
Dimas yang mendengar ucapan Elsa seketika tersenyum lepas. Apa yang dikatakan Elsa itu benar, bahkan Suci juga pernah bilang jika dia siap untuk di maju. Mungkin dengan begini Dimas bisa membuat Suci tidak lagi di hina oleh Mamah dan juga adiknya. Dimas pun menegakkan badannya sambil tangan kananya ia angkat agar bisa memeluk Elsa.
Lalu Dimas mencium kening Elsa yang membuat Elsa merasa sangat bahagia. Kini rencana Elsa semuanya telah berhasil dengan sangat sempurna. Dimas pun sudah mulai mencintainya, jadi Elsa hanya perlu mengasahnya agar Dimas lebih mencintainya dari pada Suci. Elsa pun secara perlahan akan menyusun rencana baru lagi supaya bisa membuat Dimas menalak Suci serta meninggalkan Suci.
Semua itu Elsa lakukan agar Suci bisa merasakan betapa menderitanya ia dengan keadaan yang serba kekurangan itu. Sampai-sampai Elsa harus banting tulang bekerja supaya bisa membuat perutnya selalu kenyang. Dalam suasana bahagia itu, membuat mereka lupa dengan perasaan Suci yang sangat sakit atas perlakuan buruk dan keji mereka di belakang Suci selama ini.
Bahkan sampai Suci terlintas untuk mengakhiri hidupnya, yang untungnya saja ada Arsya sebagai super hero penyelamat Suci. Saat Dimas dan Elsa sedang berpelukan, tiba-tiba saja dari arah samping rumah terdengar suara benda yang sangat nyaring.
Clonteng !...
“Tu-tuhkan Mas, apa yang aku bilang tadi. Pasti penjahat itu belum pergi hiks... Ayo Mas kita ke dalam saja sambil menonton televisi di kamar. Aku tidak mau di sini hiks...” ujar Elsa dengan kembali berpura-pura panik yang membuat Dimas juga ikutan panik.
“Ya sudah ayo kita ke dalam saja biar kamu lebih tenang, Sa..” ucap Dimas sambil berdiri dan Elsa pun selalu memeluk Dimas.
Sedangkan Dimas hanya menerima semua itu karena memang Dimas sudah mulai mencintai Elsa, jadi ia tidak risih dengan perlakuan Elsa. Ya meskipun Elsa sangat manja kepada Dimas dari pada Suci, tapi Dimas malah menyukai kemanjaan Elsa yang membuat dirinya menjadi tenang dan sedikit melupakan tentang Suci.
Kontrakan Elsa memang tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar, namun kontrakannya itu memiliki 3 sekat, seperti kontrakan pada umumnya yang mana terdapat ruang depan sebagai ruang tamu, ruang tengah sebagai ruang kamar namun tidak memiliki pintu dan hanya ditutup dengan tirai yang dibuat memanjang. Lalu ruang belakang adalah ruang dapur dan juga kamar mandi.
Elsa dan Dimas membuka tirai kamar itu dan langsung duduk di kasur busa yang mana kasurnya baru saja Elsa beli menggunakan sisa uang yang di berikan oleh Suci dan juga uang gajinya, karena Elsa sudah sangat muak tidur hanya beralaskan kasur tipis yang sering membuat tubuhnya bangun dengan rasa pegal di seluruh badannya.
“Maaf ya Mas, kontrakanku seadanya dan juga sangat kecil beda dengan rumah Mas yang begitu besar. Jadi kamu pasti sangat risih di sini, apa kamu mau pulang saja? Ta-tapi aku masih sangat takut Mas...” ucap Elsa yang sudah duduk di pojok dekat dinding sedangkan Dimas masih duduk di pinggir kasur.
“Tidak kok, lagian di sini sangat nyaman dan aku tidak pernah memandang orang seperti itu. Tapi kontrakanmu ini kan sudah tidak aman lagi, bagaimana jika kamu tinggal di apartemenku saja? Di sana nyaman kok dan juga tidak ada yang tahu aku memiliki apartemen itu, jadi kamu akan semakin aman di sana” ujar Dimas sambil tersenyum.
Elsa yang mendengar itu pun sangat bahagia dan tersenyum sangat lebar, “Be-benarkah Mas? Tapi jika aku tinggal di sana, apa kamu akan sering-sering menemuiku? Jika tidak, maka aku akan tetap di sini saja ahh...” jawab Elsa sambil merucutkan bibirnya.
Dimas yang merasa sangat gemas pun langsung membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di paha Elsa sambil tertawa kecil.
“Ngambek deh, haha... Ya ya ya, nanti aku akan sering ke sana kok tapi tidak lama ya. Kamu tahu sendiri kan aku harus jaga jarak aman agar Suci tidak sampai curiga kita, apa lagi aku tidak tahu saat ini dia pergi kemana karena saat dia tahu cerita itu dia begitu kecewa terhadap kita. Tapi aku yakin kalau Suci pasti akan kembali karena aku hanya menceritakan hal kecil, selebihnya aku masih menyimpan rapat-rapat tentang kita dan hanya kita yang tahu” ucap Dimas.
__ADS_1
Elsa pun mengusap kepala Dimas sambil berkata, “Ya sudah biarkan Mbak Suci menyendiri dulu Mas, lagian kan Mbak Suci bilang jika Mas menyusulnya maka dia tidak akan kembali bukan? Jadi Mas sabar saja ya, nanti juga Mbak Suci kembali kok”
Dimas hanya bisa mendongakkan wajahnya sambil menatap Elsa yang tersenyum manis ke arahnya. Namun dibalik itu semua, di dalam hati Elsa sungguh berharap jika Suci tidak akan pernah kembali lagi agar mempermudah Elsa untuk menguasai Dimas. Lalu Dimas tersenyum menatap wajah Elsa, sambil satu tangannya terangkat untuk mengelus pipi Elsa dengan perlahan.
“Mas... Jangan nakal ya” ucap Elsa sambil mengingatkan Dimas, namun Dimas hanya bisa tertawa.
Mungkin Dimas butuh sedikit hiburan agar ia bisa meringankan beban pikirannya saat ini. Lalu tangan Dimas membuat kepala Elsa semakin menunduk agar bisa mendekatkan wajah Elsa ke wajahnya Dimas. Tanpa aba-aba, mereka sudah saling menumpahkan hasratnya dengan bermain lidah serta bertukar air liur.
Inilah yang Elsa tunggu-tunggu, dia memancing Dimas karena Elsa sudah rindu dengan kehangatakan tubuh Dimas yang begitu kekar. Padahal baru saja kemarin dia sudah melakukannya bersama Fajar, yang saat itu menyempatkan diri sebentar untuk main ke kontrakan Elsa dengan tantangan yang Elsa berikan untuk memuasinya. Kemudian setelah selesai, Fajar kembali ke rumah agar tidak membuat istrinya curiga.
Apa lagi Sindi adalah tipe wanita yang sangat licik, dia bisa menghalalkan segala cara agar bisa menyakiti Elsa jika ia tahu bahwa Fajar masih berhubungan dengannya. Fajar pun tidak mau jika Elsa di sentuh oleh Sindi, bahkan Fajar berusaha keras menyembunyikan identitas Elsa. Ya meskipun terlihat jika Sindi sangat egois dengan Fajar bahkan Sindi terang-terangan membicarakan bahwa ia masih berhubungan dengan kekasihnya, namun Sindi melarang keras agar Fajar kembali berhubungan dengan Elsa.
Sampai seketika tidak terasa kini Dimas dan juga Elsa sudah tidak mengenakan 1 helai kain yang melekat di tubuh mereka sehingga tubuh keduanya terlihat sangat polos tanpa apa pun. Elsa yang berada di bawah Dimas, dan Dimas berada di atas Elsa membuat Elsa menikmati setiap sentuhan tangan, jari, lidah bahkan mulut Dimas. Semua terasa sangat nikmat hingga membuat Elsa hanya bisa mengeluarkan suara indahnya yang membuat Dimas semakin candu mendengarnya.
“Arggghhh... Massshh... hemm... enaahh...” ucap Elsa saat merasakan miliknya telah di obrak-abrik oleh mulut serta lidah Dimas.
Sampai-sampai membuat Elsa merem-melek merasakannya, namun ia tidak tinggal diam. Tangan Elsa pun seolah-olah menjambak rambut Dimas malah semakin ia tekan agar lebih dalam lagi. Hanya dalam hitungan menit, Elsa sudah melakukan pelepasan untuk pertama kalinya di dalam mulut Dimas dan Dimas pun menerima semua itu hingga membersihkannya. Lalu Elsa langsung menyerbu Dimas dan membuatnya tersungkur hingga terbaring terlentang.
“Aku nakal juga hanya denganmu, jika aku tidak seperti ini pasti kamu tidak akan merasa puas dan ketagihan, bukan” ucap Elsa sambil mengocok benda pusaka Dimas yang sudah berdiri tegak dan mengeras.
“Haha... Ya kamuhhh memang arghh... Sa-sangat bedahh hemm... sama Sucihh...” ucap Dimas saat merasakan sesuatu dari benda pusakanya.
Di sela-sela Elsa mengocoknya, lalu ia mengulum dengan perlahan hingga menjilatinya untuk memberikan sensasi yang berbeda. Dimas hanya bisa merasakan begitu nikmatnya perlakuan Elsa yang memanjakan benda pusakanya itu. Lalu Dimas menekan kepala Elsa supaya lebih dalam lagi untuk melu*mat miliknya karena semakin dalam maka Dimas akan merasa semakin enak.
“Arrghhh... Yes babyhh... Teruskanhh arghhh... Faster bebhh...” ucap Dimas sambil tubuhnya sedikit bergetar.
Tidak lama kemudian Dimas melakukan pelepasan untuk yang pertama di dalam mulut Elsa dan Elsa pun menelannya sambil sedikit menjilat yang membuat Dimas merem-melek.
“Mau lagi?” tawar Elsa.
__ADS_1
“Aku maunya pakai milikmu, bagaimana hem...” ujar Dimas dengan segala kegenitannya.
“Di atas atau di bawah?” tanya Elsa sambil seringai.
“Di bawah, aku mau melihat wajahmu yang cantik saat berada di atasku” jawab Dimas.
“Baiklah akan aku turuti permintaanmu, Daddy” ucap Elsa sambil menaiki tubuh Dimas dengan keadaan duduk di atas perut Dimas.
“Daddy?” tanya Dimas dengan wajah bingungnya.
“Iyalah kan Mas Dimas adalah Sugar Daddy dan aku adalah Sugar Baby hehe... kan umur kita terpaut jauh ya meskipun tidak jauh banget dan ini bisa menjadi panggilan kita di atas ranjang, bagaimana?” tawar Elsa sambil mengerakkan pinggulnya untuk menggesekkan milik Dimas.
“Sssttthhhhh... Ya kau atur saja, jadi bisakah dimulai hem...” ucap Dimas sambil menjepit rambut Elsa ke kupingnya agar Dimas bisa melihat wajah Elsa.
Elsa mengangguk dan memegang milik Dimas sambil mengocoknya sedikit, lalu ia mengarahkannya ke goa miliknya. Hingga hanya 2 kali Elsa menekan pinggulnya berusaha memasukkan milik Dimas, kini sudah siap untuk memulai permainannya dan mereka pun bermain dengan begitu panas, bahkan dengan beberapa gaya hingga pelepasan untuk yang beberapa kali.
Namun semua pelepasan itu, Dimas lakukan di luar untuk berjaga-jaga. Sampai akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi dan mereka yang sudah sangat lelah bermain selama 3 jam dengan beberapa posisi membuat mereka tertidur bersama dalam keadaan masih sangat polos. Bersamaan dengan Fajar dan juga Sindi, mereka juga habis melakukan hubungan suami istri yang mana Sindilah yang jadi pemandu di setiap adegan panasnya itu.
Semua permaiannya Sindi telah membuat Fajar sangat kelelahan untuk mengontrol hasrat Sindi yang begitu besar kepadanya. Sindi dan Elsa memang memiliki banyak sekali persamaannya dari mulai licik, egois, dan juga gila akan belaian. Jadi jika di satukan mereka sangat cocok, namun jika mereka sudah keluar taringnya maka mereka akan terlihat sangat gila seperti seekor singa yang sedang memperebutkan wilayahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello guys... Selamat beraktivitas dan tetaplah semangat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Author sangat berterima kasih karena selalu mendukung Author 🥺🥺🥺
Semoga Author bisa memberikan cerita yang lebih menarik untuk kalian 🤗🤗🤗
Jaga diri kalian dan teruslah tersenyum karena senyum adalah Ibadah 😁😁😁
__ADS_1
Sampai jumpa lagi dan Salam sayang dari Author semuanya... 😆😆😆
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻