Keikhlasan Hati Seorang Istri

Keikhlasan Hati Seorang Istri
Suci Menjadi Semakin Drop


__ADS_3

Setelah mengantarkan Suci ke depan pintu kebahagiaannya bersama Arsya, maka di saat itulah tugas Papah Angga benar-benar telah selesai dengan tuntas tanpa merasa berhutang kesalahan apa pun atas keluarganya yang tak henti-hentinya selalu menyakiti Suci.


“Baiklah jika semuanya sudah sepakat, saya selaku hakim memutuskan bahwa kalian berdua telah resmi bercerai secara sah dalam agama dan juga sah secara hukum negara” ucap sang hakim sambil mengetuk palunya sebanyak 3 kali.


Tookk...


Tookk...


Tookk...


Lalu sang hakim pun berdiri bersama jaksa lainnya serta meninggalkan ruangan persidangan yang membuat semuanya berdiri dan pergi. Kini hanya tinggal keluarga Arsya, Suci dan Dimas yang masih berdiri di tempatnya.


Suci menoleh ke arah Bunda Reni yang sedang berdiri tersenyum merentangkan kedua tangannya. Kemudian Suci berlari ke arah Bunda Reni dan memeluknya begitu erat sehingga tumpahkan air mata kebahagiaan.


Suci merasa jika ia telah benar-benar bebas dari semua rasa sakitnya setelah beberapa kali melakukan mediasi, persidangan yang sempat tertunda, dan akhirnya hakim mengabulkannya. Papah Angga berjalan mendekati Arsya dan menyodorkan tangannya dengan wajah penuh senyuman.


“Saya titip anak saya ya, jika waktunya tiba nanti maka saya yang akan mengantarkannya ke depan pintu kebahagiaan bersamamu. Jaga anak saya dengan baik dan jika kau juga menyakitinya seperti dia, maka aku akan menarik kembali anakku darimu” tegas Papah Angga yang membuat Arsya langsung menjabat tangannya dan memeluk Papah Angga.


Di situlah hati Dimas benar-benar hancur saat melihat Papah kandungnya sendiri lebih memilih untuk berpihak pada Suci ketimbang anaknya sendiri.


“Apakah yang aku lakukan ini adalah kesalahan besar sehingga Papah begitu yakin jika Suci akan bahagia setelah terlepas dariku...” ucap Dimas di dalam hati kecilnya.


“Adeehh... drama sekali sih, melihat ini berasa kaya lagi nonton sinetron televisi ikan terbang cih...” gumam Elsa di dalam hatinya dengan wajah yang sangat malas.


Ting !...


Ponsel Elsa berbunyi dan terdapat satu notifikasi yang menyatakan bahwa Baby Diva sedang rewel dan Mamah Mita lupa membawakan susunya.


“Ckk... apa lagi sih ini astaga... anak itu benar-benar menyusahkan saja. Masih kecil juga tapi udah pintar aja nyari perhatian, bagaimana pas gedenya coba. Bisa-bisa dia akan menyaingiku” gumam Elsa dengan kesal.


Kemudian Elsa menunjukkan pesan tersebut yang membuat Dimas langsung menyuruh Elsa dan Papah Angga segera ke mobilnya untuk cepat-cepat pulang ke rumah. Sedangkan keluarga Arsya dan Suci pun pulang dalam keadaan senang, hari ini merupakan hari yang sangat bahagia untuk mereka karena Suci sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga mereka.

__ADS_1


...*...


Di dalam mobil Dimas


Saat ini semua menjadi panik karena Baby Diva tidak mau berhenti menangis, dan terus saja menangis dengan kencang di dalam gendongan Mamah Mita ataupun Elsa.


Ooeekkk... ooeekkk... ooeekkk...


“Cupp... cupp... cupp... sayang diem dong, Mamah bingung ini harus bagaimana lagi” ucap Elsa dengan wajah kesalnya sambil menggendong Baby Diva.


“Lebih baik kamu menyusui Baby Diva sayang, biar dia tenang. Siapa tahu dia memang sudah tidak bisa menahan hausnya” tagas Dimas dengan begitu panik sambil tengak-tengok ke arah jalan dan ke belakang untuk memastikan sekitarnya.


“Hahhh? A-aku Mas? A-aku ti-tidak mau, ka-kamu tahu sendiri kan waktu itu aku pernah mencobanya tapi rasanya sangat sakit. Jadi aku pakai pompa saja, lagian Mamah kenapa lupa bawa susunya sih kan Divanya jadi rewel begini dehh...” sahut Elsa yang membuat Papah Angga hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


“Maaf Saa... tadi Mamah buru-buru, padahal botol satunya sudah Mamah siapkan di atas meja tapi Mamah lupa mengambilnya aduhh... cucu Oma, sabar ya cantik bentar lagi kita sampai di rumah kok...” jawab Mamah Mita sambil membantu Elsa menenangkan Baby Diva yang masih menangis.


“Mengurus anak kecil saja tidak becus, malah anaknya saja bertambah kejar di gendongan Mamahnya sendiri. Bagaimana mau jadi Ibu dan juga istri yang baik coba, begitu saja tidak bisa...” sindir Papah Angga yang membuat Dimas langsung menoleh ke samping menatap Papah Al.


“Pahh... bisa tidak jangan berbicara seperti itu pada istriku, namanya juga dia baru menjadi seorang Ibu jadi wajar saja jika dia belum bisa mengurusnya. Nanti juga kalau sudah terbiasa pasti Elsa akan mengerti bagaimana cara mengurus anak dengan baik” ucap Dimas dengan kesal.


“Ckk... pria tua bangka satu ini kalau sekalinya berbicara pasti nyelekit, enggak ingat umur apa ya dia. Udah bau tanah masih aja nyakitin orang cih...” gumam Elsa di dalam hatinya.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah, Mamah Mita turun serta sedikit berlari untuk mengambil susu Baby Diva dan memberikannya pada Elsa. Akhirnya Baby Diva terdiam sambil menyusu begitu kuat. Terlihat jika ia sangat haus, namun sayangnya Baby Diva hanya bisa merasakan air melalui dot bukan langsung dari sumbernya.


Pada waktu itu Elsa yang baru saja melahirkan di suruh dokter untuk menyusui Baby Diva, namun karena ia baru menjadi seorang Ibu jadi ia sedikit kaget karena cara menyusu Baby Diva sama Dimas sangatlah berbeda. Jadi dari situ Elsa sudah kapok dan tidak mau lagi menyusui Baby Diva secara langsung.


Elsa malah lebih memilih menggunakan pompa asi setiap harinya sehingga Baby Diva memiliki stok asi yang lumayan. Ya meskipun tidak banyak, tapi setidaknya Baby Diva masih meminum asi dari Elsa dan bukanlah susu formula.


Selang 1 minggu setelah Suci dan Dimas resmi bercerai, kini keadaan Suci menjadi sangat drop. Mungkin di dalam hatinya, Suci sudah berusaha untuk mengikhlaskan, tetapi secara mental Suci belum sepenuhnya bisa sembuh dari rasa sakitnya.


Bahkan saat ini sikap Suci seperti layaknya manusia patung yang hidup, dia lebih banyak menyendiri tanpa mau berkata apa pun sehingga mereka semua sangat bingung bagaimana harus menghadapi Suci. Tapi dibalik ke terpuruk kan Suci, ada yang membuat Bunda Reni sangat senang dan bahagia karena melihat sifat Arsya yang semakin berubah.

__ADS_1


Arsya yang dulu terlihat sangat kaku, dingin dan juga cuek, kini telah berubah menjadi Arsya yang sabar, telaten dan juga penyayang. Bahkan di saat Suci seperti ini bukan Bunda Reni yang merawatnya, melainkan Arsya. Kecuali Arsya sedang bekerja maka Bunda Reni yang akan menggantikannya untuk merawat Suci dan itu tidak terlepas dari pengawasan Arsya.


Bahkan Arsya memasangkan penyadap suara serta CCTV di dalam kamar Suci agar Arsya bisa memantau Suci setiap ia sedang bekerja. Semua Arsya lakukan bukan semata-mata untuk mengetahu privasi Suci atau kepentingannya sendiri, tapi semua ia lakukan untuk berjaga-jaga agar Suci tidak melakukan hal yang akan membahayakan dirinya sendiri.


Apa lagi Arsya selalu teringat dimana jika pada saat itu dia telat sedikit saja pasti sekarang ia sudah tidak bisa melihat Suci, cuma tenang saja. Arsya sudah meminta izin pada kedua orang tuanya dan juga Suci. Ya meskipun Suci terdiam dengan tatapan kosong, tetapi ia masih sangat mengerti jika ada yang mengajaknya bicara.


Hari yang sangat Arsya tunggu-tunggu telah tiba, yaitu hari Minggu. Dimana pada hari itu ia libur bekerja, sehingga bisa menemani Suci 24 jam full. Entah kenapa saat berada di dekat Suci membuat Arsya merasa sangat nyaman, bahkan meskipun bekerja juga Arsya tetap selalu menyisihkan waktunya hanya untuk mengecek keadaan Suci.


Saat ini Suci sudah selesai dari aktivitas paginya yaitu mandi, dan sekarang waktunya ia sarapan.


“Pagi...” sapa Arsya yang memasuki kamar Suci sambil membawakan nampan berisikan sarapan untuk Suci.


Suci yang tadinya menatap ke arah jendela dalam keadaan terduduk selonjoran di atas ranjang, kini perlahan ia menoleh ke arah Arsya.


“Ini aku bawakan sarapan untukmu, jadi kamu makan ya... habis itu kita akan pergi jalan-jalan supaya kamu tidak terlalu stres berada di kamar terus...” ucap Arsya yang selalu ingat perkataan dokter psikolog Suci.


Namun sayangnya sang dokter hanya mampu memeriksa keadaan Suci tanpa bisa mendengarkan keluh kesah yang menjadi beban di dalam pikiran Suci sehingga membuat Suci mengalami stres berat atau bisa di sebut dengan depresi seperti Suci saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hel... to the Lo... Hello guys... 😄😄😄


Kembali lagi dengan Author kalian yang banyak kekurangan ini... ☺️☺️😊


Kalian tahu gak Author baru bikin Group Chat loh dan masih kosong 🥳🥳🥳


Jika kalian ingin join ke Group langsung saja ke beranda Author ya... 😎😎😎


Nama Group Chatnya itu adalah "Kang Salto Barbar" kayak Author 🤣🤣🤣


Silahkan join aja guys, gak akan di apa-apain kok tenang aja... 🤭🤭🤭

__ADS_1


Jaga diri kalian dan sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yaaa... 🤗🤗🤗


Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻


__ADS_2