Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Jika Suci Masih Ada Di Sini


__ADS_3

Mereka hanya membicarakan banyak hal yang lucu dan mengundang tawa, yang mana membuat Suci lupa dengan rencana awalnya. Di saat mereka semua tertawa dan bahagia, namun ada sebuah keluarga yang mana selalu di penuhi oleh keributan dan pertengkaran.


Keluarga siapa lagi itu jika bukan keluarga Dimas. Setelah perceraian Dimas dan Suci, membuat kehidupan Dimas berubah menjadi 180°. Setiap harinya Dimas dan Elsa sering bertengkar karena Elsa yang lebih suka menghabiskan waktu berbelanja daripada mengurus anak mereka.


Sementara Mamah Mita sibuk dengan mengurus anaknya Elsa yang sering tidak dipedulikan oleh Elsa karena dia yang sibuk dengan dunianya sendiri. Lalu Papah Angga yang hanya pulang untuk beristirahat dan selalu menghabiskan waktu di kantor.


Papah Angga kini menjadi orang yang cuek terhadap keluarganya karena semua keluarganya tidak ada yang mau menghargainya. Bahkan sekarang Vina juga selalu keluar malam dan terkadang dia menginap di rumah temannya, yang tidak lain itu adalah pacarnya Vina.


“Elsa, di mana asi yang harusnya di minum oleh Baby Diva? Semua asi yang ada di kulkas sudah habis, apakah kamu sudah menyiapkan asi baru untuk Baby Diva?”ucap Mamah Mita sambil menggendong Baby Diva.


“Maaf Mah, Elsa lupa menyiapkan asi baru untuk Baby Diva hari ini. Kalau bisa Mamah kasih susu formula aja untuk Baby Diva hari ini karena Elsa sedang sibuk saat ini” ucap Elsa yang masih asyik menonton tayangan di ponselnya.


“Tidak boleh! Baby Diva harus terus minum asi darimu sampai dia berumur 2 tahun lebih. Aku tidak mau ya kamu memberikan anak kita susu formula di saat kamu masih sehat dan bisa memberikan asi” tegas Dimas yang baru saja turun dari kamarnya.


“Aku tahu Mas, tapi saat ini aku sedang sibuk menonton live dari ajang fashion week yang ada di luar negeri. Kamu tahu kan kalau aku itu ingin mencoba menjadi model wanita terkenal” ucap Elsa dengan nada sedikit kesalnya.


“Kamu kan bisa menonton tayangan ulangnya nanti. Sekarang susu Baby Diva karena aku tidak mau sampai anakku jadi kelaparan karena ulahmu. Jika kamu tidak mau, maka aku akan menyita kartu ATM mu” tegas Dimas sambil duduk di sofa.


“Ckk... inilah kenapa aku sangat benci untuk memiliki anak. Sekarang aku harus selalu menyusuinya, padahal aku baru saja selesai diet untuk membentuk kembali tubuh idealku” geram Elsa di dalam hatinya.

__ADS_1


“Ya sudah aku pergi ke kamar dulu dan menyiapkan asi untuk Baby Diva. Kamu dan Mamah jaga Baby Diva dulu sampai aku selesai menyiapkan asi untuknya” ucap Elsa yang langsung pergi ke kamarnya sambil membawa ponselnya.


“Haahh... kenapa Elsa masih saja tidak mau menyusui Baby Diva secara langsung. Elsa selalu saja sibuk dengan perawatan kecantikannya itu dan sering tidak memperdulikan Baby Diva” ucap Dimas sambil menggendong Baby Diva dari pangkuan Mamah Mita.


“Biarkan saja Dimas, lagi pula Elsa tetap memberikan asi untuk Baby Diva. Elsa juga melakukan semua perawatan itu untuk bisa menjadi model. Kalau Elsa sudah terkenal, nanti kita juga yang akan merasa bangga” ucap Mamah Mita sambil bermain dengan Baby Diva.


“Apa yang Mamah ucapkan memang benar, tapi tetap saja kenapa Elsa jarang bermain dengan Baby Diva. Kasihan tuan putri kecilku ini pasti kangen bermain dengan Mamahnya, ya kan sayang...” Dimas mengajak main Baby Diva.


Setengah jam kemudian Elsa turun dari kamarnya dengan membawa sebotol asi dan beberapa kantung asi lainnya yang di simpan di freezer. Lalu Elsa memberikan botol susu berisi asi tersebut pada Dimas, dan dia kembali menyaksikan tayangan fashion yang dia sukai.


“Kenapa Elsa jadi semakin malas untuk merawat anaknya sendiri. Apakah sifat Elsa memang seperti ini ataukah Elsa seperti ini karena dia sangat ingin meraih impiannya menjadi model fashion majalah?”


“Semoga saja kehidupan Suci bisa jauh lebih bahagia daripada saat dia masih bersama denganku. Jika sampai Suci kembali tersakiti, maka aku akan langsung membawanya kembali dalam hidupku. Aku merindukanmu Suci...”


Dimas bergumam di dalam hatinya sambil dia memangku Baby Diva yang asyik menyedot susu asi yang ada di dalam botol susunya. Dimas pun tersenyum saat dia melihat Baby Diva yang dengan lahapnya meminum susu asinya, yang mana Baby Diva sudah merasa lapar sejak tadi.


Setelah susu asi tersebut habis, lalu Dimas menggendong Baby Diva dan menempatkannya di bahunya dan menepuk-nepuk pelan punggung Baby Diva agar dia sendawa. Sementara Elsa masih saja sibuk dengan tayangan fashion yang sangat dia sukai.


Di saat Baby Diva sudah bersendawa lalu Dimas kembali menggendongnya dan mulai menidurkan Baby Diva. Setelah tertidur, Dimas memberikan Baby Diva kepada Mamah Mita agar dia menidurkan Baby Diva di keranjang bayi yang ada di kamarnya Dimas dan Elsa.

__ADS_1


“Elsa... apa kamu sudah menyiapkan makan malam untuk semuanya? Kenapa dari tadi kamu masih saja asyik menonton tayangan fashion itu. Lebih baik sekarang kamu pergi ke dapur dan memasak” tegas Dimas yang membuat Elsa lebih kesal.


“Kenapa kamu selalu saja menyuruh aku sih, kenapa kamu tidak meminta Mamah atau Bibi yang menyiapkan makan malam. Aku ini sibuk dan tidak bisa di ganggu, lebih baik aku pergi ke kamar saja. Panggil aku saat makan malam sudah siap”


Elsa berbicara dengan nada yang berdiri tinggi dan membuat Dimas sedikit terkejut. Lalu Elsa langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya meninggalkan Dimas terdiam di ruang tamu. Tidak lama ada suara seseorang yang sangat tidak asing.


“Kamu lihatkan itu... itulah istri yang kamu bangga-banggakan selama ini sampai kamu rela membuang sebuah berlian. Sekarang nikmatilah kehidupan rumah tangga yang kamu pilih ini” ucap Papah Angga yang baru datang.


“Papah... aku mohon jangan terus saja membanding-bandingkan antara Elsa dan Suci. Mereka itu dua orang yang berbeda dengan sifat yang berbeda. Tapi kenapa Papah baru pulang jam segini?’ Dimas mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


“Terserah diriku ingin pulang jam berapa, lagi pula jika aku ada di rumah yang ada hanya membuatku darah tinggi. Lebih baik aku menikmati waktu santai di kantor atau restoran yang memiliki makanan yang enak dan suasana yang nyaman”


“Sudahlah... aku ingin pergi ke kamar dan beristirahat, daripada di sini yang membuatku merasa sesak. Jika kalian ingin makan malam, maka makan malamlah tanpa aku karena aku sudah makan di luar. Permisi...”


Papah Angga langsung saja pergi meninggalkan Dimas sendirian di ruang tamu. Meskipun tidak tega, tapi Papah Angga harus melakukan ini agar Dimas sadar dengan apa yang sudah dia lakukan. Papah Angga tidak mau jika keluarga yang sudah dia bangun akan semakin hancur karena kecerobohan anak dan istrinya.


Sementara Dimas, dia hanya berdiri diam sambil menundukkan kepalanya. Dimas tidak bisa mengerti semua ini, kenapa keluarga yang dia banggakan kini terasa sangat sepi dan hampa. Dimas tidak pernah berpikir bahwa satu keputusannya, bisa membuat keluarganya hancur seperti ini.


Dimas pun berjalan menuju sofa dan langsung saja dia duduk dengan menundukkan kepalanya. Dimas memikirkan apa dan bagaimana semua ini bisa terjadi karena dia masih tidak bisa terima jika keluarganya kini terasa seperti sangat asing baginya. Bahkan istrinya pun yang kini tidak peduli dengan suami dan anak mereka.

__ADS_1


__ADS_2