
Jadi apa pun akan mereka lakukan selama Baby Kay bisa selalu tertawa bahagia, yang terpenting bagi mereka bahwa mereka harus mendidik Baby Kay sebaik mungkin supaya kelah Baby Kay bisa tumbuh menjadi laki-laki yang sangat istimewa. Hingga para wanita akan berlomba-lomba untuk memperbaiki diri agar bisa mendapat seorang pangeran surga.
*
*
Di Mansion Dion & Lisa
Tepat di hari ini adalah hari yang sangat spesial untuk mereka, karena ini bertempatan dengan anniversary pernikahan mereka yang ke 1 tahun. Dimana Dion dan Lisa saling berlomba-lomba untuk memberikan kejutan yang mana nanti akan membuatnya mereka sangat bahagia.
"Wahh cantik sekali.. semoga saja Dion akan sangat menyukai hadiah dariku ini. Tapi, aku yakin sih pasti saat ini dia sedang pusing memilih hadiah untukku hehehe.."
"Apa lagi suamiku itu kan bisa di bilang sangat kaku dan juga dingin, jadi dia akan kesusahan untuk menerima tantangan dariku. Cuman, apa pun hasilnya aku akan tetap akan memberikannya hadiah"
Lisa tersenyum penuh kebahagiaan saat ia membungkus sebuah kotak berukuran sedang dengan bungkus kado serta pita yang begitu indah. Hingga terkesan sangat menggemaskan.
Lisa tidak menyangka jika dirinya akan sebahagia ini menikah dengan Dion yang terkenal dengan sikap cuek, kaku dan juga menyebalkan. Namun, siapa sangka di balik sifatnya yang seperti itu Dion termaksud pria yang sangat manja dan juga penuh kasih sayang.
Bahkan tanpa Lisa ketahui Dion sedang mencarikan pengganti Lisa untuk menjadi seketarisnya di kantor atas izin dari Arsya. Karena Dion tidak mau melihat istrinya selalu terlihat kelelahan jika berhadapan dengan pekerjaan kantor atau pun rumah.
Sampai seketika Dion langsung mengajukan risegn kepada Arsya atas nama Lisa, dan Arsya pun setuju memang sudah seharusnya Lisa fokus dengan mengurus keluarga kecilnya agar mereka cepat di berikan momongan.
Jika masalah kantor tenang saja, Dion sudah mencari seorang asisten pria yang akan selalu menemaninya. Dion tidak mau memilih seorang wanita karena itu akan bisa membuat ramah tangganya berantakan, bagitu juga dengan Arsya dia selalu setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dion. Selagi semua bisa teratasi dengan baik.
Tepat pukul 9 malam, dimana Dion sudah siap dengan semua pekerjaannya lalu segera mungkin dia mandi di dalam ruangan kerjanya kemudian mengganti pakaian yang sangat manis. Setelah semua beres, Dion pergi keluar kantor dengan sangat gagah untuk menjemput permaisuri di rumah.
Sedangkan Lisa, dia berdandan sangat cantik menunggu suaminya yang akan menjemputnya dengan kereta kencana alias kereta roda 4 yang mewah yaitu mobil kesayangan Dion.
__ADS_1
Hari ini Dion bekerja seorang diri tanpa di temani oleh sang istri lantaran Lisa sedang tidak enak badan, tetapi mereka tetap melakukan aksi tukar kado pernikahan yang pertama di suatu tempat yang sudah di desain sangat indah oleh Dion.
Selang 20 menit lamanya. Dion sudah sampai di depan Mansionnya kemudian Lisa keluar dengan sangat cantik menggunakan gaun berwarna merah, riasan wajah yang manis, dan juga membawa sekotak hadiah yang sangat spesial.
Dion keluar dan langsung menyambut istrinya dengan sangat manis, lalu Dion membawa Lisa masuk ke dalam mobilnya sambil membukakan pintu serta tangan Dion menahan kepala Lisa agar tidak sampai terbentur. Kini, saatnya Dion berlari kecil dengan wajah bahagianya memasuki mobil lalu mereka pergi meninggalkan Mansion.
...*...
...*...
Sesampainya di tempat yang sangat indah dengan bernuansa outdoor, mereka berjalan sambil bergandengan dengan wajah bahagia dimana tangan mereka masing-masing memegang sebuah kotak yang berukuran berbeda-beda. Karena kotak yang berada di tangan Lisa jauh lebih besar dari pada kotak yang ada di tangan Dion.
Banyak pasang mata menatap kagum kearah pasangan DILIS yang terkesan sangat romantis, cantik dan juga tampan. Hingga pada akhirnya mereka berjalan ke arah rooftop Restoran lalu mereka duduk di kursi masing-masing dan saling menatap satu sama lain dengan perasaan senang.
"Hari ini kau terlihat begitu cantik, Sayang.. aku seperti telah kembali merasakan jatuh cinta berkali-kali pada sorang yang sama" Ujar Dion sambil menggenggam tangan Lisa dan mengelus pelan punggung Lisa.
"Hihihi.. ya memang sih aku penasaran dengan kotak yang ada di sampingmu itu, tetapi biarkan mereka beristirahat dulu. Lebih baik sekarang kita makan untuk mengisi perut, lalu kita lakukan sesi kedua dan yang terakhir penukaran kado. Bagaimana?" Tawar Dion yang membuat Lisa sedikit bingung.
"Sesi kedua? Memangnya ada, bukannya tujuan kita hanya makan malam lalu saling menukar kado di hari anniversarry pernikahan kita. Tapi, kenapa sekarang jadi ada 3 sesi" Tanya Lisa sambil mengerutkan dahinya menatap Dion dengan heran.
"Sudahlah ikuti saja ini adalah hari spesial jadi jangan banyak bertanya, kita makan dulu ya dari pada nanti tidak enak sayang jika terbuang" Tita Dion yang langsung diangguki oleh Lisa.
Kemudian mereka segera memakan hidangan yang sudah di siapkan, ya meskipun ini di ruangan terbuka yang berada di rooftop Restoran mewah cuman di sini memang sudah di desain seindah mungkin sama persis seperti seseorang yang akan melamar pasangannya.
15 menit telah berlalu, mereka sudah menyelesaikan makan malamnya sampai seketika Dion meminta izin kepada Lisa untuk pergi ke toilet sebentar dan Lisa pun hanya mengangguk kecil sambil mengelap bibiirnya yang baru saja selesai makan.
Bersamaan dengan perginya Dion, Lisa melihat sebuah kotak yang sudah terbungkus sangat rapi. Ya walaupun tidak serapi dirinya tetapi itu adalah salah satu usaha Dion untuk menyiapkan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain karena itu sudah perjanjian awal mereka.
__ADS_1
"Aduhh.. kenapa kotak itu sangat menggiurkan sih, masa ia aku langsung membukanya. Kan enggak etis dong, tapi aku penasaran banget sama isinya. Kira-kira apa ya?"
"Apakah itu sebuah perhiasan? Tapi kenapa dia membeli itu, sedangkan perhiasanku sudah sangat banyak bahkan menumpuk tidak ada yang pernah aku pakai selain acara spesial"
"Arghh.. kenapa aku jadi kepo dan menebak-nebak seperti ini sih. Lagian jika bukan perhiasan apa lagi coba, toh setiap pria hanya bisa memikirkan hadiah seperti itu untuk istrinya jadi tidak heran lagi, bukan?"
"Ckkk.. tapi aku penasaran, apa aku coba kocok-kocok aja ya isinya siapa tahu aku bisa tahu isinya apa hihi.."
Lisa mengambil kotak milik Dion hingga memegangnya sambil melihatnya dengan penuh heran dan juga perasaan penasaran yang sangat menggebu di dalam dirinya. Namun saat Lisa ingin mengocoknya tiba-tiba kotak itu telah berpindah tangan yang mana Dion sudah mengambilnya tepat di belakang Lisa
"Eitttsss.. ternyata istriku mulai nakal ya, hem.." Ujar Dion tepat di telinga Lisa sambil menempelkan rahangnya di bahu Lisa dan menaruh kotak tersebut di atas meja.
Lisa yang awalnya terkejut bukan main langsung menoleh ke arah Dion dan tersenyum sambil cengengesan. "Hihi.. ma-maaf sayang, habisnya aku penasaran tahu. Kenapa kita enggak buka sekarang saja sih, lagian kenapa juga harus ada sesi ke-2 ke-3 apalah itu. Bikin orang makin penasaran aja"
Lisa terlihat sangat kesal lantaran Dion malah menunda hal penting yang seharusnya segera di utamakan, tetapi jika Dion langsung menuruti istrinya maka malam ini bukanlah malam yang akan spesial untuk mereka.
Hingga saat Lisa menatap ke arah depan melipat kedua tangannya di dada dalam keadaan masih duduk sambil merucutkan bibirnya dengan sangat gemas, sesuatu yang ada di belakang punggung Dion segera keluar dan kini telah berada tepat di depan mata Lisa.
Lisa melihat dengan kedua mata yang hampir saja loncat, karena tepat di depan matanya ada sebuah buket yang sangat manis dan juga cantik. Benar-benar di desain sedemikian rupa agar terkesan begitu indah.
"Di-dion i-ini a-apa? Ke-kenapa kau mengasihku bu-bunga? Bukannya ini tidak ada di daftar list kita ya? Kan tujuan kita hanya menukar kado. Lalu bunga ini, pasti kau memesannya bukan?" Tanya Lisa dengan wajah bingungnya bercampur senang.
"Tidak sayang, buket ini susah payah aku rangkai sendiri dengan mengikuti arah yang aku pelajari dari youtobe. Dan aku juga bangga kenapa aku bisa secantik ini merangkainya, mungkin karena untuk orang yang sangat spesial jadi hasilnya pun spesial"
"Bagaimana jika kita membuka toko bunga saja, aku jamin banyak pelanggan yang terkagum-kagum dengan hasil riasanku. Apa lagi aku kan berbakat untuk meriasnya hehe.."
Dion mencoba menggoda istrinya yang mana malah membuat Elsa semakin kesal. Lalu Dion hanya bisa terkekeh kecil kemudian ia merubah posisinya yang tadinya membungkuk di belakang Lisa kini malah sudah berada di hadapan Lisa dalam keadaan berlutut sambil tersenyum memegang buket yang sangat indah.
__ADS_1
Lisa yang melihat perlakuan Dion begitu manis membuat air matanya luluh, ini benar-benar percis seperti saat Dion melamar Lisa pada hari di mana kisah cinta mereka akan dimulai.