Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Noda Lipstik Merah


__ADS_3

Suci terdiam sejenak karena ia bingung haruskah ia bercerita atau tidak. Apa lagi ini menyangkut aib sang Suami tapi jika tidak, maka rasa sakitnya itu benar-benar tidak bisa Suci tahan lagi. Tapi tak terasa air mata Suci runtuh satu persatu, yang membuat Tante Reni langsung merangkulnya penuh kasih sayang.


Tante Reni bisa merasakan kesedihan yang saat ini Suci rasakan, meskipun mereka tidak ada ikatan darah sama sekali. Meskipun begitu, mereka benar-benar terlihat seperti seorang anak kandung yang sedang merindukan pelukan sang Ibu.


Ya memang, di saat-saat seperti ini Suci sangat membutuhkan seseorang yang bisa merangkul hingga memberikan kekuatan padanya supaya ia bisa melewati semua ini. Di saat Suci sudah mulai tenang, barulah ia kembali duduk dan menatap Tante Suci. Kemudian ia menceritakan kejadian tersebut yang mana membuat hatinya sangat teriris.


...*...


...*...


Flashback


Suci yang terbangun saat jam 2 malam itu, setelah membaca pesan dari Dimas kemudian ia shalat hingga berzikir untuk membuat hatinya sedikit tenang. Sampai seketika Adzan Subuh berkumandang, di situlah Suci kembali menunaikan ibadahnya dengan penuh kekhusyuan.


Setelah selesai, Suci melihat keranjang baju kotornya yang berada di dalam kamar mandi sudah penuh. Suci membawa satu persatu keranjangnya menuju ruangan khusus untuk menyuci pakaian. Satu persatu baju, celana hingga dalaman Suci cek agar tidak ada barang yang tertinggal di dalamnya.


Saat baju Suci dan beberapa baju Dimas sudah masuk dan ia sudah memutar mesin cucinya, kini saatnya baju khusus kerja Dimas yang ia masukan ke dalam mesin cuci lainnya. Namun Suci menemukan bekas bibir merah di kemeja putih Dimas yang kemarin ia gunakan saat pulang larut malam.


Suci begitu terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini, “Astagfirullah... I-ini bukannya noda lipstik merah ya? Ta-tapi, ini lipstik siapa yang menempel beberapa di baju Mas Dimas? A-apa ja-jangan-jangan Mas Dimas punya wanita lain di belakang Suci?”


Kini mata Suci sudah mulai berair, bahkan hatinya pun terasa sangat sesak hingga membuatnya susah untuk bernafas dengan normal.


“Hiks... Ke-kenapa kamu tega sama aku Mas, kenapa? Apa ini yang kamu bilang jika kamu sangat mencintaiku dan tidak akan pernah berpaling dariku meskipun kamu tahu bagaimana keadaanku saat ini hiks...”

__ADS_1


“Tapi, sekarang hiks... Kamu malah bersenang-senang dengan wanita lain. Jika kamu memang sangat ingin memiliki keturunan hiks... Kenapa tidak di bicarakan padaku dulu Mas supaya kita bisa mengambil tindakan yang tidak akan menyakiti siapa pun”


“Namun ini hiks... Aku benar-benar kecewa padamu Mas, aku kira kamu adalah laki-laki setia yang bisa menerima semua kekuranganku. Tetapi aku salah menilai dirimu Mas hiks... salah, dan salah besar jika aku mempercayai kata-kata manis itu”


“Kamu tahu Mas, aku rela di hina, di caci, di perlakukan kasar oleh keluargamu demi untuk mempertahankan keluarga kita. Tapi apa yang aku dapat kali ini? Sakit Mas, sangat sakit hiks...”


“Kalau kamu mau menikah lagi, bilang Mas. Suci bisa perlahan demi perlahan merelakan itu semua daripada kamu berhubungan di belakangku seperti ini hiks... InsyaAllah aku bisa membagi hakku dengan wanita itu, asalkan dia juga mau membagi haknya dengan diriku. Tapi bukan seperti ini caranya Mas hiks...”


“Banyak cara Mas buat kamu bisa memiliki anak, meskipun bukan anak kandungmu sendiri hiks... Setidaknya kita bisa menolong hingga memberikan kasih sayang yang tulus pada anak-anak yang tidak bisa memiliki keluarga seperti yang Papah bilang pada waktu itu”


“Suci tahu Mas hiks... Suci bukanlah wanita yang sempurna untukmu, tapi bisakah kau menghargai sedikit saja perjuanganku demi menyelamatkan rumah tangga kita dari keretakan akibat keluargamu sendiri yang selalu menyuruh serta memfitnahku, Mas?”


“Bahkan kamu sebagai imam dan juga kepala rumah tangga, kamu tidak bisa membelaku di depan keluargamu yang selalu menghinaku kan Mas hiks... Kenapa Mas? Karena kamu takut, jika kamu dibilang anak yang durhaka sama orang tua? Jika benar begitu, lantas buat apa kamu menikah denganku jika kamu tidak bisa berlaku adil?”


“Apa inikah jawaban dari doa-doaku tadi kepada-Mu ya Allah hiks... Jika aku harus mundur secara perlahan demi merelakan agar mereka bisa bahagia? Aku juga harus bisa mulai mencari dimana tempat seharusnya aku berada serta bisa menghargaiku dengan tulus. Tidak seperti ini, yang hanya bisa berucap namun lain dengan tindakannya hiks...”


Di dalam mimpi itu, Suci melihat Dimas sedang bercanda bahagia bersama seorang wanita hingga membuat mereka saling tertawa dan berpelukan satu sama lain. Sedangkan dirinya yang melihat itu hanya bisa tersenyum dengan meneteskan air matanya. Kemudian ia pergi sejauh mungkin mencari kebahagiaannya sendiri.


Apakah Suci harus seperti itu? Atau ia harus bertahan sedikit lagi? Itulah yang saat ini mengganggu pikiran Suci. Di sisi lain Suci memang sangat mencintai Dimas, namun di sisi lainnya Suci merasa sangat kecewa dengan tingkah Dimas yang tidak jauh dari laki-laki lain pada umumnya.


Suci kira Dimas akan berbeda dan tetap setia dengannya sampai ia yang mengatakan dan mengizinkannya untuk menikah lagi, namun sebelum itu terjadi malah Dimas mengambil langkah yang tidak disangka-sangka oleh Suci. Pantas saja saat Suci mau memanjakan Dimas dengan sentuhannya seketika Dimas menghindar dan menolak Suci.


Padahal biasanya Dimas sangat senang jika berhubungan dengan Suci, namun kali itu berbeda. Belum lagi saat pagi hari Dimas ingin berangkat kerja, Suci memakaikan dasi untuknya yang mana di sana ia melihat tanda merah yang sangat familiar, cuma Suci lupa tanda apa itu.

__ADS_1


Suci malah menganggapnya seperti tergigit nyamuk atau pun drakula yang seperti di film-film. Kini sudah terjawab semua kecemasan hingga kecurigaan yang Suci rasakan pada saat itu dengan adanya beberapa noda cap bibir wanita di baju kemeja putih Dimas yang digunakan waktu itu.


Flashback Off


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hello semua pembaca setia kesayanganku... 😊😊😊


Semoga kalian sehat selalu dan terus bahagia semua... 😇😇😇


Terima kasih atas semua dukungan kalian selama ini... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Mohon terus dukung Author yang masih banyak kekurangan ini 🥺🥺🥺


Sayang kalian banyak banyak para pembaca setiaku ❤️❤️❤️


Kalau begitu sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 😊😊😊


Jaga diri kalian dan tetaplah tersenyum dan semangat 45, MERDEKA... 💪🏻💪🏻💪🏻


Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 🥳🇮🇩🇮🇩


Happy Independance Day our beloved county, Indonesia... 🥳🇮🇩🇮🇩

__ADS_1


I Love You Guys... ♥️♥️🤍🤍


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2