Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Jebakan Betmen


__ADS_3

"Habislah riwayatmu hari ini Kay! Tidak akan ada malam pertama atau pun jatah pertama!" gumam Kay di dalam hatinya sambil menelan air liurnya dengan kasar.


"Apa maksud dari semua ini, Bang Kay! Kenapa kamu membohongiku, hahh! JAWAB!" tegas Ara dengan wajah seriusnya.


"Ma-maaf, a-aku tidak be-bermaksud u-untuk me-membohongimu. Ja-jangan marah Sa-sayang, a-aku cuman mau memberikan kejutan padamu. Bu-bukannya aku pernah bilang kalau aku akan menjawab cintamu di saat yang tepat, terlepas aku menerimamu atau pun tidak!"


"Dan i-inilah jawabannya, a-aku tidak suka berhubungan lama-lama atau taaruf kembali. Kau ta-tahu kita kenal sudah cukup lama, ja-jadi aku langsung menikahimu de-dengan ca-cara seperti ini"


Jelas Kay yang tubuhnya mulai bergetar saat melihat ekspresi wajah Ara yang begitu menyeramkan, baru kali ini Kay mengetahui sisi dibalik sosok Ara yang terbilang bobrok. Ternyata Ara bagaikan seekor singa betina yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.


"Jelaskan padaku secara detail kenapa Abang bisa menikahiku seperti ini, hem! Bagaimana jika Abang yang ada di posisiku? Apakah Abang tidak akan marah karena telah di bohongin?" tanya Ara yang membuat Kay menundukkan kepalanya


Ini kali pertamanya seorang Kay tertunduk kepada wanita, karena selama ini wanitalah yang tertunduk padanya termaksud Ara. Namun sekarang berbeda, Ara telah berhasil membuat Ksatria menjadi Hello Kitty.


"Jawab, Bang! Jawab!" pekik Ara.


"Apa Abang tahu bagaimana perasaan Ara beberapa bulan terakhir ini. Sakit, Bang sakit hiks.. Selama ini Ara menunggu saat-saat ini tiba. Tapi dengan sekejap semuanya hancur karena perjodohan anak rentenir apalah itu. Dan ternyata? Ternyata Abang anak rentenir itu. Ini apa maksudnya Bang, apa hiks.."


Ara memukul keras dada Kay sambil menangis meluapkan rasa kesalnya, Kay telah berhasil membuat Ara tidak percaya dengan semua permainan ini.


Kay meneteskan air matanya mendengar isak tangis istrinya tepat di malam pertama. Kay segera memeluk erat Ara agar bisa membuatnya sedikit tenang.


Lalu perlahan Kay membawa Ara ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang dalam keadaan Kay merangkul serta memeluk Ara.


Meskipun ada rasa kesal, marah dan juga kecewa cuman semua itu tertutup akibat rasa cinta yang ada di dalam diri Ara. Ara memeluk erat tubuh Kay seakan-akan tidak mau melepaskannya.


Kemudian perlahan demi perlahan Key kembali mengingat semuanya tepat di 6 bulan sebelumnya, dimana semua ide ini terlintas di dalam pikiran Daddy Arsya. Sehingga dia berperan penting di dalam pernikahan yang sangat mengejutkan ini.


...Flashback kejadian sebelum adanya perjodohan....


3 bulan yang lalu, Dion tergiur dengan investasi bodong yang dijalankan oleh kedua teman lamanya. Semua tabungan Dion keluarkan hanya demi menanam investasi, belum lagi dia harus meminjam ke Bank untuk menambahkan sisanya yang masih kurang banyak.


Hampir 10 M Dion tertipu dengan kedua orang berkedok teman, pada kenyataannya mereka hanyalah sekomplotan orang yang memiliki ilmu hipnotis lumayan tinggi.

__ADS_1


Tanpa kesadaran Dion mengikuti semua perintah mereka, sampai-sampai ketika Dion pulang ke rumah dia biasa saja tidak ada membahas apa pun pada Lisa.


Setelah berjalan beberapa bulan, Dion mulai tersadar karena ada beberapa orang dari pihak Bank untuk menagih hutang yang hampir 2 bulan ini tidak Dion bayar.


Dion bingung, apa yang terjadi dengannya? Perasaan dia tidak pernah meminjam uang di Bank. Mau tidak mau orang Bank segera menjelaskan bahwasanya beberapa bulan yang lalu Dion meminjam uang serta mengambil semua tabungannya dalam proses cepat.


Dion dan Lisa terkejut bukan main, sampai-sampai Lisa pingsan saking tidak kuatnya mendengar semua itu. Harta yang mereka kumpulkan susah payah habis tak tersisa. Belum lagi aset rumah menjadi jaminannya dan akan segera di sita oleh pihak Bank.


Mereka hanya diberikan waktu selama kurang lebih 1 minggu untuk melunasi hutangnya, jika tidak maka rumah mereka akan menjadi jaminanya. Itu pun tidak membuat hutang Dion lunas begitu saja, karena dia harus membayar sisanya.


Awalnya Dion tidak mau menceritakan masalah sebesar ini pada siapa pun termaksud Arsya, Dion malu jika harus melibatkan keluarga Arsya yang memang sangat baik padanya.


Tapi, Arsya dan Suci mereka mulai curiga ketika melihat wajah Dion beserta Lisa terlihat biasa saja tetapi seperti menyimpan banyak beban. Perlahan demi perlahan Arsya mencoba agar Dion mau jujur padanya.


Betapa terkejutnya mereka setelah mendengar semua itu. Dion sama Lisa cuman bisa menunduk di hadapan Arsya, Suci, Bunda Reni, Ayah Al dan juga Kay karena ketiga anak kembar lagi tidak ad di rumah.


"Lalu bagaimana cara kalian melunasi hutang di Bank dengan jangka waktu sesingkat itu? Untuk mendapatkan 1 M saja kau membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan lamanya. Sedangkan ini kau harus mencari pinjaman sekitar 5 M hanya membayar hutangmu, belum bunganya yang sebesar 3 M"


Arsya mencecar Dion dengan semua pertanya yang lagi dan lagi membuat kepala Dion hampir pecah. Sedetik kemudian Arsya tersenyum miring membuat Suci yang berada di dekatnya langsung terkejut.


"Dad, a-apa arti dari senyumanmu itu? Ingat ya jangan macam-macam! Dion itu sudah seperti adikmu sendiri jadi jangan pernah memanfaatkannya di dalam ketidak berdayaannya seperti ini. Paham!" tegas Suci.


"Tidak akan, Mom. Aku mau membantu Adikku, tetapi dengan 1 syarat. Bagaimana? Bersedia?" ujar Arsya dengan senyuman miring terukir dibibirnya.


"Sya-syat? Syarat apa itu, Mas Arsya? Apapun syaratnya aku tidak peduli, yang penting suamiku terbebas dari hutangnya agar dia tidak sampai di laporkan ke kantor polisi oleh pihak Bank" ucap Lisa.


"Hem.. Baiklah, lalu bagaimana denganmu Dion?" tanya Arsya langsung menatap Dion.


"Cukup, Arsya! Apa kamu sudah gila, jika kamu mau menolong Dion. Tolonglah dengan ikhlas tanpa di dasari imbalan!" tegas Ayah Al yang sudah mulai terpancing dengan ulah anaknya yang membuatnya kesal.


"Sudah, Appa! Jangan dengarkan Daddy! Jika Appa butuh pinjaman, Kay akan pinjamkan langsung dari perusahaan tanpa melalui Daddy. Jadi Appa tenang saja!" sahut Kay berhasil membuat Arsya menoleh ke arahnya


"Wahai anak muda! Kau ini baru bergabung di perusahaanku, tetapi pemegang kekuasaan terbesar di sana adalah diriku. Jadi tidak usah menjadi Ksatria di siang hari bolong, seperti ini. Mengerti!" jawab Arsya.

__ADS_1


"Tap-..."


"Sudah Kay, tidak apa-apa. Lalu apa persyaratannya agar aku bisa meminjam padamu untuk membayar hutang di Bank?" tanya Dion, seketika membuat senyuman itu kembali terukir di wajah Arsya.


"Aku bisa melunasi hutangmu hanya dalam waktu 1 hari, tetapi aku mau setelah anakmu pulang dari pendidikannya. Dia harus segera menikah dengan putra pertamaku, bagaimana?"


"Aku tidak mau berlama-lama melihat Kay menyendiri, karena aku sangat ingin segera merasakan seperti apa menimang cucu dan bagaimana rasanya ketika bermain bersama cucuku sendiri sebelum aku tiada!"


Arsya berbicara sambil menatap lurus ke arah depan seolah-olah bayangan bahagia itu hadir di depan matanya. Sedangkan semuanya menatap satu sama lain dengan tatapan tidak percaya bahkan Arsya akan menjodohkan Ara dengan Kay.


"Daddy! Apa-apaan ini, hahh! Ara itu bukan barang yang bisa di tuker dengan uang tak ternilai itu, paham!" pekik Kay dengan nada emosi.


"Aku tahu kau itu sangat mencintai Ara sedari kalian kecil, hanya saja kau belum bisa menemukan sisi Ara yang dewasa. Jadi kau seperti menunggu momen dimana Ara berubah menjadi wanita dewasa, bukan? Jadi inilah cara satu-satunya, agar Ara bisa menjadi wanita yang jauh lebih dewasa!" jawab Arsya dengan santai.


"Cara apa maksudnya, Arsya?" tanya Bunda Reni masih terlihat sangat kebingungan.


"Ya kita buat saja seperti drama yang ada di film-dilm mafia, dimana Dion terhipnotis lalu hartanya terkuras habis. Kemudian meminjam ke Bank, tetapi pihak Bank selalu menagih pembayarannya. Mau tidak mau Dion harus meminjamnya kepada serorang rentenir" jawab Arsya sangat spontan.


"Dari situ rentenir itu akan memberikan 2 syarat, antara penjara atau menjodohkan Ara dengan anaknya. Jadi Appa dan Amma harus melakukan drama ini lebih mendalam lagi agar membuat Ara masuk ke dalam jebakan betmen, begitukah?"


"Kemudian pernikahan akan di lakukan tepat di hari Ara pulang dari Swiss. Cuman semua ini harus di dasari dengan teka-teki agar Ara percaya jika dia tidak berjodoh denganku? Tapi bagaimana dengan ijab kabul dan sebagainya?"


Perkataan Kay mampu membuat Arsya tersenyum, bahwasanya apa yang Arsya pikirkan sama dengan apa yang Kay utarakan saat ini. Sedangkan Dion pun tersenyum menatap Kay.


"Jika kau memang benar-benar mencintai anakku, kau harus siap menikahinya. Jika Daddymu sangat menginginkan sebuah cucu dari anakku, maka aku juga menginginkan kebahagiaan serta impian anakku terlaksana. Yaitu menikah dengan pangeran berkuda putih kesayangannya, Bang Kay!" jawab Dion.


"Ta-tapi Appa, apa cara ini akan berhasil? Bagaimna jika tidak? Bahkan ini bukannya jatuhnya kita mempermainkan perasaan Ara?" tanya Kay.


"Tidak Kay, apa yang dikatakan Daddymu benar. Aku tahu kamu itu sangat mencintai putriku, hanya saja kamu belum bisa menerimanya lantaran putriku belum menunjukkan sifat kedewasaannya. Jadi dengan begini kita bisa melihat, seberapa besar rasa sayang putriku kepada kedua orang tuanya. Terlebih dengan Appanya yang terkena musibah, tetapi Ammanya malah selalu menyalahkan Appanya sampai bertekat ingin mengakhiri pernikahannya" jelas Lisa.


"Bahkan di balik itu semua kita seperti memberikan contoh kecil pada Ara kalau kita boleh-boleh saja memiliki mimpi ingin menikah dengan siapa, berjodoh dengan siapa. Cuman semua kembali kepada takdir, sebesar apa pun harapan kita tetapi kita tidak boleh mendahulu kehendakNya. Kalau rencana ini berhasil berarti kalian memang berjodoh. Tetapi jika gagal berarti kalian harus menjadi teman dan berusaha mengikhlaskan semua yang sudah terjadi" cecar Suci.


Semua pun terdiam saling menatap satu sama lain, sampai perbincangan masalah ini semakin serius. Tidak ada lagi penolakan dari kedua pihak, tetapi hanya akan ada persetujuan untuk terus membuat sedikit pelajaran buat Ara agar dia bisa sedikit merasakan bahwa tidak semua hal yang dia inginkan akan terjadi atas kehendanya sendiri. Melainkan semua bisa terjadi sudah kekuasaan Sang Ilahi.

__ADS_1


__ADS_2