Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Elsa Tiba-tiba Bersikap Aneh


__ADS_3

"Huuft.. sekarang semua ini hanyalah angan-anganku karena saat ini Suci sudah mendapatkan kehidupan yang baru jauh dariku. Lebih baik saat ini aku fokus untuk melakukan yang terbaik agar kelurgaku tidak semakin hancur lebih dari ini"


Dimas berceloteh sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur yang menghadap ke arah ranjang tidur Baby Diva. Tanpa di sadari Dimas pun langsung tertidur akibat rasa lelah yang ia rasakan saat ini.


Sementara itu dengan Mamah Mita dan Elsa, mereka baru selesai makan malam dan Mamah Mita pun pergi ke kamarnya dan dia melihat Papah Angga yang sudah tertidur sambil membelakangi ke arah yang berlawanan dengan Mamah Mita.


Mamah Mita hanya bisa menghela napasnya karena dia sudah tidak peduli lagi dengan sikap Papah Angga padanya. Mamah Mita pun pergi ke kamar mandi lalu mencuci wajahnya kemudian dia langsung tertidur dengan posisi ikut membelakangi Papah Angga.


Sedangkan Elsa, dia masih duduk di ruang tamu sambil melihat update terbaru berita dari majalah fashion yang dia sukai. Elsa benar-benar tidak sedikit pun memikirkan tentang keadaan Dimas maupun Baby Diva.


Elsa hanya fokus dengan dirinya sendiri dan bagaimana caranya supaya dia bisa menjadi model terkenal.


Hingga akhirnya saat tengah malam Elsa baru kembali masuk ke kamarnya dan langsung tidur tanpa melihat Baby Diva.


Tepat saat jam 2 pagi, tiba-tiba Baby Diva terbangun dari tidurnya dan langsung menangis. Dimas yang mendengar suara tangisan tersebut pun terbangun dari tidurnya serta pergi menggendong Baby Diva.


"Cup... cup... cup... jangan menangis Tuan Putri kecilku. Ayah ada di sini, jadi Baby Diva jangan menangis lagi yaaa... pasti Baby Diva ketakutan karena Ayah tidak ada di mimpimu ya sayang..."


"Sudah... sudah... berhentilah menangis bayiku sayang... kembalilah tertidur dan semoga kamu bermimpi indah. Wahai Tuan Putri kecil Ayah yang sangat cantik dan baik hati. Tidurlah... tidurlah wahai kesayangku..."


Dimas menggendong Baby Diva sambil mengayun-ayunkan agar Baby Diva merasa nyaman. Dalam hitungan detik, Baby Diva kembali tertidur dan Dimas pun langsung kembali meletakkan Baby Diva di keranjang tidurnya.


Dimas lalu menatap Elsa yang masih tertidur nyenyak di kasurnya. Tidak habis pikir lagi, bagaimana bisa Elsa tetap tertidur pulas itu setelah mendengar tangisan bayinya sendiri yang sedang menangis kejar seperti tadi.


Lalu Dimas pun kembali berbaring di kasur sambil menatap ke langit-langit kamar dan memikirkan banyak hal. Dimas bingung bagaimana caranya agar dia bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi padanya.


Hingga akhirnya Dimas tertidur pulas dengan keadaan yang mana setetes air mata mengalir dari mata kanannya.

__ADS_1


Lalu di suatu kamar yang tidak jauh dari kamarnya Dimas, terdapat wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Uugh... perut dan juga kepalaku sakit sekali. Aku rasa aku sudah minum terlalu banyak tadi bersama Bray dan yang lainnya. Untung saja Mamah tadi sempat membantuku, kalau tidak pasti Abang Dimas akan memarahiku"


"Lebih baik aku kembali tidur lagi, mungkin rasa sakit kepalaku akan segera hilang. Semoga saja besok pagi Abang Dimas atau pun Papah tidak akan memarahi aku karena keadaanku saat pulang tadi"


Vina berbicara sambil memegangi kepalanya dan berjalan menuju kasurnya. Vina pun membaringkan tubuhnya yang lemas tersebut di atas kasur yang empuk dan nyaman.


Hanya dalam hitungan detik, Vina sudah berhasil tertidur dan masuk ke dalam alam mimpinya. Bahkan di dalam mimpinya itu, Vina masih berpesta dan bersenang-senang bersama teman-temannya yang mana mereka melakukan hal yang buruk.


...*...


...*...


Hari demi hari sudah berlalu dan keadaan keluarganya Dimas malah semakin parah. Papah Angga yang selalu menyibukkan diri di kantor, Mamah Mita yang harus selalu mengurusi Baby Diva siang dan malam.


Lalu bagaimana dengan Dimas? Dia selalu pulang dengan keadaan lelah dan mengantuk karena dia selalu dihadapkan dengan masalah baik itu di rumahnya sendiri atau bahkan di perusahaannya setiap harinya.


Saat ini Dimas baru saja pulang dari kantor yang mana ia di sambut oleh Elsa dan juga Mamah Mita yang sedang menunggunya di ruang tamu karena saat ini sudah hampir tengah malam.


"Selamat datang kembali Mas... kamu pasti cape ya, sini tasnya bisa aku taruh di kamar. Lebih baik kamu pergi ke ruang makan dan makan malamlah sebelum kamu pergi tidur"


"Kamu pasti belum makan malam kan, karena terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Itu sebabnya hari ini aku memasak makanan favorit kamu, tapi tentu saja Bi Tin membantuku untuk menyiapkan semuanya"


Elsa berbicara dengan nada manisnya sambil mengambil Tas dan juga Jas yang saat ini Dimas bawa.


Dimas yang melihat Elsa tiba-tiba seperti orang yang berbeda itu pun menatap Elsa dengan tatapan aneh dan tidak percaya.

__ADS_1


"A-ada apa de-denganmu Elsa? A-apa kamu sakit? Kamu tidak biasanya menyambutku dan membuatkan makan malam untukku seperti ini" ucap Dimas sambil memberikan tas dan jasnya pada Elsa.


"Apa maksudmu Mas, aku selalu seperti ini kok. Hanya saja beberapa hari sebelumnya aku sedang sibuk dengan sesuatu jadi aku tidak bisa menjalankan tugasku sebagai istri dan juga seorang Ibu"


"Sudahlah, lebih baik kamu pergi ke ruang makan sekarang lalu nanti kamu pergilah mandi di kamar kita dan langsung tidur. Aku akan ke kamar menaruh ini dan menjaga Baby Diva yang baru saja tertidur"


Elsa berbicara sambil mendorong pelan Dimas menuju ruang makan, kemudian Elsa berjalan pergi ke kamar mereka sambil membawa tas dan juga jasnya Dimas. Saat ini Dimas hanya berdiri terdiam sambil melihat kepergiannya Elsa.


"Kenapa kamu diam saja Dimas, ayo sini biar Mamah bantu kamu untuk menyiapkan makan malam. Hari ini Elsa sudah bekerja keras untuk Baby Diva dan juga dirimu" ucap Mamah Mita sambil menarik kursi untuk Dimas.


Dimas pun duduk di kursi tersebut lalu Mamah Mita langsung mengambilkan nasi dan juga lauk pauk ke atas piring dan memberikannya pada Dimas.


Mamah Mita segera duduk di samping Dimas sambil memperhatikan Dimas yang sedang makan.


Setelah Dimas selesai makan, kemudian dia menatap Mamah Mita sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


Mamah Mita pun tersenyum menatap Dimas yang sedang menatapnya dengan wajah bingungnya.


"Mamah... sebenarnya apa yang sudah terjadi saat Dimas belum pulang? Kenapa Elsa tiba-tiba bersikap aneh dan tidak biasa seperti itu? Apakah sesuatu sudah terjadi yang mana Dimas tidak mengetahui apa-apa?" tanya Dimas dengan wajah bingungnya.


"Semuanya baik-baik saja kok, Elsa juga bersikap biasa saja. Lagi pula itu memang sudah tugasnya sebagai Ibu untuk menjaga Baby Diva, dan seorang istri yang merawat suaminya" jelas Mamah Mita dengan senyuman


Dimas tidak mudah terbujuk dengan perkataan Mamah Mita, karena bagi Dimas sifat Elsa yang begitu perhatian ini terasa aneh.


Dimas sangat tahu jika Elsa hanya bersifat manis seperti ini saat dia membutuhkan sesuatu dari Dimas.


Dimas pun langsung berpamitan pada Mamah Mita dan berjalan menuju tangga serta langsung masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Di sana Dimas melihat Elsa yang sedang menggendong Baby Diva yang sedang menangis karena terbangun dari tidurnya.


__ADS_2