
Dimas pun melepaskan pelukannya dan tersenyum begitu juga dengan Arsya, dia tersenyum penuh arti. Bahkan Elsa dan juga Suci yang melihatnya merasa ada yang janggal dari senyuman kedua pria tersebut.
“Selamat Tuan... Mbak Suci... semoga kalian bisa bahagia dan segera dapat momongan hehe... eh... ma-maaf Mbak, aku lupa kalau Mbak tidak bisa punya anak. Tetapi aku doakan semoga Tuan dan Mbak Suci bisa segera mengadopsi anak ya...” ucap Elsa yang lebih seperti menyindir Suci dengan membuat Suci merasa sakit hati, sampai ketika Arsya melirik Suci yang sedang memaksakan senyumnya.
“Terima kasih Nyonya Dimas yang terhormat. Tapi kau tenang saja, istriku ini cepat atau lambat pasti akan segera mengandung anak yang sangat banyak. Bahkan kalau aku mau pun, aku bisa aja menghidupi 100 anak sekaligus. Jadi tidak perlu khawatir, karena hartaku ini tidak akan pernah habis untuk membuat istri cantikku bisa segera merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Ibu yang sempurna”
Arsya menyeletuk yang malah membuat hatinya Elsa dan Dimas terketuk hingga membuat mereka pun sangatlah terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan Arsya. Dimas makin merasa bersalah dan juga menyesal, lantaran Dimas tidak melakukan usaha untuk menyembuhkan Suci saat dia mendapatkan kabar kalau belum ada dokter yang mampu untuk menyembuhkan Suci atau pun membuat metode bagaimana caranya mereka bisa memiliki seorang anak.
Namun Arsya yang baru mengenal Suci, dia bisa berkata selantang dan setegas itu seolah-olah dia sedang menjatuhkan harga diri pasangan suami-istri itu yang saat ini menatap Suci dan Arsya. Suci tersenyum sambil meneteskan air mata kebahagiaan saat melihat Arsya begitu membelanya tanpa rasa takut sedikit pun, bahkan dengan lantangnya Arsya ingin membuat Suci agar bisa memiliki seorang anak.
Disitulah hati Suci tersentuh, ia berjanji dengan dirinya sendiri jika dia tidak mau menyia-nyiakan pria sebaik dan setulus Arsya. Suci akan selalu berusaha untuk membuka hatinya serta dia akan belajar mencintai Arsya sepenuh hatinya.
Kini saatnya Dimas berdiri di depan Suci dan menatapnya dengan matanya yang sangat berkaca-kaca. Bahkan Suci pun sudah tidak bisa lagi membendung air matanya saat melihat cinta pertamanya sudah benar-benar selesai hanya karena sahabat kecilnya yang rela merebutnya.
Tapi tidak apa-apa, rasa sakit yang Suci rasakan kini sedikit terobati saat Arsya menggenggam tangannya Suci yang membuatnya langsung menoleh ke arah Arsya yang saat ini tersenyum serta dia mengangguk padanya. Suci pun kembali menatap ke arah Dimas dan tersenyum, ya meskipun air matanya masih terus menetes.
“Terima kasih karena selama ini kamu sudah menjadi bagian di dalam hidupku yang selalu menemaniku di saat susah maupun senang dan kamu selalu ada di sampingku tanpa rasa lelah sedikit pun. Maaf ya kalau selama bersamaku kamu hanya merasakan sakit di dalam hatimu atas semua perlakuan keluargaku”
“Tapi ingatlah baik-baik... jika ada yang menyakitimu, segeralah bilang padaku maka aku akan langsung membantumu membuat perhitungan dengannya. Kalau perlu aku akan kembali menjadikanmu sebagai istriku yang tidak akan pernah aku sia-siakan untuk yang kedua kalinya karena aku sangat mencintaimu Suci...”
Dimas berbicara dengan air mata yang runtuh begitu deras, dan untung saja kini hanya tinggal Dimas dan juga Elsa yang belum bersalaman. Bahkan wartawan pun sedang beristirahat jadi aman untuk privasi Suci dan juga Dimas.
“Terima kasih juga padamu Mas Dimas, atas semua cinta dan juga kasih sayang yang sudah Mas berikan padaku. Tetapi maaf, jikalau pun ada yang menyakitiku baik itu suamiku ataupun keluarga dari suamiku maka aku tidak akan meminta bantuan dengan Mas Dimas. Aku masih memiliki Allah yang lebih tahu tentang kehidupan mana yang harus aku ambil”
__ADS_1
“Aku sangat percaya jika semua itu tidak akan pernah terjadi, karena aku berhasil menemukan pria yang benar-benar bisa menghargai cintanya dan bagaimana ia memperlakukan seorang wanita dengan sangat baik. Walaupun suamiku yang saat ini terbilang sangat kaku, cuek dan dingin tapi aku suka itu karena dengan begitu tidak akan ada satu wanita pun yang rela mendekati kanebo kering ini”
“Oh ya... satu lagi tadi Mas Dimas bilang apa? Mas Dimas mau menjadikan aku istrimu kembali? Hehe... maaf ya Mas, lihatlah tangan ini. Tidak mungkin Mas Arsya akan melepaskan aku kembali di lubang yang sama, dan jikalau pun itu terjadi maka aku akan memilih hidupku sendiri ketimbang kembali ke masa lalu yang terlalu banyak kepahitan sehingga aku lupa bagaimana caranya tersenyum”
“Lalu untukmu Elsa, jagalah lisanmu jika kamu tidak mau disakiti oleh orang lain. Ingatlah kalau karma itu tidak tidur, jadi bersiaplah untuk menyambut karmamu. Ya ampun... aku sampai lupa, waktu itu Fajar mengabariku loh kalau katanya dia sudah menikah lagi dengan wanita yang sangat baik"
"Fajar juga bilang kalau dia tuh merasa beruntung lepas dari 2 wanita ular yang selalu melilitnya, dia juga titip salam loh untuk anaknya. Katanya jagalah anak itu dengan baik, kalau sudah waktunya tiba dia akan mengambil anaknya dan akan hidup bahagia bersama istri barunya di negara lain”
Degghh...
Degghh...
Degghh...
Jantung Elsa dan juga Dimas berdetak sangat kencang yang malah membuat keduanya merasa jika omongannya Suci merupakan suatu kenyataan yang tidak bisa di ungkiri. Tapi Elsa yang memang sangat takut itu berusaha untuk tetap tenang supaya tidak terlihat jika saat ini dirinya itu sedang berada di ambang kegelisahan serta kepanikan jika apa yang dikatakan Fajar adalah kenyataan mutlak.
Dimas pun menganggukkan kepalanya itu dengan wajahnya yang masih sedikit terkejut. Tetapi Dimas kembali menatap Suci yang kini tersenyum menatapnya.
“Salam buat Baby Diva, Mamah dan juga Vina yaaa... tolong bilang sama mereka kalau Suci mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena merekalah aku bisa berada di sini, berdiri tepat di samping suamiku yang akan setia selalu menjadi perisai bagi diriku”
Suci melirik Arsya dengan sangat manis dan kembali menatap Dimas yang saat ini seperti menahan amarah, emosi, dan juga kekecewaan. Akhirnya Dimas ingin memeluk Suci, yang dengan sigapnya itu Arsya menarik tangan Suci dan kini Suci berada di belakang Arsya sampai ketika Dimas menjadi memeluk Arsya.
Arsya menepuk pelan punggung Dimas menggunakan satu tangan dan satunya tidak pernah Arsya lepaskan dari tangan Suci di saat masih ada seseorang yang mengganggunya. Arsya tidak mau jika Suci kembali mengalami traumanya, jadi apa pun akan Arsya lakukan demi tetap membuat Suci merasa nyaman.
__ADS_1
Ya walaupun di posisi ini hanya Arsyalah yang telah mencintai Suci, namun Suci ingin belajar mencintai Arsya meskipun sulit untuknya kembali membina rumah tangga. Tetapi ada kepercayaan kecil di dalam hati Suci, jika Arsya adalah jodoh untuknya yang sebenarnya dari Allah.
“Jika kau ingin bersandar maka aku siap untuk menjadi sandaranmu kapan pun kamu mau, tetapi jangan pernah jadikan istriku sebagai sandaranmu lagi karena kalian sudah tidak ada apa-apa lagi dan kini Suci sudah menjadi milikku”
“Ingatlah baik-baik kalau aku tidak akan pernah rela milikku di sentuh oleh orang lain bahkan termasuk mantan suaminya sendiri. Bagiku Suci hanya milikku, dan dia bukanlah barang atau mainan yang bisa kau pinjam atau pun kau mainkan sesuka hatimu. Bagiku Suci juga adalah intan berlian yang sangatlah langka"
"Jadi aku akan terus merawatnya agar ia bisa menjadi intan berlian termahal dan tercantik yang pernah ada di dunia. Aku juga ucapkan terima kasih karena kamu sudah menjaga berlianku. Ya walaupun saat aku menemukannya dia itu masih terbungkus dengan kotoran, tetapi aku akan membuatnya bersinar di waktu yang tepat karena aku sangat-sangatlah mencinta Suci"
Arsya berbicara dengan sangat lantang dan Arsya melepaskan pelukannya lalu kembali menepuk pundak Dimas yang entah kenapa dia tidak bisa berkata apa pun. Jiwa dan mentalnya Dimas saat ini seakan-akan sedang di uji saat dia tahu kalau Arsya benar-benar mencintai Suci.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻