
Lalu Elsa tersenyum dan kemudian ia berdiri dan berjalan dengan sedikit pincang-pincang untuk membuatkan minuman hangat. Dimas yang mendengar suara hujan begitu deras pun membuat dirinya tidak bisa berkutik. Bahkan ia lupa untuk mengabari Suci, dan hanya fokus menatap air hujan dari pintu yang di buka.
...*...
Di dapur
Elsa sedikit mengendap-endap untuk memastikan jika Dimas tidak sampai datang menyusul dirinya ke arah dapur.
Karena saat ini Elsa sedang merencanakan sesuatu untuk membuatkan minuman khusus buat Dimas.
“Untung saja aku sudah membeli obat perang*sang ini, jadi bagaimana jika kita tes sedikit saja untuk permulaan hehe...” gumam Elsa sambil memasukkan sedikit obat tersebut ke dalam minuman Dimas.
Lalu Elsa mengaduknya dengan perlahan, “Selesai... Semoga berhasil Elsa haha...” tawa Elsa di dalam hatinya.
Kini Elsa kembali jalan dengan berpura-pura pincang sambil membawa minuman khusus untuk Dimas.
“Ini Tuan minumannya, silakan...” ucap Elsa sambil menaruhnya di atas meja persis di depan Dimas.
Lalu Elsa pun kembali duduk, dengan keadaan masih menggunakan kemeja Dimas yang mana sedikit ia buka untuk menarik perhatian Dimas.
“Jangan panggil saya Tuan, jika berada di luar kantor” saut Dimas sambil meminum minumannya secara perlahan.
“Hehe... Maaf Mas, habisnya kebiasaan panggil Tuan sih. Namun jika di kantor aku malah ke seringan memanggil dengan sebutan Mas hehe...” canda Elsa dengan membuat suasa agar mencair.
Dimas hanya terdiam sambil meminum minumannya hingga sisa setengah.
Mungkin karena cuaca dingin dan juga baju serta celana Dimas yang basah membuah ia membutuhkan kehangatan agar tubuhnya tidak merasa dingin.
“Mas bisa tolong bantu aku? Kayaknya punggungku terasa perih nih... Apa bisa di lihat karena takutnya ada bekas luka karena preman itu” ucap Elsa seperti memohon.
“Jangan gila ya, aku ini seorang laki-laki bahkan sudah memiliki istri. Jadi jangan memancingku” pekik Dimas dengan kesal.
“Jika bukan karena Tuan yang meninggalkan saya di tempat itu juga pasti saya tidak akan seperti ini. Saya cuma ingin meminta tolong bukan merayu suami orang” ucap Elsa dengan nada yang di buat marah.
Dimas yang memang menyadari akan hal itu, membuatnya merasa bersalah kepada Elsa. Meskipun bukan sepenuhnya salah Dimas sendiri yang membuat hal itu terjadi pada Elsa.
__ADS_1
“Cuma melihat saja kan?” tanya Dimas.
“Ya iyalah, memangnya Mas mau ngapain lagi?“ tanya balik Elsa yang membuat Dimas terkejut.
“Ma-maksud saya, mengobatinya gitu kalau ada luka. Jadi jangan berpikir aneh-aneh dulu” saut Dimas.
“Ya jika memang ada luka Mas obati lah, di sana ada kotak P3K jadi ambil saja salep untuk mengobatinya” ujar Elsa sambil membuka jas yang ia gunakan, lalu membelakangi Dimas.
Entah kenapa kini nafas Dimas mulai memburu saat melihat kulit putih halus dan mulus milik Elsa. Lalu ia melihat ada beberapa goresan yang mungkin akibat rumput yang tajam. Kemudian, Dimas mengambil kotak P3K dan mengobati luka Elsa secara perlahan.
Elsa meringis dengan suara yang dibuat seakan-akan mende*sah agar terus bisa memancing reaksi obat tersebut. Dimas yang mendengar suara indah Elsa, kini semakin membuatnya tidak bisa mengontrol hasratnya. Mungkin saat ini efek obatnya sudah mulai bereaksi di dalam tubuh Dimas.
Elsa yang bisa merasakan sentuhan tangan Dimas seakan-akan berbeda membuat ia tersenyum licik, ia yakin jika efek obatnya sudah berjalan dengan mulus. Elsa langsung membalikkan tubuhnya yang membuat Dimas langsung menerkamnya tanpa basa basi.
Lalu mereka saling menyatukan kedua bibir mereka begitu agresif. Hingga kini, bibir Dimas sudah turun ke leher Elsa lalu berhenti tepat di buah cerry nya. Dimas mencari pengait kacamata yang menutupi cerry tersebut, dan kemudian ia menyusu layaknya seorang bayi yang baru lahir.
“Hemmpp... akhhh...” suara indah Elsa yang terdengar sangat nikmat sambil meremas rambut Dimas.
Dimas yang memang sudah tidak bisa mengontrol dirinya, kini tanpa sabar posisi mereka sudah bergantian. Dimas yang tertidur di atas sofa dan Elsa yang sudah duduk di atas paha Dimas dengan keadaan setengah badan tidak tertutupi kain apa pun. Elsa mengarahkan kedua tangan Dimas untuk menyentuh buat cerrynya hingga meremasnya yang membuat Elsa mendongak ke atas.
“Cukup Elsa! Stop! Aku tidak bisa melanjutkannya” pekik Dimas dan langsung bangun lalu duduk hingga membuat Elsa sedikit terhuyung ke belakang.
“Ada apa Mas? Bukannya Mas duluan yang memulainya? Lalu kenapa saat aku menginginkannya Mas jadi seperti ini?” saut Elsa dengan wajah dibuat sedih.
“Aku tidak bisa dan aku harus segera pulang, kasihan Suci di rumah menungguku” jawab Dimas yang berdiri sambil membenarkan celananya.
“Tapi, Mas...” ucap Elsa sambil menatap tubuh Dimas.
“Anggap saja ini adalah kekhilafan kita, dan ini adalah hal yang tidak akan pernah terulang kembali” Dimas pun langsung pergi keluar kontrakan meninggalkan Elsa.
“Hufftt... Akhirnya dia sudah masuk ke dalam perangkapku. Ya meskipun hanya permainan kecil, tapi setidaknya ia akan terus mengingatku dengan kejadian ini"
“Aku pun harus kembali memikirkan bagaimana caranya aku bisa memilikinya dengan membuat ia merasa bersalah” Elsa berbicara sambil memikirkan ide-ide yang akan membuat Dimas terjebak dalam permainannya.
Lalu Elsa memakai kembali jas Dimas dan mengunci pintu yang terbuka. Untung saja tidak ada orang yang lewat dan melihat adegan tersebut. Mungkin karena cuaca hujan yang sangat deras membuat semua orang hanya berdiam diri di dalam rumah apa lagi keadaannya sudah tengah malam.
__ADS_1
Elsa langsung membersihkan dirinya dan kemudian ia tertidur karena saking lelahnya. Namun di sepanjang perjalanan, Dimas menggerutuki kebod*dohannya karena ia hampir saja melakukan hubungan terlarang oleh sahabat istrinya itu. Dimas tidak tahu kenapa tubuhnya bisa lepas kontrol seperti itu, padahal jelas-jelas Dimas enggan untuk di dekati oleh para wanita selain istrinya.
Tapi kali ini ia malah seperti membuka diri untuk Elsa. Tidak lama hujan pun berhenti, cuma yang anehnya hujan saat ini seakan-akan tidak rata. Jadi saat Dimas mau sampai di daerah perumahannya Dimas tidak merasakan jalanan yang basah akibat hujan deras yang ia rasakan saat di rumah Elsa tadi.
Ya mungkin saja hujannya memang hanya selawatan. Itulah yang ada di dalam pikiran Dimas saat ini.
Lagi dan lagi bayangan Elsa selalu terlintas dalam pikiran Dimas yang membuat ia tidak bisa fokus dan tidak tenang saat bertemu Suci di dalam rumah. Namun Dimas berusaha untuk menetralkan kegugupannya agar tidak terlihat oleh siapa pun. Saat mobilnya sudah memasuki perkarangan rumah, Dimas dibuat terkejut dengan Suci yang dari tadi menunggunya di depan rumah dengan wajah yang sangat cemas.
Suci berlari mendekati Dimas, lalu ia menanyakan beberapa pertanyaan yang membuat Dimas tidak tahu harus jawab apa. Dia hanya bisa bilang jika dirinya sangat kelelahan sehingga mereka pun masuk ke dalam rumah bersama-sama dan Dimas langsung berjalan lebih dulu ke arah kamar.
Sedangkan Suci yang merasa aneh seketika langsung ke arah dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk Dimas. Siapa tahu dengan begitu bisa membuat Dimas lebih segar lagi dan tidak sekusut yang Suci lihat saat ini.
Flashback off
Suci saat ini hanya bisa menjadi pendengar yang baik untuk Dimas, namun selama Dimas menjelaskan kejadian bekas bibir itu membuat hati Suci sangat amat sakit. Suci hanya bisa menangis dan menangis mendengar cerita itu, ia merasa bahwa suami yang selama ini ia banggakan dan ia anggap sebagai suami terbaik yang di kasih Allah kini malah menunjukkan sisi buruknya.
Ya meskipun Suci anggap itu adalah ke tidak sengajaan, namun rasanya tetaplah sakit dan itu tidak bisa di pungkiri jika Suci merasa kecewa dengan suami bahkan sahabatnya sendiri. Mereka dengan teganya melakukan hal keji itu tanpa sedikit pun mengingat jika mereka bukanlah suami istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di sini dulu ya cerita untuk hari ini guys... 😁😁😁
Semoga kalian menyukai ceritanya dan enjoy your time... 🤗🤗🤗
Mohon dukungan kalian semua untuk karya baru Author ini 😊😊😊
Serta karya-karya Author lainnya yang semoga kalian juga sukai 😄😄😄
Terima kasih kepada kalian semua yang sudah mendukung Author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Juga terima kasih bagi kalian yang setia membaca karya Author 🥰🥰🥰
Jaga diri kalian dan sampai jumpa di bab selanjutnya semua... 😆😆😆
Sayang kalian semuanya... ❤️❤️❤️
__ADS_1
Papaaayyy ~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻