
Suci yang mendengar ucapan indah itu membuat ia langsung tersenyum sambil meneteskan air mata kebahagiaannya, sedangkan Arsya yang melihat air mata Suci itu langsung saja menghapusnya dengan lembut sambil menggelengkan kepalanya.
“Kamu harusnya tersenyum sepanjang hidupmu, jadi aku mohon janganlah kau biarkan air matamu ini menetes secara bersamaan karena air matamu ini hanya akan membuat wajah cantik bersinarmu kembali tertutup dengan awan mendung di matamu” ucap Arsya dengan lembut sambil tersenyum.
“Aduhh... aduhh... belum juga sah sudah gemoy ya kan, bagaimana setelah sah ya... bisa-bisa dunia berasa hanya milik mereka berdua dan yang lainnya hanya mengontrak saja haha...” ucap sang MC dengan membuat suasana penuh haru kini mereka kembali tertawa kecil begitu juga kedua pengantin yang tertaw kecil.
“Ayo mari Tuan, bawa bidadarimu ini ke depan Pak penghulu agar kalian segera di nikahkan. Kasihan mempelai wanita lama-lama berdiri, pasti gaunnya sangat berat dan bisa-bisa nanti gagal malam pertama deh hihihihi...” canda sang MC yang membuat wajahnya Arsya dan Suci mulai memerah dan mereka segera saja berjalan perlahan menuju penghulu.
Langkah demi langkah mereka pijakkan, lalu Arsya membantu Suci untuk duduk di kursinya dengan sangat nyaman. Lalu Arsya berjalan dan dia duduk di kursinya sendiri sambil dia menoleh ke arah Suci yang semakin membuat Suci malu dan tertunduk.
“Ekhem... Bapak penghulunya itu ada di depan, bukan di samping” sahut Ayah Al yang membuat Arsya refleks menatap ke depan sehingga semuanya terkekeh melihat sikap Arsya yang semakin salah tingkah.
“Bagaimana Tuan, cantik bukan bidadari yang ada di sampingmu ini hihi...” canda Bapak penghulu sambil tertawan kecil.
Entahlah ini sudah menjadi seperti apa wajah Arsya dan Suci saat ini yang dari tadi memerah merona akibat rasa malu yang mereka pendam.
“Sudahlah Pak penghulu, cepat sahkan mereka biar aku bisa segera mempunyai mantu sebelum anakku ini jadi berubah pikiran hihihi...” canda Bunda Reni yang membuat Arsya memelototkan matanya dengan ekspresi ngeblus.
Sedangkan Suci, dia malahan terus saja menundukkan kepalanya tanpa dia mau menunjukkan wajahnya yang kini sudah memerah bagaikan tomat kematangan yang hampir membusuk.
“Hehe... baiklah, apa Tuan dan Nyonya sudah siap?” ucap Pak penghulu dengan wajah tersenyum sambil menatap kedua mempelai yang berusaha mati-matian untuk menutupi rasa malu dan mereka hanya menganggukkan kepala mereka.
Kemudian acara ijab kabul pun dimulai dengan pembukaan doa-doa yang saat ini sedang Bapak penghulu panjatkan. Sampai akhirnya tangan Arsya terarah menggenggam tangan Bapak penghulu dengan wajah datarnya namun tangan kanannya sedikit gemetar.
“Saudara Arsyaka Atthallah Valleanno bin Alaric Valleanno, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan saudari Suci Permata Sari binti Achmad Sholeh dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar 1 Triliun, beserta 1 perusahaan, dan juga sepaket perhiasan intan berlian dengan berat 1 kilo gram dibayar tunai” ucap tegas Pak penghulu dengan lancar sambil menggerakkan tangannya yang malah membuat Arsya terkejut.
__ADS_1
“Sahhh...” ucap Arsya dengan santainya yang malahan membuat semua orang di sana yang awalnya menjadi tegang, kini malah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol Arsya.
“Ya ampun Mas... kenapa jawabanmu malah sah sih... kan harusnya kamu itu mengulangi ucapan penghulu bukannya jadi sah begini. Memangnya kamu saksi apa, main sah-sah aja... niat enggak sih menikah denganku?” celoteh Suci yang malahan semakin membuat semuanya tertawa terpingkal-pingkal menatap dua sejoli yang lucu dan kocak sampai tiada ada tandingannya.
“Ya aku niatlah, kalau tidak niat ngapain ada di sini. Namanya juga orang gugup ya refleks aja ucap begitu, padahal kan di kepala tidak seperti itu” jawab Arsya yang tidak mau di salahkan.
“Apa harus aku yang menggantikanmu?” ucap Dion yang membuat semua mata menoleh ke arahnya dan terutama Arsya dan juga Lisa.
“Berani kau ganti posisiku saat ini, maka bersiaplah kau untuk menutup matamu itu selama-lamanya” tegas Arsya.
“Heiii... Arsyaka Atthallah Valleanno, kau ini sebenarnya mau menikah atau mau berantem sih...” pekik Bunda Reni yang sudah sangat kesal.
“Hehee... sudah tidak apa-apa, mungkin Tuan Arsya sedang gugup. Coba Tuan sekarang tenang dulu, tarik nafas dan hembuskan secara perlahan agar Tuan bisa fokus. Lalu jabat kembali tangan saya dan ikuti apa yang saya ucapkan, mengerti?” ucap sang penghulu dengan sabar, karena memang banyak kejadian di mana mempelai pria terlihat sangat gugup yang membuat fokusnya menjadi terganggu.
Arsya kembali menjabat tangan Bapak penghulu, lalu Bapak penghulu kembali mengucapkan kalimat ijab kabul yang lagi dan lagi membuat Arsya sungguh mengikuti semua perkataannya yang jatuhnya malah dia yang mengawinkan penghulu dengan Suci.
“Astaga... aku ini kenapa sih... padahal semalam aku rela tidak tidur kan demi menghafalnya. Lalu setelah aku hafal, kenapa sampai di sini malah ngeblank? Huaaa... tidak, tidak, tidak!! Fokus Arsya, fokus... Bismillah hirrahman nirrahim...” gumam Arsya di dalam hatinya.
Sedangkan Dimas yang melihat semua itu malah tersenyum bahagia menatap ke arah Arsya dengan memberikannya tatapan mengejek.
"Haha... teruslah melakukan kesalahan Arsya agar kau dan Suci tidak akan bisa menikah. Terima kasih Ya Rab... Engkau masih ada di pihakku...” ucap Dimas di dalam hatinya.
“Ckk... apaan sih ini, nikah aja kok repot eeh... ta-tapi tu-tunggu deh... tadi di-dia me-mengucapkan mahar untuk Su-Suci se-seenteng itu? Apa di-dia sangat kaya raya? Arrrgghhhh... kenapa Suci selalu saja beruntung sih!! Kenapa bukan aku saja yang ada di posisi itu, kenapa harus dia arghh...” pekik Elsa di dalam hatinya dengan tatapan iri penuh kedengkian.
Tanda sengaja matanya Arsya melirik ke arah Dimas yang lagi tersenyum dengan wajah menantang yang seolah-olah itu Dimas meremehkannya karena sudah 2 kali Arsya melakukan kesalahan. Yang mana jika Arsya kembali lagi melakukan kesalahan, maka pernikahannya dengan Suci akan batal.
__ADS_1
“Huhh... sudahlah, Pak. Saya mau ganti mempelai laki-laki saja” ucap Suci yang sontak membuat Arsya menoleh dengan kesal dan langsung saja ia mengulurkan tangannya dan juga dibalas oleh Bapak penghulu sambil Arsya menatap Beliau dengan tatapan ketegasan.
Sedangkan Pak penghulu malah merasa kesakitan atas genggaman tangannya Arsya yang berhasil seperti mencekam dengan kuat. Namun Bapak penghulu itu mencoba untuk tetap tenang dan juga ia tersenyum.
“Sekali lagi ya Tuan Arsya... semoga kali ini berhasil” ujar penghulu dengan penuh harapan.
Begitu pula dengan semuanya yang kini semakin membuat suasananya menjadi tenang tidak karuan itu. Apa lagi Bunda Reni sudah siap dengan ancang-ancang berdiri di samping Arsya untuk segera ia menguyel-uyelkan kepala Arsya jika dia sampai gagal untuk menikahi Suci.
Suci pun sama, ia menatap wajah Arsya dengan rasa gugup yang entah kenapa Suci malah berharap jika Arsya sungguh menikahinya tanpa dia harus melakukan kesalahan lagi. Ayah Al dan juga Papah Angga itu hanya bisa tersenyum karena mereka sangat yakin bahwa Arsya tidak mungkin menggagalkan pernikahannya sendiri akibat kecerobohannya.
Ya mungkin tadi Arsya gugup di tambah ia melihat penampilan Suci yang sangat berbeda sehingga membuat fokusnya menjadi buyar. Tapi kini tidak lagi, Arsya menjadi benar-benar sangat fokus tanpa mengalihkan sedikit pun matanya dari mata sang penghulu. Kemudian Bapak penghulu kembali mengucapkan kalimat ijab kabul dengan sangat jelas dan juga penuh ketegasan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
__ADS_1
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻