Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Saya Akan Merekam Semuanya


__ADS_3

Di Perusahaan Mashar Group


Dimas sedang menghadapi beberapa masalah kecil, bahkan pekerjaannya begitu menumpuk. Hingga membuat Elsa mencari kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati Dimas.


Tokk... Tokk... Tokk...


Elsa mengetuk pintu ruangan Dimas sambil membawakan segelas teh hangat.


“Masuk...” pekik Dimas dari dalam ruangan.


Setelah mendengar aba-aba dari Dimas, Elsa pun kemudian masuk ke dalam dengan senyuman.


“Permisi, Tuan. Ini saya buatkan teh hangat, sepertinya Tuan terlihat sangat lelah hari ini” ucap Elsa sambil menaruh gelas yang berisikan teh hangat di meja kerja Dimas.


“Siapa yang menyuruhmu membawakan minuman ini? Bukankah aku tidak menyuruhmu” ucap Dimas dengan nada cuek.


“Meskipun Tuan tidak memintanya, tetapi saya sebagai sekretaris yang baik harus bisa mengerti tentang atasannya. Lagian juga Tuan sudah saya anggap sebagai kakak sendiri apa lagi Mbak...” ucapan Elsa terhenti saat Dimas langsung mematahkannya.


“Stop! Jangan pernah gunakan Suci di setiap ucapanmu, mengerti! Meskipun kamu teman Istri saya, tetapi tidak menutup kemungkinan jika kita terlalu dekat maka akan menimbulkan kesalah pahaman” ujar Dimas dengan kesal.


“Baiklah, jika begitu. Ya sudah saya permisi, dan maaf jika mengganggu waktu Tuan” jawab Elsa dengan raut yang sedih sambil kembali membawa teh tersebut.


“Tinggalkan teh itu di situ, dan pergilah sekarang!” ucap Dimas dengan nada dinginnya yang membuat Elsa langsung keluar ruangan.


“Hufftt... Nasib-nasib. Kenapa gua bisa segila ini sih mencoba mendekati macan, udah tahu berbahaya masih saja nekat. Dasar Elsa...” gumam lirih Elsa dengan kembali fokus pada laptopnya.


...*...


...*...


10 menit berlalu...


Dimas yang hampir menghabiskan tehnya itu merasa sedikit kegerahan, padahal AC di dalam ruangan sangat dingin.


“Arrrgghh... Kenapa gerah sekali sih, perasaan AC sudah aku turunin suhunya biar dingin tetapi kenapa masih panas sih. Mana kerjaan numpuk, belum lagi ini sudah jam 10 malam bagaimana jika Suci menunggu di rumah. Apa aku kirim pesan saja jika aku tidak pulang atau pulang terlalu larut, ya. Aku harus mengabari Suci biar dia tidak cemas”


Dimas langsung mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Suci.


...“Dek, maaf tapi aku hari ini tidak tahu akan pulang jam berapa karena pekerjaanku menumpuk, dan Dion juga sudah pulang lebih dulu karena ada urusan yang harus di kerjakan....


...Kamu enggak apa-apa kan di rumah? Atau Mamah membuat kamu menangis lagi hari ini? Jika pekerjaanku selesai dengan cepat, maka aku usahakan untuk pulang. Cuma kalau tidak bisa aku akan menginap di kantor saja....


...Kamu baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku. Selamat beristirahat sayang, I Love You... <3”...


Ting SMS...


Ponsel Suci pun berbunyi menunjukkan notif seperti di atas. Namun karena hari ini Suci benar-benar sangat lelah jadi ia tidak sengaja ketiduran dengan sangat pulas.

__ADS_1


“Tumben, tidak di balas pesanku sama Suci. Apa dia sudah tidur karena lama menungguku? Mungkin saja sih, karena kan dia juga pas di rumah mengerjakan pekerjaan yang berat dan juga tadi dia sempat memberi kabar kalau ingin menemani Mamah jalan-jalan”


“Semoga saja ini pertanda baik untuk mereka kembali akur, dan Mamah tidak akan pernah menyakiti Suci dengan cara apa pun lagi. Aku sungguh tidak tega melihat Suci selalu menangis hanya karena ucapan Mamah yang begitu menyakitkan. Aku cuma berharap semoga ujian ini segera berakhir Amin...”


Dimas berbicara sambil menatap ponselnya, lalu kembali bekerja dengan menahan semua rasa panas di tubuhnya. Sedangkan di luar ruangan, Elsa masih setia menunggu Dimas.


“Sudah hampir 15 menit, apa dia sudah menunjukkan reaksinya ya...” ucap Elsa di dalam hatinya sambil menatap jam arloji di tangannya.


“Bagaimana jika kita cek ke dalam sekalian berpura-pura izin pulang. Lagian kan ini sudah lebih dari jam kerja seharusnya. Semoga saja kali ini berhasil, karena kemarin aku hanya coba-coba hehe...”


Elsa pun bergegas untuk merapikan riasan wajah, serta sedikit membuka 2 kancing atas di bagian dadanya yang terlihat semakin sek*si.


“Menarik, waktunya bekerja haha...” gumam Elsa sambil tertawa kecil, lalu ia kembali mengetuk pintu dan Dimas pun kembali menyuruhnya masuk.


“Permisi, Tuan. Apa masih ada yang harus saya kerjakan? Jika tidak maka bolehkah saya pulang duluan karena hari sudah semakin larut. Saya trauma Tuan, belum lagi habis kejadian itu kita malah hampir saja khilap. Jadi saya takut itu terulang kembali” celoteh Elsa dengan wajah sesedih mungkin sambil sedikit mencondongkan bagian dadanya.


Dimas yang tadinya fokus pada laptopnya, kini langsung menoleh ke arah Elsa yang mana dia melihat gundukan putih kenyal serasa ingin melompat keluar.


Entah kenapa Dimas merasa bahwa tubuhnya semakin memanas serta matanya juga sudah mulai berbayang-bayang. Entah kenapa di dalam penglihatan Dimas yang saat ini ada di depannya adalah Suci.


“Su-Suci? Ka-kamu ada di-di sini sayang” ucap Dimas dengan suara yang mendayu-dayu.


“Suci? Apa sebegitu cintanya dia sama Mbak Suci? Bahkan karena efek obat itu malah membuat ia berimajinasi bahwa aku ini adalah Suci. Tapi tidak apa-apa, ini bisa aku manfaatkan, bahkan aku bisa merekam suaranya saja agar bisa menjadi bukti kuat kalau aku di per*kosa oleh suaminya. Dasar Elsa, Elsa... Kau memang sangat pintar haha...” ucap Elsa di dalam hatinya.


Elsa lalu mencari aplikasi perekam yang mana dari tadi ia memang sedang menggenggam ponselnya. Dimas yang sudah tidak bisa lagi menahan sesuatu dari tubuhnya kini langsung berdiri mendekati Elsa.


“Sayang...” ucap Dimas dengan suara paraunya.


“Tu-tuan Dimas, Tuan mau apa? Kenapa Tuan melihat saya seperti itu?” ujar Elsa dengan suara ketakutan.


“Aku sudah tidak bisa lagi menahannya, sayang. Ayolah Suci... Kali ini saja berikan aku kenikmatan yang tidak bisa aku lupakan” saut Dimas dengan terus berjalan mendekati Elsa.


Elsa berjalan mundur ke arah kamar dengan sengaja, agar bisa menggiring Dimas ke tempat yang lebih nyaman.


“Tu-tuan, saya bukan Mbak Suci. Tuan sadarlah, Tuan kenapa terlihat seperti orang yang mabuk sih. Ingat Tuan, saya Elsa bukan Suci!” teriak Elsa yang malah membuat Dimas tertawa.


“Haha... Jangan bercanda sayang, mana mungkin aku mabuk. Lagian aku juga tidak suka meminum-minuman seperti itu, tapi entah kenapa hari ini aku benar-benar sangat ingin memanjakanmu” jawab Dimas dengan hasrat yang sudah di ujung tanduk.


“Tuan, jangan macam-macam ya sama saya. Lihat saya baik-baik, saya ini Elsa sekretaris Tuan dan bukan Mbak Suci istri Tuan. Cobalah lihat baik-baik” ucap Elsa yang sudah mencapai pintu kamar dan membukanya secara perlahan agar tidak terdengar di suara rekaman.


“Elsa... Elsa... Elsa... Kamu itu Suci sayang, Suci” ucap Dimas sambil memegang kedua bahu Elsa dan menatapnya dengan mata yang sudah mulai sayu.


“Lepaskan saya, Tuan. Saya bukan Mbak Suci hiks... Saya mohon Tuan jangan perlakukan saya seperti ini. Saya tahu Tuan adalah bos di sini, tapi tidak pantas Tuan melakukan ini pada saya hiks...” Elsa menangis dengan air mata kepalsuannya.


Dimas yang sudah tidak tahan lagi langsung merobek baju Elsa begitu keras.


Kreeeeekkk...

__ADS_1


“Tuaaaannn... hiks... Ke-kenapa Tuan merobek baju saya. Tuan jahat, bisa-bisanya Tuan melecehkan sahabat istri Tuan sendiri hiks...” pekik Elsa sambil menutupi belahannya dengan kedua tangan.


“Tuan lihat ini, saya akan merekam semuanya, semua perlakuan Tuan pada saya sebagai bukti nyata jika Tuan telah melecehkan saya hiks...” lagi dan lagi Elsa berteriak seolah-olah dia menjadi korban.


“Haha... Rekamlah sepuasmu Suci, itu malah lebih bagus. Jadi kita bisa mengingat adegan percintaan kita malam ini” saut Dimas.


Dimas yang benar-benar di landa ketidak sadaran atas obat yang Elsa berikan, membuat ia yang tadinya memikirkan Suci menjadi terbayang ke dalam pikirannya sehingga yang Dimas lihat adalah Suci bukanlah Elsa.


Elsa kemudian menyetop rekaman suaranya dan berganti menjadi rekaman video agar bisa lebih meyakinkan jika dialah korban sebenarnya. Dimas yang melihat Elsa sedang fokus pada ponselnya seketika mendorong Elsa dengan sangat kasar untuk masuk ke dalam kamar.


Braakk...


Arrrgghhhh...


“Hiks .. Tu-tuan, hiks... A-apa yang mau Tuan lakukan pada saya” pekik Elsa yang sudah terbaring di atas ranjang akibat dorongan Dimas.


Lagi dan lagi Elsa merekam kejadian itu dan menempatkan ponselnya di tempat yang bisa terjangkau dengan memperlihatkan semuanya. Dimas yang sedikit merasa pusing, dan juga mengucek matanya kini menjadi sedikit tersadar.


“E-Elsa? Sedang apa kamu di sini? Lalu kemana bajumu? Ya ampun... Jangan macam-macam padaku yaa” pekik Dimas.


“Hiks... Tuan yang sudah merobek baju saya, kenapa Tuan lupa hah! Tuan bilang kalau aku ini Suci, padahal jelas-jelas aku adalah Elsa tapi Tuan tetap merobek baju saya hiks...” teriak Elsa dengan penuh drama sambil melirik ponselnya yang tetap merekan kejadian di sana.


Elsa takut jika Dimas melihat ke arah ponselnya, apa lagi posisi Dimas sudah mulai sadar dan mengenalinya.


“Ma-maafkan aku, Elsa. Aku tidak tahu kenapa aku bisa seliar ini, da-dan tubuhku entah kenapa menjadi sangat panas” ucap Dimas dengan suara paraunya.


“Tuan jahat, saya akan laporkan ini kepada Mbak Suci. Biar dia tahu bagaimana kelakuan bej*ad suaminya ini di belakangnya” pekik Elsa sambil menutupi tubuhnya dengan kedua tangan.


“Maafkan aku Elsa, jangan adukan ini pada Suci. Aku mohon...” saut Dimas yang kembali mendekati Elsa.


“Stop! Jangan mendekat, saya bilang. Tuan lagi tidak sedang baik-baik saja. Jika Tuan ingin melakukannya kenapa tidak pulang temui Mbak Suci, kenapa harus saya yang menjadi korban kegilaan Tuan, hiks...” teriak Elsa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆

__ADS_1


Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️


Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2