
Arsya pun turun di lobby dan berjalan ke luar menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan perusahaan. Arsya masuk dengan bodyguard yang membuka dan menutup pintu untuknya. Sopir pun membawa Arsya menuju kediaman keluarga Valleanno untuk makan siang dia sana hari ini.
Sementara itu di sebuah perusahaan, terdapat seorang pria yang kelelahan akibat jadwalnya yang sangat padat dan panjang hari ini.
Dia harus melakukan meeting dan pertemuan di luar perusahaan beberapa kali yang mana membuat pria tersebut semakin lelah fisik dan juga mental. Siapa lagi pria tersebut jika bukan Dimas.
“Haahh... akhirnya aku bisa istirahat setelah jadwal padat tersebut. Aku rindu masa-masa di mana Suci, Dion dan Lisa masih ada di sini jadi mereka selalu menemani dan menghiburku saat aku sedang kelelahan seperti ini. Tidak seperti sekarang yang mana aku sendirian di sini”
“Setelah mereka semua pergi dari hidupku, semuanya terasa sangat sepi dan membosankan. Andai saja Elsa bisa menjadi lebih peduli dan perhatian padaku seperti Suci, pasti aku tidak akan kesepian seperti ini. Tapi sudahlah, semuanya sudah terjadi jadi percuma saja aku memikirkan tentang masa lalu huuft...”
Dimas bergumam sambil duduk bersandar di kursi kebesarannya dengan mengeluarkan semua perasaan lelahnya.
Dimas pun menutup matanya sambil mencoba untuk mendapatkan sedikit istirahat yang mana dia tidak bisa dapatkan beberapa hari belakangan ini.
Di saat Dimas baru saja ingin masuk ke dalam alam mimpinya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya Dimas.
Mau tidak mau ya Dimas harus kembali bangun dan duduk dengan tegak sebelum dia mempersilahkan orang yang mengetuk tersebut masuk.
Lalu seorang wanita yang tidak terlalu muda masuk dan dia memberikan beberapa surat yang datang untuk Dimas.
Setelah itu Dimas menyuruh wanita itu yang mana adalah sekretarisnya itu untuk keluar dan kembali ke pekerjaannya di mejanya sendiri.
“Sekarang surat-surat apa lagi ini hahh? Kenapa tidak ada satu hari pun kedamaian di perusahaan untukku. Ternyata ini hanya surat balasan kerja sama yang aku bicara dari beberapa klien lama kami beberapa minggu lalu ehhh... su-surat apa ini?” tanya Dimas saat melihat amplop kecil berwarna putih.
Dimas membuka amplop kecil tersebut dan melihat isi surat di dalamnya. Awalan Dimas membaca dengan wajah biasanya yang semakin lama menjadi semakin serius dan tegang.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba saja Dimas terkejut saat melihat tulisan di akhir surat tersebut.
“Apa-apaain ini!? Kenapa tiba-tiba tagihan kartu kredit yang aku berikan pada Elsa jadi meningkatkan seperti ini? Hanya dalam satu bulan saja Elsa bisa menghabiskan hampir 800 juta? Sebenarnya apa yang dia beli dengan kartu kredit tersebut?” ucap Dimas dengan nada kagetnya.
Dimas sangat terkejut karena biasanya Elsa cuma menghabiskan 300-500 juta saja sebulan yang mana itu memang jatah bulanannya dari Dimas.
Lalu Dimas mengambil ponselnya dan langsung menelepon Elsa yang saat ini ada di rumah sambil bersantai-santai menonton film di ruang keluarga.
Sedangkan Mamah Mita masih sibuk mengurus dan menjaga Baby Diva yang saat ini sedang aktif tengkurap sambil bergoyang-goyang yang hampir membuat dagunya bersentuhan dengan lantai.
Tidak lama kemudian ponselnya berdering dan Elsa yang melihat bahwa itu panggilan dari Dimas pun di menjawabnya.
📱 “Halo Mas, tumben kamu menelepon aku saat jam kantor seperti ini. Apakah ada sesuatu yang kamu butuhkan? Ataukah kamu sudah kangen denganku dan Baby Diva? Hihi...” goda Elsa sambil cengengesan sendirian.
📱 “Apa yang kamu lakukan dan kamu beli bulan lalu sehingga tagihan kartu kredit kamu jadi meninggi seperti ini. Apa kamu tahu bahwa tagihannya itu sampai lebih dari 800 juta, hahh?” tegas Dimas dengan nada marahnya.
📱 “Lagi pula juga itu kan cuma 800 juta saja, enggak sampai 1 milyar kan? Kenapa sih kamu harus marah-marah seperti ini padahal kamu sendiri memiliki uang yang sangat banyak, tapi kamu itu terlalu pelit memberikan uang bulanan untukku habiskan di luar sana”
Elsa berbicara dengan sangat entengnya yang mana membuat Mamah Mita langsung menatap Elsa yang tidak jauh darinya.
Bahkan Mamah Mita tidak bisa pergi ke luar, kumpul-kumpul dengan temannya dan pergi berbelanja karena dia sibuk mengurus Baby Diva setiap harinya.
“Elsa menghabiskan uang 800 juta selama satu bulan? Aku saja hampir setengah tahun ini tidak bisa pergi berbelanja ke luar karena harus selalu menjadi Baby Diva, tapi Elsa malah dengan enaknya pergi bersenang-senang?” geram Mamah Mita di dalam hatinya.
Mamah Mita hanya menatap Elsa dengan sinisnya karena dia merasa iri dengan Elsa yang bisa dengan bebas pergi ke mana pun yang dia inginkan.
__ADS_1
Sedangkan Mamah Mita harus tetap di rumah untuk menjaga Baby Diva yang mana selalu tidak di pedulikan oleh Ibu kandungnya sendiri.
Tiba-tiba saja Elsa dan Mamah Mita di kejutkan dengan suara benda jatuh dan Baby Diva yang menangis kejar saat dagunya terbentuk keras di lantai.
Mamah Mita langsung menggendong Baby Diva dan mencoba untuk menenangkannya. Sementara itu Elsa malah memarahi Mamah Mita yang tidak becus dalam menjaga Baby Diva.
Dimas yang mendengar suara tangisan Baby Diva dan juga Elsa yang marah-marah pada Mamah Mita pun menjadi semakin kesal.
Dimas yang tidak terima saat Elsa memarahi Mamah Mita pun langsung membentak Elsa dan membuat mereka berdua menjadi bertengkar.
📱 “Kenapa kamu malah menyalahkan Mamah saat Baby Diva menangis? Seharusnya kamu memarahi dirimu sendiri yang selalu saja menyuruh Mamah untuk menjaga Baby Diva. Sedangkan kamu malah asyik pergi bermain dan berbelanja” tegas Dimas.
📱 “Kenapa kamu jadi menyalahkan aku sih Mas... saat ini Baby Diva sedang di jaga oleh Mamah, jadi kalau dia nangis ya itu salahnya Mamah. Lagi pula Baby Diva itu adalah cucunya jadi sudah tugasnya untuk menjaga dan juga mengurus Baby Diva” jawab Elsa dengan kesalnya.
📱 “Tapi kamu adalah ibunya, jadi itu sudah tugas utama kamu untuk selalu merawat dan mengurus Baby Diva. Tugasnya Mamah itu hanyalah membantu kamu jika kamu merasa kesulitan saat mengurus Baby Diva sendirian, dan bukannya menyerahkan Baby Diva pada Mamah” tegas Dimas kembali.
📱 “Aku meminta Mamah untuk mengurus Baby Diva juga karena aku merasa sangat kesulitan. Aku tidak bisa membatalkan semua janjiku pada teman-teman arisanku, jadi aku meminta Mamah untuk menjaga Baby Diva” jawab Elsa dengan entengnya.
📱 “Lalu sekarang? Kamu saja sedang bersantai-santai di rumah tapi kamu tetep menyuruh Mamah untuk mengurus Baby Diva. Di mana tanggung jawab kamu sebagai ibunya Baby Diva selama dia lahir di dunia ini sampai saat ini, hahh?” geram Dimas dengan nada dinginnya.
Elsa yang mendengar semua perkataannya Dimas pun merasa sangat marah karena memang sejak awal Elsa tidak pernah mau memiliki anak.
Jadi bagaimana mungkin Elsa akan menjaga anak yang mana tidak dia inginkan kehadirannya di dunia ini dan sekarang emosinya Elsa semakin meningkat begitu juga dengan Dimas.
Dimas merasa sangat kesal dengan sikap acuh tak acuhnya Elsa terhadap Baby Diva selama ini. Awalnya Dimas hanya diam saja karena mungkin ini sulit baginya untuk membiasakan dirinya yang baru menjadi ibu, namun sekarang tidak lagi. Elsa benar-benar tidak menjalankan tugasnya sama sekali sebagai seorang ibu.
__ADS_1
Sementara itu Mamah Mita akhirny berhasil membuat Baby Diva berhenti menangis, tapi kini dagu Baby Diva sedikit merah dan bengkak.
Merasa tidak tahan dengan pertengkaran Dimas dan Elsa di telepon, lalu Mamah Mita membawa Baby Diva ke kamarnya dan mulai mengoleskan obat di dagu Baby Diva agar tidak semakin bengkak.