
Di sana terdapat meja makan kecil yang di atasnya sudah tersaji makanan serta minuman yang enak. Bahkan disana pun juga ada papan bertuliskan logo
...Will You Marry Me?...
Lisa terkejut bukan main, ia benar-benar sangatlah terkejut lantaran dia melihat pemandangan yang awalnya itu sangat gelap hanya dalam kedipan mata semua itu berubah menjadi tempat yang begitu indah dan juga sangat romantis.
"A-apa ini semua... a-apakah ka-kau yang me-menyiapkan semua ini? Ta-tapi untuk apa?" tanya Lisa sambil menatap wajah Dion dengan wajah terkejut dan bingungnya.
"Tentu saja seperti apa yang kau lihat di sana, kau bisa kan baca tulisan itu yang ada di papan di sana" ucap Dion dengan nada yang di buat tenang, padahal di dalam jantungnya berdegup kencang.
Lisa berbalik dan ia kembali menatap ke arah papan yang ada di depan mereka tepat di dekat sebuah meja kecil yang di atasnya sudah terdapat makanan dan minuman yang terlihat sangatlah lezat dan menggugah selera.
Di saat Lisa sudah melihat jelas tulisan tersebut, Lisa berbalik ke arah Dion tapi Dion sudah tak ada di sana seakan-akan Dion hilang di telan bumi.
"Pa-Pak Dion... Ba-Bapak ada di mana... ja-jangan tinggalkan a-aku sendiri di sini Pak... be-berhentilah bercanda Pak dan kembalilah ke si-sini Pak Dion... a-aku takut..." ucap Lisa sambil di melihat ke sekelilingnya dan hanya terdapat pohon yang menjulang tinggi dan pantulan cahaya dari mobilnya Dion.
Di saat Lisa mulai merasakan ketakutan, tiba-tiba saja seperti ada sesuatu yang menepuk pundaknya. Lalu Lisa berbalik secara perlahan, dan dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.
Saat ini Dion sedang berlutut di depan Lisa dengan ia membuka sebuah kotak berisi cincin berlian yang sangat indah dan juga elegan. Lisa yang terkejut pun hanya bisa memandang Dion dengan mata yang berlinang air mata dan dia menutup mulutnya dengan tangannya.
"Lisa... aku tahu selama beberapa tahun kita berteman sejak pertama kali kamu datang sebagai Sekretarisnya Dimas itu kita selalu sering bertengkar. Tapi apa kau tahu, semua pertengkaran itu yang membuatku merasa nyaman di sisimu"
__ADS_1
"Semua pertengkaran kita itu berubah menjadi sebuah perasaan yang selalu datang di saat aku menutup mataku. Bahkan wajah kesalmu yang imut itu pun selalu muncul di mimpiku setiap harinya. Aku tidak tahu sejak kapan aku mulai menyadari semua ini, Lisa..."
"Namun yang aku tahu adalah kalau aku tidak akan ingin berjauhan dari sisimu. Itulah sebabnya aku ikut bersamamu untuk keluar dari perusahaan pria buruk itu. Aku melakukan semua ini agar aku bisa menghabiskan waktu bersamamu, dan aku harap kau juga merasakan apa yang aku rasakan"
"Aku sudah menunggu saat ini dari lama dan aku membutuhkan banyak waktuku untuk mempertimbangkan segala aspek yang mungkin terjadi. Aku berserah diri pada Allah untuk meminta petunjuk-Nya dalam memilih yang paling tepat. Sudah Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri, sudah tepatkah pilihanku ini? Berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu adalah kamu"
"Terima kasih untuk segalanya dan juga untuk menjadi teman serta sahabatku. Kamu sudah menemaniku di beberapa tahun sebelumnya, tapi maukah kamu menemaniku di tahun-tahun berikutnya? Maukah kamu menjadi teman hidupku untuk selama-lamanya? Will you marry me?" Dion mengungkapkan semua isi hatinya pada Lisa.
Lisa pun yang melihat dan mendengar semua itu hanya bisa menangis sambil menutupi mulutnya dengan tangannya. Lisa tidak bisa mempercayai apa yang ada di depan matanya, bahwa pria yang selalu dia sebut dalam mimpinya akan berlutut di depannya dan menyatakan cintanya padanya.
"A-apakah ka-kau su-sungguhan Pa-Pak Dion? Ta-tapi bagaimana? A-aku pi-pikir ka-kalau selama ini kau ti-tidak memiliki perasaan pa-padaku hiks... tetapi a-aku salah, ternyata ka-kau juga merasakan a-apa yang aku rasa" Lisa menatap Dion dengan air mata yang mengalir deras.
"Ka-kau selalu bersikap dingin dan cuek sehingga a-aku pikir kamu membenciku. A-apa kau tahu, a-aku juga memiliki rasa yang sama sepertimu Di-Dion hiks... aku juga selalu menyebut n-namamu dalam do'aku. Kau ju-juga selalu muncul dalam mimpiku hiks..."
"Jadi... a-apa jawabanmu Lisa? Aku tahu kalau kejutanku ini tidak semewah dan seindah seperti yang kamu bayangkan, karena aku membutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan hatiku ini, jadi-..." ucapan Dion terhenti saat Lisa menaruh jari telunjuknya di bibir Dion.
"A-aku tidak butuh kejutan yang mewah atau pun romantis seperti yang lain. Aku sudah sangat bersyukur ka-karena kamu memiliki pe-perasaan yang sama seperti apa yang a-aku rasakan. Kamu mengerti kan apa yang a-aku maksud" ucap Lisa dengan wajahnya yang memerah dania menarik tangannya dari bibirnya Dion.
Lalu Dion tersenyum bahagia sambil dia mengelus punggung tangan kanan Lisa dan Dion langsung memakaikan cincin berlian itu di jari manis tangan kanannya Lisa. Dion pun berdiri dan ia memegang kedua tangannya Lisa dan menyatukan dahi mereka.
"Aku tahu apa yang ingin kamu ucapkan, tapi aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu. Maukah kau mengatakan apa yang kau rasakan padaku? Maukah kamu memberikan aku jawabanmu atas pernyataan yang aku lakukan? Maukah kau menjadi teman hidupku sejak dulu, sekarang dan juga di masa depan, Lisa?" ucap Dion dengan menatap manik mata Lisa.
__ADS_1
"Errm... A-aku ma-mau... a-aku ma-mau menjadi te-teman hidupmu selamanya... a-aku juga mencintaimu Di-Dion... a-aku juka sudah menyimpan pe-perasaan ini sejak lama un-untukmu. A-aku ma-mau me-menikah denganmu Di-Dion..." ucap Lisa dengan suara terbata-bata sambil memejamkan matanya karena dia malu menatap matanya Dion.
Dion pun tersenyum bahagia dan ia pun langsung memeluk Lisa dengan eratnya serta Lisa juga membalas pelukan Dion. Mereka membagi pelukan yang hangat dan juga penuh kasih sambil merasakan detak jantungnya mereka yang berdebar sangat kencang.
Kemudian mereka melepaskan pelukan mereka dan menatap manik mata satu sama lainya. Tatapan mereka semakin lama semakin dalam saja hingga tanpa mereka sadari wajah mereka semakin dekat dan kini jarak wajah mereka hanya sekitar dua centimeter jauhnya, namun tiba-tiba saja....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄
Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊
Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih sepi nih 🥳🥳🥳
Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎
Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣
Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja ya... 🤭🤭🤭
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semuanya... 🤗🤗🤗
__ADS_1
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻