Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Keaktifan dari Baby Kay


__ADS_3

Lisa berjalan menjauh dan mencoba untuk duduk di bangku yang sedikit jauh dari sana. Kemudian Dion pun mengikuti Lisa sambil wajahnya yang masih sedikit memerah. Dion pun akhirnya duduk di samping Lisa yang mana saat ini Lisa masih duduk sambil memangku Baby Kay.


...*...


...*...


Kini semua acara sudah selesai dan semua orang berkumpul di ruang makan untuk makan siang bersama-sama. Namun Baby Kay yang sangat kelelahan kini tertidur di kamarnya setelah Suci menyusuinya beberapa menit yang lalu.


"Silahkan di makan semua... menu hari ini di siapkan langsung oleh Suci dan juga aku, karena hari ini hari yang sangat spesial untuk keluarga kami. Selamat menikmati makanannya semuanya, semoga kalian menyukainya" ucap Bunda Reni.


"Tentu saja kami akan menyukainya Bunda, karena bagaimana pun masakan Bunda dan Mbak Suci adalah yang terbaik. Benar begitu bukan semuanya?" tanya Lisa yang mana membuat semua orang tersenyum sambil menganggukkan kepala mereka.


"Tanpa perlu kamu katakan juga semua orang pasti sudah mengetahuinya. Masakan Bunda dan juga istriku adalah yang terbaik di dunia. Kalian tidak akan bisa menikmati makanan seenak ini jika bukan di rumah kami"


Arsya berbicara dengan sangat bangga sambil dia menatap Suci dan sedang tertunduk malu. Suci tahu jika Arsya memang sering memuji dan juga menyanjungnya, tapi tetap saja Suci selalu merasa malu saat Arsya melakukannya. Apalagi saat ini mereka di depan semua orang, jadi Suci menjadi semakin malu.


"Sudah jangan menggoda menantuku lagi, lebih baik kita makan sekarang sebelum makanannya jadi dingin. Makanlah sebanyak mungkin dan jangan malu-malu" ucap Ayah Al sambil mencoba untuk membuat Suci merasa tidak terlalu malu lagi.


Kemudian mereka semua pun makan siang bersama serta mulai membicarakan banyak hal. Tanpa terasa waktu kembali berjalan dengan cepat dan para tamu pun pulang ke rumah mereka masing-masing. Apalagi sekarang matahari sudah mulai terbenam dan di gantikan oleh bulan.


...*...


...*...

__ADS_1


Satu tahun kemudian...


Kini Baby Kay sudah berusia 1 tahun lebih, yang mana dia semakin aktif dan membuat Suci sedikit kesulitan untuk mengikuti keaktifan dari Baby Kay.


Sementara itu Baby Diva sudah berusia 2 tahun lebih, namun Elsa masih saja sering meninggalkan Baby Diva pada Mamah Mita.


Kehidupan keluarga antara Dimas dan Elsa sangatlah jauh dari kata bahagia dan Harmonis. Mereka selalu saja bertengkar dan saling meninggikan suara mereka jika terdapat sedikit saja ketidak samaan pendapat di antara mereka. Apalagi Elsa yang semakin acuh tak acuh pada Baby Diva dan juga Dimas.


Namun hal itu sangat berkebalikan dengan hubungan antara Arsya dan Suci. Selama satu tahun terkahir ini hubungan di antara Suci dan juga Arsya pun sudah semakin meningkat. Apalagi kini Suci sudah tidak lagi takut dengan sentuhannya Arsya serta Arsya yang membuat Suci sesekali berinisiatif untuk mendekatinya sendiri.


Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Suci baru saja menidurkan Baby Kay dan membaringkannya di keranjang bayi. Lalu Arsya yang baru saja menyelesaikan pekerjaan kantornya di ruang kantor di lantai 1.


Arsya pun berjalan masuk ke dalam kamarnya dan melihat Suci yang sedang meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal. Lalu Arsya pun berjalan mendekati Suci dan memeluknya dari belakang yang mana membuat Suci sedikit tersentak dengan sentuhan Arsya yang tiba-tiba.


"Maaf sayang, tapi kalau aku bersuara nanti takutnya akan membangunkan Baby Kay. Aku tidak mau jika kamu harus kembali menenangkan dan menidurkan Baby Kay. Aku tahu kok kalau kamu pasti sangat lelah setelah menjaga Baby Kay yang aktif ini seharian penuh"


"Aku ingin membantumu, tapi aku juga masih sibuk dengan urusan perusahaan. Apalagi sekarang perusahaan milikmu juga sedang berkembang jadi aku harus membagi waktuku untuk mengurus perusahaanku dan juga perusahaan milik istriku tercinta ini hihi..."


Arsya berbicara sambil memeluk Suci dari belakang dan juga mengendus aroma dari lehernya Suci yang mana membuat Suci sedikit merinding. Lalu Suci tersadar akan sesuatu dan dia pun langsung berbalik dan menatap Arsya.


"Mas... tentang perusahaan yang kamu bicarakan untukku itu, aku ingin mengatakan sesuatu tentang hal itu. Kamu bilang kalau itu perusahaan brand baru, bukan? Lalu aku ingin belajar tentang fashion agar aku bisa membantu kamu mengelola perusahaan itu"


"Aku tahu jika aku tidak terlalu berpendidikan tinggi, tapi aku juga ingin membantu kamu untuk meringankan bebanmu Mas. Kamu mau kan membantu aku udah berkembang dan bisa membantu kamu mengelola perusahaan brand baru itu?"

__ADS_1


Suci bertanya sambil menatap manik mata Arsya dengan dalam yang mana membuat Arsya pun tersenyum. Lalu Arsya mencium kening Suci yang mana membuat Suci tersenyum dan langsung menutup matanya untuk merasakan kehangatan dari kecupannya Arsya.


"Itu adalah perusahaanmu sayang, jadi kamu tidak perlu meminta izin dariku. Kalau untuk belajar tentang fashion, menurutku akan lebih baik jika kamu mulai belajar fashion di Paris. Bagaimana pun di sana terkenal akan budaya fashionnya"


"Jika kamu mau maka kita bisa pindah ke Paris dan kamu bisa fokus belajar di sana dan aku akan menjaga Baby Kay. Lagi pula aku juga punya cabang perusahaan di sana, jadi aku akan mengelola perusahaanku di Paris dan biar perusahaan di sini akan di urus oleh Dion, Lisa dan Xan"


Arsya berbicara sambil tersenyum pada Suci yang mana membuat Suci terharu karena Arsya selalu memberikan apa yang terbaik untuk dirinya dan anaknya. Lalu Suci pun langsung memeluk Arsya dengan erat dan Arsya pun langsung membalas pelukannya Suci.


"Terima kasih Mas, kamu sungguh suami terbaik yang Allah kirimkan dalam hidupku. Aku berjanji padamu kalau aku akan tumbuh menjadi wanita mandiri yang akan bisa membuat kamu serta anak-anak kita bangga nantinya. A-aku me-menci-cinta-taimu Ma-Mas Arsya..."


Suci berbicara sambil memandang wajahnya dalam pelukannya Arsya yang mana membuat Arsya berdiri terdiam seperti patung. Bagaimana pun ini pertama kalinya Suci mengatakan "Aku Mencintaimu" selama dua tahun lebih pernikahan mereka.


"Bi-bisakah ka-kamu me-mengulagi u-ucapan ka-kamu sayang... a-aku rasa pe-pendengaranku bermasalah ja-jadi aku seperti sa-salah mendengar sesuatu tadi..." ucap Arsya dengan segala kebingungan dan keterkejutannya.


"Ka-kamu me-mendengarnya de-dengan benar kok Mas... a-aku memang me-mengatakan itu padamu, da-dan aku sebenarnya i-ingin mengatakannya sejak lama. Ta-tapi aku merasa ma-malu dan tidak pe-percaya diri Mas" ucap Suci dengan menyembunyikan wajahnya dalam dekapannya Arsya.


Arsya yang mendengar penjelasan dari Suci pun semakin terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Arsya hanya berdiri diam seperti patung tanpa mengatakan satu patah katapun yang mana membuat Suci merasa bingung dan heran.


Suci pun melepaskan pelukannya dan menatap manik mata Arsya yang mana saat ini terlihat membolak lebar. Suci mencoba menggerakkan tangannya di depan wajahnya Arsya untuk membuat dirinya keluar dari lamunannya.


Arsya pun tersentak dan langsung menatap manik mata Suci yang mana kini mereka pun menatap mata satu sama lain. Langsung saja tanpa menunda waktu lagi Arsya pun mencium bibirnya Suci dengan ganas.


Awalnya Suci merasa terkejut dengan ciuman Arsya yang mendadak, namun Suci pun menutup matanya dan menikmati ciuman dari suaminya. Mereka pun membagi ciuman yang hangat, basah dan penuh dengan perasaan mereka yang sangat dalam.

__ADS_1


__ADS_2