Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Selamat Beristirahat


__ADS_3

Suci berjalan dengan wajah malu-malu sambil dia keluar dari kamar mandi, dan Suci melihat kalau Arsya sedang tiduran miring membelakangin Suci sambil dia memegang ponselnya. Suci pun berjalan perlahan-lahan mendekati Arsya dengan perasaan sedikit takut dan juga gugup.


Baru pertama kalinya bagi Suci merasa seperti ini, yang mana ia memberanikan dirinya sendiri untuk bisa menyerahkan tubuhnya pada Arsya. Padahal dulu Suci sangatlah malu, tapi entah kenapa kali ini Suci ingin mencoba untuk jadi istri yang sangat-sangat terbaik bagi Arsya.


“Ma-Mas... A-Arsya...” sapa Suci yang tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Arsya, dan kemudian Suci kembali melangkahkan kakinya itu dengan detak jantung yang berdetak sangat cepat.


“Ma-Mas... Su-Suci udah si-siap jika Mas Arsya ma-mau meminta hakmu atas diri Suci, silahkan...” Suci berbicara dengan penuh kegugupan serta wajahnya sudah memerah bagaikan udang rebus, namun Suci sama sekali tidak melihat adanya pergerakan dari tubuh Arsya.


Arsya bahkan masih setia pada posisi awalnya, jadi mau tidak mau Suci harus mendekati Arsya lagi tepat di depannya untuk memancing Arsya menyentuhnya. Tapi saat Suci telah berhasil berada di depan wajah Arsya, dia malah melihat jika Arsya memejamkan kedua matanya dan tertidur begitu pulas.


Terlihat jelas di wajahnya Arsya, jika dia benar-benar sangat lelah. Mungkin saja karena Suci juga terlalu banyak berpikir jadi membuat Arsya harus menunggu cukup lama dan tertidur dalam keadaan ponselnya masih menyala dan berada di genggamannya.


“Maafkan aku Mas Arsya... jika hari ini aku sudah menolakmu. Tetapi aku janji, aku akan mempersiapkan diriku supaya aku sendiri yang akan menyerahkan diriku kepadamu tanpa harus kamu yang memintanya terlebih dahulu”


Suci bergumam sangat kecil sambil dia mengambil ponselnya Arsya dan ia juga mematikannya, lalu meletakan ponsel di atas meja kecil di samping kasur. Suci dengan perlahan membenarkan posisi tidur Arsya agar tidak membuat badanya terasa sakit.


Setelah Arsya sudah berhasil tiduran terlentang, Suci tersenyum sangat lebar. Entah mengapa hatinya sangat bahagia saat dia melihat wajah Arsya, membuat hatinya terasa sangat sejuk.


“Selamat beristirahat suamiku, maaf jika aku belum bisa menjadi istri seutuhnya untukmu. Tapi aku akan berusaha untuk menjadi seorang istri yang Mas inginkan muaachh...”


Suci mencium lembut kening Arsya yang membuatnya semakin terlelap, namun di dalam dirinya Arsya yang benar-benar tak sanggup lagi untuk membuka kedua matanya itu membuat dia seakan-akan bermimpi jika saat ini dirinya itu seperti dicium oleh Suci tepat di keningnya.


Padahal jika Arsya membuka matanya, itu adalah kenyataan yang tidak akan pernah Arsya lihat kembali di saat Suci belum bisa menyatakan perasaannya. Suci menyelimuti Arsya hingga sebatas dada.


Lalu Suci pun berjalan ke dekat lemari untuk mengambil bajunya dan berganti di kamar mandi. Setelah selesai, Suci pun langsung tiduran miring di samping Arsya sambil menatapnya karena saat ini posisi mereka saling miring dan juga berhadapan.


“Tidak tahu kenapa, di saat aku melihat wajahmu yang sedang tertidur ini malah membuatku sangat nyaman Mas. Aku cuma bisa berdoa semoga secepatnya aku bisa membalas cintamu, karena aku tidak mau terus-menerus menyakiti hati orang sebaik kamu Mas. Maaf ya... jika Mas harus menungguku sedikit lagi agar aku bisa dengan seutuhnya membuka hatiku untukmu”


Suci pun berbicara sangat kecil sambil tangannya terarah untuk membenarkan anakan rambutnya Arsya agar wajahnya terlihat sepenuhnya. Suci pun tersenyum sambil dia menutup kedua matanya itu secara perlahan-lahan dan hanya dalam hitungan menit saja Suci sudah berhasil menyusul Arsya ke dalam mimpinya.

__ADS_1


...*...


...*...


Kali ini Suci dan Arsya tertidur sangat pulas hingga mereka tidak sadar jika hari sudah mulai siang, dan jam pun menunjukkan pukul 8 pagi menjelang siang.


“Errrrgghh...” suara rengkuhan Suci yang mulai membuka mata secara perlahan, namun betapa terkejutnya Suci saat dia melihat tangan kekar yang memeluknya begitu erat.


“Aaaarrghhhhh...” Suci berteriak sambil turun dari ranjang serta berdiri memojok di sudut tembok dengan tangan menyila tubuhnya.


“Yaaaakk... Mas Arsyaaa... kau ngapain ada di kasurku, hahh!!!!” pekik Suci yang membuat Arsya langsung terbangun dan dia duduk sambil mengucek kedua matanya, kemudian Arsya pun menoleh ke arah Suci dengan wajah bantalnya.


“Bisa tidak sih kamu tuh ya, kalau mau membangunkan suami itu yang lembut tidak usah sampai berteriak seperti itu. Kupingku lama-lama budeg punya istri macam kamu ini. Lagian apa kamu lupa kalau kita baru saja menikah, jadi wajar saja kita satu ranjang"


"Ohh... satu lagi, kenapa kamu terkejut? Aku kan juga tidak ngapa-ngapain kamu. Lihat saja pakaianmu itu masih melekat rapi, bukan? Jadi biarkanlah aku kembali tidur, aku ini masih mengantuk tahuuu...” Arsya bicara dengan suara khas bangun tidurnya.


Kemudian Arsya kembali merebahkan tubuhnya di ranjang sambil dia memeluk guling sangat erat. Sedangkan Suci, dia baru tersadar jika statusnya sudah sah menjadi istri Arsya sehingga membuat Suci menggaruk tengkluknya yang tidak gatal sambil tersenyum malu.


Meskipun Arsya tertidur tetapi dia masih bisa sadar dan fokus karena Arsya tidak benar-benar tidur, tapi Arsya hanya ingin memejamkan kedua matanya yang kini masih mengantuk.


“Baru tahu kamu itu ceroboh? Baru juga sehari menikah saja sudah lupa, apa lagi sebulan menikah... pasti yang ada kamu sudah amnesia ya...” celetuk Arsya yang membuat Suci sangatlah geregetan dan pada akhirnya Suci pun menimpuk Arsya menggunakan bantal.


Buuuuggghh...


“Yaaakkkk... Suciiiiii...” pekik Arsya yang kini sudah duduk dalam keadaan mata terbuka sangat lebar hingga membuat Suci pun tertawa terpingkal-pingkal di pojokkan tembok sambil duduk.


“Sudah berani ya kamu buat menimpuk suamimu sendiri menggunakan bantal, haahh...” sahut Arsya dengan perlahan beranjak dari ranjang dan ia pun berjalan mendekati Suci yang masih tertawa.


Arsya berjongkok di depan Suci sambil ia menunjukkan wajah devilnya, bahkan mata Arsya pun sudah berani mengedip jahil pada Suci sampai membuat Suci pun yang tadinya tertawa kini terdiam membeku dengan perasaan gugup.

__ADS_1


“Ma-Mas Arsya... ma-mau ng-ngapain?” tanya Suci yang wajahnya sudah mulai memerah.


Bahkan kali ini tangannya Arsya terarah untuk menyingkirkan anakan rambutnya Suci dengan sentuhan kecil. Tubuh Suci seketika merinding saat melihat tatapan mata Arsya yang seolah-olah seperti dia ingin menerkam Suci saat in juga.


“Ma-Mas...” ucap lirih Suci yang saat ini benar-benar gugup.


Arsya yang awalnya hanya berniat ingin menggoda Suci, kini dia malah menjadi terbawa suasana saat dia mendapatkan respons dari Suci yang membuat Arsya seperti tidak ingin menolaknya. Dengan perlahan Arsya menggendong Suci dan membawanya langsung ke arah ranjang.


Sedangkan Suci, dia hanya bisa terdiam sambil mengalungkan kedua tangannya dan juga mata mereka saling menatap satu sama lain. Arsya membaringkan Suci secara perlahan-lahan tepat di atas ranjang dan Arsya pun langsung berada di atas Suci dengan kedua tangannya menopang tubuh kekarnya di samping pundaknya Suci.


“Boleh aku meminta hakku?” ucap sayu Arsya yang membuat Suci pun tak bisa menolaknya lagi.


Suci bisa melihat jika Arsya benar-benar sangat menginginkan tubuhnya sebagai penghangat tubuh. Apa lagi tadi malam niatnya Suci memang sudah ingin untuk menyerahkan dirinya kepada Arsya, tapi gagal akibat Arsya yang sudah tertidur lebih dulu. Ya mungkin saja sekaranglah saat yang tepat untuk Suci memberikan haknya Arsya atas dirinya tanpa adanya keraguan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭


Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗

__ADS_1


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2