Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Seperti Balon Yang Ingin Meletus


__ADS_3

Ya walaupun Kay dan Arsya selalu saja bertengkar, tetapi di dalam diri mereka memiliki kasih sayang yang sangat besar. Sehingga Suci merasa begitu bahagia saat mempunyai dua bodyguard yang akan menjaganya dan tidak akan membiarkannya merasa kesepian atau pun sedih.


...*...


...*...


Malam hari Arsya, Suci dan juga Kau sudah bersiap untuk bersenang-senang menghabiskan sisa waktu mereka di Paris sekalian membeli beberapa oleh-oleh untuk semuanya.


Galeries Lafayette, Paris bisa di bilang ini adalah Mall yang sangat megah dan juga berkelas sehingga Mall ini hanya bisa di jumpai oleh kalangan teratas. Di sini juga semua orang bisa menemukan berbagai butik barang branded mulai dari Hermes, Louis, Vuitton hingga Chanel.


Visual Arsyaka Atthallah Valleanno 34 tahun.



Visual Suci Permata Sari Valleanno 33 tahun.



Visual Suarsya Kaysan Valleanno 6 tahun.



Suci yang melihat Arsya dan juga Kay hanya bisa menggelengkan kepalanya lantaran mereka ketika di luar rumah terlihat sangat dingin, kaku dan juga cuek. Tetapi ada yang membuat Suci bahagia yaitu walaupun Kay bukan anak kandung dari Arsya, namum mereka sangatlah mirip. Bahkan bisa di bilang Like Father Like Son.


"Dad, Mom. Aku mau ke sana!" Tunjuk Kay kesebuah toko tas bermerek ternama dengan semua kedatarannya.


"Mau ngapain kamu ke sana, itukan tempat para wanita?" Sahut Arsya sambil memeluk pinggang Suci.


"Suka-suka akulah, toh aku beli juga pakai uangku sendiri bukan uang Daddy!" Jawab Kay yang langsung berbalik menatap Arsya dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Cihhh.. memangnya kamu punya uang dari siapa kalau bukan dari Daddy setiap bulannya?" Ujar Arsya yang tidak mau kalah.


"Eleehhh.. meskipun tiap bulan Daddy memberikan uang untukku, tetapi jika uang itu sudah di tanganku berarti tandanya uang Daddy sudah menjadi milikku. Jadi mau aku belikan apa pun itu hakku, bukan hak Daddy. Toh aku juga suka di berikan uang oleh Oma, Opa dan juga Kakek. Jadi bukan hanya dari Daddy doang!" Elak Kay dengan tegas.


"Ya ampun kalian ini benar-benar ya, bisa tidak sehari saja jangan meributkan sesuatu yang tidak penting. Hem..? Daddy juga kalau sudah memberikan sesuatu tidak boleh diungkit seperti ini, biarkan Kay membelanjakan uangnya sendiri untuk menyenangkan orang yang dia sayang. Toh Kay juga tidak pernah menggunakan uangnya secara boros kan?"


"Dan untuk Kay, kamu harus sudah bisa bertanggung jawab atas uangmu. Ingat Mommy selalu bilang kalau Kay harus menghemat dan menggunakan uang seperlunya saja, jika tidak perlu Kay jangan menggunakan uang yang selalu di berikan Daddy atau siapa pun. Apa lagi Kay masih menjadi tanggung jawab Mommy sama Daddy, jadi Kay tidak boleh apa-apa menghabiskan uang karena mecari uang itu tidak semudah saat Kay mendapatkannya dengan cara di kasih. Paham kan?"


Suci menjelaskan kepada Arsya dan juga Kay dengan nada tegas penuh penekanan, sehingga tanpa harus membentaknya mereka bisa langsung merasakan jika Suci saat ini sedang marah.


Ya memang sedari kecil ketika umur 5 tahun Kay sudah memiliki Black Card tersendiri yang di berikan Arsya setiap bulannya sama seperti Suci. Hanya saja Kay hanya menerima 500 juta setiap perbulan, sedangkan Suci menerima sebesar 5 M setiap bulannya.


Belum lagi Arsya memang sudah memikirkan dari jauh-jauh hari untuk membuat tabungan tersendiri buat semua keluarganya berupa tabungan hidup dimana ketika sewaktu-waktu Arsya tiada maka semua keluarganya tidak akan hidup susah dan hanya akan menikmati hasilnya saja.


Arsya pun bingung kenapa setelah dia menikah dengan Suci semua usahanya seakan-akan membludak tinggi secara serentak, yang mana membuat Arsya benar-benar masuk ke daftar orang terkaya no.1 bahkan berita tersebut selalu masuk di televisi atau pun berita lainnya. Sehingga Arsya benar-benar sangat bersyukur setelah mendapatkan keluarga kecil yang bagaikan sebuah permata indah.


"Yaakkk.. kenapa Daddy yang di salahin sih, dasar Baby Kay!!" Sahut Arsya dengan kesal.


"Yaaaaaaa.. sudah berapa kali Kay bilang, jangan pernah memanggil Kay dengan sebutan Baby. Tapi panggil Kay dengan sebutan ABANG!!!" Pekik Kay dengan amarahnya menatap tajam kearah Arsya sambil melepaskan pelukannya lalu bertolak pinggang layaknya seseorang yang sedang menunjukkan amarahnya.


"Eleeehh.. kamu itu memang sangat cocok di panggil Baby bukan Abang. Lagi pula juga kan belum ada adikmu yang hadir, jadi kamu tetaplah jadi Baby kami. Ya kan, Mom?" Goda Arsya yang membuat Suci awalnya kesal kini malah menahan tawanya saat melihat reaksi Kay yang begitu lucu dan juga menggemaskan.


"Sepertinya apa yang di katakan Daddy ada benarnya, selagi belum ada adikmu jadi kamu harus bersedia di panggil Baby sampai kapan pun hihihi.." Jawab Suci sambil terkekeh kecil.


"Yaaaaaa.. Mommy kenapa ikut-ikutan Daddy sih, kan udah Kay bilang. Jangan panggil Kay Baby lagi, Kay tidak suka! Kay sudah besar dan juga harusnya Kay di panggil Abang, karena Kay yakin sebentar lagi perut Mommy yang rata itu akan menjadi balon!"


"Makannya sudah berapa kali Kay ingatkan sama Daddy, kalau Daddy harus selalu tiupin perut Mommy setiap harinya biar perut Mommy kaya balon atau kalau perlu Daddy pompa saja pakai pompaan balon itu. Siapa tahu kan, nanti Kay punya Adik 2 lumayan buat nemenin Kay main"


Celoteh Kay dengan keras membuat semua para pengunjung gemas berasa ingin mencubit pipinya hingga ada juga yang mau menculiknya bawa pulang ke rumah saking lucunya. Bagaimana tidak lucu, meskipun Kay bertingkah bagaikan Arsya tetapi dia tetaplah anak kecil yang masih polos.

__ADS_1


Bahkan Kay selalu menyuruh Arsya meniup-niupkan perut Suci setiap saat saking Kay menginginkan agar perut Suci segera membesar seperti balon yang ingin meletus.


Sampai seketika tawa Suci dan juga Arsya pecah hingga membuat Arsya langsung menggendong Kay yang saat ini merucutkan bibirnya dengan keadaan kesal karena semuanya menertawakan dirinya. Jelas-jelas saat ini Kay sedang marah tetapi semua malah menertawakannya begitu saja.


Arsya langsung menciumin Kay bersama dengan Suci yang mengelitiki Kay dan juga ikut menciuminya sampai membuat Kay geli sambil tertawa sangat manis. Semua yang melihatnya merasa bahagia dan juga senang, meskipun tidak mengenali siapa mereka tetapi entah kenapa keromantisan antara hubungan orang tua dan juga anak benar-benar sangat menular.


Setelah menyadari semuanya Suci hanya bisa tersenyum malu dan mengangguk kecil menatap sejumlah orang yang sedang mengerubunginya. Sedangkan Arsya sama Kay yang ada di dalam gendongannya kembali menunjukkan wajah datarnya meskipun wajahnya sedikit memerah.


Lalu mereka pergi meninggalkan semuanya untuk berbelanja oleh-oleh buat semuanya, dimana Kay membelikan tas kembar bermerek ternama untuk Oma dan juga Mommy-nya. Tetapi buat Opa, Daddy dan juga Kakeknya Kay membelikan sebuah jam tangan kembar dengan merek ternama hingga Kay menghabiskan uang tabungannya hampir 1,5 M.


Begitu juga Suci dan Arsya mereka membelikan oleh-oleh tersendiri yang berbeda agar mereka memiliki kesan tersendiri. Dimana Suci membelikan sepatu serta aksesoris, sedangkan Arsya membelikan Jas dan juga gaun yang tertutup untuk Bundanya. Sampai seketika Arsya dan Suci menghabiskan uang sebesar 5 M.


Walaupun nominalnya terbilang sangat mahal tetapi jika untuk keluarga bagi mereka sangatlah murah, asalkan tidak sampai membuat mereka menjadi sombong dan juga boros.


Apa lagi Baby Kay benar-benar menggunakan uangnya dengan sangat tanggung jawab, di usia yang terbilang sangat kecil tetapi dia sudah bisa mengelola semua uang tersendiri agar tidak menjadi boros. Apa lagi Kay ingin menabung sendiri agar bisa membawa semua keluarganya berlibur ke tanah Suci.


Ya, walaupun uangnya sudah mencukupi tetapi Kay mau berusaha mencari uangnya dengan kerja kerasnya sendiri. Entah itu kapan, setidaknya Kay sudah meniatkan di dalam hatinya agar mereka bisa merasakan uang pertama yang Kay hasilkan dari kerja kerasnya sendiri.


Setelah semuanya selesai, mereka pun pulang ke rumah dalam keadaan bahagia apa lagi Baby Kay terlihat sangat kelelahan saat mengikuti Suci yang terlalu lama dalam berbelanja hingga akhirnya Kay tertidur di kursi belakang mobil yang membuat Suci dan Arsya tersenyum.


Suci pun menyender di bahu Arsya dengan sangat nyaman yang membuat Arsya mengusap pelan pipi Suci hingga mencium keningnya sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar, tidak pelan dan juga tidak kencang. Mereka benar-benar tidak berhenti menebar keromantisan dimana pun setiap bersama yang mana membuat hubungan Arsya serta Suci semakin erat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....


...Lets go di serbu... 🤸🤸...


__ADS_1


__ADS_2