sssttt.. diamlah Sayang jangan berisik, ini aku Dimas" Ucap seseorang yang membuat Suci membuka kedua matanya.


"Ma-mas Di-dimas, a-apa yang kau lakukan padaku. Lepaskan aku, lepaskan!!!" Pekik Suci sambil menangis.


"Heii.. tenang Sayang, tenang. Aku tidak akan melukaimu, aku cuman merindukanmu jadi aku mohon jangan seperti ini. Apakah kamu tidak merindukanku?" Tanya Dimas yang terus menjamah rahang Suci hingga membuat Suci selalu menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Dimas yang sudah tidak kuat lagi langsung mencekram rahang Suci, hingga wajah mereka saling menatap satu sama lain. Dimana sudut bibir Dimas tersenyum miring, sedangkan Suci menangis sesegukan.


Suci hanya bisa berdoa di dalam hatinya, semoga ada keajaiban yang akan datang menolongnya. "Hiks.. Ma-mas Arsya, tolong aku Mas tolong. Cepatlah ke sini sebelum semuanya terlambat, aku takut Mas aku takut hiks.. Kay, Zean, Sean, Rean tolong Mommy Sayang, tolong Mommy hiks.."


Suci benar-benar tidak bisa lagi memberontak karena seluruh tubuhnya mulai di kunci rapat oleh tubuh Dimas, bahkan tenaga yang tadinya kuat seketika melemas lantaran hawa panas selalu menyelimuti Suci.


Dimas mulai mendekatkan wajahnya membuat Suci memejamkan kedua matanya, Suci merasa sangat takut dan tak henti-hentinya memanggil semua nama-nama orang yang dia sayangi agar bisa meminta pertolongan karena apa yang Dimas lakukan padanya adalah sebuah pele*cehan.

__ADS_1


__ADS_2