
Tanpa basa-basi Dimas langsung memeluk Suci dari belakang yang sedang mengaduk sayur bayam. Suci yang begitu kaget pun membuat ia hampir saja menggetok kepala Dimas menggunakan centong sayur yang terbuat dari besi yang saat ini dipegang oleh Suci.
“Astaghfirullah, Mas Dimas. Ya ampun, untung saja Suci tidak jadi memukul Mas pakai ini. Coba kalau sampai Suci pukul bagaimana? Pasti benjol kan...” saut Suci dengan keterkejutannya.
“Hehe... Maaf sayang, habisnya aku kangen. Aku kira kamu nemenin aku di kamar pas tidur, tapi tahunya saat aku bangun kamu tidak ada di kamar. Jadi ya sudah aku langsung siap-siap terus turun ke bawah untuk nemuin istriku yang cantik ini” ucap Dimas yang langsung mencubit gemas hidung Suci.
“Aucchhh... Mas, ishh... Sakit tahu. Bisa-bisa hidung Suci pesek kalau gini caranya” saut Suci dengan kesal.
“Hehe... Maaf sayang, muach...” ucap Dimas yang langsung mencium bibir Suci secara kilat.
“Morning kiss, sayang hehe...” ucap Dimas yang membuat Suci hanya terdiam kaku tak berdaya saat sadar jika di sana masih ada Bi Ning.
“Ekhem... Aduh, romantisnya pasangan ini. Andaikan Pak Mat bisa seperti Den Dimas, pasti rasanya bahagia sekali ya, eh... Tapi Bi Ning enggak lihat loh, cuma ngintip sedikit hehe...” ucap Bi Ning sambil menata makanan yang sudah matang.
Dimas yang mendengar suara itu pun langsung membalikkan badannya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Bi Ning.
“B-Bi Ni-ning, se-sejak kapan Bibi ada di situ?” tanya Dimas dengan gugup.
“Sejak Den Dimas belum datang ke sini, jadi Bibi bisa melihat adegan uwu-uwu seperti di sebuah drama Korea hehe...” saut Bi Ning.
“Astaga, Bibi tahu drama Korea dari siapa?” tanya Dimas dengan kaget.
“Tahu dari Dila, karena Dila suka sama orang-orang Korea jadi kadang Bibi ikutan menontonnya. Habisnya filmnya romantis banget sama kaya adegan barusan saat Den melakukannya ke Non Suci loh...” goda Bi Ning.
“Ya ampun, Bibi ini gaul sekali. Bisa-bisanya dia tahu drama Korea, sedangkan aku saja tidak pernah melihatnya. Cuma video waktu itu doang di ponsel Mas Dimas” celetuk Suci dengan polosnya yang malah membuat Dimas menoleh hingga melototkan matanya.
“Video? Video apa, Non? Video orang Korea? Jadi, Den Dimas juga penggemar Korea?” tanya Bi Ning dengan penasaran.
“Bukan, Bi. Bukan orang Korea, tapi orang Jepang loh” ucap Suci yang semakin membuat Dimas terkejut.
“Video orang Jepang? Jadi Den Dimas penggemar orang Jepang, begitukah Non?” tanya Bi Ning kembali.
“Sayang, itu lihat sayurmu gosong” ucap Dimas yang mengalihkan pembicaraan mereka berdua.
“Ya ampun, mana Mas” ucap Suci dengan panik.
“Astaghfirullah, Mas Dimas... Kamu ini senang banget buat aku panik ya. Itu lihat sayurnya mendidih bukan gosok. Mana ada sayur bayam gosong, memangnya telur mata sapi” geram Suci dengan wajah kesalnya.
“Ma-maaf sayang, jangan marah ya Kaburrrr hahaaa...” teriak Dimas yang langsung berlari melalui pintu belakang dapur.
__ADS_1
“Mas Dimasss... Awas ya kamu... Lihat saja kalau dekat aku, bakalan aku jewer telinga caplang lucumu itu baru tahu rasa” teriak Suci yang membuat Bi Ning tertawa gemas melihat kelakuan mereka yang begitu lucu.
Kini mereka melanjutkan masaknya hingga selesai, lalu membawanya serta menyusunnya di ruang makan. Makanan serta minuman sudah tersusun rapi di atas meja yang terlihat sederhana namun sangat mengunggah selera dengan menu sayur bayam, bakwan jagung, ayam goreng dan sambal.
Mereka pun berkumpul bersama untuk memakan makanan yang sudah di siapkan dengan sangat lahab. Hanya saja, Dila yang sudah berangkat ke sekolah lebih awal membuat Suci belum bisa bertemu. Padahal Suci benar-benar sangat penasaran dengan Dila yang selalu di ceritakan oleh Bi Ning tentang kedekatannya dengan Dimas.
Cemburu? Tentu tidak, Suci tidak ada pikiran sejauh itu. Ia hanya penasaran seperti apakah Dila, dan bagaimana sifatnya. Apakah ia sama seperti Vina adik kandung Dimas, ataukah Dila lebih bisa menghargai Suci dan mau berteman dengannya meskipun Dila tahu kalau Suci ini adalah istri dari Dimas yang memang tidak sempurna seperti istri pada umumnya.
Tapi, ya sudahlah. Mungkin nanti saat Dila sudah pulang Suci akan bisa langsung bertemu dan mengobrol banyak bersama Dila. Jadi, saat ini semuanya fokus pada makanannya sambil sedikit berbincang-bincang.
...*...
...*...
Di rumah kediaman keluarga Dimas
Mamah Mita yang baru saja selesai dari aktivitas paginya, kemudian ia keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju ruang makan. Namun, sesampainya di sana Mamah Mita tidak melihat ada makanan di atas meja.
“Astaga, dasar menantu tidak tahu diri. Jam segini belum bangun dan menyiapkan sarapan, benar-benar minta di kasih pelajaran kayaknya” ucap Mamah Mita.
Kemudian Mamah Mita berteriak sekencang mungkin yang membuat seisi rumah bergema.
“Dimana kamu, hah...”
“Ini sudah jam berapa? Kenapa di meja makan tidak ada sarapan untuk kami? Apa kamu sudah bosan untuk melayani mertuamu sendiri, hah...”
“Suci... Bangun kamu! Mau jadi apa kamu, hah! Jam segini belum bangun. Dasar menantu pemalas”
Setelah Mamah Mita berteriak, tak lama datanglah wanita paruh baya yang usianya tidak jauh dari Mamah Mita terlihat terburu-buru.
“Permisi, Nya. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya wanita itu sambil sedikit berbungkuk dan berbicara dengan sangat sopan.
“Dimana Suci, Bi Tin? Kenapa jam segini belum ada makanan di meja” ucap Mamah Mita dengan penuh emosi.
“Ma-maaf, Nya. Dari semalam Bibi tidak melihat Non Suci dan Den Dimas pulang” Bi Tin yang terlihat ketakutan pun menjawabnya dengan penuh kegugupan.
“Apa???? Mereka tidak pulang, Bi? Jika mereka tidak pulang, maka kemana mereka berdua, hah!!” teriak Mamah Mita dengan wajah terkejut sambil meluapkan emosinya terhadap Bi Tin.
“Sa-saya ku-kurang tahu Nya, karena Non Suci tidak bilang apa-apa pada saya. Bi-biasanya ji-jika beliau mau pergi pasti bilang ke saya, Nya. Ta-tapi kali ini tidak” ucap Bi Tin terbata-bata.
__ADS_1
“Berani sekali mereka pergi tanpa seizinku, awas saja kamu Suci. Akan aku buat perhitungan padamu, dasar menantu tidak tahu diri. Bisa-bisanya ia mengajak anakku pergi seenaknya” ucap Mamah Mita sambil wajahnya penuh emosi.
“Ba-bagaimana jika saya yang buatkan sarapan hari ini, Nya. Selama Non Suci tidak ada biar saya saja yang menyiapkan makanan, jadi Nyonya tidak perlu cape-cape untuk menyiapkannya” ucap Bi Tin dengan sangat hati-hati yang membuat Mamah Mita menoleh ke arahnya.
“Bagus, memang itu tugasmu bukan? Toh kamu di gaji di sini untuk menjadi pembantu, jadi ngapain aku harus repot-repot buat masak. Lebih baik aku kembali ke kamar dan ingat, jika makanannya sudah siap cepat panggil aku karena aku lapar sekali ini gara-gara Suci jadi aku harus menahan rasa lapar ini. Awas saja kamu Suci” ucap Mamah Mita sambil menatap Bi Tin.
Kemudian Mamah Mita berjalan meninggalkan ruang makan dengan wajah penuh kekesalan serta emosi. Bi Tin yang sudah merasa kalau Mamah Mita sudah pergi, barulah ia mengangkat kepalanya sambil mengusap dadanya.
“Astaghfirullah, ada apa dengan Nyonya? Kenapa beliau menjadi seperti ini. Padahal dulu sebelum tahu jika Non Suci tidak bisa memiliki anak, beliau sangat baik dan ramah. Bahkan jarang sekali ia marah yang seperti ini”
“Semoga saja Non Suci setelah pulang nanti tidak sampai diperlakukan tidak baik oleh Nyonya. Kasihan Non Suci di saat ia tahu jika dirinya tidak bisa memberikan keturunan untuk Den Dimas, maka hatinya begitu hancur dan sekarang di tambah dengan perlakuan Mamah mertua serta adik iparnya membuat Non Suci semakin hancur”
“Tidak akan ada satu wanita pun yang mau mengalami nasib seperti Non Suci ini, Nyonya. Jika saja Nyonya memberikan semangat untuk Non Suci, pasti dia sangat bahagia. Meskipun ia merasa sangat sedih karena nasibnya, tapi jika Nyonya berada di sampingnya pasti Non Suci terlihat sangat kuat. Bukan malah membuatnya semakin menderita seperti ini”
“Ya sudahlah lebih baik saya segera membuat sarapan untuk mereka semua, dari pada aku berbicara seperti orang gila. Lagian juga Nyonya pasti tidak akan senang jika ada yang membela Non Suci, padahal Non Suci benar-benar sangat menyayangi Nyonya walaupun Nyonya bersikap kasar kepadanya”
Bi Tin mengoceh sepanjang jalan menuju dapur, kemudian ia langsung membuatkan sarapan simpel yang praktik yaitu nasi goreng dengan telur mata sapi. Bi Tina adalah seorang wanita paruh baya berusia 52 tahun. Bi Tina sudah bekerja selama 10 tahun yang mana semua keluarga Dimas selalu memanggilnya dengan sebutan Bi Tin.
Bi Tin juga sangat dekat dengan Dimas, namun ia tidak terlalu dekat dengan Vina. Tapi hampir semua tentang keluarga Dimas, Bi Tin tahu dan betapa bahagianya Bi Tin saat mendengar bahwa Dimas ingin menikahi wanita yang sangat baik. Bi Tin selalu mendoakan Dimas untuk selalu hidup penuh dengan kebahagiaan.
Namun di saat Bi Tin tahu jika Suci tidak bisa memiliki seorang anak, hatinya ikut terpukul. Apa lagi di tambah dengan perlakuan Mamah Mita dan Vina yang membuat Bi Tin selalu merasa empati terhadap Suci. Jika Bi Tin melihat Suci sedang di perlakukan tidak adil, maka ia segera menolong Suci meskipun ia akan mendapat hukumannya.
Bi Tin sudah menganggap Suci sebagai anaknya sendiri, yang mana Bi Tin tidak memiliki keluarga. Ia hidup sebatang kara saat keluarganya meninggal dunia saat tertimpa musibah kebakaran. Saat itu posisi Bi Tin sedang berada di luar rumah jadi ia tidak ikut terbakar habis bersama rumahnya.
Setelah kejadian itu Bi Tin mencoba untuk bangkit, lalu ia bertemu dengan keluarga Dimas yang mana juga sedang mencari pembantu untuk membantu Mamah Mita membereskan rumah yang cukup besar. Di situlah Bi Tin berusaha untuk bekerja sebaik mungkin. Jika tidak ada keluarga Dimas, mungkin Bi Tin tidak tahu lagi bagaimana nasibnya.
Bi Tin juga merupakan tempat Suci untuk bercerita, dan yang sudah Suci anggap sebagai Ibunya. Suci yang memang adalah anak yatim piatu, setelah nyaman dengan Bi Tin ia juga selalu menceritakan apa pun yang membuatnya bersedih. Jadi, Bi Tin sedikit tahu banyak tentang kisah hidup Suci yang mana membuat ia juga sangat menyayangi Suci.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang imut dan chubby ini... ☺️☺️😊
Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Chubby ini... 🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁
Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻