Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Kostum Badut Yang Sangat Lucu


__ADS_3

Dion hanya duduk terdiam sambil menyesali dirinya yang sempat menawarkan diri akan menyewa kostum badut untuk Arsya yang membuat dirinya ikut tenggelam di dalamnya.


Sementara Arsya juga merasa malu tapi di satu sisi Arsya juga senang karena dia tidak akan merasa malu sendirian. Arsya menatap Dion sambil memberikan senyuman penuh kemenangan.


Lalu Dion hanya menatap Arsya dengan tatapan kesal bercampur marah, namun dia tidak bisa mengatakan apapun atau nanti Suci akan menangis.


Jika Suci sampai menangis karena Dion, maka bisa jadi dia akan menerima hukuman yang lebih parah dari Arsya, Bunda Reni dan juga yang lainnya karena Dion telah membuat Suci menangis.


Akhirnya Dion hanya bisa menghela napas berat sambil menundukkan kepalanya. Lalu Lisa yang melihat itu pun hanya mengelus-elus punggung Dion untuk memberikannya semangat agar Dion tidak merasa putus asa yang lemah seperti ini.


“Sabar ya... mau bagaimana lagi, ini kan permintaan dari ibu hamil jadi kita harus menurutinya. Tapi kamu tenang saja karena setelah kamu menuruti permintaan dari Mbak Suci, aku akan memberikan hadiah untukmu yang tidak bisa kamu miliki saat melamarku waktu itu” bisik Lisa di telinga Dion dengan wajah memerahnya.


“Ka-kamu se-serius Lis? A-aku tidak se-sedang bermimpi kan? Tapi kenapa kamu mau melakukan itu, aku kira kamu tidak menyukainya” ucap Dion dengan suara kecil di dekat telinga Lisa.


“A-aku bukannya tidak menyukainya, ha-hanya saja waktu di mobil itu ka-kamu berlaku kasar dan aneh jadi aku menolaknya. Ta-tapi hanya sekedar itu saja ya tidak lebih, ka-kalau kamu mau lebih maka kamu harus menghalalkan aku dulu” bisik Lisa dengan wajah yang memerah menahan malu.


“Kalau kamu siap, detik ini juga aku mau kok menghalalkan kamu. Lagi pula aku tidak bisa menahan diriku setelah tahu kalau ternyata calon istriku ini juga diam-diam sudah menginginkan diriku ini” bisik Dion sambil meniup kecil di telinganya Lisa.


Lisa pun seketika langsung memundurkan wajahnya lalu menatap Dion dengan wajah memerahnya. Tidak lupa juga Lisa menutupi telinganya yang baru saja di tiup oleh Dion.


Sementara Dion hanya tersenyum penuh arti sambil menatap wajah Lisa yang kini sudah merah padam seperti tomat matang yang hampir membusuk.


“Ekhem... Ekhem... jika kalian ingin bermesraan, lebih baik kamu halalkan dulu adikku Tuan Dion yang terhormat” ucap Suci sambil menatap Dion dengan tatapan tajamnya.


“Ekhem... aku tidak melakukan apa pun kok... aku hanya menggodanya saja karena dia terlihat sangat lucu saat wajahnya merah padam seperti ini” ucap Dion dengan nada yang di buat setenang mungkin.


“Istriku tidak bilang kalau kau melakukan sesuatu Tuan Dion. Istriku hanya mengatakan kalau kamu harus segera menghalalkan adiknya supaya tidak menimbulkan fitnah dan dosa yang tidak kita inginkan” ucap Arsya sambil tersenyum penuh arti pada Dion.


“Jika Lisa setuju maka aku bisa saja menghalalkannya detik ini juga. Tapi aku rasa aku harus menyiapkan sebuah pesta yang meriah agar itu menjadi momen bagi diriku dan calon istriku ini yang tidak bisa dilupakan” ucap Dion sambil merangkul bahunya Lisa.

__ADS_1


“Kalau begitu Bunda akan membantu kalian menyiapkan pesta pernikahan kalian nanti. Katakan saja kapan dan di mana kalian ingin menikah nanti, biar sisanya Bunda dan Ayah Al yang akan mengurusnya” ucap Bunda Reni sambil tersenyum bersama dengan Ayah Al.


Semuanya pun tersenyum saat melihat akhirnya kalau Dion dan Lisa bisa bersama seperti sekarang. Lalu Dion pun meminta seseorang untuk memesankan kostum badut untuk dirinya dan Arsya sesuai dengan keinginannya Suci.


Setelah itu akhirnya mereka pun pergi ke meja makan untuk makan malam bersama setelah mereka melakukan ibadah shalat Maghrib dan Isya bersama-sama.


Mereka makan malam sambil membicarakan banyak hal dan tidak lupa Suci yang terus menantikan hari esok.


Suci sangat tidak sabar untuk melihat Arsya dan Dion akan memakai kostum badut besok malam setelah mereka pulang dari kantor.


Setelah selesai makan malam bersama, lalu Dion pulang bersama dengan Lisa dan mengantarkan Lisa ke kontrakannya Lisa sebelum Dion pergi ke Apartemennya.


Sementara itu Xan akan menginap hari ini karena Suci masih ingin menghabiskan waktu dengan Xan. Suci merasa nyaman bersama Xan dan hubungan mereka menjadi semakin dekat. Xan juga selalu membantu Suci untuk menjadi wanita kuat dan elegan seperti yang Suci inginkan.


Bunda Reni, Ayah Al dan Arsya merasa senang saat melihat Suci bisa hidup bahagia tanpa bayang-bayang gelap masa lalunya.


Hingga akhirnya bulan bersinar terang di langit malam bersama dengan bintang-bintang yang juga berkelap-kelip di langit menandakan waktu bagi mereka semua untuk tidur.


Suci juga merasa sangat nyaman saat Arsya memeluknya sambil mereka tertidur. Lalu Bunda Reni dan Ayah Al yang tidur dengan memeluk satu sama lainnya.


Sementara Xan tidur di kamar tamu sendirian namun dia tidak merasa kesepian karena dia selalu menganggap bahwa anaknya yang sudah meninggal selalu ada di sampingnya.


Jauh dari sana, ada seorang wanita yang tertidur sambil layar ponselnya menyala di depan wajahnya. Siapa lagi itu kalau bukan Lisa.


Sebelum tertidur, Lisa dan Dion melakukan video call bersama namun karena merasa lelah akhirnya Lisa tertidur lebih dahulu.


Sementara Dion tertidur setelah dia merasa puas melihat wajah calon istrinya yang mana sedang tertidur nyenyak di layar ponselnya.


Dion lalu mengucapkan 'Selamat tidur, calon istriku' lalu Dion mematikan panggilan video callnya dan dia pun tertidur.

__ADS_1


Semuanya tertidur dengan senyuman di wajah mereka, dan juga mereka yang bermimpi indah. Hari ini adalah hari yang panjang dan juga indah mereka sebelum badai menerjang mereka ke esokkan harinya.


*


*


Ke esokkan harinya di rumah kediaman Valleanno


Semua orang sarapan bersama dengan berbagai menu yang lezat, kecuali Suci. Entah kenapa pagi ini Suci ingin sekali sarapan dengan bubur ayam di tambah dengan sate usus yang di jual di perempatan dekat rumah.


Akhirnya Arsya pun pergi dan membelinya sehingga saat ini Suci sedang memakan bubur ayamnya dengan sangat lahap.


Setelah selesai sarapan, lalu Arsya dan Ayah Al pergi ke perusahaan sedangkan Suci dan Bunda Reni tetap di rumah.


Saat ini perusahaan tidak terlalu memiliki jadwal yang padat sehingga Arsya bisa pulang lebih cepat daripada biasanya. Saat siang hari di mana Suci dan Bunda Reni sedang makan siang, tiba-tiba ada kurir datang dan mengantarkan paket.


“Waaahh... ini kostum badut yang Suci ingin Mas Arsya dan Mas Dion pakai hari ini. Lihat Bunda, kostumnya sangat lucu kan apalagi kalau sudah di pakai sama Mas Arsya hihi... pasti Mas Arsya terlihat sangat lucu setelah memakai kostum ini dan make up badut” Suci gembira sambil melihat paket berisi kostum badut.


“Kau benar sayang, Arsya dan Dion pasti akan terlihat sangat lucu saat memakai kostum ini. Bunda jadi tidak sabar melihat mereka memakai kostum ini hihi...” ucap Bunda Reni sambil memegang kostum badut berwarna biru untuk Dion.


“Aku akan memfoto ini dan mengirimkannya pada Mas Arsya. Dia pasti akan sangat senang saat tahu kalau kostum badut untuknya sudah sampai hihi...” Suci memegang kostum badut berwarna merah untuk Arsya.


Di saat Suci mengeluarkan ponselnya dan ingin memfoto kostum tersebut, tiba-tiba Bunda Reni menghentikannya dan mengambil ponselnya Suci.


Suci yang melihatnya pun kaget dan dia langsung saja menatap wajahnya Bunda Reni dengan wajah bingungnya.


“Kenapa Bunda mengambil ponselnya Suci? Suci kan ingin memfoto ini dan mengirimkannya pada Mas Arsya” ucap Suci dengan wajah bingungnya.


“Jangan sekarang sayang, biarkan Arsya dan Dion datang dulu baru kita kasih liat mereka. Ini akan menjadi kejutan luar biasa untuk mereka dan tentu saja untuk kita semua hihihi...” Bunda Reni tertawa sambil memberikan ponselnya Suci kembali.

__ADS_1


Suci pun ikut tertawa bersama Bunda Reni karena dia mengerti apa maksud dari ucapannya Bunda Reni. Lalu mereka melanjutkan makan siang mereka dan lalu menghabiskan waktu bersama di ruang tamu sambil menunggu semua orang pulang dari perusahaan dan memberikan mereka kejutan.


__ADS_2