
Dimas bergumam di dalam hatinya dengan tekat yang kuat kalau ia akan mencari tahu semua tentang Kay, apakah benar jika Kay itu adalah anak Suci dan Arsya, ataukah Kay anak? Sudahlah.. kita lihat saja kedepannya siapa yang akan lebih dulu mengetahui kenyataan yang sebenarnya ini. Apakah Kay atau Dimas?!
...*...
...*...
Selama acara berlangsung pandangan mata Dimas selalu tidak terhenti dari Kay, bahkan meja Dimas dan Arsya belakang-belakangan. Jadi Dimas bisa menatap punggung Arsya dan juga wajah Kay, sedangkan Kay dia menatap punggung Elsa dan juga wajah Dimas.
Tak lama seorang pelayan membawakan nampan berisikan makanan lezat dan langsung menghidangkan di atas meja Arsya. Lalu mereka berdoa dan dengan perlahan memakan satu suapan ke dalam mulutnya sambil menikmati suara musik yang sangat menenangkan.
Namun tiba-tiba saja saat Dimas ingin memasukkan suapan pertama ke dalam mulutnya, Dimas melihat Kay terdiam dengan wajah yang sangat merah Suci yang mengetahui Kay hanya terdiam dan nafasnya mulai sesak langsung saja membantu Kay.
“Astagfirullah, Kay kamu kenapa sayang. Heeeii.. Kay, ada apa ini Mas ya Allah hiks..” Suci begitu panik melihat Kay dengan kondisi yang sangat menyedihkan.
Arsya yang melihat Kay bertingkah seperti ini langsung memanggil pelayan yang barusan mengantarkan beberapa hidangan.
“Heeiii kau, cepat kesini!!!” Pekik Arsya dengan suara sangat menyeramkan, wajah datar dan dingin kini telah menyelimuti Arsya yang mana pelayan tersebut langsung mendekati Arsya dengan wajah paniknya.
“A-ada apa i-ini Tuan? Ke-kenapa anak Tu-tuan seperti itu?” Tanya pelayan tersebut sedikit menunduk.
Kini semua mata menyorot ke arah meja Arsya termaksud beberapa wartawan yang sudah sigap langsung mengambil momen tersebut. Bahkan banyak pula yang menatap ke arah Suci penuh rasa kasihan karena Suci membawa Kay di dalam dekapannya sambil menangis. Sedangkan Kay tidak bisa berbicara apa pun dan hanya meneteskan air matanya lantaran sesak di dalam dadanya benar-benar tidak bisa di tahan.
“Apakah di makanan yang kau sajikan ini mengandung rumput laut?” Tanya Dimas yang di angguki oleh pelayan tersebut.
Suci yang baru saja menyadari jika Kay seperti ini akibat alerginya kambuh dimana jika Kay sudah terkena rumput laut maka tubuhnya akan langsung memerah serta nafasnya sesak. Dengan cepat Arsya langsung mengambil alih Kay ke dalam gendongannya sambil berlari bersama Suci untuk segera membawa Kay ke rumah sakit.
“A-anak itu memiliki alergi yang sama denganku? Bu-bukannya alergi rumput laut itu jarang terjadi. Terus apa maksudnya semuanya ini, kenapa wajahnya dan alerginya mirip denganku. Apa jangan-jangan dugaanku be-benar, kalau Kay adalah a-anak-...”
__ADS_1
Dimas bergumam di dalam hatinya yang mana langsung dibuyarkan dengan keadaan Diva yang tiba-tiba saja pingsan. Tapi yang lebih membuat Dimas terkejut adalah Diva pingsan dalam kondisi hidung mengeluarkan darah.
“Divvaaaaaaaa!!!” Pekik Dimas yang membuat semua perhatian terkalihkan dari yang tadinya menggosip tentang keluarga Arsya, sekarang mereka juga di buat terkejut dengan keadaan Diva.
“Ya ampun Divaaaa, kamu kenapa sayang.. Diva bangun sayang bangun hiks..” Elsa menangis melihat kondisi Diva sambil menggoyangkan tubuh Diva yang mana semua itu adalah sandiwara belakang.
Lagi dan lagi wartawan seperti mendapatkan rezeki nomplok di acara semewah ini yang terdapat 2 kejadian sekaligus, dimana Kay terkena alerginya dan yang terakhir di tutup oleh kondisi Diva yang sangat menyedihkan.
Dimas langsung menggendong Diva dan membawanya ke rumah sakit dengan berlari sekuat tenaga serta diikuti oleh Elsa dan beberapa wartawan. Sedangkan para keluarga di rumah yang melihat tayangan siaran langsung tersebut segera menelepon Arsya atau pun Dimas untuk menanyakan bagaimana keadaan Kay dan juga Diva.
...*...
...*...
Rumah sakit Harapan Kasih
"Hikss.. Kay kamu anak kuat sayang, Mommy mohon bertahanlah.. Mommy enggak mau kehilanganmu please Kay bertahan demi Mommy hiks.."
"Mas.. Kay Mas, Kay hiks.. aku tidak mau Kay kenapa-kenapa aku Ibu yang bod*doh karena tidak bisa menjaga anakku hiks.. maafkan Mommy Kay maafkan Mommy hiks..."
Suci meraung-raung memukuli dadanya sendiri yang terasa amat menyesakkan, Arsya yang melihat itu langsung memeluk Suci begitu erat sambil menciumnya beberapa kali dan menahan tangan Suci agar tidak lagi memukuli diri sendiri.
"Ssstttt.. sudah Sayang, sudah.. jangan seperti ini kalau Kay tahu dia pasti akan sangat marah padamu. Apa kau lupa Kay itu tidak bisa melihat orang yang sangat dia sayangi terluka apa lagi kamu sebagai Mommy-nya benar-benar sangat dia jaga. Jadi aku mohon jangan seperti ini sayang pleasee.. hiks.."
"Ini semua kesalahanku, aku teledor dalam menjaga keluargaku. Seharusnya jika aku mengajak kalian ke acara seperti itu lebih dulu aku mengecek semuanya supaya aman untuk kalian. Jadi maafkan kecerobohanku yang sangat bod*doh ini hiks.. maafkan Daddy Kay, maafkan aku Sayang maaf hiks.."
Arsya merasa begitu menyesal karena telah lalai dalam menjaga keluarga kecilnya, apa lagi sampai kecolongan yang mengakibatkan kondisi Kay saat ini benar-benar tidak tahu apa yang sedang dokter lakukan demi menyelamatkan nyawa Kay. Ini baru pertama kalinya alergi Kay kambuh sampai begini, yang bisa membuat kedua orang tuanya sangat menyesal.
__ADS_1
Namun ketika Suci dan Arsya sedang berpelukan menunggu kabar dari sang dokter, tiba-tiba saja seorang anak kecil datang menggunakan bangkar ke arah ruangan UGD yang sama dengan Kay.
Tapi yang buat Arsya dan Suci heran serta segera melepaskan pelukannya dia melihat keadaan Diva yang hidungnya mengeluarkan darah serta Dimas sama Lisa juga menangis meratapi kondisi anaknya.
Saat Diva masuk ke dalam ruangan UGD, Suci langsung berjalan beberapa langkah mendekati Elsa dan juga Dimas lalu ia berkata, "A-ada apa de-dengan anak kalian? Kenapa keadaannya seperti itu? Ada kejadian apa di acara tadi?"
Suci begitu cemas melihat Diva yang sudah tidak sadarkan diri bahkan wajahnya saja sudah pucat pasi, sedangkan Elsa dia menangis dengan air mata buayanya, Arsya yang juga ingin tahu langsung memeluk pinggang Suci sambil menatap Dimas.
"Entahlah hiks.. a-aku ti-tidak tahu kenapa ti-tiba tiba Diva bisa seperti ini, aku tahu fisik Diva sedari kecil memang sangat lemah tetapi aku tidak menyangka akan seburuk ini. Padahal setiap sakit aku selalu membelikan obat di Apotek untuknya dan dia pun sembuh tetapi entah kenapa tadi dia pingsan begitu saja dengan hidung yang mengeluarkan darah"
"Saaa.. selama kamu ada di rumah apa kamu pernah melihat kejadian Diva yang seperti ini? Karena selama ini aku tidak melihat Diva sampai separah itu, kalau pun dia mimisan pasti tidak akan sampe sebegitunya. Kau lihat kan itu banyak banget darah yang mengalir dari hidung Diva. Aku takut jika ada apa-apa dengannya, please Diva kamu semangat di dalam sana ya sayang Ayah akan tetap di sini menunggu Diva hiks.."
Dimas mengoceh tanpa jeda yang mana berhasil membuat Elsa kelagepan lantaran dia memang sesekali pernah melihat Diva seperti itu, tetapi Elsa selalu menyarankan agar Diva menyumpel saja hidungnya dengan tissu nanti juga akan sembuh sendiri, begitu juga dengan Mamah Mita yang tidak berani mengungkap semua ini lantaran dia tidak mau Elsa semakin menyiksa Diva.
Suci dan Arsya saling menatap satu sama lain ketika melihat wajah Elsa begitu mencurigakan, tetapi Dimas tidak menyadari itu karena Dimas telah duduk di salah satu kursi tunggu dengan menundukkan kepalanya lalu menjambak rambutnya sambil menangis. Dimas benar-benar sangat pusing dan juga menyesal kenapa kondisi Diva bisa sampai separah ini.
Ketika Suci ingin melontarkan sebuah pertanyaan pada Elsa yang kini masih terlihat gugup tetapi dia sangat pandai menutupinya, datanglah seorang dokter yang telah menangani kondisi Kay. Suci dan Arsya segera mendekati sang dokter dengan perasaan cemas, gelisah dan juga sangat takut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
... ...
__ADS_1