Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Seperti Malaikat Pencabut Nyawa


__ADS_3

Jika boleh memilih dan memutar waktu, mungkin Dimas akan memilih menjalani kehidupannya bersama Suci meskipun tidak memiliki anak tetapi hidupnya selalu penuh dengan kebahagiaan. Tidak seperti kehidupannya sekarang bersama Elsa, meskipun telah memiliki anak tetapi entah kenapa malah rumah tangganya selalu dikelilingi dengan semua masalah.


...*...


...*...


Tepat malam hari dimana saat ini Dimas telah tertidur di kursi tunggu, sedangkan Mamah Mita sudah pulang ke rumah untuk beristirahat lebih dulu. Dan Elsa, dia selalu mewanti-wanti keadaan sekitar agar memastikan semuanya aman terkendali.


Benar saja seorang suster yang ditugaskan untuk menjaga ruangan ICU baru saja keluar lantaran ada sesuatu yang harus di ambil sebentar, Elsa yang berpura-pura tertidur melihat adanya peluang besar membuat ia tersenyum miring.


Dengan perlahan Elsa terbangun dan berjalan ke arah pintu masuk sambil celingak-celinguk bagaikan seorang maling yang akan memasuki rumah.


"Pokonya hari ini juga dia harus lenyap di dalam genggamanku, apa pun itu dia tidak boleh merebut kebahagiaanku saat ini. Aku tidak mau kembali hidup miskin!!"


"*Dia memang terlahir dari rahimku, maka dari itu dia juga harus berakhirnya tepat di dalam genggamanku, hahaha.."


"Diva sayang Mamah datang*.."


Elsa bergumam di dalam hatinya sambil memegang gagang pintu dengan tersenyum, pintu pun terbuka cukup lebar. Elsa masuk ke dalam ruangan Diva, lalu berjalan mendekati bangkar. Dimana saat ini Diva masih tertidur pulas belum sadarkan diri.


"Uhh... tayang Mamah yang cantik, apa kabar gadis kecil? Pasti kamu sangat menderita ya ngerasain sakit semuanya sendirian, maaf banget ya sayang. Mamah belum bisa menyembuhkanmu"


"Tapi tenang saja, Mamah ada solusinya kok. Mamah akan buat Diva tidak lagi merasakan sakit, jadi Diva baik-baik ya di sana jangan sampai Diva kembali lagi"


"*Mamah sedih loh lihat Diva cuman sakit-sakitan seperti ini Mamah tidak tega sama Diva. Jadi selamat tinggal kesayangan Mamah. Bye-bye anak PEMBAWA SI*AL!!"


Elsa mengelus wajah Diva dengan tangannya sambil berbicara lembut penuh penekanan dan juga niat jahat. Elsa tersenyum menatap wajah Diva dan mencoba melepaskan nabulizer atau bisa di sebut dengan alat pernafasan dari hidung Diva.


Setelah terlepas Elsa mengangkat kepala Diva, lalu menarik bantalnya serta kembali naruh kepala Diva yang mana saat ini Elsa terlihat benar-benar seperti malaikat penyabut nyawa. Cuman lebih tepatnya seorang Ibu yang berniat ingin mengakhiri hidup anaknya.

__ADS_1


Elsa mengangkat bantal tersebut sebatas dada dengan kedua tangannya dan tersenyum menatap wajah Diva tanpa adanya rasa bersalah ataupun kesadaran.


Di sisi lainnya seorang wanita yang baru saja ingin ke kantin untuk mencari minuman hangat, tiba-tiba saja lewat ruangan Diva lalu ia di bingungkan dengan keadaan Dimas yang tertidur lelap. Sedangkan Elsa tidak ada disampingnya begitu juga dengan ruangan Diva terbuka.


Wanita itu mulai menaruh curiga hingga akhirnya saat ia mau masuk ke ruangan seorang suster yang baru saja kelar dengan urusannya langsung menahannya. Sehingga wanita itu langsung berbalik menatap sang suster.


"Permisi Nyonya, ada apa? Kenapa Nyonya mau masuk ke dalam ruangan ini. Apakah Nyonya tidak tahu ini sudah melewati jam besuk, lagi pula ini juga ruangan ICU jadi tidak bisa sembarangan orang bisa masuk. Nyonya ini sebenarnya siapa? Jangan bilang Nyonya ke sini karena ada niatan jahat iya..!!" Ucap sang suster dengan curiga.


"Maaf Sus, saya Suci. Saya bukan orang jahat, dan saya juga mengenal dia, dia adalah mantan suami saya dan di ruangan ini ada seorang anak kecil sedang berjuang untuk berusaha bertahan hidup"


"Tetapi entah kenapa saya mencurigai sesuatu, yang mana istrinya tidak ada disampingnya lalu keadaan pintu ruangan pun terbuka seperti ini. Apa suster meninggalkan anak itu seorang diri dalam keadaan pintu seperti ini? Jika benar, saya akan bisa laporkan kelalaoan suster ini pada pihak rumah sakit agar suster dimutasi"


Kalimat Suci mampu membuat sang suster menoleh ke arah pintu, dimana saat ia pergi meninggalkan ruangan pintu tertutup dengan rapat dan juga Elsa berada di samping Dimas dalam keadaan tidur. Lalu dimana Elsa? Dan mengapa pintunya bisa terbuka seperti ini?Itulah yang ada di pikiran suster tersebut. Tanpa basa-basi lagi suster tersebut masuk ke dalam ruangan dengan diikuti oleh Suci yang juga mengkhawatirkan keadaan Diva.


Dan benar saja saat ini posisi Elsa berdiri tepat di samping Diva dengan memegang bantal yang hampir saja menutupi wajah Diva, Suci yang melihat itu langsung berlari merebut bantal dari tangan Elsa.


"Astagfirullah Elsa!!!!"


"Jawab Elsa, Jawab!!!"


Kali ini emosi Suci benar-benar terkuras habis, Suci tidak menyangka jika ada orang seperti Elsa yang berniat untuk menghabisi anaknya sendiri. Sang suster yang melihat itu semua hanya bisa terdiam tak percaya.


Kini Elsa terlihay kelagepan serta wajahnya mulai bercucuran berkeringat dingin, serta bibirnya bergetar hebat hingga tubuhnya pun mematung. Elsa benar-benar tidak menyangka bahwa aksinya akan ketahuan seperti ini, tetapi tenang saja. Jangan sebut Elsa jika ia tidak memiliki seribu cara untuk melindungi dirinya sendiri.


"Nyo-nyonya, a-apakah benar yang di katakan oleh Nyonya Suci ini jika Nyonya memiliki niat jahat pada anak kandung Nyonya sendiri? Nyonya tidak kasihan dengan anak Nyonya, lihatlah dia. Bahkan untuk saat ini saja dia belum bisa membuka kedua matanya, bagaimana mungkin Nyonya bisa setega ini"


"Kalau benar adanya saya akan segera laporkan Nyonya ke pihak rumah sakit dan juga penjaga agar semua ini bisa di tuntas abis oleh pihak polisi!!"


Sang suster berjalan mendekati Diva dan kembali memakaikan alat pernafasan untuknya serta bantal dan juga mengecek semuanya, untungnya saja tidak terjadi sesuatu pada Diva.

__ADS_1


Elsa sudah kalang kabut di buat oleh Suci dan juga suster hingga akhirnya Elsa mendapatkan ide yang akan menyelamatkan dirinya.


"A-apa apaan kalian ini, hahh! Ma-mana mungkin aku berniat ja-jahat pada anakku, jangan mengada-ngada ya atau saya bisa melaporkan kalian ke pihak polosi atas nama pencemaran nama baik. Mau!!!" Jawab Elsa dengan tegas namun terlihat gugup serta suaranya begitu terbata-bata.


"Jika Nyonya tidak ada niatan jahat pada anak Nyonya, lantas buat apa tadi Nyonya memegang bantal? Belum lagi bantal itu hampir sama menutupi wajah anak Nyonya?" Cecar suster tersebut.


Suci hanya terdiam melihat gerak-gerik Elsa yang benar-benar mencurigakan, Suci sangat tahu mungkin Elsa bisa segila ini akibat dia tidak mau sampai rahasia besarnya kebongkar habis.


Maka dengan begitu pasti Dimas akan menceraikan serta mengusirnya dari rumah, tetapi dengan cara seperti ini memang tidak bisa di benarkan. Jatuhnya tindak kriminal, meskipun Elsa adalah Ibu kandungnya tetap saja melenyapkan nyawa seseorang memiliki pasal tersendiri.


"O-oh i-itu.. ta-tadi saya itu melihat pintu ruangan anak saya terbuka jadi saya mengecek kondisinya dimana suster tidak ada di sana dan juga saya melihat posisi anak saya tidak enak jadi saya coba buat benarkannya, kasihan jika Diva merasakan kepalanya lebih rendah takutnya nanti dia akan tambah pusing" Jelas Elsa.


Suster tersebut terdiam mencoba mengingat beberapa menit lalu ketika ia meninggalkan ruangan Diva, dimana dia sudah menutup rapat pintunya. Tetapi kenapa ucapan Suci dan Elsa sama, yaitu pintu dalam keadaan terbuka. Entahlah, mungkin memang suster itu sedikit ceroboh. Sedangkan Suci hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Lalu suster itu menyuruh untuk Elsa dan Suci keluar ruangan, serta sang suster kembali menjaga Diva jauh lebih ketat dari sebelumnya.


Atas kecerobohannya sendiri sang suster hampir saja kehilangan pekerjaannya, padahal jelas-jelas itu semua taktik Elsa tapi mau bagaimana lagi. Susah menghadapi ular berbisa kalau bukan hukum alam yang berlaku.


Di luar Elsa memperingati Suci untuk tidak ikut campur dengan urusannya, tetapi Suci hanya bisa tersenyum penuh arti serta membalas ancaman Elsa dengan sebuah sindirian keras yang benar-benar berhasil membuat Elsa bungkam jika kebenaran sebentar lagi akan terungkap.


Kemudian Suci pergi sambil mirik Dimas sekilas yang baru saja terbangun menatap aneh ke arahnya, sedangkan Elsa dia segera duduk di samping Dimas serta memberikan beberapa alasan kecil agar Dimas tidak sampai mencurigainya.


Kemudian Dimas kembali beristirahat yang mana tubuh dan juga pikirannya terlihat sangat lelah, dimana Elsa malah tidak bisa tenang dan juga selalu berjalan ke sana ke sini menggigit jarinya dengan panik serta ia tidak bisa tertidur pulas sepanjang malamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....


...Lets go di serbu... 🤸🤸...

__ADS_1



__ADS_2