
Elsa bergumam di dalam hatinya dengan sangat kesal, yang mana Elsa selalu memperhatikan kesempurnaan fisiknya hingga melupakan kewajiban seorang istri dan juga Ibu. Sedangkan Dimas dia harus banyak-banyakin bersabar jika Elsa sudah mulai bertingkah kembali.
...*...
...*...
Sesampainya di halaman Perusahaan yang sangat besar Elsa dan Dimas turun dengan perlahan sambil menatap sekeliling dengan rasa kagum, bahkan sepanjang perjalanan dekat perusahaan terdapat banyak karangan bunga bertuliskan ucapan selamat serta doa kebaikan yang selalu menyertai. Namun hanya bertuliskan inisial nama yaitu Tuan & Nyonya AS.
"Astaga.. padahal ini baru jam setengah 9 tapi semua kolega, para pengunjung, serta wartawan sudah hadir di sana. Wahh.. Gila sih ini benar-benar akan masuk berita terkini, aku yakin sih pasti beritanya enggak akan padam selama 1 bulan kedepan. Sumpah ini keren banget Mas.."
"Aku jadi penasaran deh siapa sih Tuan & Nyonya AS itu? Apakah dia orang yang sangat kaya? Karena beritanya selalu ada di koran, sosial media dan sebagainya. Bahkan namanya saja di rahasiakan sebelum peresmian logo di buka"
Elsa berputar melihat beberapa karangan bunga mewah terpampang jelas di sudut Perusahaan, hingga tepat di pintu utama Perusahaan pun terdapat karpet merah sangat panjang benar-benar seperti akan adanya seorang raja dan ratu yang datang.
Sedangkan Dimas, ia malah fokus menatap semuanya yang mana ada beberapa kolega tinggi yang Dimas kenal sehingga rasanya Dimas ingin sekali bergabung disana namun dengan cepat Elsa menggenggam tangannya, lalu menariknya dengan perlahan mendekati garis yang sudah di tentukan agar semua bisa berjaga jarak.
Elsa yang tidak mau ketinggalan berita dia langsung membawa Dimas menyerobot melewati beberapa orang hingga akhirnya mereka berdua bisa berdiri di paling depan dekat dengan para wartawan.
"Huhhh.. aku sudah tidak sabar mau melihat pemilik Perusahaan ini. Semoga saja aku kenal dengan orangnya dan akan aku jadikan teman lumayan kan buat nebeng nama. Atau kalau perlu aku bisa mendekatinya secara perlahan kan gampang, setidaknya aku tahu dulu wajahnya seperti apa"
"Siapa tahu jika aku sudah berhasil mendekatinya maka aku bisa di jadikan ambasador di produk kecantikannya atau juga bisa jadi model di setiap barang brandednya. Nahh.. dengan begitu namaku bisa melesat tinggi hingga aku akan terkenal di kalangan atas hihihi.."
__ADS_1
"Bagus Elsa bagus, teruskan bakat pintarmu itu. Bahkan kamu sendiri pun tidak pernah menyangka kan kalau hidupmu bisa sebagus ini, padahal dulu mau makan enak saja mikir berkali-kali. Tapi sekarang? Yaelah tinggal duduk manis, buka aplikasi pesanan datang. Belum lagi aku bisa belanja sesuka hatiku dengan semua uang bulanan dari suamiku"
"Sungguh indahnya hidup dengan semua kemewahan, pantasan saja dulu Suci dengan sombongnya membelanjakanku mengisi semua makanan di kontrakanku. Dan pada akhirnya kau akan melihatku ada dimana-mana hahah.."
"Sebentar lagi Suci, sebentar lagi kehancuranmu akan dimulai. Orang yang kau anggap remeh sekarang sudah menjadi wanita kalangan atas. Pasti jika aku ketemu dengannya aku akan menertawakan penampilannya yang kucel, kumel dan juga tidak terurus haha.. dasar wanita tidak berguna!"
Elsa bergumam di dalam hatinya sepanjang ia menghayal dengan sangat tinggi, namun hayalan itu mampu di berhentikan saat semua suara begitu heboh meneriaki sebuah mobil mewah yang baru saja memasuki halaman Perusahaan bersama 2 mobil mewah lainnya yang menyusul di belakang.
Teriakan heboh serta desakan membuat Elsa dan Dimas terasa terhempit apa lagi para wartawan langsung bersiap untuk memotret hingga merekam semuanya dengan di jaga oleh beberapa bodyguard yang sangat kelar untuk tetap menjaga jarak aman.
"Ckkk.. apaan sih sabar kali, yang mau liat juga bukan kalian doang!!" Pekik Elsa saat tubuhnya mulat terhempit.
"Sudah aku bilang kan jangan ngumpul di sini kita bisa lihatnya dari jauh, kalau udah begini ribet sendiri kan. Berasa kaya orang rendahan saja!" Celetuk Dimas.
Semua orang begitu antusias untuk berebut jalan agar bisa berada di titik terdepan sama dengan Elsa dan juga Dimas. Namun, Dimas yang tidak terbiasa membuat dirinya begitu risih. Tapi apa boleh buat Elsa selalu menahan Dimas untuk tetap berada di sampingnya.
3 mobil mewah itu berhenti tepat di depan pintu utama yang mana membuat beberapa bodyguard langsung berhambur untuk membuka satu persatu pintu. Sehingga kini keluarlah pria tampan sangat berwibawa dengan semua kegagahannya bagaikan seorang pangeran, lalu selang beberapa detik di sambung dengan sang istri yang keluar dengan senyuman begitu indah bagaikan seorang putri.
Benar-benar di luar dugaan Elsa dan Dimas saat ini yang sudah membolakan matanya ketika melihat pemandangan yang sangat mengejutkan dimana Arsya dan Suci kini sudah berdiri sejajar menghadap ke semua wartawan dengan penampilan mereka yang berbeda jauh sama beberapa tahun lalu.
Belum lagi keluarnya Dion bersama Lisa dengan anak kecil yang sangat manis dan cantik kembali menambah kesan terkejutan Dimas yang melihat bahwa mantan sahabatnya bisa sesukses itu bahkan melebihi Dimas sendiri.
__ADS_1
Tapi tidak sampai di situ, seorang pria yang sudah berumur namun masih terkesan sangat gagah dan juga berwibawa mampu menyita perhatian mata Dimas yang langsung menyorot dimana Papah Angga telah berdiri bersama seorang wanita berumur yang begitu cantik hingga mereka terlihat sangat serasi.
Belum lagi Bunda Reni beserta Ayah Al dari dulu memang aura mereka tidak pernah padam, dan malah bertambah bagaikan istri seorang pejabat tinggi. Sedangkan Elsa dia melongo tak percaya dengan nasib Suci yang benar-benar jauh lebih beruntung darinya.
Bahkan semua orang bersorak hingga banyak wartawan yang langsung mengerubungi mereka, orang yang Elsa anggap dikemudian hari tidak akan seberuntung ini. Namun ia salah besar bahkan Sucilah pemilik sah perusahaan SUAR perusahaan yang di namain dengan gabungan nama mereka SUCI DAN ARSYA. Sama dengan halnya inisial TUAN & NYONYA AS yaitu singkatan dari nama ARSYA & SUCI.
Tapi tidak sampai di sini saja, lagi dan lagi Dimas serta Elsa yang sudah tidak bisa menerima semua kenyataan kembali dan kembali lagi di kejutkan dengan seorang pangeran kecil yang kini turun dari sebuah mobil dengan sangat tampan. Siapa lagi jika bukan Kay, anak kesayangan Arsya dan juga Suci.
Kay benar-benar terlihat seperti Arsya, sehingga ia turun dan berjalan mendekati kedua orang tuanya tanpa adanya rasa senyum. Tatapan tajam, wajah datar dan sikap kewibawaan Arsya melekat di dalam diri Kay. Entahlah bocah seusia itu bisa terlihat seperti anak yang sudah dewasa.
Saking terkejutnya Dimas dan juga Elsa tidak bisa lagi berkata satu kata pun, mereka hanya bisa menatap ke arah semuanya dengan sudut mata Dimas yang begitu hancur bahkan matanya sudah memerah menahan air mata yang saat ini sudah runtuh. Begitu juga dengan Elsa, wajahnya sudah mulai memerah bangkan tangannya mengepal keras ketika melihat betapa bahagianya Suci saat ini.
Andai saja Elsa yang bertemu Arsya lebih dulu, mungkin saat ini posisi Suci telah di gantikan oleh Elsa yang akan di kenal oleh banyaknya orang yang sangat penting. Bahkan nama Elsa bisa menjadi lebih melesat tinggi, kalau begini caranya bagaimana impian Elsa bisa terwujud sedangkan Suci sudah lebih unggul darinya? Entahlah.. Elsa dan Dimas masih terlihat begitu syok dengan kenyataan hari ini.
Dimana Elsa melihat kesuksesan Suci telah di mulai, dan Dimas melihat orang-orang yang dahulu berpihak padanya kini telah berada di samping Arsya. Belum lagi mata Dimas tidak lepas dari sosok Kay yang wajahnya sekilas mirip dengannya di waktu kecil, hanya saja sifatnya mirip dengan Arsya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
...Lets go di serbu... 🤸🤸...
__ADS_1