
Lisa langsung melepaskan tangan Suci dan segera menggandeng tangan suaminya dalam keadaan tersenyum. Awalnya Suci kesal dengan Arsya tetapi saat Arsya membisikan sesuatu padanya membuat Suci kembali tersenyum dan tertawa kecil.
"Hai Mommy Suci yang cantik selalu buat Daddy Arsya klepek-klepek jangan ngambek lagi ya, dapet salam dari Daddy Arsya yang paling tampan katanya i love you.. Daddy Arsya sayang banget sama Mommy Suci" Bisik Arsya dengan suara manjanya hingga terkesan bagaikan anak kecil yang sedang merayu induknya.
"Hihihi.. hai juga Daddy Arsya yang tampan tetapi menyebalkan, salam balik untuk Daddy Arsya i love you to. Lalu bilang sama Daddy Arsya kalau Mommy Suci sudah tidak ngambek lagi jadi jatah bulanan sudah aman terkendali dan bisa di negosiasi juga loh.." Bisik Suci dengan suasa yang lembut.
Kemudian mereka pun langsung tertawa kecil bersama-sama yang membuat banyak pengunjung menatap iri melihat kemesraan Suci dengan Arsya.
Bahkan Dion sama Lisa pun malah ikut menjadi baper bahwasanya mereka yang baru menikah, cuma kenapa malah Arsya dengan Suci yang terkesan lebih romantis?
Akhh.. sudahlah, yang penting semuanya tetap bahagia anggap saja pasangan "SUAR" bagaikan bunga yang baru saja bermekaran, sedangan pasangan "DILIS" bunga yang baru saja tumbuh. Jadi, mereka sama-sama memiliki proses tersendiri agar bisa menunjukan keindahannya.
Setibanya mereka di dalam ruangan VIP, ketiga orang yang sudah menunggu sambil bermain dengan Baby Kay kini langsung menolah menatap kedua pasangan yang mana Suci sama Lisa berjalan bagaikan seekor pinguin.
"Ekhem.. sepertinya semalam sudah ada yang mencetak gol" Sindir Ayah Al sambil meminum minumannya.
"Ya, kau benar Tuan. Tapi menurutku bukan hanya pasangan baru saja yang mencetak gol, namun sepertinya pasangan lama pun sudah membuka puasanya" Goda Papah Angga dengan menatap Suci yang membuat Suci tersenyum canggung sambil sedikit menundukkan kepalanya.
Bunda Reni yang masih asyik bermain dengan Baby Kay pun langsung memarahi kedua pria yang berhasil menggoda pasangan "SUAR & DILIS".
"Ya ampun kalian ini sudah Bapak-bapak masih aja menggoda anaknya, lihat nih Baby Kay. Hari ini dia terlihat lebih anteng karena dia sudah tahu jika dalam waktu dekat ini pasti Mommy sama Daddynya akan memberikan adik yang lucu, ya kan Baby Kay? Kalau perlu bonus 2 sekaligus ya hihihi.."
__ADS_1
Mereka semua tertawa ketika melihat tingkah lucu Baby Kay yang sedang bertepuk tangan sangat meriah seakan-akan Baby Kay begitu mendukung apa yang di ucapkan oleh Omanya hingga kini berhasil membuat wajah Mommy dan Daddynya bagaikan kepiting rebus.
Kemudian kedua pasangan tersebut langsung duduk di kursinya masing-masing, dan mereka pun mulai memesan pesanan sesuai seleranya. Namun, tak henti-hentinya mereka saling melontarkan candaan yang mana Arsya biasanya terlihat kaku serta dingin kini benar-benar sudah berubah menjadi Arsya yang dahulu.
Tanpa mereka sadari Bunda Reni meneteskan air mata dari sudut matanya dan langsung di hapus ketika melihat putra semata wayangnya sudah berhasil melewati proses cukup panjang.
Dimana Arsya pernah memiliki trauma mendalam saat mantan istrinya dahulu meninggal dunia akibat kecelakaan yang sampai detik ini Arsya juga belum mengetahui siapa orang yang telah menabraknya hingga berhasil melarikan diri.
Hingga akhirnya mereka pun makan penuh kebahagiaan. Namun, lagi dan lagi Baby Kay tak ada henti-hentinya untuk menjahili Suci sampai membuat Suci tidak bisa makan dengan tenang saat memangku Baby Kay.
Bahkan semua orang berusaha agar mengambil alih Baby Kay dari pangkuan Suci, tetapi naas. Semua tidak ada yang berhasil termaksud Arsya, sampai seketika Arsya yang kasihan terhadap Suci membuat ia langsung turun tangan dan menyuapini Suci yang mana membuat Suci terkejut bukan main.
Namun, semua hanya bisa terkekeh kecil melihat reaksi Suci bagaikan seorang kekasih yang baru merasakan perhatian kecil dari pasangannya.
"Hem.. ternyata jagoan Mommy ini sudah mulai jahil ya, sengaja membuat Mommy kerepotan saat makan. Padahal Baby Kay mau melihat Mommy di suapin sama Daddy, begitukah?" Tanya Suci dengan wajah gemasnya menatap Baby Kay yang kini menyengir.
"Hahaha.. eaakkk.. yeeyyy.. hihi.." Baby Kay hanya bisa tertawa dan tertawa sampai membuat Suci tidak tahan lagi lalu langsung memeluk gemas tubuh mungil itu serta sesekali menciumnya.
Betapa bahagianya Papah Angga saat melihat Suci yang dahulu penuh dengan siksaan hingga cacian yang mengakibatkan trauma cukup besar, apa lagi Suci di vonis oleh seorang dokter dengan kondisi rahim yang lemah bahkan sampai kecil kemungkinan tidak bisa mengandung seorang keturunan.
Namun pada akhirnya di saat Suci mulai kembali menata hidupnya yang baru bersama Arsya, kini satu persatu kebahagiaan mulai berdatangan menyelimuti kehidupan mereka.
__ADS_1
Belum lagi tak henti-hentinya mereka selalu tersenyum lepas menandakan bahwa semua jeritan hingga tangisan memilukan itu telah sirna bersamaan dengan hilangnya badai. Sekarang hanya akan ada cahaya pelangi yang selalu menghiasi kehidupan mereka.
30 menit telah berlalu..
Mereka semua pun telah selesai dengan acara makannya, sampai ketika suasana sudah mulai kondusif namun tiba-tiba saja menegangkan. Dimana Arsya langsung menatap semuanya dengan tatapan yang mampu membuat semua orang merasa bingung.
"Ada apa dengan matamu? Kenapa menatap semua orang dengan tatapan seperti itu? Mencurigakan!" Celetuk Ayah Al dengan nada seriusnya.
"Ada apa Arsya? Apa ada yang mau kamu bicarakan pada kita semua?" Tanya Bunda Reni sambil menatap Arsya.
"Jika ada yang mau di sampaikan segeralah bicarakan pada kami, Nak Arsya. Kami siap mendengarkan" Sahut Papah Angga dengan kelembutannya.
"Apa kau begini karena ada masalah di kantor Tuan? Kalau benar begitu, saya tidak jadi mengambil cutti untuk honeymoon bersama Lisa. Kami bakalan bantu menyelesaikan semua masalah di kantor sampai keadaan kantor membaik, barulah kami akan melkukan honeymoon" Ujar Dion yang sudah mulai panik, lantaran Dion tahu jika kantor tidak ada masalah tetapi saat menatap wajah Arsya malah membuatnya bingung.
"Astaga Tuan Arsya, ayolah bicara jangan diam saja dan menatap kami seperti itu. Lama-lama aku bisa mati penasaran gara-gara nunggu Tuan Arsya berbicara, bahkan hatiku sudah mulai tidak tenang. Cepatlah Tuan bicara, ayo bicara!!" Ucap Lisa yang sudah mulai kesal dan juga gelisah karena Arsya hanya terdiam tanpa bersuara.
Mereka semua menjadi sangat serius dan juga panik hingga raut wajah mereka terlihat sangat gelisah. Hanya saja berbeda dengan Suci dia malah terlihat lebih tenang sambil menepuk bokong Baby Kay yang kini sudah mulai tertidur pulas di dalam dekapannya.
"Apa sekarang sudah tiba saatnya Mas, kalau kamu akan memberitahu mereka semua? Apa ini tidak kecepetan? Tapi, ya sudalah aku cuman bisa mengikut saja. Apa lagi kamu adalah seorang imam, dan aku adalah makmum. Jadi aku tidak bisa menentukan apa pun, jika di hari ini sudah tepat pada waktunya"
Suci berbicara di dalam hatinya sambil melirik ke arah semuanya yang kini suasana semakin menegang. Bahkan Arsya menoleh ke arah Suci, dan Suci pun hanya bisa tersenyum menatapnya serta menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Banyak tanda tanya yang ada di dalam pikiran mereka semua ketika melihat Suci dan Arsya seperti sedang melakukan kode-kode tertentu yang mana mereka tidak mengerti.
Sampai seketika Arsya kembali menatap semuanya satu persatu sambil mencoba untuk menarik nafasnya, kemudian di awali deheman kecil dan segera menjawab semua pertanyaan yang tak henti-hentinya selalu mereka lontarkan.