
Terlihat jelas di raut wajah Kay dan juga Ara bahwa dia sangat bingung, kenapa Kakeknya bisa memeluk seseorang begitu eratnya. Padahal Kakeknya selalu nasehatin mereka agar tidak boleh semudah itu akrab dengan siapapun yang tidak di kenalnya, karena manusia memiliki 2 perbedaan yaitu adanya manusia yang baik dan juga manusia jahat. Sehingga semuanya orang tua selalu menanamkan kehati-hatiannya kepada anaknya agar tidak terlalu mudah mempercayai seseorang.
...*...
...*...
"Kakek angan meyuk-meyuk olang ndak di kenal, anti di ulik loh.. teyus anti bica-bica Kakek di jual cama dia, issshhh.. celeem.. Ara ndak mau deket-deket arghh.." Ucap Ara dengan wajah paniknya langsung memeluk kaki Lisa.
Papah Angga dan Dimas yang mendengar itu pun melepaskan pelukannya sambil menoleh ke arah Ara yang mana Dimas langsung menghapus air matanya. Entah kenapa Papah Angga hanya bisa tersenyum melihat Ara dan juga Dimas yang tubuhnya semakin tidak terawat serta mulai sedikit menyusut.
Di tambah lagi aura Dimas bukanlah aura Dimas yang dahulu mereka semua kenal, melainkan adanya aura penyesalan, dilema, beban dan juga keputus asaan.
Papah Angga mengusap kepala Ara sambil berkata, "Cucuku yang cantik, salim dulu yuk sama Om.. dia itu bukan orang jahat tapi dia ini adalah anak Kakek. Anak kandung Kakek sama seperti Ara yang memiliki orang tua. Nahh.. orang tua Om Dimas ini adalah Kakek, jadi kenalan dulu ya.."
Ara terdiam sejenak menatap Dimas yang sudah tersenyum mengangguk kecil sambil berjongkok di depan Ara menyamarakan tinggi Ara, hingga Ara pun mendongak menatap Dion sama Lisa secara bergantian. Yang mana Dion sama Lisa pun mengangguk seolah-olah membenarkan ucapan Papah Angga.
Ara pun perlahan menatap ke arah Dimas lalu maju beberapa langkah langsung bersalaman dengan wajah gemas dan sedikit ketakutan.
"Hai anak manis perkenalkan nama Om Dimas, namamu siapa?" Tanya Dimas yang sudah menerima saliman dari tangan mungil Ara.
"Na-nama aku Ara, Om Di-dimas" Ucap Ara dengan sedikit gugup dan langsung berhambur memeluk Lisa. Lalu Dimas yang melihat itu pun langsung berdiri menatap Dion, dan memeluknya begitu erat bagaikan kedua sahabat yang sudah tidak lama bertemu.
Setelah selesai Dimas menatap Lisa bersalaman dan kini mata Dimas teralihkan menatap ke arah wanita yang berada di samping Bunda Reni dengan wajah bingungnya.
"Pasti kamu bingung ya ketika melihat wanita ini berada di dalam satu mobil dengan Papahmu? Jadi tanyakan kepada Papahmu langsung, biar dia yang menjelaskan semuanya siapa dia dan kenapa dia bisa berada di dalam satu mobil bersama Papahmu" Ucap Bunda Reni dengan tersenyum penuh ketegasan.
__ADS_1
Kemudian Dimas berbalik melihat Papah Angga dan segera mendekatinya sambil bekata, "Pah, siapa wanita ini dan kenapa aku lihat Papah sangat dekat dengannya?"
Papah Angga pun tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung Dimas dan menjawab, "Kenalkan wanita itu bernama Lena. Dia adalah Ibu panti yang sangat baik, dan juga dia sebentar lagi akan menjadi istriku untuk selamanya"
Duaaaarrrrr...
Booommm...
Bagaikan di sambar sebuah petir dengan kilatan dahsyat, begitu juga hatinya berasa seperti telah meledak bersamaan dengan penjelasan Papah Angga. Kini, tubuh Dimas mematung meratapi nasib sang Mamah yang semakin ke sini semakin tidak stabil serta suka sakit-sakitan. Belum lagi kalau mendengar berita ini pasti keadaan Mamah Mita akan semakin drop.
Karena Dimas beberapa kali pernah memergoki Mamah Mita di dalam kamarnya dalam keadaan menangis ketika menatap foto Papah Angga, namun ketika Dimas menanyakan Mamah Mita berusaha menutupi penyesalan itu dan kembali mengalihkan keadaan.
"Ja-jadi Pa-papah akan menikah lagi? Apakah Papah sudah tidak mencintai Mamah? Bagaimana jika Mamah tahu tentang ini, Pah? Pasti dia akan sangat sedih.."
"Asal Papah tahu Dimas beberapa kali selalu melihat Mamah menangis setelah melihat foto Papah. Jadi tolonglah Pah, jangan seperti ini. Papah kembali dengan Mamah saja, Dimas yakin kok Mamah bisa berubah. Mamah yang dulu bukan Mamah yang sekarang Pah, Mamah sekarang lebih banyak diam dari pada mengoceh"
Dimas berbicara dengan nada ketidak kesukaannya yang begitu menggebu, bahkan mata Dimas pun sudah memerah kembali menahan air mata yang akan runtuh.
Papah Angga tetap terdiam dan tersenyum, yang mana tangan Papah Angga terarah untuk memukul-mukul pelan pipi kiri Dimas beberapa kali.
"Semua sudah takdir Dimas, ya mungkin saja kami memang sudah tidak berjodoh. Dan bisa saja jadi kalau kami hanya di takdirkan bersama setelah kami berhasil membesarkan anak-anak kami, yang mana jodohku sebenarnya adalah Lena" Ucap Papah Angga dengan melirik Umi Lena yang tersenyum.
Dimas melihat senyuman kebahagiaan terukir jelas dari bibir Papah Angga terkesan begitu menyakitkan hatinya, entah kenapa menurut Dimas Papah Angga bisa semudah itu melupakan Mamah Mita. Padahal jelas-jelas Mamah Mitalah yang selalu ada di samping Papah Angga dari dulu hingga sebelum adanya perceraian.
Namun baiknya Papah Angga dia tidak menjelaskan bahwa Mamah Mita telah menghinanya bahkan menjatuhkan harga dirinya, tapi semua itu Papah Angga simpan lekat di dalam lubuk hatinya tanpa satu orang pun tahu penyebab perceraiannya saat itu kecuali Umi Lena. Dia yang tahu betapa hancurnya Papah Angga pada saat itu.
__ADS_1
Dimas yang sudah terbawa oleh suasanya hingga emosinya terkuras habis, dengan perlahan tangannya mulai mengepal keras sambil matanya tetap menatap lekat ke arah mata Papah Angga yang masih tersenyum sambil menepuk pipinya.
Kay yang melihat gerak-gerik Dimas seolah-olah sangat tahu jika beberapa menit kemudian pasti Dimas akan melontarkan bogeman yang cantik itu kepada Papah Angga lantaran Dimas merasa Papah Angga benar-benar seperti tidak bisa melihat betapa banyaknya pengorbanan yang sudah Mamah Mita lakukan untuknya.
"Jangan pernah kau menyentuh, Kakekku!!" Tegas Kay dengan suara lantangnya yang membuat semua menoleh ke arah Kay dengan tatapan bingung.
"Kay, tidak boleh berbicara sekasar itu sama orang yang lebih tua darimu. Ingat, Mommy tidak pernah mengajarkanmu seperti ini ya.." Tegas Suci yang begitu terkejut melihat wajah Kay sangat datar dengan tatapan kebencian.
Entahlah, Kay juga bingung kenapa saat dia melihat Dimas tiba-tiba saja hatinya berdetak sangat keras yang mana membuat Kay benar-benar tidak suka jika Dimas hadir di sini.
"Kay bersikaplah sopan padanya, kamu itu masih anak-anak jadi jangan pernah ikut campur urusan orang dewasa. Paham!" Ujar Arsya yang membuat Kay melirik tajam ke arahnya.
"Aku tidak akan pernah ikut campur urusan orang dewasa jika mereka tidak ada yang berniat menyakiti keluargaku! Apa kau lupa Daddy, kau sendiri yang mengajarkanku bahwa seorang anak harus berbakti kepada kedua orang tuanya walau pun orang tuanya melakukan kesalahan"
"Tapi lihatlah dia!!! Tanpa kalian sadari tangannya mengepal keras, jika aku tidak menghentikannya maka Kakek akan terluka. Aku memang masih anak kecil, dan aku juga tidak tahu ada masalah apa di antara mereka. Tapi yang aku ingat jelas bahwa orang tua tetaplah orang tua, dan anak tetaplah anak. Mau dia sudah besar atau pun masih kecil semua tetap sama sebagai anak kecil di mata orang tuanya"
"Jadi tidak pantas jika seorang anak berniat ingin melukai orang tuanya sendiri, sebesar apa pun permasalahan tugas anak tetap harus menghormati orang tuanya!!! Dan satu lagi, jika memang ada masalah di bicarakan dengan kepala dingin bukan dengan emosi!!"
Semua orang benar-benar terkejut dengan ucapan Kay, bahkan banyak wartawan langsung meliput kejadian itu hingga membuat semua orang ikut merekamnya hingga memviralkan sifat Kay yang sangat tegas ini.
Belum lagi Suci dan Arsya hanya bisa terdiam terkejut ketika melihat sisi Kay yang jauh dari ekspetasi mereka. Bocah usia 6 tahun bisa berbicara begitu dewasa, yang mana seharusnya anak seusia Kay hanya memiliki tugas bermain, ngambek dan juga belajar. Bukan malah menasehati semua orang yang lebih dewasa darinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai guys.. jangan lupa mampir ke karya temen-temanku ya, mungkin selama beberapa hari ke depan author akan mempromosikan semua karya yang sangat memukai. Semoga dari beberapa banner yang aku publish ini ada yang sesuai dengan genre kalian sebagi pembaca 🥰 Terima kasih.....
__ADS_1
...Lets go di serbu... 🤸🤸...