Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Suci Tidak Boleh Mengetahuinya


__ADS_3

Dimas yang melihat Elsa menangis seketika hatinya menjadi sangat kasihan, lalu ia berkata di dalam hatinya sambil menatap Elsa yang menunduk, “Apa aku sudah keterlaluan ya sama dia? Apa jangan-jangan karena ulahku kemarin, jadi Elsa seperti mengalami trauma ketakutan. Jika benar begitu, maka aku benar-benar merasa bersalah padanya sekarang...”


Elsa sedikit melirik Dimas yang sepertinya masih menatap dirinya dengan wajah bersalahnya.


“Haha... Tidak sia-sia, aku memasang wajah melas ini. Akhirnya dia semakin masuk dalam perangkapku, semoga saja dengan aku begini tidak akan membuat semua orang mencurigaiku. Bagaimana dengan Mas Fajar? Akhh... Sudahlah jangan urusi dia lagi, lagian juga sampai detik ini belum ada kabar. Terakhir ngasih kabar juga pas ke temuan pada waktu itu, yang tahunya malah ada istrinya ck...” pekik Elsa di dalam hatinya.


Dimas yang melihat Elsa masih menangis, akhirnya kembali membuka suara karena Dimas tidak mau terjadi kesalah pahaman di antara mereka jika sampai ada orang lain yang melihatnya.


“Ikut saya ke ruangan!” ucap Dimas dengan dingin, sambil berjalan dan memasuki ruangan lebih dulu.


Elsa yang melihat itu pun, tersenyum penuh kelicikan hingga akhirnya ia kembali berjalan menyusul Dimas ke ruangan sambil memasang wajah yang sangat menyedihkan. Sesampainya di dalam ruangan, Dimas duduk di sebuah sofa panjang sambil menghela nafas beratnya.


“Hufftt... Silakan duduk” ucap Dimas sambil duduk lebih dulu, kemudian Elsa duduk di depan Dimas sambil menundukkan kepalanya.


Dimas yang melihat Elsa pun bingung harus berbicara dari mana, karena Dimas sendiri sangat malu akibat perbuatannya sendiri yang tidak bisa menahan hasratnya. Di saat Dimas sedang mencari topik pembicaraan agar tidak kembali membuat Elsa mengingat kejadian itu, tiba-tiba saja Elsa mengeluarkan suaranya.


“Hiks... Ma-maaf Tuan, gara-gara saya semalam Tuan hampir hilaf pada saya. Sekali lagi maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud untuk menggoda Tuan. Hanya saja saya memang selalu berpakaian seperti itu jika di kontrakan saya dan saya juga lupa jika di sana masih ada Tuan, sekali lagi maaf Tuan. Saya janji untuk masalah itu, saya tidak akan menceritakannya kepada Mbak Suci. Biar Tuan saja yang menceritakan hal itu pada Mbak Suci, dan tugas saya hanya akan menjawab semua pertanyaan dari Mbak Suci nantinya” ucap Elsa dengan nada yang sangat sedih.


“Tidak, ini salah kita berdua bukan hanya kamu. Terutama ini salah saya, apa lagi saya adalah seorang laki-laki yang sudah mempunyai istri. Tetapi entah kenapa hanya dengan melihat kamu menggunakan baju kurang bahan itu seketika hasrat saya mulai terbangun. Padahal jujur saja, saat saya mandi berdua dengan Suci saja itu tidak akan mudah bangun kalau tidak ada yang memulainya. Namun saya bingung, kenapa semalam seakan-akan saya terhanyut dalam rasa itu?” ucap Dimas yang seketika membuat Elsa di dalam hatinya tertawa bahagia.


“Haha... Ya jelas pasti bangunlah, masa ia ide gilaku tidak berhasil. Mas, Mas... Mudah sekali ternyata mengelabuhimu. sebentar lagi akan aku pastikan jika kamu pasti akan tergila-gila padaku dan tidak lagi mengabaikanku. Tinggal kita tunggu waktunya saja hihi...” celoteh Elsa di dalam hatinya.


“Ya namanya juga kucing, Tuan. Jika di kasih ikan pasti akan langsung di makan, tidak mungkin dia mengabaikannya. Apa lagi dengan keadaan sepi, cuma untungnya saja kita tidak sampai melakukannya lebih jauh lagi” ucap Elsa sambil menatap Dimas.


“Ya, kau benar. Saya minta maaf untuk semua itu kalau pun semalam saya melakukan semuanya, maka saya tidak akan lepas dari tanggung jawab itu” ucap Dimas tanpa sadar.

__ADS_1


“A-apa, Tuan? Tu-tuan mau bertanggung jawab atas kejadian semalam?” ucap Elsa dengan wajah terkejut.


“Ya, tapi jika itu murni sudah terjadi. Namun untungnya saja semua itu tidak sampai kelewat batas, jadi saya masih bisa memperbaiki hubungan saya dengan Suci nantinya. Nanti malam saya akan menceritakan semuanya kepada Suci dan saat ini pun saya sedang berusaha keras untuk menyusun kata-kata agar membuat Suci bisa memaafkan perbuatan saya” ucap Dimas.


“Apa Tuan yakin akan menceritakan semua ini pada Mbak Suci secepat ini? Lalu apa Mbak Suci tidak akan marah jika tahu semua ini? Saya saja yang jadi seorang wanita jika tahu kejadian ini akan marah besar, lalu bagaimana dengan Mbak Suci? Apa Tuan sudah siap menerima konsekuensinya nanti?” tanya Elsa dengan wajah gugupnya.


Elsa sangat takut jika Dimas mengatakan ini lebih cepat dari apa yang ia bayangan, maka rencana dia yang sudah di susun dengan rapi seketika akan menjadi sia-sia. Pasti saat Dimas menceritakan hal ini, Suci akan terus mengawasi Elsa bahkan dia juga akan menjauhi Elsa.


Lalu bagaimana nanti jika Elsa mengalami kesulitan keuangan? Kepada siapa ia memintanya jika bukan kepada Suci? Sedangkan sang kekasih saja sampai detik ini tidak bisa di hubungi, bahkan di kirimkan pesan pun hanya di baca saja tanpa membalasnya.


Elsa yang benar-benar cemas membuat ia berpikir dengan sangat keras, bagaimana caranya agar Dimas tidak menceritakan hal itu kepada Suci. Padahal tadi Elsa hanya mencoba bersikap sewajarnya agar tidak membuat Dimas curiga karena jika Elsa memohon-mohon agar tidak menceritakan kejadian ini, maka itu akan membuat Dimas curiga.


Elsa sangat tahu, Dimas adalah tipikal laki-laki yang sangat terbuka kepada istrinya dari mulai hal kecil atau pun besar. Maka mereka akan selalu menghadapinya bersama. Dimas yang memperhatikan Elsa seperti orang gelisah, membuat ia sedikit menaruh curiga.


“E... a-anu Mas, eh Tuan. E... i-itu...” jawab Elsa dengan sangat ketakutan.


“Tenang saja, saya akan pastikan pertemanan kalian bakalan baik-baik saja kok. Saya hanya ingin bersikap jujur kepada istri saya, jika saya telah mengkhianatinya tanpa saya sadari. Saya tidak mau menutupinya terlalu lama lagi darinya karena semakin saya berusaha untuk menutupi semua itu, maka saya akan semakin merasa bersalah kepada Suci”


“Dia adalah wanita yang sangat baik, sabar dan juga selalu setia menemani saya. Jadi saya tidak mau dan tidak akan pernah siap jika Suci akan meninggalkan saya hanya karena ia tahu cerita ini dari orang lain yang pasti akan ditambahkan bumbu-bumbu perusak”


Dimas berbicara dengan tegas, sambil menatap lurus ke depan. Elsa yang mendengar itu seketika membuat hatinya sangat panas. Rasa iri yang Elsa rasakan semakin membara, awalnya Elsa malu dengan keadaannya yang kurang beruntung dari pada Suci, namun hari demi hari saat Elsa tahu bagaimana kehidupan Suci dan rumah tangganya membuat dia iri dengan Suci.


Suci yang memang dulunya bernasib sama dengan Elsa, kini menjadi wanita yang kaya raya serta memiliki suami yang begitu mencintainya. Sedangkan Elsa? Dia hanya bisa meratapi nasibnya dari dulu hingga saat ini, bahkan pasangan pun dia tidak ada.


Fajar yang memang sudah berjanji dalam waktu 5 bulan akan menceraikan istrinya dan kembali kepada Elsa, kini malah tidak ada kabar sama sekali untuk beberapa hari ini.

__ADS_1


“Ta-tapi, Tuan. Bagaimana jika sebaiknya kejadian semalam kita rahasiakan saja, biarkan kisah itu hanya kita yang tahu. Semua ini agar Mbak Suci tidak akan merasakan sakit hati, lagian rumah tangga Tuan kan selama ini pasti adem ayem tidak pernah berantem. Lalu semenjak adanya saya masa nanti rumah tangan kalian akan sering berantem, kan saya jadi tidak enak apa lagi saya kerja di sini berkat Mbak Suci” bujuk Elsa dengan sangat hati-hati.


Dimas yang mencerna ucapan Elsa, hanya bisa terdiam sambil berpikir.


“Apa yang di katakan Elsa memang ada benarnya sih, selama ini kita kan tidak pernah berantem. Bahkan marahan pun hanya berlangsung sebentar saja, bagaimana jika saat aku cerita kejadian itu malah akan membuat kita sering berantem? Apa lagi Elsa bekerja sebagai asisten, yang mana dia harus selalu ada di sampingku bersama Dion ”


“Lalu jika aku cerita apakah Suci bisa langsung menerima dan memaafkanku? Atau Suci akan marah besar, sehingga ia meninggalkanku. Astaghfirullah, tidak... Pokoknya aku tidak mau sampai Suci pergi dalam kehidupanku, jadi lebih baik mendengarkan kata Elsa. Kejadian memalukan itu harus aku tutup rapat-rapat dari Suci atau siapa pun itu tidak sampai mengetahuinya. Cukup aku, Elsa dan Allah saja yang tahu cerita ini ” Dimas berkata di dalam hatinya yang membuat Elsa tersenyum licik namun langsung kembali sedih seperti semula.


“Baiklah... Aku tidak akan menceritakan kejadian ini kepada Suci, jadi kau tenang saja” ucap Dimas dengan tegas yang membuat Elsa langsung menatapnya dengan senyuman kecil.


“Kejadian? Kejadian apa yang sedang kalian bicarakan? Sepertinya sangat penting, bahkan sampai-sampai Suci tidak boleh mengetahuinya ya...” ucap seseorang yang berdiri di samping sofa mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Jangan bosan-bosan ya buat dukung Author Cubby ini... 🤭🤭🤭


Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan bahagia ya semuanya... 😁😁😁


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻

__ADS_1


__ADS_2