
Brayen yang sudah di bawah kesadarannya akibat minum bantak sekali minuman beralkohol itu, langsung menjatuhkan dirinya di samping Vina yang sudah tidur terlentang di atas kasur dalam keadaan sama-sama mabuk.
“Sayaangg...” ujar Brayen dengan suara khasnya.
“Hem... Aku pusing, Bray...” jawab Vina sambil memegang kepalanya.
Brayen yang memang sudah di bawah kesadarannya langsung tiduran dengan posisi miring menghadap Vina sambil tangan kanannya menopang kepalanya agar bisa menatap wajah Vina. Lalu tangan satunya lagi Brayen arahkan untuk mengusap pipi hingga leher Vina yang membuat Vina merasakan sesuatu.
“Bray...” ujar Vina sambil menatap Brayen dengan tatapan penuh bergairah.
Brayen yang dari tadi menahannya seketika langsung menyatukan bibir mereka untuk saling merasakan sensasi yang berbeda. Hingga akhirnya ciuman mereka menjadi sangat ganas, dan membuat Brayen langsung mencium leher Vina hingga membuat beberapa tanda di sana sambil meniup-niup telinga Vina.
“Bra-Brayeenn... hem...” ucap Vina yang merasakan kegelian luar biasa, namun malah membuat dirinya menikmati perlakuan Brayen.
Sampai seketika tangan Brayen memegang hingga meremas kuat gunung kembar Vina yang sangat pas di genggamannya.
“Aakhhh...” satu suara cantik telah lolos dari mulut Vina yang membuat Brayen semakin memuncak.
Vina yang memang saat itu hanya menggunakan blazer hingga dalaman tengtop membuat tubuhnya terbuka dan hanya memperlihatkan teptop hitamnya. Brayen yang melihat tubuh indah Vina kini sudah tidak bisa lagi menahannya. Apa lagi, keadaan mereka benar-benar memuncak akibat minuman tersebut.
Dengan sigap Brayen membuka blazer Vina hingga mengangkat tengtop yang Vina gunakan, dan menyisakan kacamata wanita milik Vina. Vina yang sudah benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya akibat minuman itu, membuat dirinya hanya pasrah dengan apa yang Brayen lakukan karena saat ini Vina hanya bisa merasakan rasa yang tidak pernah Vina rasakan sebelumnya.
Brayen membuka bajunya hingga meninggalkan celana mereka masing-masing, bahkan kini keduanya sudah dalam keadaan setengah polos. Tanpa basi-basi Brayen langsung melahap gunung kembar itu secara bergantian dengan keadaan hasrat yang sangat tinggi dan Vina hanya bisa merasakan gesiran-gerisan kenikmatan yang Brayen ciptakan.
Vina meremas rambut Brayen untuk menumpahkan rasa perih, sakit, namun sangat terasa begitu nikmat saat Brayen melahap gunung kembarnya dengan sangat lihai. Tak lupa Brayen juga kembali membuat tanda-tanda merah cantik di sekeliling leher dan gunung kembarnya Vina tersebut.
“Aarrrghhh...” pekik Vina saat merasakan kesakitan akibat sed*dotan Brayen yang cukup kuat.
Setelah itu Brayen kembali menciumi perut Vina hingga ke bawah, dan ini adalah saat-saat yang Brayen tunggu-tunggu telah tiba. Ia akan melihat benda berharga milik Vina yang tidak pernah ia sentuh. Meskipun Brayen mabuk akibat alkohol itu, namun Brayen masih ada sedikit rasa sadar dan dia tahu apa yang ia lakukan ini. Cuma karena memang dia sudah sangat ingin melakukannya dengan Vina, tapi Vina selalu menolaknya.
Mungkin dengan cara mabuk seperti ini Brayen bisa memiliki Vina seutuhnya.
__ADS_1
Brayen dengan sigap langsung membuka semua celana Vina serta membuangnya ke sembarangan arah. Sedangkan Vina yang masih tidak sadar jika tubuhnya sudah tidak mengenakan sehelai pakaian pun membuat dirinya biasa saja karena pusing ke kepalanya membuat ia tidak begitu sadar.
Yang Vina tahu saat ini adalah kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan sama sekali. Bahkan kenikmatan ini jauh lebih nikmat di saat ia melakukan adegan bercinta dengan bibir Brayen. Brayen pun berdiri dengan keadaan sempoyongan lalu membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya dan kini, mereka telah dalam keadaan polos.
Dengan perlahan Brayen naik ke atas tubuh polos Vina, dan langsung menyerbu bibir manis Vina begitu ganas. Sampai tangan Brayen satunya mengangkat kaki Vina yang tadinya lurus kini ia buat menekuk hingga sedikit melebarkan kedua pahanya secara bergantian. Bersamaan dengan aksi bibir itu, Brayen pun menggesekkan miliknya ke milik Vina yang membuat keduanya saling mengeluarkan suara indahnya.
Brayen bisa merasakan kehangatan miliknya saat ia gesekan ke milik Vina, lalu Vina bisa merasakan begitu nikmat saat miliknya seperti tersengat listrik bertegangan kecil. Hampir 5 menit Brayen dan Vina melalukan adegan itu, hingga Brayen langsung perlahan mengarahkan miliknya menuju goa kecil dan basahnya Vina. Brayen mencoba untuk menekannya agar miliknya bisa segera masuk ke dalam, namun Vina berteriak hingga meneteskan air matanya.
“Sakittt Bray sakittt... hikss...” ujar Vina dalam keadaan menutup mata.
Brayen yang memang setengah sadar hanya bisa melihat Vina begitu kesakitan, berbeda jika ia lagi bermain dengan wanita lain yang sangat gampang untuk miliknya menerobos goa mereka. Brayen mencoba untuk menenangkan Vina dengan menyumpal mulutnya Vina dengan mulutnya Brayen hingga kembali melakukan adegan bercinta.
Dirasa Vina mulai tenang, kini Brayen kembali memaksakan miliknya untuk masuk lebih dalam. Hingga Brayen berusaha keras mendorongnya sampai-sampai membuat ujung dari miliknya terasa sangat sakit akibat sempitnya goa Vina. Sampai dorongan atau hentakkan yang ke-5 kalinya, kini miliknya Brayen sudah berhasil menerobos goa sempit milik Vina.
Jleeeeebbbb...
Arrrrgghhhhhhh...
Tess...
Tess...
Cairan berwarna merah segar kini keluar dari dalam goa Vina yang membuat keduanya bisa merasakan hangatnya cairan tersebut. Brayen yang mulai tersadar kini menatap ke arah penyatuan mereka sambil tersenyum penuh arti. Lalu Brayen dengan perlahan menggerakkan pinggulnya untuk membuat Vina bisa menyesuaikannya.
“Arrggghh... hemm... huuuhh...” ucap keduanya bersamaan dengan suara indahnya.
Kini Brayen menambah temponya hingga mempercepat pergerakannya bahkan sampai membuat kedua gunung kembar Vina hampir terlepas dari tempatnya saking dahsyatnya goyangan Brayen. Vina hanya bisa bersuara hingga menyanyi dengan sangat merdu bersamaan dengan Brayen. Sampai seketika Vina sudah melakukan pelepasan untuk pertama kalinya, sedangkan Brayen masih menahan semua itu.
Brayen menahan dirinya agar ia kembali bisa menikmati hangatnya goa sempit milik Vina yang seakan-akan menjepitnya dan membuat sensasi yang berbeda dari yang ia lakukan dengan wanita lain. Brayen yang mulai kelelahan seketika mengganti posisi mereka dan membuat Vina berasa di atasnya dengan keadaan setengah sadar.
“Aku enggak bisa, Bray...” ucap Vina dengan wajah memerah.
__ADS_1
“Kamu bisa sayang, cobalah. Pasti kamu akan ketagihan dengan posisi itu, dan aku akan membantumu” jawab Brayen sambil memegang kedua pinggul Vina dan membantunya untuk menggerakkannya perlahan.
Lalu tak lama Brayen membuat Vina menggerakkan pinggulnya sendiri semakin cepat yang membuat Brayen sendiri mengeluarkan suara-suara indahnya bersamaan dengan Vina yang mendongak ke atas memejamkan matanya penuh dengan keringat. Sampai akhirnya Brayen sudah tidak kuat lagi menahan sesuatu yang dari tadi ingin keluar, dengan cepat membalikkan tubuh Vina dan menggenjotnya sangat cepat dan bahkan lebih cepat. Lalu akhrinya...
Arrrrrgghhhhh...
Suara mereka begitu indah hingga bersamaan dengan kedua tubuh mereka yang bergetar hebat dengan posisi Vina yang tiduran di ranjang, kemudian Brayen terduduk karena ia sangat tepat pada waktunya untuk mencabut miliknya agar tidak mengeluarkannya di dalam. Kini Brayen yang sudah sangat puas dan juga pusing seketika terjatuh di samping Vina yang sudah tertidur akibat rasa pusing hingga kelelahan.
Brayen yang sangat haus lalu menyusu di gunung kembar Vina sambil tertidur, dan kini keduanya pun tertidur bersamaan. Sedangkan Kenzie-Kate dan juga Ferrel-Nela kini sudah melakukan pelepasan beberapa kali, bahkan mereka sampai berubah gaya apa pun. Ya begitulah mereka karena mereka sudah sangat terbiasa melakukannya, jadi tidak gampang membuat pasangan mereka kelelahan seperti Vina dan juga Brayen yang hanya mampu melakukan 2 kali pelepasan untuk Vina, dan 1 kali pelepasan hebat untuk Brayen.
...*...
Hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Suci yang dari tadi berjalan entah kemana membuat ia tidak sadar bahwa dirinya sudah berjalan sangat jauh. Hingga Suci sendiri tidak tahu jika dirinya kini berada di jalan besar dan ingin menyeberang jalan, tapi Suci tidak melihat bahwa ada sebuah mobil yang mendekat ke arahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁
Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗
Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊
Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄
Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
__ADS_1
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻