Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Sengaja Menyindir Dimas


__ADS_3

“Tidak... Kalian tidak boleh ada yang pergi dariku, mau Suci atau pun Elsa. Kalian tetap akan menjadi istriku, aku tidak mau kehilangan salah satu dari kalian” ucap Dimas sambil mengelus kepala Elsa yang sudah menangis tidak karuan.


Suci yang mendengar perkataan itu hanya bisa semakin tersenyum lebar, “Kamu egois juga ya, Mas. Di saat kamu sudah menghamili sahabatku, lalu dengan mudahnya kamu tidak akan melepaskanku hehe... Benar-benar sangat dramatis tapi baiklah, aku akan ikuti semua permainan kalian”


“Aku harus bisa menjadi wanita yang kuat, wanita yang mandiri dan tidak tergantung pada siapa pun. Aku harus bisa melawan badai yang ada di depan mataku saat ini. Terima kasih Sa, berkatmu aku bisa lebih kuat menghadapi takdirku yang saat ini tidak berpihak padaku. Tapi aku yakin Allah pasti sudah menyiapkan kebahagiaanku yang jauh lebih baik dari ini emm...”


Suci mengoceh di dalam hatinya saat ia teringat dengan perkataan Arsya yang membuat dirinya semakin kuat menghadapi semua ini. Suci tahu jika apa yang ia lakukan salah, tapi jika dia langsung menyerah maka ia kalah dengan takdir yang sudah Allah berikan padanya. Suci sangat yakin, Allah tidak akan pernah memberi hambanya cobaan melebihi batas kemampuannya.


...*...


...*...


Di rumah yang terlihat bagaikan istana ada seorang pria yang sedang duduk bersantai di atas kasur empuknya sambil memandangi layar ponselnya dan sesekali ia memutar-mutarnya menggunakan jari lihainya.


“Apa saat ini dia sudah mengetahu siapa wanita yang menjadi selingkuhan suaminya itu?” gumam Arsya dengan pandangan lurus ke depan.


Ya Arsyalah orang misterius itu yang sudah mengirimkan pesan kepada Suci. Arsya sangat mencurigai gerak-gerik dari sekretaris Dimas karena beberapa hari yang lalu Arsya datang ke perusahaan Dimas untuk mencari tahu, karena ia dan Dimas memiliki ikatan kerja jadi sangat mudah untuknya menyelidiki semua itu dengan matanya sendiri.


Bahkan Arsya sempat menyamar menjadi OB di perusahaan Dimas untuk memantau apa saja yang mereka lakukan. Awalnya Dimas curiga, namun Arsya memang sangat cerdik saat melakukan aksinya sampai-sampai Dimas pun terkecoh.


Di perusahaan Mashar Group beberapa hari yang lalu...


Arsya datang dengan di temani oleh ke 5 para bodyguardnya yang begitu sangar dan juga gagah. Bahkan para karyawan di perusahaan Dimas pun sampai tersimpuh malu karena bodyguardnya itu tidak kalah tampannya dengan Arsya.


Dengan perlahan Arsya menaiki lift menuju ruangan Dimas yang sudah di tunjukkan oleh Dion. Seketika Arsya masuk ke dalam ruangan Dimas membuat Dimas langsung menyambutnya dengan wajah cerianya.


“Akhirnya Tuan Arsya datang juga, terima kasih sudah mau berkunjung dikantor saya. Ayo mari silakan duduk Tuan” ucap Dimas dengan penuh senyuman.


Lalu Arsya duduk dengan keadaan masih datar. Ia membuka kaca mata hitamnya dengan menunjukkan wajah putih, bersih, halus dan sangat tampan. Bahkan Dimas sendiri pun saat melihat wajah itu sedikit merasa minder. Ya jelas dong, kan Arsya keturunan orang luar dan bukan seperti Dimas yang murni keturunan orang lokal.

__ADS_1


“Bagaimana, Tuan? Apa ada yang bisa saya bantu?” ucap Dimas yang kembali membuka suara.


“Tidak, saya ke sini hanya ingin mengunjungi perusahaan yang besar ini” ucap Arsya dengan nada dinginnya.


“Tuan bisa saja, perusahaan saya dengan perusahaan Tuan itu jauh berbeda. Aku hanya memiliki cabang dimana-mana, namun Tuan sendiri cabangnya sudah hampir di seluruh Dunia dan juga usaha berlian Tuan itu sangatlah indah” ucap Dimas.


“Terima kasih atas pujiannya, Tuan Dimas. Tapi saya masih belum sehebat itu jarena saya pun belum bisa mencari pendamping yang tepat untuk saya. Namun banyak sebagian orang yang sudah mendapatkan pasangan yang begitu sempurna, tapi malah di sia-siakan”


“Sedangkan saya, untuk melupakan satu wanita yang pernah ada di kehidupan saya saja itu terasa amatlah sulit dan juga tidak mudah. Jadi kenapa ya banyak orang yang sudah memiliki istri yang cantik, baik dan sangat tulus namun hanya dengan satu kekurangan saja pada istrinya, sang suami dengan mudahnya melupakan cintanya dan malah kembali mencari yang lebih segalanya”


Arsya selalu menekankan di setiap kata-katanya serta menyindir Dimas dengan begitu menusuk. Sehingga Dimas sedikit merasa tidak nyaman atas perkataan Arsya.


“Ma-maksud Tuan Arsya apa ya?” tanya Dimas dengan wajah memerah dan gugup.


Arsya yang sudah menyadari Dimas tersindir oleh kata-katanya seketika ia menarik sudut bibirnya tersenyum licik dengan sangat tipis bahkan hampir tidak terlihat.


“Tidak, saya hanya sedang terbawa emosi saja saat tadi di jalan melihat seorang suami yang tidak bisa menghargai perasaan istrinya dan malah enak-enakkan dengan selingkuhannya. Semoga saja rumah tangga kami ke depannya akan di jauhkan dari semua yang menyangkut dengan ke pengkhianatan, amin...” ucap Arsya sambil sedikit tersenyum.


Tak lama pintu ruangan Dimas pun terbuka tanpa ada suara ketukan. Seketika Arsya langsung menoleh ke arah seseorang yang masuk dengan membawakan cangkir kopi dengan pakaian yang cukup terbuka.


“Apakah di kantor ini tidak di ajarkan sopan santun jika ingin memasuki ruangan seorang CEO, Tuan Dimas?” tekan Arsya yang membuat Dimas semakin gugup.


“Ma-maaf Tuan, mungkin sekretaris saya lupa jika ada Tuan di dalam” jawab Dimas yang membuat Arsya menaikkan sebelah alisnya.


“Hem... Berarti jika tidak ada tamu di ruangan Tuan Dimas, maka semua karyawan bisa masuk sesuka hati mereka ke ruangan CEO tanpa mengetuknya lebih dulu begitu?” ujar Arsya yang lagi dan lagi membuat Dimas berkeringat dingin.


Elsa lalu berjalan mendekati Dimas, dan menaruh secangkir kopi atas meja.


“Permisi, Tuan. Maaf mengganggu, ini kopinya. Silakan di minum, dan maaf juga karena saya tidak tahu jika ada Tuan Arsya di sini. Apa Tuan mau saya buatkan kopi juga?” tanya Elsa dengan begitu ramah.

__ADS_1


“Apa tugasmu di perusahaan Tuan Dimas?” tanya balik Arsya dengan nada dinginnya.


Elsa sedikit menundukkan kepalanya lalu ia berkata, “Tugas saya menjadi sekretaris Tuan Dimas, Tuan”


“Apakah ada seorang sekretaris yang bekerja sebagai mengantar kopi untuk atasannya? Lalu bagaimana dengan para OB di sini? Apakah mereka yang akan menggantikan tugasmu untuk duduk di depan layar komputer dengan mengecek semua jadwal serta berkas-berkas yang ada?” cecer Arsya yang membuat Elsa dan juga Dimas tidak bisa menjawab apa pun yang keluar dari mulutnya.


“Baiklah, waktu saya tidak banyak. Terima kasih atas sambutannya, saya benar-benar terkejut dengan kinerja para karyawan di sini. Saya hanya bisa mendoakan semoga saja perusahaan ini tetap aman” ucap Arsya sambil berdiri serta kembali memakai kaca matanya dan sedikit membenarkan jasnya.


Dimas pun ikut berdiri dengan wajah yang sudah tidak bisa di ungkapkan, mereka berdua akhirnya bersalaman dan juga Arsya langsung pamit pergi dari perusahaan Dimas.


Dimas dan Elsa hanya bisa tersenyum canggung kepada Arsya, baru kali ini ada orang yang seperti Arsya berani dalam berkomentar tentang orang lain tanpa adanya rasa bersalah.


Setelah Arsya pergi dari ruangan Dimas dengan dikawal oleh beberapa bodyguardnya, ternyata Dimas dan Elsa malah berdebat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁


Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗


Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊


Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄


Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰


I Love You Guys... ♥️♥️🤍🤍

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2